Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Kemenangan


__ADS_3

Tian Feng merasa tubuhnya seperti mau meledak, padahal kekuatan Spiritualnya sudah sangat kuat, namun di saat dia menerima energi milik Ho Chen dan Chinmi, tubuh serta Spiritualnya tetap tidak sanggup menampung dua kekuatan besar sekalipun, hal ini yang membuat Tian Feng merasa kagum terhadap Zhi Yin yang mampu menyerap seluruh energi kegelapan.


"Tian, jangan menunda lagi, jika kamu terlambat sedikit saja, kamu tidak hanya akan gagal untuk mengalahkannya, melainkan kamu sendiri juga akan lenyap tidak peduli seberapa besar kekuatanmu saat ini!" kata Zhi Shan.


Tian Feng mengangguk kemudian dia menatap cincin energi hitam milik Zhi Yin, ketiga cincin tersebut kini berubah bentuk seperti mata ular yang sangat besar, dan di tengah-tengah mata itu ada sebuah titik hitam.


Kemungkinan besar Zhi Yin akan melepaskan sebuah tembakan energi ke lewat titik tersebut, dari suara dengungan yang terdengar serta tekanan energi yang besar, seharusnya satu tembakan sudah cukup untuk melenyapkan satu Galaxy, dan jika dibiarkan, tidak hanya satu galaxy saja yang akan lenyap, melainkan seluruh Alam semesta juga bisa hancur oleh energi tersebut.


Oleh karena itu Zhi Shan meminta Tian Feng untuk tidak menunda lagi, sebab serangan penghancuran Zhi Yin akan sangat berbahaya sekali, dan di tambah dengan tubuh serta jiwa Tian Feng yang kemungkinan tidak akan sanggup bertahan lebih lama lagi menampung energi milik Ho Chen dan Tian Feng.


Zhi Yin menatap Tian Feng yang mengarahkan ujung tombaknya ke arah dirinya, dia juga bisa merasakan kekuatan Tian Feng yang hampir setara dengan dirinya.


"Benar-benar makhluk yang keras kepala, Lenyaplah kalian semua." seru Zhi Yin kemudian dia mengarahkan mata energi dari cincin energi hitam nya ke arah Tian Feng dan para pasukan di belakang Tian Feng.


"Penghancuran Alam."


Zhi Yin menekan kedua tangannya ke arah mata buatannya dan kemudian titik hitam di tengah-tengah mata buatan itu mulai membesar dan kemudian tembakan energi hitam yang sangat besar dengan daya tekanan luar biasa segera menembak dengan membawa badai kehancuran.


Tian Feng menggerakkan rahangnya lalu dengan seluruh energinya yang meluap-luap, dia juga mengarahkan ujung tombaknya yang bercahaya terang dan kemudian cahaya putih menyilaukan di tembakan ke arah tembakan energi hitam.


Kedua Energi Hitam dan Putih kini saling melesat dan kemudian bertemu di tengah-tengah sehingga mengakibatkan suara benturan keras serta badai energi yang sangat dahsyat.


Semuanya menjauh dari tempat ini..!" seru Azura kemudian dia memapah Ao Shen Yun dan membawanya pergi menjauhi badai energi kemudian disusul oleh para Dewa dan pasukan yang lainnya.


Tidak ada yang sanggup menahan Badai energi sekuat itu, bahkan dengan kemampuan puncak Rana Agung sekalipun sangat mustahil, yang sanggup menahannya untuk sementara hanyalah kekuasaan Rana Ilahi, namun itu pun tidak akan bisa bertahan lebih lama.


Tian Feng berusaha dengan seluruh tenaganya untuk mendorong energinya agar energi Zhi Yin bisa dikalahkan, hanya saja energi milik Zhi Yin benar-benar sangat kuat sehingga kedua energi tersebut terus saling mendorong.


"Mau sekuat apapun dirimu Dewa Sesat, kamu tidak akan mampu mengalahkanku!" ucap Zhi Yin kemudian dia menambahkan energinya sehingga energi Cahaya putih milik Tian Feng mulai terdorong mundur.


"Apakah kamu masih memiliki Energi?" tanya Chinmi kepada Ho Chen.


"Aku sudah memulihkan sedikit energiku, walau masih jauh dari kata pulih, setidaknya aku sudah mampu memberikan kekuatan tambahan!" jawab Ho Chen.


