Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
kekacauan di Kahyangan


__ADS_3

***


Bunga Teratai Batu Mustika melayang-layang di atas kepala Tian Feng, tidak hanya itu, Bunga Teratai Batu itu juga mengeluarkan suara desingan dan terkadang berubah menjadi suara guntur.


Seperti pecahan Batu Mustika yang sebelumnya sudah Tian Feng satukan, Bunga Teratai Batu itu juga mulia melakukan sedikit perlawanan.


Hal yang membuat Tian Feng merasa aneh, seharusnya Bunga Teratai Batu itu melakukan perlawan yang lebih keras seperti pecahan batu sebelumnya, entah mengapa seolah-olah Bunga Teratai Batu itu seperti tidak terlalu ingin melawan.


Hanya suara bising yang berubah-ubah saja yang hanya bisa dilepaskan oleh Bunga Teratai Batu sebagai bentuk perlawanannya.


"Ini aneh, apakah ada sesuatu yang belum aku ketahui?" gumam Tian Feng yang menghentikan meditasinya dan menatap Bunga Teratai Batu dan sesekali menggaruk kepalanya karena bingung.


Andai saja Xian dan Xanzi serta Lianli mau muncul, mungkin Tian Feng tidak akan kebingungan. Semenjak Tian Feng berada di Kahyangan, entah mengapa ketiga Roh Penjaga Pusaka sama sekali tidak bersuara, bahkan keberadaannya juga tidak dapat dirasakan oleh Tian Feng.


Jika memang ketiga Roh Penjaga Pusaka pergi meninggalkan Tian Feng dan Tombaknya, seharusnya petir merah yang menjadi energi utama dari Tombak itu tidak mungkin ada.


Tian Feng memutar otaknya berusaha mencari cara bagaimana caranya untuk menyerap dan menyatukan Batu Mustika tersebut, jika dilakukan secara paksa, Tian Feng khawatir akan berakibat fatal.


"Hehehe..! Kenapa kamu bingung melihatku manusia?"


Tian Feng yang masih berusaha berfikir terkejut saat mendengar sebuah suara seorang pria sepuh. Tian Feng menoleh ke kiri dan kanan, namun dia tidak melihat siapa-siapa.


"Xian, Xanzi, apakah itu kalian yang bicara?" tanya Tian Feng.


"Manusia, aku ini sedang bertanya padamu, tapi kenapa kamu justru bertanya kepada roh pecahan hitam itu?" suara sepuh itu berbicara lagi.


Tian Feng mengerutkan dahinya saat menyadari jika suara pria sepuh itu berasal dari Bunga Teratai Batu Mustika putih.


"Maaf siapakah senior ini?" tanya Tian Feng.


Mendengar suaranya saja Tian Feng sadar jika pemilik suara tersebut bukanlah orang biasa, mungkin sejenis jejak spiritual seperti ketiga roh penjaga pusaka, terlebih lagi Tian Feng mulai merasakan akan adanya kekuatan yang terpancar dari Bunga Teratai Batu itu, kekuatannya sangat samar, namun cukup untuk bisa di tebak jika kekuatan itu sangatlah besar.


"Namaku adalah Gu Huan, aku adalah jiwa dari Bunga Teratai Batu Buddha ini!" kata suara tersebut yang bernama Gu Huan.


"Bunga Teratai Batu Buddha? Jadi nama yang sebenarnya adalah itu, kenapa Xian tidak mengatakannya?" gumam Tian Feng.


"Manusia, aku sudah tahu semuanya dari Roh pecahan energi hitam itu, perlu kamu tahu jika sebenarnya sedikit berat bagimu untuk bisa menyatukan kekuatanku dengan tubuhmu, walau di dalam tubuhmu sudah ada sedikit bagian dari diriku, namun untuk menelan alam setengah dari alam semesta itu sangatlah sulit!" ucap Gu Huan.


Roh pecahan energi hitam yang di maksud adalah Xian, Xanzi, dan Lianli. Karena pada dasarnya mereka merupakan pecahan dari energi milik Kaisar Kegelapan yang di rubah dalam wujud Pusaka Nirwana.


"Apa maksud senior menyerap setengah dari Alam Semesta?" tanya Tian Feng.

__ADS_1


Bunga Teratai terbang rendah dan berhenti di hadapan Tian Feng kemudian bunga tersebut memancarkan cahaya terang sebelum akhirnya berubah wujud ke bentuk manusia putih bercahaya.


