
***
"Tian gege..!"
Chie Xie langsung berlari setelah melihat Tian Feng muncul di depan rumah, dia langsung memeluk Tian Feng dengan erat.
Tian Feng tersenyum lembut sembari mengelus pundak Chie Xie seraya berkata, "Sekarang semuanya sudah baik-baik saja Xie'er, jadi tidak perlu merasa takut lagi!" kata Tian Feng.
Tian Feng yang mengetahui isi pikiran Chie Xie jika adiknya itu sangat ketakutan, walau dia adalah salah satu yang terkuat tidak termasuk Azura dan Yinfei serta kawan-kawannya, namun kejadian yang terakhir benar-benar membuat mental Chie Xie langsung turun.
Bukan karena Chie Xie takut untuk ikut berperang, hanya saja dia takut akan keselamatan ayah dan ibunya, dan jika dirinya gagal melindungi ayah serta ibunya, kemungkinan Chie Xie tidak akan mengampuni dirinya sendiri.
Chie Xie yang masih memeluk Tian Feng mengangguk pelan kemudian dia melepaskan pelukannya dan berniat mengajak Tian Feng menemui ayah serta ibunya, hanya saja saat menoleh kebelakang, ternyata tidak hanya Tian Feng saja yang datang, melainkan masih banyak lagi yang lainnya seperti Wei Fang dan para pendekar lainnya serta Panglima yang lain termasuk juga Zang Yang.
Azura, Gaozu, Wang Dunrui, Qinpi, Yinfei, Lio Long, Xi Liyi dan suaminya Lang Yu juga berada di belakang Tian Feng, hanya saja Ho Chen dan para Dewa Agung serta para pasukan langit tidak ikut dengan Tian Feng, mereka masih harus kembali ke Kahyangan.
"Apa kalian bertiga baik-baik saja?" tanya Zang Yang.
"Kami bertiga baik-baik saja guru!" jawab Chie Xie.
"Syukurlah kalau begitu!" kata Zang Yang.
"Ayo gege dan semuanya, Ayah dan Ibu sedang berada di dalam!" ajak Chie Xie.
Tian Feng mengangguk hanya saja rasanya tidak mungkin jika semuanya masuk sebab rumah yang Chie Xie pakai saat ini bukan rumahnya yang berada di Xanhuo, melainkan rumah milik Tian Feng yang kecil dan sederhana.
"Xie'er, kamu bicara sama siapa?" suara Yuan Xia bertanya dari dalam rumah.
"Ayah lihat saja sendiri kesini!" jawab Chie Xie.
"Xie'er, jangan menjawab seperti pada Ayah!" tegur Tian Feng.
"Maaf Tian gege, aku hanya ingin memberikan kejutan kepada mereka," jawab Chie Xie.
Tidak lama kemudian Yuan Xia keluar untuk melihat siapa yang sedang berbicara dengan Chie Xie, saat keluar dari pintu, alangkah terkejut dan senangnya Yuan Xia setelah melihat Tian Feng.
"Tian..!" seru Yuan Xia sehingga suaranya terdengar oleh telinga Lie Yie yang sangat sensitif jika mendengar nama Tian Feng disebut.
"Tian..?" suara Lie Yie juga terdengar dari dalam dan kemudian langkah kakinya terdengar berlari ke arah pintu rumah.
"Tian..! Ternyata kamu sudah kembali nak!" kata Lie Yie yang langsung menghampiri Tian Feng dengan wajah penuh kegembiraan.
__ADS_1
"Maafkan Tian Ayah, Ibu, karena baru kali ini Tian sempat menjenguk kalian semua!" kata Tian Feng.
"Menjenguk? Apa maksudmu dengan kata menjenguk? Apakah kamu kesini hanya ingin menjenguk kami saja kemudian akan pergi lagi?" tanya Chie Xie.
Tian Feng menggaruk kepalanya kemudian dia berpaling kemudian melihat ke arah yang lainnya yang masih menunggu Tuan rumah untuk mempersilahkan mereka semua untuk masuk.
"Sebaiknya kita bicarakan ini di dalam, sekarang tolong siapkan minuman hangat serta makanan untuk mereka malam ini!" kata Tian Feng.
"Tapi Tian, ini bukan rumah kita yang di Xanhuo tetapi rumahmu, jika mereka semua masuk kesini, ruangannya akan sangat sempit sekali untuk mereka semua!" kata Yuan Xia.