"Kalau begitu mari kita berikan seluruh energi kita yang tersisa padanya!" kata Chinmi.


Ho Chen mengangguk kemudian dia bersiap untuk membantu memberikan energi tambahan kepada Tian Feng yang terlihat tidak mampu bertahan.


Zhi Shan tiba-tiba muncul di belakang mereka berdua lalu menyalurkan energinya kepada keduanya.


"Gunakan juga energiku ini!" kata Zhi Shan.


Ho Chen dan Chinmi terkejut mendengarnya namun setelah itu kedua tersenyum dan segera mengarahkan telapak tangan mereka kembali menempel ke punggung Tian Feng.


"Tian, kami akan membantu menambahkan energimu, terimalah!" kata Ho Chen.


Tian Feng tidak bisa menolak sebab bantuan apapun saat ini memang sangat dibutuhkan, apalagi bantuannya berbentuk energi.


Ho Chen dan Chinmi serta Zhi Shan langsung menyalurkan energi mereka untuk menambah kekuatan Tian Feng, dan hanya dalam waktu singkat, energi ketiganya langsung terserap dan kemudian ketiganya memilih untuk menjauh.


Energi Tian Feng kembali bertambah dan mulai mampu mendorong energi milik Zhi Yin, sedangkan Zhi Yin mengangkat sebelah alisnya saat energi Tian Feng kembali bertambah.

__ADS_1


Berkat dukungan tambahan energi milik Zhi Shan, kekuatan Tian Feng sedikit mengimbanginya, hal ini membuat Zhi Yin benar-benar sangat kesal dan hanya bisa mengumpat keras dalam hatinya.


"Semoga dia berhasil!" kata Chinmi yang saat ini sudah berada di tempat para pasukan dan Dewa lainnya.


Azura mengepalkan tangannya seraya memperhatikan Tian Feng yang berjuang sendirian, dia merasa tidak adil jika semuanya harus ditanggungkan padanya.


"Semuanya, mari kita bantu saudara Tian!" kata Azura dan kemudian dia menggunakan sihir ruang waktu dan muncul di atas Tian Feng.


"Saudaraku, aku akan berjuang bersamamu!" ucap Azura dan kemudian dia menarik tangan kanannya ke belakang sekaligus mengumpulkan seluruh energinya lalu melepaskan tinju Energi kuat ke arah energi milik Zhi Yin.


Melihat aksi Azura yang nekat mengadu Energinya dengan energi Zhi Yin yang sangat besar, semua dewa serta pimpinan pasukan dari dua pasukan lainya saling berpandangan sebelum akhirnya mereka yang memiliki kemampuan Raja Agung hingga Rana Agung segera menyusul Azura.


"kami semua akan berjuang bersama-sama!" seru Singa Emas dan para pemimpin pasukan Binatang lalu melepaskan energi terkuat mereka membantu Tian Feng.


Para Dewa juga muncul di sana dan ditambah lagi dengan ke empat Dewa Raja Agung serta para Raja Naga, mereka semua segera bersatu melepaskan energi mereka secara bersamaan.


"Pergilah kalian para pengganggu..!" teriak Zhi Yin sekaligus mendorong lebih kuat lagi.


"Ayah, maukah ayah membantu Tuan ku?" tanya Xu Lian.


"Tentu saja putriku, tunggulah disini sebentar!" jawab Xu Guang Long.


"Terima kasih Ayah!" kata Xu Lian kemudian dia membiarkan ayahnya pergi ke arah Tian Feng.


"Hai manusia, aku sungguh salut akan kegigihan mu, sekarang mari kita akhiri dia bersama-sama!" kata Xu Guang Long.


"Kau benar Xu Guang Long, aku juga akan ikut membantu," ucap Kaisar Langit.


"Semuanya terima kasih banyak atas semuanya!" ucap Tian Feng.


Xu Guang Long dan Kaisar Langit mengarahkan sebelah tangan mereka masing-masing dan kemudian ledakan energi keduanya meledak menciptakan badai energi besar sekaligus menembakkan energi yang sama besarnya dengan energi milik Tian Feng ke arah energi Zhi Yin.