Karena cahaya yang menyilaukan itu, Tian Feng sama sekali tidak bisa melihat dengan jelas wajah asli dari sosok tersebut, namun yang jelas sosok tersebut memiliki ciri-ciri wajah berjanggut panjang dan mengenakan jubah putih panjang bercahaya, penampilannya seperti layaknya seorang pendeta.


"Energi kami berasal dari Alam Semesta, karena sekarang hanya sebagian saja dari bengtukku, maka kekuatannya hanya setengah dari Alam Semesta!" kata Gu Huan dengan singkat.


Hanya dengan penjelasan yang sangat singkat saja, Tian Feng langsung memahaminya tanpa perlu meminta penjelasan apapun lagi.


"Senior, saya sadar mungkin tidak akan mampu menampung kekuatan besar mu, namun ini demi seluruh Alam semesta, jika saya tidak melakukannya, lalu siapa lagi yang bisa melakukannya? Jika Kaisar Iblis saja bisa memiliki setengah kekuatanmu, bukankah seharusnya saya juga bisa?"


Gu Huan terdiam sesaat, dia mendekati Tian Feng dengan cara berjalan menginjak udara kemudian wajahnya yang bercahaya berada sangat dekat dengan Tian Feng.


Gu Huan terlihat seperti memeriksa sesuatu dari Tian Feng, setelah beberapa saat Gu Huan pun kembali berbicara.


"Mungkin kamu bisa, tapi kamu ini agak aneh! Aku tahu jika di dalam tubuhmu ada salah satu Api suci, bahkan Xu Lian juga menemanimu!" kata Gu Huan.


"Xu Lian? Siapa itu?" tanya Tian Feng.


"Apakah kamu benar-benar tidak tahu?" kini giliran Gu Huan yang bertanya seperti keheranan.


Tian Feng hanya menggelengkan kepalanya karena dia benar-benar tidak tahu siapa itu Xu Lian.


"Keliatannya kamu sudah cukup lama bersamanya, bisa-bisanya kamu tidak mengenali Naga Betina itu!" kata Gu Huan.


"Apakah maksud Senior Naga Api Emas itu?" tanya Tian Feng.


"Iya, dia adalah Naga Api Emas, namanya adalah Xu Lian dari Ras Naga, hanya saja dia adalah salah satu ras Naga Kuno!" jawab Gu Huan.


"Owh... Jadi Naga kecil adalah Xu Lian, dan dia adalah Naga betina!"


Tian Feng sama sekali tidak menduga jika Naga kecil yang hanya bisa bicara Uwa..uwa itu ternyata memiliki nama, terlebih lagi Naga kecil yang selama ini menemaninya itu adalah Ras Naga Kuno.


"Baiklah kita sudahi dulu membahas masalah Naga Betina ini, sekarang aku ingin tahu apa yang akan kamu rencanakan nanti jika aku nanti bergabung dengan mu?" tanya Gu Huan.


Tian Feng menghela nafas panjang sebelum menjawabnya, sebenarnya dia juga tidak ingin memiliki kekuatan yang berlebihan, hanya saja karena demi melindungi keluarganya, Tian Feng merasa di tuntut untuk mengemban tugas melindungi keluarga dan seluruh Alam semesta, andai Tian Feng di berikan sebuah pilihan, dia lebih baik menjadi seorang Pendekar saja yang paling tinggi hanya di tingkat Pendekar Cahaya.


Sekarang dia sudah terlalu jauh melangkah dan tidak mungkin kembali setelah memiliki kemampuan Dewa, mau tidak mau demi keluarga dan semua orang-orang terdekatnya, Tian Feng akan tetap melakukannya.


"Saya hanya ingin melindungi seluruh Alam semesta dari ancaman Kaisar Kegelapan dan makhluk-makhluk yang berniat mengacaukan seluruh Alam semesta!" jawab Tian Feng.


"Apakah ucapanmu benar-benar keluar dari dalam hatimu, atau kamu melakukan semua ini karena merasa terpaksa?" tanya lagi Gu Huan.

__ADS_1


Kini Tian Feng terlihat ragu untuk menjawabnya, jika dia bilang "Iya" berarti dia sudah menipu Gu Huan dan juga dirinya sendiri, namun jika dia bilang "Tidak" Tian Feng tidak tahu apakah Gu Huan bersedia menyatu dengan dirinya atau tidak.


"Sebenarnya saya melakukan ini karena terpaksa! Terpaksa demi melindungi keluarga, dan terpaksa karena Sang Buddha sudah memberikan tugas ini!" jawab Tian Feng dengan jujur.


