Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Kedamaian dan kebahagiaan


__ADS_3

***


"Xi Jing Zi, Ho Chen, Tian Feng! Sebenarnya aku ingin mengangkat kalian menjadi Buddha jika kalian setuju, namun pilihan ada pada diri kalian masing-masing!" kata Buddha Rulai.


Tian Feng dan Ho Chen tentu terkejut mendengarnya, sedangkan Chinmi tidak terlalu terkejut karena dulunya dia sendiri adalah murid sang Buddha.


"Buddha, seperti ini terlalu berlebihan, lagi pula hamba belum tidak pantas untuk menjadi Buddha!" kata Ho Chen.


"Benar sekali Buddha, hamba sama sekali tidak mengerti Dharma, di tambah lagi kemampuan kami masih sangat jauh untuk menjadi Buddha!" Tian Feng menambahkan.


"Kemampuan apa yang kamu maksud Tian Feng?" tanya Buddha Rulai.


"Kemampuan di tahap Nirwana!" jawab Tian Feng.


Buddha Rulai tersenyum mendengarnya kemudian dia menjelaskan jika untuk menjadi Buddha tidak perlu memiliki kemampuan hingga ke Tahap Nirwana, contohnya adalah An Huang Yi yang dulunya memiliki kemampuan di Puncak Rana Ilahi Tahap 2.


Syarat yang dibutuhkan untuk menjadi Buddha adalah Hati yang bersih, pikiran yang bijaksana, sifat welas asih, dan menjaga keseimbangan alam semesta, setelah itu barulah mereka akan memasuki tahap penyucian serta agar membuang hati serta pikiran Nafsu serta hal-hal keduniawian.


Memang ketiga syarat tidak dimiliki oleh Tian Feng dan Chinmi, namun syarat yang keempat Tian Feng sudah memenuhinya, yaitu menjaga keseimbangan alam semesta.


Sedangkan Ho Chen tidak memenuhi syarat yang pertama, namun dia memenuhi syarat kedua, ketiga, dan keempat, jadi Buddha Rulai berniat menjadikan Ho Chen sebagai Buddha Kedamaian, namun semua tergantung keputusan mereka masing-masing.


"Sekali lagi hamba minta maaf, hamba benar-benar tidak bisa menerima pengangkatan ini!" kata Tian Feng yang tetap menolaknya dan tentu saja dia memiliki alasan yang sama seperti sebelumnya, ingin bebas.


Karena Tian Feng sendiri sudah menolak untuk menjadi Buddha, Ho Chen pun juga ikut menolak dan disusul oleh Chinmi, setelah itu sang Buddha pun tidak akan memaksa mereka, sebab hal yang dipaksakan tidak akan bertahan lama seperti yang pernah dialami oleh Chinmi.


Dua tawaran pengangkatan besar telah ditolak oleh Tian Feng dan Chinmi, sedangkan Ho Chen akan tetap menjadi Dewa Pelindung Alam Semesta, dan setelah mereka menolak pengangkatan dari Buddha Rulai, sang Buddha pun tidak bisa melakukan apa-apa lagi selain memberikan pusaka Tombak Nirwana menjadi milik Tian Feng sepenuhnya.


Buddha Rulai juga memberikan dua buah Bunga Lotus Es kepada Chinmi, Lotus tersebut gunanya untuk mengubah energi Yin Kegelapan Chinmi berubah energi Yin Murni sepenuhnya yang artinya, Energi Kegelapan Chinmi akan berubah menjadi Energi Suci, dan satu bunga lagi untuk istrinya Qie Yin.


Ho Chen juga mendapatkan sebuah Pusaka Nirwana kedua setelah Pedang Cakrawala, namun pusaka ini bukan untuk bertarung.


Pusaka tersebut berbentuk Batu Giok berwarna biru, dan kegunaannya untuk melihat seluruh Alam Semesta tanpa perlu mondar-mandir serta menggunakan Mata Dewa yang tidak bisa menjangkau seluruh Alam semesta, jadi Batu Giok Biru tersebut bisa digunakan untuk meringankan pekerjaan Ho Chen sebagai Dewa Pelindung Alam Semesta karena Batu Giok Biru bisa mencakup seluruh Alam Semesta.


