
***
"Senior Zhi Shan, sejak kapan anda tiba disini?"
"Tidak lama, mungkin hampir sama tibanya dengan dirimu!"
Tian Feng yang sudah sampai di Dunia Dimensi Hampa bertemu dengan Zhi Shan, walau sedikit terkejut namun Tian Feng sadar jika Dunia Dimensi Hampa ini adalah dunia buatan Zhi Shan.
"Kenapa Zhi Ho Chen tidak ikut kesini?" tanya Zhi Shan.
"Senior dan Kaisar Langit sedang mempersiapkan pasukan langit untuk menyerang ke Galaxy Hitam, karena itu dia tidak ikut datang kesini," jawab Tian Feng.
"Em..! Kalau begitu hari ini aku hanya akan mengajarimu saja, aku akan membantu dirimu agar bisa naik ke Tingkat yang lebih tinggi, tapi aku minta padamu agar nanti kamu ajarkan juga akan apa yang aku ajarkan padamu kepada Zhi Ho Chen!" pinta Zhi Shan yang dijawab dengan anggukan oleh Tian Feng.
"Apakah dia belum keluar dari Alam Jiwa?"
Tian Feng langsung mengerti akan maksud pertanyaan tersebut kemudian menjawabnya, "Belum senior, sejak saya keluar meninggalkan tempat ini, sejak itu juga dia kembali masuk dan tidak keluar lagi!" jawab Tian Feng.
"Owh begitu, biarkan dia keluar sendiri, nanti saat kamu berhasil naik ke tahap berikutnya, dia pasti akan merasakannya dan akan keluar, jadi kita mulai saja sekarang!" kata Zhi Shan.
Zhi Shan dan Tian Feng tebang ke arah sebuah pilar hitam yang ada di tengah-tengah dunia tersebut, dan setelah sampai disana, Tian Feng langsung duduk dengan jari-jari kedua tangan saling bersilangan di bawah pusaran perut.
Di Dunia Dimensi Hampa tidak ada apapun, yang ada hanyalah pilar hitam yang menjadi penunjuk sekaligus tanda lokasi, tidak ada lantai atau tanah di bawahnya, yang ada hanyalah kabut putih tebal yang bergerak lambat karena dunia tersebut benar-benar hampa.
Tian Feng dan Ho Chen mengandalkan energi mereka agar bisa bernafas di Dunia Dimensi Hampa, hal itu sama ketika mereka berada di ruang angkasa.
Zhi Shan yang juga duduk di hadapan Tian Feng memulai memberikan pencerahan serta bimbingan kepada Tian Feng, terutama adalah bimbingan pembenahan tubuh dan jiwa agar Tian Feng bisa menyatu seluruhnya dengan Alam, serta akan mampu mengendalikan energi alam semesta.
Semuanya akan di mulai dari kekuatan Hati, kebijakan dalam berpikir, dan harus memahami akan penciptaan serta pemusnahan.
Tentu tidak mudah untuk semua itu, walau kedengarannya sangat sederhana, hanya saja untuk bisa menyatukan hati dan pikiran, jelas sangatlah sulit, sebab antara hati dan pikiran itu memiliki jalur yang berbeda.
Seperti halnya ketika hati menginginkan sesuatu, namun terkadang pikiran kita menolak keinginan tersebut, bahkan terkadang orang cenderung berbohong saat pikirannya sudah tidak mengikuti hati, biasanya akan disebut membohongi diri sendiri.
Walau ada orang yang mampu menyatukan hati dan pikirannya menjadi satu arah, namun biasanya itu hanya terjadi hanya sesaat saja, dan itu pun terjadi karena tidak disengaja.
Salah satu contoh ketika orang menjadi sangat panik seperti sedang dikejar sesuatu yang sangat menakutkan, pada saat itu hati serta pikiran akan bekerja sama sehingga bisa menyatu dan berjalan di satu jalan yang sama.
__ADS_1
Keinginan hati saat itu hanya ingin bisa selamat bagaimanapun caranya, kemudian dari hati dikirim ke otak sehingga otak menerimanya.
Kerjasama keduanya akhirnya mampu menciptakan sebuah kekuatan di bawah alam sadar seseorang sehingga orang itu mampu melewati rintangan yang menghalanginya.