Gu Huan tersenyum lebar, hanya saja Tian Feng tidak bisa mengetahuinya karena cahaya yang membuatnya tidak bisa melihat dengan jelas wajah asli Gu Huan.


"Aku suka dengan jawabanmu! Kamu tidak perlu khawatir karena jawabanmu sudah tepat, kejujuran adalah pondasi terkuat untuk bisa membuat kepercayaan semua mahluk, karena kamu sudah menjawabnya dengan jujur, maka persiapkanlah dirimu untuk menyatu dengan ku!" kata Gu Huan.


Tian Feng terkejut mendengar ucapan Gu Huan, dia benar-benar tidak menduga jika Gu Huan memiliki sifat yang unik, di samping identitasnya yang masih belum diketahui oleh Tian Feng, Gu Huan terlihat sangat ramah.


"Terima kasih senior!" jawab Tian Feng.


"Sekarang kembalilah bermeditasi, dan aku akan segera melakukan penyatuan dengan dirimu!" kata Gu Huan.


Tian Feng menurut dan kemudian dia mulai bermeditasi, sedangkan Gu Huan mulai berubah wujud lagi ke bentuk Bunga Teratai Batu Mustika.


Bunga Teratai Batu Mustika itu mulai terlihat seperti mekar, dan setelah itu sedikit demi sedikit mulai berubah menjadi debu cahaya yang sangat halus dan bergerak ke tubuh Tian Feng.


Tian Feng sama sekali tidak merasakan hal aneh, baik itu merasakan adanya energi yang masuk kedalam tubuhnya atau hanya menyentuh kulitnya.


Tubuh Tian Feng secara perlahan-lahan mulai terangkat dan kemudian butiran cahaya dari Bunga Teratai Batu Mustika itu mulai menutupi seluruh tubuh Tian Feng.


Api Emas mulai menyala di sekujur tubuh Tian Feng dan kemudian disusul oleh Petir Suci Emas yang mulai muncul dari tubuh Tian Feng serta menyambar ke segala arah.


Kedua energi besar itu seperti menyambut akan kehadiran kekuatan Batu Mustika itu, dan secara bersamaan, kilatan emas dan kobaran api emas menyatu dengan debu cahaya putih itu.


Hingga detik ini tidak ada bencana yang terjadi, bahkan Dunia dimensi dalam terlihat sangat damai, hanya saja angin yang berhembus di Dunia dimensi dalam bercampur dengan butiran debu cahaya tersebut.


Tian Feng yang sebelumnya sangat khawatir akan imbas dari efek penyatuan itu nyatanya tidak terjadi, yang di rasakan oleh Tian Feng setelah tubuhnya tertutupi oleh tiga elemen kuat itu, Tian Feng merasakan ada sesuatu yang masuk kesetiaan pori-pori kulitnya.


Setiap energi yang masuk berbetuk debu halus itu terasa panas seperti layaknya bara api, namun ada juga rasa dingin seperti es.


Waktu penyatuan itu terus berlangsung selama beberapa hari di Dunia dimensi dalam, sedangkan di dunia luar kekacauan di Kahyangan mulai terjad.


Hari kedua saat Tian Feng sedang bermeditasi di dalam menara, Kahyangan kedatangan tamu yang tak diundang.


Lima Pengawal Kaisar Kegelapan datang membawa ribuan pasukan dari galaxi hitam untuk membuat kekacauan, dan kekacauan tersebut bertujuan untuk merebut Batu Mustika putih dari tangan Tian Feng.


Kaisar Kegelapan ternyata tidak menunggu terlalu lama setelah mendapat informasi dari Iblis Tanpa Wajah, dia tidak tanggung-tanggung dalam mengirimkan Pengawalnya.


Mereka berlima cukup disegani oleh para dewa, mereka adalah Siluman Elang Sayap Merah yang berada di posisi 13, kemudian Siluman Kabut yang berada di posisi 12, lalu Iblis Tanpa Wajah yang berada di posisi 11, Tangan Sisik Naga Hitam yang berada di posisi 10, kemudian yang terakhir adalah Dewi Penghisap Arwah yang berada di posisi 9.

__ADS_1


Kelima Pengawal itu sangatlah kuat, namun walau mereka disegani oleh para dewa, bukan berarti para dewa tidak bisa melawannya, hanya saja perang besar tidak akan terelakkan dan kekacauan besar akan segera mengguncang Kahyangan.


__ADS_2