Buddha Rulai juga berkata jika dia sendiri yang akan mengembalikan Energi Kehidupan semua Galaxy yang telah menjadi korban An Huang Yi dan Zhi Yin, tentu saja karena Buddha tahu akan niat serta rencana baik Tian Feng, jadi kali ini dia tidak ingin membebankan masalah ini lagi pada Tian Feng, karena sekarang adalah tugas para Buddha untuk mengembalikan Alam Semesta seperti sedia kala.


Setelah urusan dengan Buddha selesai, Tian Feng, Ho Chen serta Chinmi kini saling menyampaikan rencana mereka kedepannya masing-masing.


Chinmi sudah jelas akan kembali ke dunianya untuk mengembalikan energi istri nya agar pulih, sedangkan Ho Chen belum memiliki rencana apapun selain menyusul Qiao Lin ke Dunia Tian Feng yang saat ini sedang membantu Chie Xie naik ke tahap Dewa.


"Senior sekalian, suatu saat nanti jika sampai ada masalah besar seperti ini lagi, apakah kalian mau bekerja sama lagi seperti sebelumnya?" tanya Tian Feng.


"Tentu saja Tian, kita adalah tiga Zhi bukan?Jadi sudah seharusnya kita bersatu dan bersama-sama berjuang demi menjaga keseimbangan seluruh Alam Semesta!" jawab Ho Chen.


"Baiklah jika demikian, untuk saat ini aku harus kembali ke duniaku, lain waktu aku pasti akan pergi ke duniamu Tian, dan jika memang nanti kalian mengalami masalah yang tidak bisa diselesaikan, maka hubungi aku, dan kita akan kembali berjuang sebagai Tiga Zhi!" kata Chinmi.


Tian Feng dan Ho Chen sama-sama mengangguk dan kemudian Chinmi berpamitan untuk kembali ke dunianya karena dia sudah sangat merindukan Qie Yin yang sudah sangat lama dia tinggalkan.

__ADS_1


Chinmi akhirnya kembali ke dunianya, sedangkan Ho Chen pergi bersama Tian Feng untuk menemui Yinfei dan yang lainnya sekali Qiao Lin.


***


Kepulangan Tian Feng disambut hangat oleh Yuan Xia dan semua teman-temannya, sedangkan Tian Feng sudah lebih dulu mengeluarkan Alice, Naomi, dan juga Xihua, dan anehnya Xu Lian juga kembali mengikuti Tian Feng, padahal tugasnya menemani Tian Feng sudah selesai, hanya saja Esensi Api Teratai Buddha Emas nya yang berada di dalam tubuh Tian Feng yang membuat dirinya tetap ingin mengikuti Tian Feng dan tidak ingin kembali ke Dunia Selatan.


Seperti yang telah dijanjikan oleh Yinfei dan yang lainnya, mereka semua akan kembali ke Dunia mereka masing-masing setelah Tian Feng dan Ho Chen kembali, hanya saja Tian Feng meminta mereka semua untuk tinggal selama beberapa tahun lagi di Dunianya karena Tian Feng masih ingin bersama dengan mereka.


Kerajaan Wutong kali ini benar-benar aman dan juga tentram, seluruh rakyat Kerajaan Wutong terlihat sangat bahagia walau tidak sepenuhnya damai karena kejahatan akan tetap ada di sekitar mereka.


Yang jelas untuk seratus tahun lebih kedepan, Kerajaan Wutong akan baik-baik saja, namun setelah itu Kerajaan Wutong hanya tinggal menunggu waktu sebelum benar-benar runtuh dan punah karena akan digantikan oleh peradaban lain, itu yang Tian Feng lihat, hanya saja Tian Feng tidak ingin lagi ikut campur masalah tersebut sebab nanti runtuhnya Kerajaan disebabkan oleh politik kerajaan itu sendiri hingga akhirnya kerajaan akan runtuh dan peradaban era baru akan lahir menggantikan yang lama.


Setelah lebih dari satu bulan Tian Feng berada di rumahnya, hari ini Chie Xie akhirnya pulang dari latihannya bersama dengan Qiao Lin, dan kekuatan Chie Xie benar-benar meningkat pesat hingga mencapai tahap Dewa.


Hanya saja saat itu bertepatan dengan dua kejadian lainnya, yang pertama akan keputusan Wang Dunrui yang akan menikahi Qinpi dan yang kedua Naomi akan melahirkan.