Yang awalnya tidak bisa melompati pagar tembok setinggi dua hingga tiga meter, namun karena ada kerja sama antara hati dan pikiran, orang tersebut ternyata mampu melompatinya hingga akhirnya berhasil lolos dari bahaya yang mengejarnya.
Namun begitu sudah tersadar, hati dan pikiran sudah tidak sejalan lagi, dan ketika dicoba ulang, ternyata orang itu sudah tidak bisa melompat pagar tembok seperti sebelumnya.
Biasanya kejadian tersebut akan disebut dengan kekuatan yang masih tidur di dalam tubuh yang hanya bisa bangunkan saat sedang panik hingga tidak sadar jika orang tersebut telah melakukan hal yang berada di luar kemampuannya.
Hanya saja seperti sebelumnya, kejadian itu hanya sesaat saja, karena itu saat ini Zhi Shan akan membimbing Tian Feng agar bisa menyatukan keduanya dan membangun kekuatan sejati dalam tubuh Tian Feng yang masih tertidur.
Dengan dukungan kekuatan Tian Feng saat ini, maka hasil yang akan diperoleh pasti akan jauh lebih besar hingga akan mampu menaikkan tingkat kekuatannya.
Pencerahan serta bimbingan yang diajarkan oleh Zhi Shan tidak langsung bisa selesaikan begitu saja oleh Tian Feng, namun bukan berarti Tian Feng tidak mampu menyelesaikannya, hanya saja butuh waktu agar Tian Feng sepenuhnya bisa memahaminya.
Yang tersulit adalah memahami akan penciptaan serta pemusnahan, itu adalah bagian putaran alam semesta yang hanya di bisa di pahami oleh sang pencipta.
"Lakukanlah secara pelan-pelan Zhi Tian, tidak perlu terburu-buru, sekarang semuanya aku serahkan padamu!" kata Zhi Shan kemudian dia tidak lagi berbicara atau memberikan penjelasan apapun kepada Tian Feng.
Zhi Shan akan membiarkan Tian Feng melakukan dengan caranya sendiri, jika dia diberitahu, tentu hasilnya akan berbeda, dan pastinya tidak akan seperti yang diharapkan.
Keheningan dan kesunyian tersebut berlangsung selama berhari-hari, dan tanpa terasa Tian Feng sudah berada di dalam Dunia Dimensi Hampa selama dua belas hari tanpa mengetahui kabar apapun di dunia luar Dimensi Hampa.
***
Para Pasukan langit saat ini sudah mulai dikumpulkan dengan semua peralatan perang mereka, ratusan ribu prajurit yang akan di pimpin oleh para Jendral Dewa Perang akan segera di berangkat setelah Kaisar Langit memberikan perintah.
Kaisar Langit sendiri juga akan turut serta, dia juga akan membawa Naga Api Emas Xu Guang ke Galaxy Hitam, hanya saja para pasukan akan dibagi menjadi tiga kelompok, satu kelompok akan pergi ke Galaxy Merah dan akan dipimpin langsung oleh Ho Chen, sedangkan satu kelompok lagi akan menuju ke Galaxy Hitam dan akan dipimpin langsung oleh Kaisar Langit, dan kelompok yang terakhir tetap berada di Kahyangan.
Mau perang besar seperti apapun, Kaisar Langit tentu tidak akan mengosongkan Kahyangan dengan membawa semua dewa beserta para Jendralnya.
"Kenapa Zhi Tian Feng tidak muncul juga? Padahal sudah tinggal belasan hari lagi untuk pergi ke Galaxy Hitam!"
Para dewa serta para prajurit mulai mempertanyakan kebenaran Tian Feng, kali ini Nama gelar "Zhi" sudah benar-benar tersebar sehingga Tian Feng dan Ho Chen serta Chinmi sudah di panggil dengan sebutan "Zhi" hanya saja di Dunia Selatan, Tian Feng lebih dikenal dengan nama Kesatria Tombak Nirwana.
Ho Chen sendiri saat ini sedang memikirkan Chinmi yang pergi sendirian menuju ke Galaxy Kembar untuk menemukan Batu Matahari yang menjadi jantung kehidupan Energi Hitam, atau lebih tepatnya nyawa Zhi Yin sekaligus kelemahannya.
__ADS_1
Setelah mendapatkan informasi dari Penjaga Kembar yang ditawan, Chinmi pergi di hari itu juga menuju ke Galaxy Hitam.
