Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Pengantin kedua kalinya


__ADS_3

"Mungkin besok!" jawab Tian Feng.


Sebenarnya di Kahyangan tidak ada malam, untuk bisa mengetahui malam atau hari disana, ada tabung pasir yang menjadi pengukur, dimana tabung itu akan berpindah dari atas kebawah, jika sudah lebih dari setengah pasir, maka itu sudah menunjukkan waktu malam, dan jika habis, maka itu adalah pergantian hari.


Tentu saja Tian Feng mengetahui itu dari Ho Chen, dan biasanya tabung pasir itu sering di gunakan oleh orang-orang dari Yamuru sebagai pengukur waktu.


"Ayah, sebaiknya kalian beristirahat dulu, karena aku sangat ingin membawa Xihua jalan-jalan!" kata Tian Feng.


Yuan Xia segera mengerti maksud Tian Feng, dia sadar jika Tian Feng sangat ingin bersama dengan putrinya karena sudah sangat lama ayah dan anak itu tidak bertemu.


"Ayah..!" Xihua segera menghampiri Tian Feng saat Tian Feng memanggilnya dan kemudian dia menatap Alice.


"Ayo ikutlah denganku!" ajak Tian Feng.


Yuan Xia, Lie Yie dan Chie Xie pergi menemani Hiroshi yang sedang duduk bersama Ho Chen dan yang lainnya, sedangkan Tian Feng dan Alice serta Xihua pergi keluar.


Saat sampai di pintu depan, mereka melihat dua wanita yang melayang menuju kearahnya, Alice mengenali keduanya, mereka berdua adalah Qiao Lin dan Naomi.


Mata Naomi melihat keberadaan Alice di pintu rumah Ho Chen kemudian dia dan Qiao Lin mempercepat terbang mereka dan berhenti tepat di depan pintu.


"Alice..!?" Gumam Naomi kemudian dia dan Qiao Lin menghampiri Alice dan Tian Feng yang sedang menggendong Xihua.


"Alice, ternyata kalian sudah datang, tapi kalian berdua mau pergi kemana?" tanya Qiao Lin.


"Aku berencana membawa mereka ke luar!" jawab Tian Feng.


"Aih, mereka ini baru tiba kenapa kamu justru ingin membawa mereka keluar!" kata Qiao Lin kemudian dia mengelus rambut Xihua.


"Ini pasti Xihua, dia cantik sekali!" kata Qiao Lin kemudian dia melihat Naomi dan Alice yang terlihat seperti sangat canggung.


"Kalian berdua jika ada yang ingin dibicarakan pergilah ke samping rumah!" kata Qiao Lin yang mengerti jika Naomi dan Alice terlihat sama-sama ingin berbicara satu sama lain.


"Naomi..!"


Naomi yang ingin pergi dengan Alice menghentikan langkahnya saat mendengar panggilan seorang laki-laki yang tidak asing di telinganya, dia segera menoleh dan matanya berkaca-kaca saat melihat ayahnya yang tersenyum kearah dari dalam.


"Ayah..!"


Naomi bergegas masuk menghampiri ayahnya, dia segera memeluk ayahnya sekaligus berbicara kepada ayahnya, "Ayah, maafkan Naomi yang tidak sempat mengabari ayah jika Naomi pergi bersama Tian-Kun!" kata Naomi.


"Tidak apa-apa, Guru Wang Dunrui sudah menjelaskan semuanya!" jawab Hiroshi.


Naomi segera menoleh kearah Wang Dunrui dan juga yang tidak kemudian dia memberi hormat kepada mereka semua.


"Sensei, maaf sudah merepotkanmu, dan senior sekalian!" kata Naomi.

__ADS_1


Wang Dunrui tersenyum lembut kemudian dia menghampiri Naomi seraya berkata, "Sekarang kamu sudah mencapai tahap Dewa Bumi, aku sangat bangga padamu, dan kekuatanmu sudah melebihi diriku sebagai gurumu!" kata Wang Dunrui.


Naomi tersenyum canggung, walau dia sadar jika kekuatan sudah berada di atas Wang Dunrui, namun semua itu tidak akan bisa dia capai andai Alice tidak mendorongnya masuk kedalam Pilar Energi Cahaya dan ikut pergi bersama Tian Feng.