Tentu saja kedua kabar tersebut sangat membahagiakan bagi masing-masing pihak, dan di pagi harinya, semua orang berkumpul untuk menunggu kelahiran bayi baru.


Tidak seperti Xihua yang terlahir dengan mengeluarkan bencana berupa petir hitam, kali ini kelahiran Naomi justru sangat tenang dan juga damai seolah-olah alam pun juga ikut menunggu kehadiran anak Naomi.


Tepat saat matahari setinggi tombak, suara tangisan bayi terdengar dari dalam rumah Yuan Xia, dan ternyata Naomi melahirkan seorang bayi laki-laki.


Hiroshi sangat senang setelah mengetahui jika cucunya adalah laki-laki, bahkan Xihua juga merasa senang dengan hadirnya adik yang sudah lama dia tunggu-tunggu.


"Tian, anak ini memiliki tanda unik di pundaknya, coba kamu lihat!" kata Lie Yie.


"Tanda ini...!?"


Tian Feng dan Ho Chen saling berpandangan sesaat, mereka sangat mengetahui tanda tersebut, sebuah tanda kalimat berwarna emas di pundak dengan kalimat yang berbunyi "Suci" itu adalah sebuah segel khusus yang dulu pernah dipasang di pundak Lian Sue Yue oleh Ho Chen, yang artinya putra Tian Feng sebenarnya adalah reinkarnasi Sue Yue.


"Sepertinya Dewa Akhirat menerima permohonan Sue Yue!" kata Ho Chen.


"Kali ini kamu memiliki dua anak unik, satu memiliki kekuatan kegelapan murni yang sangat besar, dan satu lagi adalah reinkarnasi temanmu yang akan menjadi seorang Alkemis terhebat melebihi dirimu Tian!" kata Ho Chen.


Tian Feng hanya bisa tersenyum, dia tidak akan menduga jika ternyata Sue Yue akan benar-benar lahir sebagai anaknya dalam wujud bayi laki-laki, dan tentu saja bakat Sue Yue sebagai Alkimia akan keluar karena bakat tersebut tersegel oleh tanda lahir tersebut.


"Aku akan memberi nama putraku dengan nama Tian Lian Wang!" kata Tian Feng sambil menggendongnya.


Nama Tian Lian Wang adalah nama tiga keluarga, yaitu nama Tian Feng sendiri kemudian nama keluarga Lian Sue Yue, Lalu yang terakhir adalah Nama Keluarga Wang Lie Yie, dan nama tersebut sebagai penghormatan Tian Feng kepada keluarga Lian dan Wang, dan untuk keluarga Tian, tentu saja sebagai bentuk terima kasihnya kepada Tian Lio yang telah menyelamatkan dirinya walau akhirnya Tian Feng harus menjalani kehidupan yang lebih berat.


Kehadiran Lian Wang sudah cukup meriahkan suasana dan ditambah lagi dengan acara pernikahan Wang Dunrui dengan Qinpi yang berlangsung di Dunia Tian Feng.


Kedamaian dan kebahagiaan yang diperjuangkan selama ini oleh Tian Feng akhirnya bisa menikmatinya juga dan Tian Feng tahu jika suatu saat nanti dia akan kembali pergi ke suatu tempat yang sudah dia janjikan kepada salah satu gurunya yaitu Yao Shan.


Seperti yang pernah Tian Feng katakan kepada Yao Shan, dia akhirnya melepaskan cincin Langit Malam nya agar Yao Shan bisa mengendalikannya dan setelah saling mengucapkan janji, Tian Feng pun mengirim cincinnya bersama Yao Shan ke dunia tempat Yao Shan berada dengan membuka garis antar dunia berbeda dan Yao Shan pun mulai mencari calon penerusnya.


"Alam semesta! Tahap Nirwana, aku akan segera mencapai hal itu!" gumam Tian Feng dengan menatap langit serta menggendong Lian Wang dan juga Xihua di sampingnya.

__ADS_1


***


Lima Ratus Tahun Kemudian.


Seorang pemuda sedang duduk di bawah sebuah bangunan tebal yang memiliki belasan tingkat ke atas.


