
***
"Tian-Kun sedang berlatih di Nirwana? Bukannya dia memiliki tugas mengambil Bunga sesuatu dari tubuh Kaisar Iblis?" tanya Naomi saat Ho Chen menjelaskan jika Tian Feng sedang pergi berlatih di Nirwana.
"Iya, tapi tugasnya sudah dia selesaikan oleh Tian , hanya saja Tian langsung di jemput oleh sang Buddha dan di bawa ke nirwana!" jawab Ho Chen.
Walau cerita Ho Chen tidak sepenuhnya benar, namun sebagian ceritanya memang benar, seperti penjelasan Ho Chen yang mengatakan jika Tian Feng sudah menyelesaikan tugasnya, itu tidak benar, dan kata sang Buddha menjemputnya, itu memang benar.
"Butuh berapa lama Tian-Kun berlatih di bawah bimbingan sang Buddha?" tanya Naomi.
Ho Chen menatap Qiao Lin dan Qiao Lin tersenyum kepada Ho Chen, mereka berdua sangat mengerti kenapa Naomi bertanya seperti itu.
"Tian Feng adalah orang yang selalu memiliki keberuntungan, jika keberuntungan itu masih berpihak padanya, seharusnya dalam waktu satu hingga dua tahun, Tian sudah bisa menyelesaikannya, namun semua itu tergantung dari keberuntungan dan juga seberapa besar tekad Tian agar cepat menyelesaikan latihannya!" jawab Ho Chen.
Tian Feng adalah tipe orang yang keras kepala dan susah di atur, namun di balik sifatnya yang keras kepala itu, dia selalu saja mendapatkan keberuntungan.
"Owh iya, kenapa kamu tiba-tiba saja ingin berlatih di Menara Dewa?" Qiao Lin bertanya kepada Ho Chen yang sudah mengatakan jika dirinya akan berlatih di Menara Dewa.
"Aku harus berlatih agar bisa membantu Tian nantinya, aku yakin jika nanti saat tiba waktunya bagi Tian bertarung melawan An Huang Yi, para pengawalnya pasti akan mengganggunya!" jawab Ho Chen.
"Saat ini kerusakan yang dialami oleh Kahyangan belum sepenuhnya di perbaiki, aku khawatir nanti para Pengawal Kaisar Kegelapan itu kembali lagi mengacaukan Kahyangan di saat kamu sedang berada di dalam Menara Dewa!" Qiao Lin menyampaikan kekhawatirannya.
"Tenang saja, sekarang para Dewa yang sebelumnya pergi bersamaku akan tetap berada disini sekaligus berjaga-jaga, jadi kamu tidak perlu khawatir lagi!" jawab Ho Chen.
__ADS_1
Qiao Lin terdiam, dia memang selalu percaya akan perkataan suaminya, jika Ho Chen berkata demikian maka yang dikatakan oleh Ho Chen itu memang benar.
"Baiklah jika kamu akan berlatih disana besok, sekarang aku akan menemani Nona Naomi!" kata Qiao Lin kemudian dia bangkit lalu di ikuti oleh Naomi.
Ho Chen mengangguk kemudian dia sendiri memilih beristirahat karena besok dia akan segera pergi memasuki Menara Dewa.
Ho Chen beristirahat di rumahnya hingga keesokan harinya, begitu sudah merasa waktunya sudah tiba, Ho Chen segera pergi ke arah Menara Dewa itu berada untuk berlatih meningkatkan kemampuannya serta akan berusaha memasuki terobosan ke tahap berikutnya.
***
An Huang Yi yang sempat terkejut setelah merasakan ada kekuatan Rana Agung di kejauhan mulai memijat keningnya, walau dia hanya merasakannya sebentar saja, namun dia yakin jika yang ia rasakan tadi adalah energi milik Azura.
"Apa mungkin dia itu adalah Kaisar Iblis? Tapi aku yakin jika Kaisar Iblis dan manusia yang katanya akan membunuhku itu sudah aku bunuh, jadi tidak mungkin rasanya jika mereka berdua masih tetap hidup?" gumam An Huang Yi.
"Tapi Yang Mulia, bagaiamana kalau sampai Buddha Rulay mengetahui ini?" tanya Dewa Hitam.
Dewa Hitam masih ingat atas pesan Buddha Rulay agar An Huang Yi jangan lagi menyerap energi kehidupan para makhluk hidup di galaxi lain, jika ternyata sang Buddha mengetahui ini, bisa-bisa para Buddha akan datang dan memberikan hukuman kepada mereka semua.
