Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
17 hari


__ADS_3

***


Pertempuran terakhir yang dilancarkan oleh gabungan dua Organisasi paling berpengaruh sudah cukup mengejutkan seluruh penduduk Kerajaan Wutong, terlebih lagi banyaknya gempa yang dihasilkan oleh pertempuran tersebut membuat tambahan cerita disetiap bibir para Penduduk dari ujung perbatasan satu ke ujung perbatasan lain.


Tidak ada satu orang pun yang tidak tertarik untuk mengetahui cerita pertempuran tersebut yang semakin hangat untuk dibahas, setia cerita akan memiliki versi masing-masing dan pada akhirnya Kerajaan Wutong kedatangan seorang pemuda berambut putih yang sangat tampan.


Pemuda tersebut sebenarnya tidak semudah yang terlihat karena sebenarnya umur pemuda tersebut sudah sangat tua, atau juga bisa dibilang salah satu leluhur dari para leluhur yang ada.


Pemuda tersebut tidak lain adalah Carolus yang datang untuk mencari tahu akan siapa saja yang sudah mengalahkan tiga sosok yang sangat kuat, terlebih lagi satu sosok yang paling ditakuti dan disegani oleh Carolus, yaitu Setan Api Hitam yang juga tewas dalam misi tersebut.


Semua orang berkumpul di sebuah aula Istana, diantaranya adalah Zhi Yu Zhuan, Yong Shian, Ma Xia Li, Jia Tai Yan, Taiyan Zin, Lang Wang, Cin Peng, Wong Yihao, dan ada empat sosok lagi yang duduk tidak jauh di tempat Carolus.


Semuanya menundukkan wajah mereka saat Carolus duduk bersandar di sebuah kursi khusus dengan tangan mengetuk-ngetuk pegangan kursi.


Suasana sangat hening dan yang terdengar hanyalah suara ketukan jari Carolus, walau Zhi Yu Zhuan adalah seorang Raja, dia juga tidak berani bersuara ataupun membuat suara lain.


"Kenapa hal ini bisa terjadi? Ye Jizan kemana saja kamu saat guru Sao pergi untuk menangkap Dewa Sesat?" suara Carolus memecah keheningan di aula Istana tersebut dan dia menatap kearah sosok pria paruh baya yang duduk tidak jauh darinya.


Sosok pria paruh baya tersebut terlihat seperti manusia, namun jika dia berdiri sosok yang bernama Ye Jizan itu akan mengeluarkan ekor putih yang agak panjang.


"Setan Api Hitam saat itu memberi aku tugas untuk mencari tahu siapa yang sudah membunuh Hikari serta ketiga orang yang menemani Hikari di kota Matuo," jawab Ye Jizan.


"Louis! Aku saat ini juga benar-benar tidak bisa menghubunginya, namun aku masih bisa merasakan keberadaannya yang masih berada di Wilayah ini!" kata Carolus.


Carolus biasanya akan menghubungi Louis lewat Cincin giok hitam yang dipakai oleh Louis, namun saat ini dia benar-benar tidak bisa menghubungi Louis kembali.


Andai Louis mati maka Carolus pasti akan mengetahuinya dari Tanda Segel yang ada di dalam tubuhnya, masalahnya Louis masih hidup namun dia tetap tidak bisa dihubungi.


"Apa tidak sebaiknya kita pergi ketempat Louis berada Carolus?" tanya sosok sosok misterius yang duduk disebelah Carolus dari nada suaranya sosok tersebut adalah seorang wanita.


"Itu hal mudah, sekarang kita harus fokus kepada orang yang sudah membunuh guru Sao, aku yakin orang itu bukan orang sembarangan mengingat kemampuan guru sangat tinggi!" kata Carolus.


Bagi Carolus untuk menemui Louis adalah hal yang tidak terlalu penting, yang lebih penting adalah mencari tahu akan siapa orang yang berhasil mengalahkan Sao Lao Cin.


"Menurutku sebaiknya kita pergi menemui Louis, sebab dia adalah orang yang mengetahui semuanya dan hanya dia satu-satunya orang yang masih hidup dari semua orang yang pergi ke pertempuran itu!" kata Ye Jizan.


"Ini terlalu beresiko Ye Jizan, jika ternyata Louis ditangkap oleh orang yang mengalahkan guru Sao, bukankah ini terlalu berbahaya jika kita pergi kesana?" kata Carolus.


Carolus bukanlah orang yang gegabah, hidup selama ratusan tahun membuat dirinya sangat berpengalaman serta selalu memiliki perhitungan yang mapan sebelum bertindak.


