Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Kaisar Iblis Azura


__ADS_3

Benturan pusaran pedang dengan tameng logam merah dihadapan Ho Chen membuat Ho Chen kesulitan untuk bertahan, belum lagi beberapa Pusaran Pedang dari berbagai arah yang akan segera mengenai tubuhnya.


Ho Chen berusaha sebisa mungkin untuk tetap berpikir tenang walau situasinya sangat mendesak, "Pedang Hitam Kaisar? Ini adalah ilmu yang belum pernah aku lihat di catatan Dewa, apakah ini ciptaan Chinmi sendiri atau karena kekuatan pedang itu sendiri?"


Ho Chen mengamati baik-baik sebelum bertindak gegabah, jumlah pedang yang terlalu banyak memang sulit untuk ditahan, ini seperti melawan seluruh pasukan langit serta para panglima dan juga para Dewa.


Setelah bertahan cukup lama sekaligus mencari cara untuk mencari celah, akhirnya terlintas dipikirannya akan satu cara. Ho Chen membuat pertahanan lebih kuat di sekelilingnya agar serangan Pusaran Pedang yang datang dari arah lain bisa ditahan, setelah itu dia membuat satu gerakan tangan.


Tangan Ho Chen yang di tertutupi oleh petir yang menyebar ke segala arah ditarik kebelakang, mata Ho Chen yang bercahaya emas juga melepaskan percikan petir kecil dan dia menangguhkan tatapannya kearah Chinmi yang masih fokus mengendalikan Pedang Hitam nya.


"Teknik Petir - Pukulan Naga Halilintar."


Kepalan tangan yang sudah di penuhi oleh energi petir langsung di lepaskan oleh Ho Chen. Petir yang terlepas dari kepalan tangannya berubah menjadi seekor Naga Petir yang sangat besar dan panjang.


Chinmi mengerutkan alisnya saat Naga yang terbentuk dari energi petir itu menyambar Pusaran Pedangnya dan terus bergerak mendekati Chinmi.


Pedang yang tak terhitung jumlahnya itu langsung hancur bertebaran ketika satu sambaran petir besar mengenai Pusaran tersebut, bahkan dengan pengendaliannya sekalipun tidak mampu menahan sambaran petir yang begitu kuat.


Benda logam dan air sebenarnya sangat lemah terhadap petir, dari situlah Ho Chen menggunakan kelemahan Pedang Hitam Chinmi, dari segi apapun tidak mungkin Chinmi mampu mempertahankan Pedangnya ketika terkena sambaran petir yang sangat kuat.


Naga tersebut meraung keras kemudian dia melesat kearah Chinmi dengan kecepatan tinggi serta melepaskan banyak sambaran petir kearah Chinmi. Merasa dirinya dalam bahaya, Chinmi langsung melepaskan beberapa sihir untuk memperlambat Naga Petir tersebut dan dirinya berusaha menjaga jarak dari Sang Naga.


Teknik Petir sebenarnya bukanlah Ilmu Sihir, melainkan sebuah tehnik pukulan yang mampu melepaskan energi petir, hanya saja untuk bisa menggunakan membutuhkan elemen petir yang ada di dalam tubuhnya, pencipta tehnik ini sebenarnya dulunya adalah guru Ho Chen lalu di kembangkan oleh Sekte Bukit Halilintar.


Karena kemampuan Ho Chen yang berada di tahap Dewa Agung, Ho Chen mampu mengubah Teknik biasa menjadi Teknik yang mampu merubah menjadi seekor Naga Petir perkasa.


Chinmi yang berusaha menjaga jarak ternyata tidak berhasil karena Naga Petir tersebut lebih cepat dari gerakannya, bahkan ketika Chinmi berpindah tempat ke lokasi yang lebih jauh, Naga petir juga bisa bergerak hanya dalam waktu satu kedipan mata.


"Kau tidak akan bisa lolos sekarang!"


Ho Chen muncul di samping Chinmi yang masih sibuk bertahan dari serangan Naga Petir, dia segera membuat mantra tangan dan kemudian melepaskan semburan api kepada Ho Chen.


Alam semesta menjadi sangat terang ketika semburan api yang berkobar menerjang tubuh Ho Chen, namun Ho Chen sendiri juga sudah berpindah tempat dan muncul lagi di lokasi lain yang tidak jauh dari Chinmi.


Ho Chen merentangkan tangannya saat Chinmi kembali diserang oleh Naga buatannya, dia bisa melihat peluang besar untuk bisa menangkap Chinmi, karena itu dia berniat akan menggunakan Segel Buddha Suci untuk menyegel kekuatan Chinmi.


"Sialan..!"