Zhi Yin semakin tertekan dengan serangan gabungan semuanya, dia tidak menduga jika Xu Guang Long dan Kaisar Langit dan semua para Dewa serta para pemimpin kuat lainnya akan ikut membantu Tian Feng, dan tentu saja dia tidak akan mampu menahan kekuatan mereka semua sekaligus dan Energi gabungan tersebut semakin mendorong Energinya dengan sangat kuat.


Tian Feng segera meraung keras melepaskan seluruh energinya sehingga seluruh energi milik semuanya berputar menjadi satu lalu mendorong energi hitam Zhi Yin dengan kekuatan yang sangat luar biasa.


Seluruh bintang benar-benar tidak mampu menahan guncangan kuat sehingga beberapa bintang di dalam Galaxy Merah harus terbelah dan beberapa lainnya hancur.


Zhi Yin benar-benar tidak sanggup lagi bertahan cukup lama dan pada akhirnya energi cahaya putih milik Tian Feng yang membawa semua energi para bantuan langsung mendorong energinya hingga sampai ke pada Zhi Yin.


Zhi Yin berteriak keras dengan raungan yang mengguncang seluruh Alam Semesta, tembakan kuat tersebut sudah tidak bisa lagi ditahan oleh Zhi Yin sehingga hampir seluruh tubuhnya menghilang di dalam tembakan energi tersebut.


Setelah semuanya berhenti, terlihat jelas tubuh Zhi Yin yang hancur mulai berkumpul lagi, namun ada satu yang membuat Tian Feng bereaksi dengan cepat, dia melihat batu merah yang mengambang di tumpukan tubuh Zhi Yin yang akan menyatu kembali.


Tian Feng mengangkat tombaknya, dengan sisa energi yang ia miliki, dia melempar tombaknya ke arah batu tersebut dan kemudian tombak tersebut segera melesat dan menancap tepat mengenai Batu Matahari Zhi Yin hingga batu tersebut hancur berkeping-keping.


Tubuh Zhi Yin yang mulai terbentuk kembali kini terlihat memudar, bahkan kabut hitam yang merupakan perwujudannya juga mulai keluar dari tubuhnya sehingga sedikit demi sedikit kekuatannya mulai menghilang.


Zhi Shan segera muncul di hadapan Zhi Yin yang benar-benar melemah karena Bayi Mataharinya telah hancur, dia segera membuat segel sihir nya lalu membuat kotak cahaya di atas kepala Zhi Yin.


"Huan Shan gege, apakah kamu akan menyegel ku?" tanya Zhi Yin dengan suara samar.

__ADS_1


"Aku hanya akan menahan separuh Spiritualmu, lagipula kamu tidak boleh lenyap dari Alam Semesta ini, sebab jika kamu lenyap ini akan berpengaruh terhadap keseimbangan seluruh Alam semesta!" jawab Zhi Shan.


"Aku harap kamu tidak menyesali ini gege, dengan membiarkan sedikit energiku berkeliaran di Alam semesta, di masa depan bukan tidak mungkin akan ada Yin'er yang lain yang lahir!" kata Zhi Yin.


"Jika memang demikian, maka akan ada lagi Kesatria lain yang akan menjadi lawannya, yang pasti sisa kekuatan mu yang tersebar sudah tidak akan bisa menjelajah waktu ke masa lalu seperti dirimu!" kata Zhi Shan.


"Kau sungguh naif sekali gege, tapi dari dulu memang seperti itu ideologimu!"ucap Zhi Yin.


Zhi Shan menghela nafas panjang kemudian dia segera menekan energi putihnya yang berbentuk kotak untuk menyerap sisa Spiritual Zhi Yin dan menyegelnya.


Sebelum seluruh sisa Spiritualnya benar-benar terhisap ke kotak cahaya, dia menatap Tian Feng yang terlihat sangat lemah karena kehabisan energinya.


"Kau memang benar-benar seorang kesatria tangguh, aku cukup puas dengan kegigihanmu melawanku hanya dengan kemampuan di Rana Ilahi Dewa Sesat, aku hanya berpesan padamu untuk berhati-hati terhadap bibit baru yang kamu miliki, sebab jika kamu salah dalam mendidiknya, mungkin dia akan menjadi Huan Yin berikutnya!" kata Zhi Yin dan kemudian sisa Spiritualnya terhisap seluruhnya ke dalam kotak cahaya.


Zhi Shan mengubah segel tangannya dan kemudian kotak Cahaya tersebut menghilang dari hadapannya.