"Tuan Yuan tidak usah memikirkan hal itu, kami semua sudah terbiasa makan dan minum di alam terbuka, bagi kami dimanapun kami duduk, itu tidak akan menjadi persoalan," kata Wei Fang yang menghampiri Yuan Xia.
"Panglima Wei, ini benar-benar membuat saya merasa tidak enak dan juga malu! Begini saja, bagaimana kalau malam ini kita bermalam di luar dengan menyalakan api unggun, ajak juga semua penduduk Desa Wunji ini untuk bergabung bersama, bagaimana?" kata Yuan Xia yang memberi saran.
"Itu bagus juga, kalau begitu biar Xie'er yang akan menemui kepala desa agar semua warganya disuruh ikut bergabung kesini karena sekarang putraku sudah pulang!" kata Lie Yie.
Chie Xie langsung mengangguk dan tanpa disuruh, dia langsung pergi ke rumah kepala desa, sedangkan Tian Feng masih menghela nafas panjang, dia benar-benar bingung, sejak pertama kali bertemu dengan Lie Yie, Tian Feng merasakan dirinya dan Lie Yie seperti memiliki ikatan yang terhubung satu sama lain.
Bukannya Tian Feng lupa akan bagaimana Lie Yie yang sangat menyayanginya, walau dirinya hanyalah seorang anak angkat, hanya saja Tian Feng sendiri juga merasakan hal yang sama saat melihat Lie Yie, namun bukan merasakan akan perasaan tertarik atau yang lainnya, melainkan lebih dari itu, mungkin ada hubungan seperti keluarga atau sesuatu yang tidak diketahui oleh Tian Feng dan juga Lie Yie.
Yuan Xia segera menemani semua tamu yang datang bersama dengan Tian Feng, sedangkan Lie Yie juga segera menuju ke dapur.
Tian Feng menatap langit malam yang dipenuhi oleh bintang-bintang yang bertaburan menghiasi gelapnya langit, pelan-pelan Tian Feng teringat jika dirinya pernah mendengar kabar jika dulu dirinya adalah anak pungut Tian Lio dan istrinya, hal ini yang membuat Tian Feng semakin penasaran.
"Tian..!"
Tian Feng langsung menoleh dan melihat Lie Yie yang terlihat seperti marah dengan kedua tangan berada di pinggang.
Tian Feng tersenyum melihat Lie Yie, bukan karena mengejek, namun dia tahu maksud dari kemarahan Lie Yie, Tian Feng langsung melepaskan cincinnya dan kemudian mengarahkannya ke arah yang tidak jauh dari Lie Yie.
Lie Yie dengan mata melotot sebenarnya ingin memarahi Tian Feng, sebab dia baru ingat jika seharusnya Tian Feng tidak pulang sendirian.
Namun Lie Yie yang terlihat marah kini justru kebingungan akan apa yang sedang dilakukan oleh Tian Feng, dia hanya menatap Cincin hitam tersebut dengan kebingungan.
"Ibu ingin melihat cucu dan menantumu bukan?" kata Tian Feng kemudian cincin tersebut mengeluarkan sesuatu menyerupai sebuah pintu, namun terlihat seperti sebuah pusaran yang beraneka warna.
Tidak lama kemudian, keluar beberapa sosok dari dalam pintu pusaran yang berasal dari cincin Tian Feng, hal itu membuat Lie Yie benar-benar sangat terkejut karena dia melihat Alice, Naomi, Xihua dan satu gadis kecil yang seumuran dengan Xihua, dan satu lagi yaitu Qiao Lin.
Keterkejutan Lie Yie hanya berlangsung sesaat dan kemudian digantikan oleh wajah bahagia karena melihat cucunya.
"Nenek…!" Xihua langsung berseru saat melihat Lie Yie kemudian dia langsung melesat dan terbang ke arah Lie Yie lalu memeluk Lie Yie.
__ADS_1
"Xihua, nenek sangat merindukanmu!" kata Lie Yie.
"Xihua juga nek!" balas Xihua.
"Ibu mertua!" Alice dan Naomi juga menghampiri Lie Yie kemudian menyapanya.
Lie Yie segera mengelus rambut kedua menantunya secara bergantian, senyum kebahagiaan semakin terlihat cerah saat melihat semuanya kembali dan dalam kondisi baik-baik saja sebelum akhirnya tatapan Lie Yie mengarah ke perut Naomi.