Chinmi mengumpat kesal karena dia benar-benar sangat kesulitan untuk berhadapan dengan Naga Petir, belum lagi melihat Ho Chen yang mulai mengeluarkan Aura cahaya emas nya.


Merasa sudah sangat terdesak, Chinmi mengeluarkan sebuah benda tipis berbentuk plat dari sebuah kalung yang ia kenakan, bentuknya seperti sebuah batu tipis berwarna hitam, besarnya sama dengan telapak tangan orang dewasa.


"Dewa Hitam Sang Pangeran Naga Laut Utara, aku memerintahkanmu untuk datang..!" seru Chinmi kemudian dia mematahkan benda batu tipis itu menjadi dua.


Ho Chen yang sudah bersiap untuk membuka Segel Buddha Suci mengerutkan dahinya saat melihat sebuah Spasial muncul di atas kepala Chinmi kemudian muncul sebuah tangan yang lengannya seperti menggunakan pelindung sisik hitam berkilap.


Tangan yang muncul itu melepaskan energi tak terlihat kearah Naga Petir sehingga Naga Petir terdorong mundur cukup jauh kebelakang, namun Naga Petir masih bisa menyeimbangkan diri kemudian meraung keras.


Sosok tersebut menampakkan dirinya dan berdiri disamping Chinmi sekaligus membungkuk memberi hormat, "Pangeran Muda Kegelapan!" sapa sosok yang memakai penutup kepala itu kepada Chinmi.


Secara umum yang telah di ketahui oleh seluruh Pengawal Kaisar Kegelapan, Chinmi dulunya adalah menantu Kaisar Kegelapan sebelum akhirnya jiwanya di segel oleh Kaisar Kegelapan.


Walau tubuh Chinmi saat ini di kendalikan oleh Energi Hitam, namun Energi Hitam sendiri sebenarnya memiliki kecerdasan sendiri, dia adalah energi misterius yang belum diketahui oleh siapapun dari mana asalnya dan mengapa Energi Hitam bisa memiliki kecerdasannya sendiri, terlebih lagi Energi Hitam mampu mengikat jiwa seorang Kaisar Langit dan mengendalikannya.

__ADS_1


Energi Hitam pernah menunjukkan identitasnya sekali yang ternyata dia memiliki suara wanita, sejak saat itu mereka mulai yakin jika Energi Hitam sebenarnya berjenis wanita.


"Aku membutuhkan bantuan mu! Kamu lawan Naga itu dan aku akan melawan pengendaliannya!" kata Chinmi kepada Dewa Hitam yang sebenarnya adalah Pangeran Naga Laut Utara.


"Pangeran Muda Kegelapan! Naga itu tidak terlalu menghawatirkan bagiku, namun pengendalinya itu sangat kuat, Pangeran pasti masih ingat betapa merepotkannya melawan dia!" kata Dewa Hitam mengingatkan kembali kepada Chinmi.


"Aku tahu, namun kita tidak bisa membiarkannya karena dia sudah tahu semua rencana kita jika kita akan mengumpulkan Lima Energi Murni untuk Kaisar Kegelapan! Jika dia tetap di biarkan maka dia akan menjadi penghalang misi kita!" kata Chinmi.


"Maaf Pangeran, jika aku boleh memberikan usul, sebaiknya kita mundur dulu, kita tidak mungkin bisa menandinginya, bahkan jika kita bergandengan tangan sekalipun itu masih belum cukup!" kata Dewa Hitam.


"Apakah kalian pikir bisa mundur dariku begitu saja?"


Mereka berdua terkejut ketika mendengar suara Ho Chen yang sudah muncul di hadapan mereka, tubuh Ho Chen samar-samar memancarkan cahaya putih kebiruan dan cahaya emas tetap melepaskan cahayanya.


Alice Chinmi berkedut melihat itu, dia juga melihat rambut Ho Chen yang mulai berubah warna, dari ujung bawah rambutnya warna putih menjalar naik dan energi Ho Chen juga meningkatkan pesat.


"Kemampuannya berada tipis di bawah Kaisar Kegelapan? Bagaimana mungkin ini bisa terjadi!" gumam Chinmi atau lebih tepatnya pengendali tubuh Chinmi.


Kini dia mulai mengerti kenapa Ho Chen sangat percaya diri dan tidak takut ketika berhadapan dengan Kaisar Kegelapan yang waktu itu menggunakan tubuh Chinmi, ternyata Ho Chen memiliki kekuatan yang sama dengan An Huang Yi, walau sekarang An Huang Yi sudah naik ketahap yang lebih tinggi, namun melawan kekuatan puncak Dewa Agung yang hampir menembus setengah langkah menuju ke Rana Agung adalah hal yang tidak bisa di anggap remeh.