Walau saat ini An Huang Yi sudah mencapai setengah langkah Rana Agung, namun kekuatan itu masih belum cukup jika harus berhadapan dengan Buddha, andai kemampuan An Huang Yi saat menjadi Buddha tidak menghilang dan menurun, mungkin mereka tidak akan takut akan siapapun.
"Kamu tidak perlu menghawatirkan akan hal itu, aku memiliki cara tersendiri untuk menutup galaxi hitam ini dari pandangan siapapun termasuk dari para Buddha, jadi lakukan saja akan apa yang sudah aku suruh!" kata An Huang Yi.
Sebelumnya An Huang Yi bisa membuka Tanda Segel Kesetiaan itu tanpa bantuan dari para Pengawalnya, namun saat ini tidak lagi, itu di karena dalam satu galaxi, tidak semua para Mahluk hidup mengakui kesetiaan mereka serta menanamkan Tanda Segel Kesetiaan di tubuh mereka, ini akan sangat sulit kecuali mereka semua yang memiliki Tanda Segel Kesetiaan dari beberapa galaxi di kumpulkan dalam satu galaxi yang sama, maka An Huang Yi akan dengan mudah menyerap energi kehidupan murni galaxi itu.
__ADS_1
Dewa Hitam yang masih ragu akhirnya menuruti perintah An Huang Yi, dia segera mengajak keempat Panglima Gerbang Kegelapan serta satu Pengawal lainnya untuk pergi ke tiga galaxi yang sudah memiliki Tanda Segel Kesetiaan itu.
"Hem.. setelah ini aku sudah tidak perlu lagi khawatir terhadap Kaisar Iblis karena setelah ini, aku akan segera menyusulnya, dan jika memang dia masih hidup, maka kali ini aku secara terang-terangan akan menyatakan perang dengan Kaisar Iblis!" kata An Huang Yi.
"Maaf Yang Mulia, jika memang Kaisar Iblis ternyata masih hidup, bukankah itu artinya Dewa Sesat juga masih hidup?" tanya salah satu Pengawal yang tidak ikut pergi dengan Dewa Hitam.
Mendengar pertanyaan itu, An Huang Yi langsung terdiam, dia tidak berharap Tian Feng tetap hidup, sebab dia masih sangat ingat akan Tombak Emas yang mengeluarkan energi Petir merah yang mampu membuat dirinya merasa sangat tidak nyaman sama sekali.
An Huang Yi mengeluarkan pedang besarnya kemudian dia mengelus pedang besar tersebut seraya berkata, "Jika memang dia juga masih hidup, maka Energi Kehidupan Kehidupan Murni dari tiga galaxi masih belum cukup, maka aku akan menyerap secara paksa dari galaxi lain agar aku bisa mencapai puncak Rana Agung Sejati, dengan demikian aku tidak perlu takut lagi kepada Dewa Sesat atau siapapun itu," kata An Huang Yi yang mengelus pedangnya.
Semua para Pengawal yang hanya beberapa yang masih ada disana mengangguk-angguk kepala mereka, namun saat semuanya masih diam, sebuah asap hitam yang terbentuk dari energi hitam muncul dan berputar-putar di sekitar An Huang Yi.
"An Huang Yi, kamu fokuskan saja peningkatan kemampuanmu itu, aku sendiri akan pergi menyusup ke Nirwana untuk membebaskan menantumu itu, dia akan lebih berguna untuk mu dari pada para Pengawalmu itu!" kata Energi Hitam yang menyampaikan rencananya.
Suara energi hitam terdengar sangat besar, namun yang hanya bisa mendengar suaranya hanyalah An Huang Yi saja.
"Apakah kamu yakin bisa Energi Hitam?" tanya An Huang Yi yang agak ragu akan rencana Energi Hitam.
"Kenapa kamu sangat ragu padaku, apakah kamu lupa jika aku ini sangat pandai dalam berkamuflase, jadi tidak akan ada yang akan menyadari keberadaan ku disana, bahkan Buddha Rulay sekalipun tidak akan mengetahuinya."
Energi Hitam adalah mahluk eneh yang sangat misterius, bahkan An Huang Yi sekalipun yang menjadi Tuan Energi Hitam tidak pernah mengetahui akan siapa dan dari mana energi hitam itu berasal, yang jelas kemampuan Energi Hitam sangat misterius dan juga sangat cepat bertindak.
"Menantuku Chinmi..? Benar juga."
__ADS_1
Kini An Huang Yi hanya bisa menunggu kembalinya Dewa Hitam yang pergi melaksanakan perintahnya, namun dia tidak hanya diam kosong saja, An Huang Yi membuat perisai penutup yang akan menutupi seluruh Galaxi Hitam dari pandangan siapapun yang memiliki sihir Mata Dewa.