Yuan Xia juga datang menghampiri mereka saat melihat cucu dan kedua menantunya yang keluar dari sebuah pintu aneh.
"Naomi, perutmu?" kata Lie Yie dengan wajah terkejut.
"Iya ibu, aku sedang hamil!" jawab Naomi dengan tersipu.
"Jadi aku akan memiliki dua cucu? Wah, pasti sangat seru karena nanti akan ada kaki mungil berikutnya yang akan berlarian di rumah, semoga saja kali ini cucu keduaku adalah anak laki-laki, tapi kalau anak perempuan juga tidak masalah!" kata Lie Yie yang merasa senang.
"Ehem…!" Yuan Xia berdaham di samping Tian Feng kemudian dia menepuk pundak Tian Feng lalu menunjukkan ibu jarinya ke pada Tian Feng seraya berkata, "Kerja bagus, sangat bagus!" kata Yuan Xia.
Tian Feng hanya tersenyum canggung mendengar Yuan Xia yang memuji dirinya, sedangkan Yuan Xia tersenyum lebar kepada Tian Feng yang terlihat seperti agak canggung.
"Tian, ini dimana dan tempat apa ni? Lalu kemana Ho Chen?" Qiao Lin menghampiri Tian Feng seraya bertanya kepada Tian Feng karena dia merasa jika saat ini dia tidak berada di kahyangan lagi.
"Ini duniaku, dan Senior Ho Chen kembali ke Kahyangan!" jawab Tian Feng.
"Hem.. jadi ini duniamu? Hem..sangat bagus dan memiliki energi yang sama dengan duniaku, hanya saja energi disini sedikit lebih tebal dari duniaku!" kata Qiao Lin.
"Guru Lin..!" Chie Xie yang baru datang bersama dengan ratusan warga langsung berlari saat melihat Qiao Lin, dia tidak menyangka akan bertemu dengan Qiao Lin lagi.
"Xie Xie!"
Keduanya segera saling merangkul dan kemudian dia memeriksa energi Chie Xie lalu bertanya kepada Chie Xie, "Kenapa kamu tidak mengalami peningkatan sema sekali Xie Xie? Apakah kamu sudah tidak berlatih lagi setelah kembali dari rumah ku?" tanya Qiao Lin.
"Eee anu.. begini..!"
Chie akhirnya menjelaskan jika sebenarnya dirinya sulit untuk berlatih karena tidak memiliki guru pembimbing yang memiliki energi Yin seperti dirinya, beda dengan Naomi yang sempat mendapatkan bimbingan dari Dewa Matahari, karena itu Naomi mampu naik ke tahap Dewa.
"Tenang saja, mulai sekarang aku akan mengajarimu hingga kamu benar-benar bisa naik ke tahap Dewa!" kata Qiao Lin.
"Benarkah? Kalau begitu terima kasih banyak guru!" kata Chie Xie yang sangat senang sekali mendengarnya, akhirnya dirinya masih memiliki harapan untuk bisa naik ke tahap Dewa.
Qiao Lin sudah berencana tidak akan kembali lagi ke Dunia Dimensi Obat, dan hanya akan melatih Chie Xie serta membantunya agar bisa naik ke tahap yang lebih tinggi, sedangkan Xu Lian hanya duduk sendiri dengan perasaan bosan karena tidak memiliki teman untuk mengobrol.
__ADS_1
Tian Feng mengangguk pelan dengan perasaan sangat senang dan bahagia melihat semua teman serta keluarganya berkumpul bersama, "Semoga ini akan bisa terus berlangsung!" batin Tian Feng kemudian dia berbalik dan berjalan ke dalam rumahnya karena dia ingin menggunakan Spiritual nya untuk kembali kemasa lalu guna mencari tahu akan siapa sebenarnya dirinya dan siapa orang tuanya yang sebenarnya.
Perjalanan menuju kemasa lalu tidak akan memakan waktu lama, sebab Tian Feng akan melewati hukum ruang dan waktu dimana waktunya akan sangat berbeda, dan kemungkinan waktunya akan sama seperti seseorang yang akan melemparkan sebuah batu dari atas gunung hingga batu tersebut sampai ke kaki gunung, dan saat itu Tian Feng pasti sudah kembali lagi.