"Kau benar sekali Dewa Hitam, sepertinya kita harus mundur dulu, namun kita tidak bisa mundur begitu saja darinya, sebaiknya cari cara untuk membuat pengalihan padanya!" kata Chinmi yang di balas dengan anggukan oleh Dewa Hitam.


Ketika mereka berdua baru selesai berbicara, tiba-tiba saja luapan energi dari tubuh Ho Chen meledak dan mengakibatkan gelombang dahsyat menyebar ke setengah Alam Semesta.


Getaran kuat yang mengguncang seluruh alam semesta dapat dirasakan oleh semua mahluk yang ada di galaxi tersebut, bahkan getarannya tembus hingga ke kahyangan.


***


"Energi siapa lagi ini?"


"Dewa Ci Lin, coba lihat apa yang sebenarnya terjadi, gunakan cermin pengamat!" kata Kaisar Langit.


Dewa Pagoda segera membungkuk kemudian dia dan beberapa dewa lainnya segera melepaskan sihir mereka ke sebuah cermin besar, dan berikutnya mereka melihat Ho Chen yang berada di luar angkasa sedang berhadapan dengan dua sosok yang tidak asing bagi mereka semua.


"Dewa Pelindung Alam Semesta? Jadi kekuatan ini berasal dari dirinya?" kata salah satu Dewa.


"Tunggu, perhatian baik-baik, bukankah kedua sosok itu adalah..!?"


Semua dewa sama-sama mengangguk, walau sudah sangat lama tidak pernah bertemu, namun wajah kedua sosok itu masih mereka kenali.


"Yang memakai penutup kepala itu adalah Dewa Hitam yang menjadi Pengawal terkuat Kaisar Kegelapan, dan yang satunya lagi adalah manusia yang dulu juga menjadi Dewa Pelindung Alam Semesta!"


"Mereka berdua adalah anggota Kaisar Kegelapan, cepat kalian bantu Dewa Pelindung Alam Semesta, bawa semua pasukan langit untuk menangkap keduanya!" kata Kaisar Langit.


Semua segera menangkupkan tangan memberi hormat kemudian para panglima dan jendral serta semua dewa langsung berubah menjadi cahaya dan melesat menuju ke galaxi tempat Ho Chen berada.


"Lapor yang mulia, keseimbangan beberapa tempat mulai kacau!" kata salah satu Kasim Langit.


"Apa maksudmu? Coba jelaskan!" kata Kaisar Langit.


Kasim Langit tersebut mengibaskan lengannya dan muncul sebuah kabut yang memperlihatkan kondisi di beberapa tempat yang kacau, salah satunya adalah di Dunia bawah Neraka yang kacau.


"Kekacauan ini di picu oleh dua energi besar yang terjadi akhir-akhir ini, para arwah di neraka mengamuk dan para arwah yang akan bereinkarnasi juga gagal karena arwah dari neraka yang datang mengacaukan tempat itu!"

__ADS_1


"Apakah Raja Akhirat dan Raja Neraka sudah memberikan laporan ini?" Kaisar langit bertanya.


"Belum Paduka, sebelumnya ketika Energi milik Kaisar Kegelapan menggemparkan seluruh kahyangan serta galaxi lain, Raja Akhirat dan Raja Neraka berusaha menyelesaikan kekacauan tersebut, untungnya Energi Kaisar Kegelapan cepat menghilang sehingga situasi yang di takutkan bisa ditahan, namun belum sepenuhnya bisa di perbaiki, sekarang muncul lagi energi yang sama, walau tidak sebesar yang pertama, namun ini sudah cukup untuk membuat dunia dewa dan yang lainnya menjadi kacau!" kata Kasim Langit.


"Segera utus para Raja Penguasa lainnya untuk membantu dunia lainnya, situasi ini sudah berada di tingkat waspada!" kata Kaisar Langit.


Kaisar Langit berkata seperti itu karena tidak hanya Neraka dan yang lainnya saja yang kacau, bahkan dua dunia yang terpisah kini akan bertemu, seperti Air dan Api yang akan bertemu.


Para Dewa sebenarnya memiliki musuh bebuyutan sendiri, yaitu para Iblis yang berada di dunia bawah, jika sampai Kaisar Iblis bangkit, maka tidak hanya pasukan Kaisar Kegelapan yang akan menjadi masalah besar, bisa dikatakan dunia dewa akan di kepung oleh dua Kaisar yang sama-sama memiliki kemampuan yang mengerikan.


"Permaisuri, apakah Dewi Naga Selatan sudah datang?" tanya Kaisar Langit kepada Permaisuri yang duduk disampingnya.