Salah satu contoh adalah saat Liang Whu dan Sao Lao Cin ingin pergi membunuh semua para pengungsi serta keluarga Dewa Sesat, Carolus sempat tidak setuju, namun Sao Lao Cin tetap bersih keras untuk pergi karena menurutnya lebih cepat bertindak akan lebih baik.


Namun keputusan tersebut kini berakhir dengan kekalahan, tidak hanya gagal dalam misi, namun juga tidak ada satu orang pun yang kembali pulang sehingga kedua organisasi sama-sama mengalami kerugian, bahkan yang sangat mengalami kerugian berat adalah Organisasi Bintang Hitam dimana diantara mereka ada tiga sosok berkemampuan Dewa dan tiga orang berkemampuan Raja Alam.


Kehilangan seorang yang memiliki kemampuan Raja adalah sebuah pukulan keras mengingat sangat sulit untuk menjadikan orang tersebut memiliki kemampuan tersebut, terlebih lagi orang berkemampuan Raja sangatlah langka, apalagi kehilangan orang yang berkemampuan Dewa, tentu mereka adalah yang paling spesial sekaligus menjadi kartu andalan.


Kemampuan seseorang yang berada di tahap Dewa baik itu Dewa Bumi hingga Dewa Agung, mereka bisa dianggap sebagai orang yang sangat pantas untuk menjadi orang yang harus di hormati bahkan oleh seorang raja sekalipun, anggap saja seseorang yang memiliki kemampuan Dewa adalah orang yang lebih pantas untuk berdiri di empat menara tertinggi, dan yang paling tinggi adalah milik seseorang berkemampuan Dewa Agung, karena kekuatan Dewa Agung dianggap sebagai puncak kekuatan Dewa.


"Lalu bagaimana? Apakah kita hanya akan berdiskusi disini saja tanpa bisa melakukan apa-apa?" tanya sosok misterius lainnya yang bersuara seperti seorang pria sepuh.


"Tentu saja tidak! Kita datang jauh-jauh kesini bukan untuk berdiskusi kosong semata saja, melainkan kita akan mengatur rencana baru!" kata Carolus kemudian tatapannya mengarah kepada Zhi Yu Zhuan yang duduk di singgasananya.


"Kau adalah seorang raja disini, sebaiknya kamu segera menyebarkan orang-orang terbaikmu untuk mengumpulkan informasi terkait akan siapa yang sudah mengalahkan guruku!" kata Carolus.


"Tuan tidak perlu khawatir, aku akan menyuruh orang-orang terbaik untuk mengumpulkan informasi tersebut!" kata Zhi Yu Zhuan kemudian pandangannya beralih kepada Jia Tai Yan.

__ADS_1


"Baik aku mengerti maksudmu!" kata Jia Tai Yan yang mengetahui arti dari tatapan Zhi Yu Zhuan.


"Cin Peng dan Taiyan Zin, kalian memiliki anggota Shinobi yang menguasai teknik mengendalikan bayangan bukan? Cepat sebar mereka untuk mencari tahu siapa yang sudah mengalahkan guru Sao serta cari tahu juga kenapa Tuan Louis tidak bisa dihubungi!" kata Jia Tai Yan kepada Taiyan Zin dan Cin Peng.


"Kami akan mengutus mereka sekarang!" jawab Taiyan Zin kemudian dia dan Cin Peng segera pergi meninggalkan aula tersebut.


"Ye Jizan, dari semua markas cabang yang ada di Wilayah ini, bagian mana yang memiliki orang terbanyak untuk diajak bergabung dengan Organisasi?" tanya Carolus.


"Dari semua markas cabang yang ada, hanya markas cabang yang berada di wilayah Hutan Hitam, disana ada satu kota besar yang memiliki banyak penduduk!" kata Ye Jizan.


"Apakah itu benar Raja Wutong?" Carolus melemparkan pertanyaan kepada Zhi Yu Zhuan.


"Benar sekali Tuan! Hutan Hitam berada di wilayah bagian selatan, disana ada satu kota besar bernama kota Tang dan juga ada enam desa besar serta beberapa desa kecil!" jawab Zhi Yu Zhuan.


"Baiklah kalau begitu aku akan ke Hutan Hitam, kalian berlima ikut denganku, nanti jika orang-orang mu sudah menemukan informasi segera hubungi aku lewat ini!" kata Carolus sekaligus memberikan satu cincin giok hitam kepada Zhi Yu Zhuan.


"Tuan Carolus percayakan saja semua itu kepada kami, nanti kami pasti akan segera mengabari Tuan begitu sudah mendapatkan informasi!" kata Zhi Yu Zhuan.


"Bagus!"


Carolus bangkit kemudian dia dan Ye Jizan serta empat sosok misterius segera berdiri dan pergi keluar, setelah berada diluar istana Carolus dan lima anggotanya terbang menuju ke selatan menuju ke Hutan Hitam.