"Sebenarnya semua ini berkat Saudari Alice! Owh maaf ayah, Sensei dan semua, saya harus pergi sebentar dulu!" kata Naomi saat mengingat Alice yang menunggu dirinya di luar, dan setelah itu dia menghampiri Alice dan keduanya pergi menuju ke samping rumah Ho Chen untuk mengobrol berdua.


"Kita pergi berdua saja ya Xihua?" kata Tian Feng kepada Xihua.


Xihua tidak menjawab karena dia masih memperhatikan Naomi dan kemudian melemparkan pertanyaan kepada Tian Feng.


"Ayah, bibi cantik tadi itu siapa? Apakah dia teman ibu?" tanya Xihua.


"Eee.. I..iya, dia teman ayah dan ibu!" jawab Tian Feng yang sedikit kesulitan untuk memberikan jawaban kepada Xihua jika sebenar wanita yang dia tanyai itu tidak lama lagi akan menjadi ibu sambungnya.


"Ayo kita pergi jalan-jalan saja!" kata Tian Feng kemudian dia membawa Xihua terbang menuju ke arah salah satu gunung yang melayang.


***


"Alice, kenapa kamu melakukan itu padaku saat itu? Kenapa tidak dirimu sendiri saja waktu itu yang ikut pergi bersama Tian-Kun?" tanya Naomi.


Alice tersenyum kemudian dia menatap Naomi lalu menjawab, "Kamu tahu sendiri jika saat ini Xihua masih sangat kecil, jadi aku tidak mungkin mengikuti Tian Feng!" jawab Alice.


"Aku tahu, tapi aku juga tahu alasanmu yang lain!" kata Naomi.


"Naomi, seperti yang sudah pernah aku katakan dulu padamu, walau aku sudah memiliki tubuh Tian Feng, namun hatinya tidak bisa aku miliki, dia tetap mencintai mu, demi kebahagiaannya, apapun akan aku lakukan dan aku ingin kalian bersatu!" kata Alice.


Naomi yakin jika di dalam tubuh hati Alice pasti merasa sakit dan sedih, hanya saja kesedihan itu sengaja di tutupi dengan senyuman kebahagiaan di walau Alice.


Tidak ada satu wanitapun yang rela membagi cintanya dengan wanita lain, termasuk dirinya maupun Alice, karena itu Naomi merasa bersalah jika harus mengambil keuntungan dari ketulusan hati Alice.


"Alice, andai sejak awal aku tahu betapa besarnya ketulusan dan kesetiaanmu terhadap Tian-Kun, aku mungkin tidak akan kembali lagi saat itu untuk membalas dendam rasa sakit hati ini kepada dirimu dan juga Tian-Kun, maafkan aku!" kata Naomi yang merasa sangat bersalah.


"Itu sudah berlalu, dan sekarang aku ingin kita menjadi satu keluarga agar kita bersama-sama dengan laki-laki yang kita cintai, kamu maukan?" tanya Alice dengan tersenyum hangat kepada Naomi.


Naomi semakin merasa bersalah dan bingung harus menjawab apa, setelah mengetahui dan menyadari betapa baiknya Alice yang dulu sempat menjadi musuh semua orang itu, Perasaan Naomi mulai berbelok dan ingin membatalkan pernikahannya dengan Tian Feng.


Namun Naomi takut menyakiti perasaan dan permintaan Alice untuk yang kedua kalinya sehingga dirinya hanya bisa mengangguk tanpa bersuara.


Alice tersenyum kemudian segera merangkul Naomi dan Naomi membalas pelukan Alice.


"Terima kasih Naomi, sekarang hatiku sudah merasa sangat lega!" kata Alice yang memeluk Naomi, namun Naomi tidak tahu jika sebenarnya air mata kesedihan Alice keluar saat mengatakan hal itu.


Sebelum pelukan kedua terlepas, Alice mengusap air matanya lalu melepaskan pelukannya dan tersenyum kepada Naomi.


"Ayo kita berkumpul dengan yang lainnya!" ajak Alice.

__ADS_1


Naomi mengangguk kemudian keduanya pergi kedalam dan berkumpul dengan yang lainnya, dan hari itu Paviliun Ho Chen menjadi sangat ramai karena kedatangan para manusia dan juga manusia berkekuatan Dewa.