Pemuda tersebut terlihat sedang kelelahan dan kemudian meletakkan sebuah senjata mirip senapan namun sangat kecil, pemuda tersebut terkadang mengintip keluar tembok dan memperhatikan banyak cahaya yang menyoroti ke segala arah dengan suara berisik dari tubuh pemilik cahaya tersebut.


"Sial, andai sepeda motorku tidak terkena laser plasma, aku pasti sudah sampai di laboratorium tanpa perlu bersembunyi dari orang-orang bayaran Mao!" kata pemuda tersebut kemudian dia meraih kembali senapan kecilnya sekaligus memeriksa isi pelurunya.


"Hah, ternyata benar apa yang dikatakannya jika dimasa ini kekuatan benar-benar telah hilang, yang ada hanya menyerang dan sembunyi seperti seorang pengecut!" kata suara yang tidak memiliki wujud apapun.


"Leluhur jangan bilang seperti itu, ini adalah jaman teknologi dan bukan jaman kuno seperti masamu, banyak senjata mematikan disini, jadi buat apa aku harus berlatih sesuatu yang tidak pasti!" kata pemuda tersebut.


Saat masih memperhatikan cahaya sorot lampu serta berbicara dengan suara tanpa wujud itu, tiba-tiba saja pemuda tersebut di kejutkan dengan tiga sosok yang entah dari mana datangnya karena tiba-tiba saja muncul dan berdiri di atas tembok tepat di hadapannya, ketiga sosok tersebut adalah dua orang laki-laki berwajah tampan, dan satu wanita cantik, hanya saja pakaian ketiganya terlihat seperti pakaian jaman kuno.


"Apakah namamu Yao Ming?" tanya salah satu sosok pria tersebut.


"Siapa kalian dan mengapa kalian mengetahui namaku?" pemuda tersebut justru balik bertanya.


"Maaf-maaf aku tidak bermaksud mengagetkan mu, namaku adalah Tian Feng, dan ini putriku Xihua, sedangkan yang ini adalah putraku Lian Wang, kami berasal dari dunia lain dan datang kesini karena aku memiliki janji dengan seseorang yang berada di dalam cincinmu itu," kata pria tersebut kemudian dia menatap cincin hitam di jari pemuda tersebut.


"Guru Yao, keluarlah, aku datang untuk menepati janjiku padamu!" kata pria tersebut.


"Awas...!"


Pemuda tersebut berteriak saat melihat dua orang yang mengarahkan ujung senjata yang memancarkan sinar laser biru ke tubuh salah satu pria itu sehingga pemuda yang bernama Yao Ming berteriak.


Wanita yang memiliki kecantikan seperti penyihir itu melirik ke arah dua orang yang membidik Tian Feng kemudian dia mengangkat jarinya seraya berkata pelan dangan nada halus dan lembut.


"Musnahlah!" ucapnya dan kemudian tubuh kedua pria tersebut langsung terlempar ke udara dan kemudian berubah menjadi kabut hitam dan lenyap di udara.


Yao Ming membuka mulutnya lebar-lebar serta matanya melotot dengan pikiran kosong karena tidak percaya, dengan ini dia baru sadar jika ketiga sosok berpakaian kuno tersebut bukan sosok biasa.


Tamat


Pengumuman.


Dengan ini selesai sudah kisah ini, dan saya ucapkan banyak terima kasih kepada para pembaca dan pendukung terhadap author receh ini, saya tidak bisa membalas setiap komentar namun tetap membaca setiap komentar..🤭🙏


di atas itu hanyalah spoiler tentang novel lanjutan yang berjudul "Cultivator Sihir & Teknologi" hanya saja masih belum tahu kapan akan mulai ditulis, sebab untuk setengah atau satu bulan kedepan, kemungkinan saya akan istirahat.


Cerita yang akan lebih dulu rilis adalah kisah lain yang berjudul "Cultivator Kaisar Petir" kalian bisa cek nanti di kisaran tanggal 15 September atau tanggal 1 Oktober, sebab saat ini saya masih membuat kerangka alur ceritanya yang membutuhkan waktu, yang jelas tanggal 1 Oktober kisah tentang Cultivator Kaisar Petir sudah bisa di baca.


Terima kasih dan sampai bertemu lagi di 1 Oktober 2022.


__ADS_1


__ADS_2