Setalah perginya Carolus dengan lima anggotanya, Zhi Yu Zhuan dan Jia Tai Yan langsung bernafas lega, begitu juga dengan semua orang yang ada di dalam aula.


Kekuatan Carolus dengan kelima anggotanya membuat mereka benar-benar tidak bisa menggerakkan badan, "Organisasi Bintang Hitam sangat pantas menjadi satu-satunya Organisasi yang berkuasa! Keberadaan mereka yang sudah tersebar luas dan di ketahui oleh semua orang di dunia ternyata masih sangat misterius!" kata Jia Tai Yan.


Jika dulu Louis adalah satu-satunya orang yang memiliki kemampuan tertinggi di Organisasi hingga Jia Tai Yan sendiri mendapatkan kemampuan Raja atas campur tangan Louis. Namun sekarang Organisasi Bintang Hitam semakin memiliki kekuatan yang sengat mengerikan hingga Organisasi Tiga Bunga sendiri sudah tidak pantas lagi untuk di sejajarkan dengan Organisasi Bintang Hitam, bahkan Louis sekalipun sudah bukan orang terkuat lagi.


"Aku harus mengetahui rahasia misterius yang mereka sembunyikan dari dunia, aku yakin masih ada sosok lain yang mungkin memiliki kemampuan lebih tinggi dari Carolus ini!" batin Jia Tai Yan kemudian dia dan semua orang kembali mendiskusikan masalah Carolus yang sepertinya berniat untuk menguasai seluruh Wilayah Kerajaan Wutong.


***


Walau keberadaan Louis dan Alice cukup membuat semua orang merasa tidak nyaman, namun itu tidak menghalangi semua orang untuk tetap beraktivitas seperti biasanya.


Alice sendiri saat ini sedang duduk di depan tendanya memperhatikan para pendekar yang sedang berlatih, sedangkan Louis berada di dalam tenda seorang diri.


"Alice aku ingin bicara kepada kakekmu!" Tian Feng datang menghampiri Alice yang sedang duduk sendiri.


"Dia ada di dalam, tunggu sebentar aku akan memanggilnya!" kata Alice kemudian dia segera masuk untuk memanggil kakeknya.


Louis dan Alice sama-sama keluar dan mereka bertiga duduk di depan tenda. Sebagian pendekar dan para prajurit memandangi Louis dan Alice yang sedang duduk bersama Tian Feng, tatapan mereka terlihat sinis saat terarah kepada Louis dan Alice.


"Ada apa Dewa Sesat, apakah ada sesuatu yang bisa aku bantu?" tanya Louis.


"Tuan Louis, panggil saja aku Tian!" kata Tian Feng sekaligus melirik kearah Alice yang juga menatapnya.


"Baiklah kalau begitu! Sekarang kamu ingin bicara apa?" tanya lagi Louis.


"Aku ingin membahas masalah markas cabang Organisasi Bintang Hitam yang tersebar di seluruh Wilayah Kerajaan Wutong!" kata Tian Feng.


Mengingat Louis adalah orang paling berpengaruh setelah leluhurnya, Tian Feng yakin Louis pasti mengetahui banyak akan keberadaan markas cabang Organisasi tersebut.


"Markas cabang Organisasi Bintang Hitam memiliki tiga belas cabang di dekat kota-kota besar dan kecil, namun markas tersebut dibangun di tempat yang agak jauh dari kota dan desa seperti di hutan dan tempat-tempat sepi lainnya," kata Louis.


"Apa sebenarnya yang direncanakan oleh leluhur kalian?" tanya Tian Feng.

__ADS_1


"Leluhur ku menargetkan setiap kota yang memiliki penduduk terbanyak untuk di ajak bergabung jadi pengikut setia Organisasi, namun semua itu tentu bukan hanya semata-mata rencana leluhurku saja, namun ada sosok lain yang juga memberikan perintah!" kata Louis.


"Tian sebenarnya apa rencanamu, kenapa kamu menanyakan hal ini?" tanya Alice.


Tian Feng terdiam dan menatap Alice serta Louis secara bergantian, sebenarnya Tian Feng ingin membersihkan seluruh cabang Organisasi Bintang Hitam di wilayah Kerajaan Wutong. Tian Feng hanya memiliki satu tahun saja untuk melenyapkan seluruh Organisasi Bintang Hitam, namun dia tidak sendirian karena Ho Chen dan Lio Long serta Wang Dunrui akan membantunya.


Waktu satu tahun adalah waktu yang sangat sebentar bagi Tian Feng, untungnya saat ini Tian Feng sudah memiliki Ilmu Sihir Ruang Waktu sehingga bisa pergi kemana saja bahkan hingga ke kerajaan lain.