Ternyata para sosok yang dijuluki sebagai Penjaga Kembar itu memang berasal dari kedua Galaxy kembar tersebut, dan bukan karena mereka kembar.
Di samping itu kemampuan spesial para Penjaga Kembar adalah dapat menyerap kekuatan Kegelapan dari tubuh rekannya, dan yang paling utama adalah penggabungan beberapa kekuatan para Penjaga Kembar menjadi satu tubuh.
Tentu saja kekuatan yang dihasilkan sangat luar biasa besar, dan dua sosok yang sempat menyatu adalah dua sosok terlemah dari ke Lima Belas Penjaga Kembar.
Menurut informasi yang berhasil didapatkan dari Penjaga Kembar yang ditawan, di Galaxy Kembar memang ada Batu Matahari nya, namun batu tersebut dijaga oleh Lima sosok Penjaga Kembar paling kuat dari kelima belas Penjaga kembar, yang terkuat berada di Puncak Rana Ilahi Tahap 1, dan itu ada dua sosok yang memiliki kemampuan tersebut, sedangkan dua lagi berada di Awal Rana Ilahi Tahap 1, dan satu sosok yang terakhir berada di setengah langkah Rana Ilahi.
Chinmi hanya perlu mencari cara untuk mencuri batu tersebut tanpa diketahui oleh para kelima Penjaga Kembar, dan itu mungkin sangat mudah bagi Chinmi mengingat dirinya juga memiliki kekuatan Kegelapan juga, jadi para Penjaga Kembar serta para pasukan Kegelapan tidak akan menyadarinya.
"Waktunya sudah sangat dekat, tapi Tian belum juga datang!" gumam Ho Chen kemudian dia melihat ke arah para Dewa yang masih mengatur strategi, dan mereka adalah kelompok yang akan pergi ke Galaxy Hitam bersama dengan Kaisar Langit.
"Dewa Zhi Ho Chen, kami mendapatkan kabar jika Dunia tempat Dewa Sesat saat ini kacau!" kata salah satu Dewa yang baru datang kemudian menemui Ho Chen.
Ho Chen mengerutkan dahinya kemudian dia bertanya kepada dewa tersebut, "Kacau bagaimana? Katakanlah dengan jelas Dewa Tanah!"
"Begini! Kaisar Azura saat ini sedang bertarung dengan salah satu sosok yang sama dengan sosok yang memimpin perang dari pasukan Kegelapan, dan kabarnya Kaisar Azura terluka," kata Dewa Tanah.
"Apa..!?"
Ho Chen jelas terkejut mendengarnya, dia sempat mengira mungkin yang dimaksud terjadi kekacauan adalah perselisihan antar Kerajaan, namun ternyata bukan itu, melainkan kekacauan yang ditimbulkan berasal dari salah satu Penjaga Kembar.
"Kapan itu terjadi?" tanya Ho Chen.
Karena sebelumnya tidak terlalu memikirkan ke Dunianya Tian Feng, Ho sampai tidak memeriksa kesana, apalagi di sana ada Kaisar Azura, jika Pengawal Kaisar Kegelapan datang sekalipun, mereka bukanlah tandingan Kaisar Azura, namun beda ceritanya jika yang menyerang adalah para Penjaga Kembar.
Penjaga Kembar adalah para sosok yang baru muncul dan juga baru diketahui keberadaannya, tentu Ho Chen tidak akan menduga jika An Huang Yi dan Zhi Yin akan melakukan serangan kesana.
"Baru saja, dan mungkin pertarungan itu belum selesai!" jawab Dewa Tanah.
"Cih, mereka pasti berencana akan menculik keluarga Tian untuk dijadikan sandera nantinya, dan ini pasti adalah ulah An Huang Yi, sungguh sangat licik dan tercela!" gerutu Ho Chen dengan nada geram.
"Aku akan kesana untuk melindungi Keluarga Yuan Xia!" kata Ho Chen kemudian dia lebih dulu menemui Kaisar Langit untuk membawa ke empat Raja Agung pergi bersamanya untuk menolong Azura serta melindungi keluarga Yuan Xia, sebab target mereka pasti adalah keluarga Yuan Xia.
Atas ijin Kaisar Langit, Ho Chen membawa ribuan pasukan langit serta beberapa Dewa dan keempat Raja Agung pergi hari itu juga dengan menggunakan portal Dimensi.
__ADS_1
"Azura bertahanlah, aku akan segera datang!" gumam Ho Chen.