"Belum Paduka, namun hamba sudah mengutus lima Dewi untuk menjemputnya!" kata permaisuri.


Dewi Naga Selatan adalah seekor Naga yang memiliki tiga warna sisik berbeda yang warnanya sangat indah, sisik Dewi Naga bisa di gunakan untuk menenangkan para arwah yang mengamuk, karena itu Kaisar Langit akan menyelesaikan satu persatu terlebih dahulu dari yang termudah hingga nanti yang paling berat.


"Sekarang kita hanya bisa menunggu Dewa Pelindung Alam Semesta bisa menyelesaikan tugasnya!" kata Kaisar Langit.


***


"Tanduk Iblis, hawa panas apa ini?"


"Entahlah, sepertinya telah terjadi sesuatu di suatu tempat!" kata tanduk Iblis.


"Kalian semua diamlah, aku tidak bisa berkonsentrasi untuk melihat akan apa yang sedang terjadi!" kata Dewi Peramal.


Semuanya langsung diam ketika Dewi Peramal membentak mereka, bahkan sosok sekuat empat Penjaga Gerbang Kegelapan juga ikut terdiam.


Setelah beberapa saat, alis Dewi Peramal mengkerut dan di saat yang sama, seluruh ruangan aula Istana Kegelapan bergetar dan sosok agung tiba-tiba saja muncul seperti hantu di singgsana hitamnya yang memiliki gambar Swastika Hitam.


"Ada apa ini, energi siapa yang sudah berani mengganggu meditasi ku?" kata suara yang terdengar berwibawa namun sangat berat dan mengandung kemarahan yang di sertai dengan tekanan yang menggetarkan Galaxi Hitam.


"Paduka, ini semua ternyata adalah ulah Dewa Pelindung Alam Semesta yang saat ini sedang berhadapan dengan Pangeran Muda Kegelapan, bahkan disana juga ada Dewa Hitam yang membantu Pangeran Muda Kegelapan!" kata Dewi Kegelapan.


"Dewa Pelindung Alam Semesta? Ternyata dia memiliki kemampuan sebesar ini?" An Huang Yi tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.


"Paduka, sepertinya para Dewa dan Pasukan langit saat ini sedang menuju ke tempat Pangeran Muda Kegelapan!" kata Dewi Peramal.


"Sungguh berani sekali Kaisar Langit itu mengutus semua dewa dan para pasukannya!" mata An Huang Yi menjadi hitam sepenuhnya setelah mendengar hal itu, dia ingin bangkit namun Dewi Peramal kembali berbicara.


"Paduka, sepertinya saat ini situsnya lebih berpihak kepada kita, seluruh dunia di galaxy para Dewa menjadi kacau, dan paduka tahu, sepertinya Kaisar Iblis juga akan bangkit!" kata Dewi Peramal.


"Kaisar Iblis? Apakah benar Iblis Azura sudah bangun dari tidur panjangnya?" tanya An Huang Yi.


"Benar sekali Paduka, dia terbangun karena terganggu oleh kekuatan Dewa Pelindung Alam Semesta!"


"Bagus-bagus, akhirnya yang aku tunggu-tunggu akan segera tiba! Jika Iblis Azura terbangun, maka kita bisa memiliki sekutu yang kuat, tapi sekarang sebaiknya kalian bawa seluruh pasukan Kegelapan untuk menyelamatkan tubuh Menantuku, usahakan kalian jangan sampai bentrok dengan pasukan langit!" kata An Huang Yi.


Para pengawal terkuat segera mengerti maksud perkataan An Huang Yi, mereka hanya akan datang untuk membawa Chinmi dan Dewa Hitam kembali, sedangkan sisanya akan mengorbankan para pasukan kegelapan untuk menghadapi para Dewa dan pasukan Langit.


An Huang Yi bermaksud untuk mengulur waktu sekaligus akan menunggu kebangkitan Kaisar Iblis, walau saat ini dia memiliki kemampuan yang lebih tinggi dari Ho Chen, namun kemampuannya masih belum sepenuhnya stabil, akan tetapi bukan tidak mungkin bagi An Huang Yi untuk mengalahkan Ho Chen, hanya saja dia tidak mau membuang-buang energi demi mengalahkan Ho Chen.


"Kaisar Iblis Azura, sudah lama aku mendengar legenda akan dirimu ketika kamu hampir memusnahkan Kahyangan, aku jadi penasaran sekuat apa kamu sekarang!" kata An Huang Yi dengan tersenyum penuh makna.

__ADS_1


Semua para Pengawal Kaisar Kegelapan sudah berubah menjadi cahaya kemudian pergi menuju ke tempat Chinmi berada dengan membawa pasukan kegelapan yang sangat banyak.


__ADS_2