Setalah waktu satu tahun telah habis, maka Ho Chen akan membawa pergi Tian Feng untuk latihan, tempat latihan kali ini sangatlah jauh karena tempat yang akan mereka datangi adalah tempat yang tidak semua orang bisa pergi ke sana, tempat tersebut adalah dunia alam para Dewa berada yaitu di kahyangan.


"Aku hanya ingin sesegera mungkin membebaskan seluruh Kerajaan Wutong dari jerat Organisasi Bintang Hitam!" jawab Tian Feng.


"Sepertinya itu mustahil, markas utama Organisasi Bintang Hitam berada di wilayah Kerajaan Jiuxi, jika markas utama masih ada tentu Organisasi Bintang Hitam tidak akan pernah bisa dibubarkan ataupun dilenyapkan!" kata Louis.


"Kalau begitu setelah semua markas cabang disini dihancurkan, selanjutnya kami akan melanjutkannya ke wilayah Kerajaan Jiuxi!" jawab Tian Feng.


"Kami..? Siapa yang kamu maksud dengan kami?" tanya Alice.


"Siapa lagi tentu saja aku, guru Ho Chen, guru Lio Long dan senior Wang Dunrui!" jawab Ho Chen.


"Hanya kalian berempat saja tidak akan cukup untuk menyerang markas utama, walau gurumu Ho Chen memiliki kemampuan yang sangat tinggi, namun disana ada beberapa sosok yang menjadi Pengawal Yang Mulia Dewa Hitam yang menjaga markas!" kata Louis.


"Kami sudah tahu dan juga memperhitungkan masalah itu!" kata Tian Feng kemudian dia melihat kearah para pendekar yang berlatih, "Mereke semua akan ikut denganku untuk memberantas semua markas cabang Organisasi Bintang Hitam di Wilayah kami, mungkin dalam waktu 17 hari lagi kami akan bergerak!" kata Tian Feng.


Louis dan Alice saling berpandangan, mereka sangat terkejut mendengar keputusan Tian Feng yang terlalu mendadak, "17 hari lagi? Kalau begitu ijinkan aku ikut dengan mu!" kata Alice.


"Aku juga akan ikut!" Louis juga menawarkan diri untuk ikut bergabung.


Tian Feng sedikit ragu mendengar hal itu, dia menatap Alice kemudian melihat sesuatu yang berbeda di wajah Alice.


"Apakah kamu sedang tidak enak badan?" tanya Tian Feng.


Alice terkejut mendengar pertanyaan Tian Feng, "Kenapa kamu tiba-tiba bertanya seperti itu? Apakah kamu hanya ingin mencari alasan agar aku tidak ikut denganmu, nantinya kamu akan dengan leluasa pergi bersamanya kan?"


"Tidak bukan begitu! Ah sudahlah jika kamu ingin ikut baiklah!" kata Tian Feng.


Alice tersenyum mendengar Tian Feng yang tidak menolak dirinya untuk ikut pergi lagi bersama dirinya. Alice bangkit dan berniat untuk memeluk Tian Feng, namun Tian Feng yang menyadari hal itu segera menghentikan Alice, "Tahan Alice, kamu jangan melakukannya disini!" kata Tian Feng.


"Uhuk-Uhuk!!"


Louis terbatuk pelan kemudian dia ingin bangkit dan masuk kedalam, sedangkan Alice baru sadar jika dirinya hampir saja hilang kendali dan ingin memeluk Tian Feng di tempat terbuka, apalagi banyak orang-orang yang sangat dekat dengan Tian Feng di tempat itu.


"Maafkan aku! karena senang aku jadi...!"


Alice belum sempat menyelesaikan kalimatnya sebelum akhirnya dia terlihat merasa pusing kemudian segera memegang pundak Tian Feng.


"Alice, kamu kenapa?" tanya Tian Feng sehingga membuat Louis menoleh dan segera menghampiri Alice.


"Aku sedikit...!"


Alice kembali memotong perkataannya sendiri setelah perutnya merasa mual, Alice ingin muntah dan kemudian dia bergegas lari kedalam dengan menutup mulutnya yang mau muntah.


Wajah Tian Feng terlihat menegang saat melihat semua itu, pikiran Tian Feng kini mulai tidak terarah sedangkan Louis sendiri sedikit bingung.


"Jangan bilang kalau tanda-tanda itu menandakan dirinya sedang...!"

__ADS_1


Tian Feng berdiri seperti patung sekaligus meneken seteguk air liur sebelum akhirnya batinnya kembali bicara, "Hamil..!"


__ADS_2