Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
seluruh Kesatria Goodo berkumpul


__ADS_3

***


"Ternyata kamu juga sudah berada disini Hiroshi! Jika begini aku tidak perlu repot-repot lagi mengatur siasat untuk membunuhmu!"


Hiroshi menghela nafas panjang setelah mendengar perkataan Yama Denji yang saat ini berada di hadapannya bersama dengan Klan Iga yang dulu pernah menjabat sebagai Daimo, dan di tambah lagi dengan beberapa klan kecil dan suku-suku pedalaman yang juga ikut bergabung dengan pemberontak yang di pimpin oleh Klan Yama.


"Kalian ingin membunuh Tuan kami, coba saja jika kalian memiliki kemampuan itu!" kata sosok yang baru saja datang, dia adalah Saichi.


"Hem..! Kepercayaan dirimu itu sangat tinggi Saichi, aku tahu jika saat ini Hiroshi sudah memiliki kemampuan yang sangat tinggi, bahkan hampir sama kuatnya dengan para Goddo, namun ada berapa banyak para Goddo yang kalian miliki hah? Tiga, Lima, atau berapa?" kata Yama Denji.


"Kalian selalu mengukur jumlah dari pada kemampuan, walau kalian sudah berhasil merekrut para Goddo untuk bergabung dengan kalian, kami sama sekali tidak takut, walau kami harus mati sekalipun demi memberantas para pemberontak seperti kalian, kami tidak akan pernah menyesal!" kata Saichi.


"Bagus-bagus, aku suka dengan gayamu Saichi, kalau begitu bersiaplah untuk menyambut kehancuran kalian!" kata Yama Denji kemudian dia mundur kembali ke barisan pasukannya.


Tian Feng yang juga berada disana hanya bisa mendengarkan tanpa mengerti arti dari pembicaraan mereka, namun di lihat dari situasinya, sepertinya perang akan segera di mulai.


"Hiroshi-dono, para Klan Kaze dan Klan Mizu masih dalam perjalanan, apakah tidak sebaiknya kita mengulur waktu hingga mereka tiba?" kata Saichi.


Saichi sudah mendapatkan informasi jika Klan Kaze dan Klan Mizu masing-masing membawa Shinobi tingkat Goodo, sedangkan untuk Klan dirinya sendiri hanya memiliki Hiroshi saja.


Total jumlah kesatria tingkat Goodo yang berada di pihak Daimyo sendiri berjumlah enam orang, satu dari Klan Kaze, satu dari Klan Mizu, Satu dari Suku Kusa, dua milik Daimyo, dan satunya adalah Hiroshi.


Sedangkan kesatria Goodo yang berada di pihak Klan Yama dengan Daimo berjumlah Lima belas orang, Klan Yama memiliki satu saja, sedangkan keempat belas sisanya adalah milik Klan lain serta suku-suku lainnya.


Jelas dalam hal jumlah kesatria Goodo yang dibawah lebih kuat di kubu Daimo, walau Chie Xie ikut bergabung sekalipun, itu masih belum cukup karena jumlah lawan yang lebih banyak.


"Tidak ada waktu lagi Saichi, mereka tentu tidak akan membiarkan bala bantuan kita tiba!" kata Hiroshi.


"Lepaskan Hujan Panah..!" seru Yama Denji yang lebih dulu memulai perang.


Ratusan prajurit yang berada di barisan depan segera melepaskan anak panah mereka ke udara, dan seketika itu juga langit menjadi gelap karena tertutup oleh anak panah yang sangat banyak.


"Bentuk formasi pelindung..!" seru Saichi dan kemudian para prajurit Daimyo langsung berpencar dan kemudian membuka tameng mereka lalu di angkat ke atas untuk melindungi pasukan yang tidak memiliki tameng.

__ADS_1


Hiroshi menggenggam pedangnya dengan erat sekaligus memperhatikan hujan panah yang akan segera datang dari langit.