***


Hari yang sudah di tetapkan sebagai hari acara pernikahan Tian Feng dan Naomi akhirnya tiba, acara tersebut dilaksanakan di paviliun Ho Chen, terlihat banyak sekali Dewa Dewi yang hadir.


Semua Dewa Dewi yang hadir di jamu dengan makan-makanan yang sengaja di sajikan oleh para dayang dari Ibu Suri, dan semua itu memang pemberian dari Ibu Suri.


Di hari pernikahan itu, ada tamu yang tak di duga juga ikut hadir, para tamu yang tidak biasa dan menjadi perhatian banyak Dewa itu tidak lain adalah para penghuni Dunia Bawah, yaitu Raja Azura dan panglimanya.


"Raja Azura, aku pikir kamu tidak akan datang memenuhi undangan pernikahan ini?" kata Ho Chen.


Wajah dan tubuh Azura serta para Panglimanya sudah berubah, mereka sudah tidak berwujud seram seperti Iblis lagi, malah wajah Azura jauh lebih tampan dari apa yang dibayangkan.


"Mana mungkin aku tidak datang menghadiri pernikahan Saudara Seperguruan ku!" jawab Azura.


Saudara seperguruan yang di maksud adalah Tian Feng, karena dia dan Tian Feng sudah sama-sama dibimbing oleh Buddha Rulay, jadi Azura menganggap Tian Feng yang sebelumnya sempat menjadi musuhnya kini dianggap sebagai saudara seperguruannya.


"Hahaha...! Kalau begitu mari masuk kedalam, acara pernikahan akan segera dimulai!" ajak Ho Chen.


"Terima kasih Dewa Ho Chen, mari!" jawab Azura.


Ho Chen dan Azura serta para Panglima segera mengikuti Ho Chen masuk, dan di sana terlihat ada tiga kursi pelaminan yang terhias sangat megah.


"Tiga Kursi? Kenapa ada tiga kursi?" tanya Azura.


"Kalian akan mengetahuinya nanti!" jawab Ho Chen dengan tersebut lebar.


Di dalam rias pengantin sendiri juga sama bingungnya terutama Alice, dia tidak menduga jika dirinya juga akan dijadikan penggantin kedua kalinya bersama dengan Naomi, dan semua itu adalah rencana Ho Chen.


Walau Tian Feng dan Alice sudah menikah, namun acara pernikahan mereka tidak dihadiri oleh Ho Chen dan keluarga Yuan, oleh sebab itu, agar Alice juga merasakan kebahagiaan yang sama, Ho Chen ingin Tian Feng dan Alice juga akan menikah lagi bersama dengan Naomi, dan akhirnya mereka akan mendapat restu secara langsung dari para Dewa dan Kaisar Langit.


"Jiejie semakin terlihat cantik jika mengenakan gaun pengantin indah ini!" puji Chie Xie kepada Naomi.


Pujian Chie Xie sama sekali tidak mendapatkan respon dari Naomi, Chie Xie melihat wajah Naomi justru terlihat sangat murung, seolah-olah sedang memikirkan sesuatu.


"Jiejie!?" Chie Xie mencoba menyadarkan Naomi dari lamunannya.


"Ah iya Xie Xie, ada apa?" Naomi segera tersadar dan menjawabnya.


Chie Xie jelas merasa bingung, namun dia hanya tersenyum lembut kemudian membantu merapikan rias pengantin.


Setelah semuanya sudah siap, kini tiga orang segera menuju kearah pelaminan, namun mereka tentu tidak langsung menuju ke arah kursi karena harus melakukan acara peresmian pernikahan terlebih dahulu.


"Owh, jadi Dewa Sesat akan menikahi dua wanita sekaligus!" Azura jelas tercengang mengetahui hal itu.

__ADS_1


"Iya, tapi sebenarnya yang satu adalah istri pertamanya!" jawab Ho Chen.


Azura mengerutkan dahinya karena dia benar-benar dibuat bingung dengan penjelasan Ho Chen, namun mereka hanya bisa melihat jalannya acara pernikahan Tian Feng dengan dua wanita tersebut yang mulai memberikan hormat mereka kepada para Dewa.


__ADS_2