Kini hanya tersisa tubuh An Huang Yi yang tidak sadarkan diri setelah Zhi Yin keluar dari tubuhnya, dengan jentikan jari Zhi Shan, tubuh An Huang Yi di kurung di dalam bola cahaya lalu membawanya kepada Tian Feng dan juga Kaisar Langit.


"Apakah kita sudah menang dan berhasil melenyapkannya?" tanya Azura.


"Iya, kalian telah berhasil dan menang, namun jika melenyapkannya, itu tidak mungkin!" jawab Zhi Shan.


Tian Feng yang lemas dan dipapah oleh Ho Chen dan Chinmi hanya bisa tersenyum pahit, sebab dia juga sadar jika tidak mungkin untuk melenyapkan kekuatan Kegelapan, sebab kekuatan tersebut adalah kekuatan alam yang memang ada semenjak Alam Semesta dan seluruh isinya tercipta.


Cahaya dan Kegelapan akan terus ada dan berdampingan, semua itu sudah menjadi kodrat yang telah ditetapkan, tidak peduli seberapa kuat dirinya menerangi Kegelapan, namun pada nyatanya semua itu hanyalah sebuah bentuk perlawanan demi keseimbangan seluruh Alam semesta.


Jika kekuatan Cahaya menjadi lebih kuat dari Kegelapan, maka akan terlahir kekuatan Kegelapan baru yang akan mengimbanginya, begitu juga sebaliknya.


Hal itu yang Tian Feng ingat dari pesan terakhir Zhi Yin mengenai bibit baru yang ia miliki, bibit tersebut tidak lain adalah putrinya yang memiliki kekuatan kegelapan murni.


Semuanya tergantung pada didikan Tian Feng, jika dia bisa mendidik Xihua dengan benar, maka Huan Yin baru tidak akan lahir, hanya saja semuanya kembali kepada takdir.


"Bagaimana dengan nya?" tanya Azura sembari menatap An Huang Yi yang berada di dalam bola cahaya milik Zhi Shan.


"Kita serahkan saja dia pada Kaisar Langit, biar dia yang memutuskan semuanya!" jawab Zhi Shan kemudian dia menyerahkan An Huang Yi kepada Kaisar Langit.


"Kerjamu bagus junior, dengan ini Alam semesta akan kembali seimbang, dan aku sendiri nanti akan segera pulang menemui istriku, jadi apa rencanamu setelah pulih nanti?" tanya Chinmi.


"Untuk saat ini aku hanya ingin istirahat senior, setelah pulih nantinya, aku akan pergi ke beberapa galaxy untuk mengembalikan energi kehidupan mereka yang telah di serap olehnya!" jawab Tian Feng.


"Mengembalikan energi kehidupan beberapa galaxy yah, tapi itu membutuhkan kekuatan yang sangat besar, setidak satu galaxy saja akan menguras lebih dari setengah kekuatan Rana Agung, dan jika semuanya, mungkin kekuatan Rana Ilahi sekalipun tidak akan cukup!" kata Chinmi.


"Pelan-pelan saja senior, semuanya akan aku lakukan satu demi satu, tentu aku sadar akan batas kemampuanku, dan mungkin nantinya An Huang Yi mau mengembalikan energinya untuk di kembalikan ke galaxy yang ia serap!" kata Tian Feng.


Sebenarnya Tian Feng masih teringat akan kekuatan besar Zhi Yin yang katanya memiliki kekuatan yang setara dengan Buddha, yaitu tahap Nirwana, jika mengingatnya Tian Feng merasa jika dirinya mungkin bisa mencapai tahap tersebut.


"Sudahlah, sebaiknya kita segera kembali ke Kahyangan dan kamu harus beristirahat di rumahku, nanti biara Dewa Obat yang membantu memulihkan kondisimu!" kata Ho Chen.


Tian Feng mengangguk, hanya saat ini dia benar-benar sadar jika ini hanyalah kemenangan sementara saja, karena kemungkinan di masa depan akan ada tantangan baru yang lebih besar serta tugas berat lainnya yang sedang menanti dirinya.


Apapun tantangan itu dan seberat apapun tugas yang akan menantinya, yang paling utama bagi Tian Feng adalah keluarga serta akan berusaha menembus ke tahap selanjutnya, yaitu tahap Nirwana.

__ADS_1


__ADS_2