Begitu Hujan panah itu sudah hampir sampai, Hiroshi segera menarik pedangnya dan kemudian melepaskan tebasan energi pedang yang sangat kuat.


Energi pedang yang Hiroshi lepaskan segera melesat keudara dan kemudian energi pedang tersebut langsung meledak membentuk sebuah pusaran angin besar yang mampu menghempaskan hujan panah tersebut, hanya saja masih banyak anak panah yang berdatangan dan mulai menghujani tameng para prajurit Daimyo.


Para Shinobi serta ronin menggunakan pedang serta keahlian mereka untuk menepis hujan panah yang terus berdatangan, sedangkan Tian Feng menepis anak panah tersebut dengan auranya saja, bahkan dia tidak melompat-lompat seperti Shinobi yang lain, untungnya semua disibukkan oleh hujan panah tersebut sehingga tidak ada yang mempedulikan akan aksi Tian Feng yang sama sekali tidak berpindah tempat.


Hiroshi yang merasa kesal karena hujan panah tidak ada habis-habisnya, dia segera melepaskan satu tebasan ke arah para pasukan pemanah musuh, dan setelah itu energi pedang melesat membuat tanah yang di lewati oleh energi pedang tersebut ikut terseret.


Pasukan pemanah Daimo menjadi sangat panik saat melihat energi pedang yang melesat kearah mereka, namun salah seorang Shinobi segera muncul di menghadang energi pedang tersebut.


"Dinding Lumpur."


Shinobi tersebut langsung menghentakkan kakinya ketanah dan seketika itu juga dinding tanah yang sangat tebal muncul dari dalam tanah dan menahan serangan energi pedang Hiroshi.


"Hiroshi, sebaiknya kamu mencari lawan yang tepat untuk bertarung! Aku sudah lama mendengar jika kamu juga sudah mencapai tingkat Goddo, jadi aku ingin sekali menghadapi mu!" kata Shinobi tersebut.


"Shinobi Goddo dari Klan Iga, kalau begitu kamu pasti Iga Hajime, Ketua Klan generasi ke lima bukan?" kata Hiroshi yang mengetahui sosok Shinobi tersebut.


Hiroshi hanya tersenyum pahit setelah mengetahui sosok tersebut, dia adalah salah satu sosok kuat pada masanya, dan setelah lebih seratus tahun menghilang, ternyata dia sudah mencapai tingkat Goodo.


Jika di ukur dengan kemampuan seperti biasa, maka kemampuan Hajime setara dengan Awal Raja Langit, dan kekuatan itu sudah melebihi kekuatan yang dimiliki oleh Hiroshi saat ini.


"Hajime, berbaik hatilah kamu kepada ku, dan ijinkan aku yang membunuh Hiroshi, karena aku juga ingin menyelesaikan dendam lamaku terhadap Klan Tsuki!" kata sosok wanita tua yang baru muncul di atas Hajime.


Hiroshi menyipitkan matanya dan di saat yang bersamaan para pasukan kedua belah sudah sama-sama maju menyerang.


Pasukan Daimyo di pimpin oleh Saichi dan beberapa Kesatria lainnya, sedangkan pasukan Daimo di pimpin oleh Yama Denji serta beberapa tokoh dari klan lainnya.


"Sabarlah Nenek tua Etsuko, aku tahu kamu sangat ingin sekali membalas dendam kepada keturunan Klan Tsuki, namun aku juga memiliki dendam yang sama pada Klan Tsuki?" kata Hajime.


"Etsuko!?" Hiroshi sama sekali tidak pernah mendengar nama Etsuko sehingga dia sediki bingung.

__ADS_1


Wanita Tua itu turun di samping Hajime dan kemudian dia menatap Hiroshi secara seksama kemudian berkata, "Tidak kuduga jika penerus Klan Tsuki masih ada yang mampu menyusul pendahulunya!" kata Etsuko sehingga membuat Hiroshi semakin tidak mengerti.


"Etsuko, sepertinya dia tidak mengenalimu, mungkin kakeknya tidak pernah menceritakan akan dirimu kepada keturunannya!" kata Hajime yang seperti sedang menyindir Etsuko.


"Sepertinya iya, tapi biarlah bagiamanapun juga aku akan tetap membinasakan seluruh Klan Tsuki hingga bersih, bahkan jika sampai aku tahu ada Klan Tsuki yang berada di luar Toakai, aku akan tetap mengejarnya!" kata Etsuko.


"Hiroshi-sama, sepertinya kamu sangat membutuhkan bantuan kami!"


Saat Hiroshi masih kebingungan akan sosok wanita tua yang bernama Etsuko itu, lima sosok lainnya muncul di belakang Hiroshi.


Hiroshi menoleh ke pada kelima sosok tersebut dan ternyata mereka adalah lima sosok Kesatria Goodo yang baru tiba.


"Kalian sudah datang rupanya, tapi sepertinya ini akan sangat sulit!" kata Hiroshi kemudian dia menatap arah belakang Hajime dan terlihat tiga belas sosok yang masih berdiri dengan tenang sembari menatap balik kearah Hiroshi.


"Hari ini seluruh Kesatria Goodo berkumpul, dan mungkin peperangan ini akan menjadi keruntuhan Toakai dan mungkin akan terbentuk sebuah Negara baru di masa depan!" kata salah satu dari Goodo.


Ketiga belas kesatria Goodo juga datang dan berdiri bersama Hajime dan Etsuko, dan kini Lima belas Kesatria Goodo sudah siap untuk mengundang Toakai.


"Lima belas Kesatria Goodo! Ini sangat mustahil rasanya bagi kita untuk menang!" kata salah satu Goodo kepada Hiroshi.


Hiroshi hanya menanggapinya dengan senyuman tipis, dia juga tidak begitu yakin apakah kali ini dia akan menang atau tidak, sebab musuh terlalu kuat dalam segi apapun, bahkan walau Chie Xie ikut bergabung sepertinya juga akan sulit.


Hiroshi merasa tidak enak jika harus melibatkan Chie Xie akan masalah ini, walau dia tahu jika semua ini karena keinginan Chie Xie sendiri, namun resiko yang harus di hadapi juga terlalu besar.


"Tuan Hiroshi, kenapa dari tadi tuan tidak memanggilku!" Chie Xie tiba-tiba saja muncul di atas Hiroshi sehingga membuat ke lima Goodo terkejut saat melihat seorang gadis yang memiliki kemampuan di tinggal Goodo.


Tidak hanya kelima Goodo saja yang terkejut, bahkan Kelima belas Goodo juga sama terkejutnya, terlebih lagi Chie Xie berbicara dengan bahasa Wutong.


"Kesatria Goodo yang masih muda? Tapi sepertinya dia berasal dari Kerajaan Wutong! Kenapa ada orang dari Kerajaan Wutong yang ikut campur berada disini?" kata salah satu dari kelima belas Goodo.


"Dia memiliki kekuatan yang lebih tinggi dariku, namun dia hanya sendiri saja, jadi tidak akan ada perubahan sedikitpun bagi kita yang menang akan jumlah."


Tian Feng sendiri semakin tidak tahan lagi melihat Chie Xie yang nekad datang walau sudah tahu jika lawannya jauh lebih banyak, terlebih lagi Chie Xie tidak mau mempertimbangkan kekuatan musuhnya terlebih dahulu.

__ADS_1


"Jika mereka tidak juga datang, maka terpaksa aku yang harus turun tangan!" gumam Tian Feng.


Sebenarnya ini juga jadi tanggung jawab Tian Feng untuk membantu Hiroshi, karena secara tidak langsung dirinya sudah menjadi bagian dari Klan Tsuki.


__ADS_2