Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Tingkat Raja Bumi


__ADS_3

Semuanya sama-sama saling berpandangan kemudian seorang pria sepuh bertanya kepada Alice, "Apa yang harus kami lakukan pimpinan?" tanya pria sepuh tersebut.


"Senior Xu Yian pasti tahu apa yang seharusnya senior lakukan!" kata Alice yang tidak menjelaskan secara rinci akan apa yang harus dilakukan untuk membantunya agar bisa mengelabui Tian Feng nanti.


Pria sepuh yang bernama Xu Yian hanya menghela nafas panjang, dia menganggukkan kepala pelan, walau dia belum mendapatkan penjelasan lengkap akan apa yang harus dia lakukan untuk membantu Alice, namun dia sedikit memiliki gambaran tugasnya.


Xu Yian adalah penduduk asli Kerajaan Jiu, dia berada di posisi ke 2 sebagai Pengawal Organisasi Bintang Hitam dan segenerasi dengan Kakeknya Alice.


Kemampuan berada di tingkat Raja Langit dan keahlian utamanya adalah mengubah wajah, bisa berkamuflase, dan juga bisa menghilangkan tubuhnya tanpa perlu berpindah tempat.


Kemampuan lainnya yang dimiliki oleh Xu Yian adalah bisa mengendalikan energi dari Empat elemen, yaitu Api, Tanah, Angin, dan Air. Bisa dibilang kemampuan pengendaliannya hampir setara dengan kemampuan yang dimiliki oleh Alice.


Setelah keputusan sudah ditetapkan oleh Alice, dia mengarahkan sebelah telapak tangannya ke tengah-tengah gambar Simbol Hitam yang berada di tengah-tengah, tidak lama kemudian sebuah pusaran hitam keluar dari telapak tangannya menuju kearah simbol tersebut.


Selain Alice semua yang ada disana segera berlutut dengan satu kaki dan satu tangan kanan menempel ke dada. Setalah semuanya sudah berlutut, Alice mulai mengucapkan sesuatu yang biasa dia lakukan sebelum membubarkan pertemuan.


"Para Pengawal setia Organisasi Bintang Hitam, demi kejayaan Bintang Hitam serta keagungan Dewa Alam semesta kita, mulai saat ini tugas kita tidak hanya mengajak para Manusia untuk bergabung dan mengagungkan Dewa Alam Semesta kita saja, melainkan juga menangkap dan menghabisi orang-orang yang berani menghadang jalan kita ini, pastikan Kegelapan akan terus berkembang! Ucapkanlah janji setia kalian," kata Alice.


Ke-delapan belas Pengawal yang berlutut segera mengucapkan sumpah setia mereka di hadapan pusaran energi hitam yang berputar di tengah-tengah mereka.


Setelah semuanya sudah selesai, Alice segera mengatur rencana untuk segera mencari keberadaan Tian Feng.


***


Selama lebih dari dua purnama Tian Feng berada di dalam hutan mengumpulkan semua bahan-bahan yang dia butuhkan untuk menyempurnakan Sel darahnya.


Berkat Bantuan Xian, akhirnya ke-lima bahan sudah terkumpul, dan Xian mulai menjelaskan cara mengolahnya.


"Daun Lima Jari itu kamu haluskan dan ambil sari murninya saja, lalu kamu rendam Akar Kayu Seribu Tahun itu di air sari Daun Lima jari selama satu malam."


Tian Feng mengikuti arahan dari Xian dan mengerjakannya, setelah ke-dua bahan sudah diselesaikan semua, Tian Feng kembali melanjutkan dengan mengolah ke-tiga bahan yang tersisa.

__ADS_1


Hati Ular Terbang berkepala tiga yang Tian Feng dapatkan dari hasil berburu juga jadi salah satu bahan pelengkap dan di dalam hati tersebut dimasukkan biji Buah rumput Hitam yang ia temukan di pinggir tebing.


Satu bahan lagi yaitu sebuah Sari Bunga yang sangat sulit untuk di temukan jika tidak ada bantuan dari Xian.


Sari Bunga tersebut bernama Sari Bunga Darah yang ada di dalam bungkusan kelopak Bunga berwarna kehitaman serta memiliki aroma tidak sedap.


Setelah semuanya bahan sudah selesai di persiapkan, ke esoknya harinya, Tian Feng menggabungkan ke-limanya menjadi satu dan Tian Feng di paksa untuk meminum air rendaman Akar Kayu Seribu Tahun yang terbuat dari Sari Daun Lima Jari.


Saat Tian Feng meminumnya, tenggorokan Tian Feng terasa sangat gatal, dia tidak mampu menghabiskan rendaman Akar tersebut dan ingin mencari air, namun Xian mengatakan jika Tian Feng merasakan gatal Tian Feng harus memakan Hati Ular Terbang berkepala tiga itu yang didalamnya ada biji buah rumput hitam.


Bau amis yang menyengat di hidung Tian Feng, dia menutup matanya sebelum mengunyah Hati Ular Terbang tersebut.


Memang rasa gatal di tenggorokannya kini sudah baikan, namun bau amis yang menyengat membuat Tian Feng tidak tahan dan ingin muntah, tapi dia tidak jadi melakukan.


Setelah ke-empat bahan kini sudah dihabiskan oleh Tian Feng kini sudah waktunya meminum Sari Bunga Darah yang baunya seperti bangkai yang diinapkan selama tiga hari.


Namun demi bisa memiliki Sel darah Hitam, mau tidak mau Tian Feng tetap harus bertahan walau saat ini mentalnya yang harus mendapatkan ujian.


"Kenapa tidak terjadi apa-apa padaku? Apakah kamu tidak salah memberi saran Xian?" tanya Tian Feng yang merasa tidak ada perubahan sama sekali yang dia rasa.


"Tunggu saja sebentar lagi, lebih baik sekarang kamu meditasi dulu dan serap semua khasiat dari lima bahan ramuan tadi," jawab Xian.


Tian Feng sudah malas untuk berdebat lagi dengan Xian, dia akhirnya menurut saja dan melakukan apa yang disuruh oleh Xian padanya.


Setengah hari sudah berlalu sejak Tian menelan kelima resep dari Xian, namun tetap saja tidak ada perubahan apapun yang ia rasa walau sudah melakukan meditasi.


"Apa kamu sengaja mau mengerjai ku?" tanya Tian Feng yang mulai curiga jika dirinya sedang dikerjai oleh Xian.


"Sebenarnya kamu itu pintar atau bodoh? Aku menyuruhmu meditasi dan menyerap khasiatnya itu bukan tidak ada gunanya, coba kamu gigit jarimu untuk membuktikan apakah ramuan itu sudah bekerja atau belum!" kata Xian.


"Apa kamu yakin?" tanya Tian Feng sekali lagi.

__ADS_1


"Sudah lakukan saja!" jawab Xian.


Tian Feng berusaha berpikir sejenak sebelum akhirnya dia menurut dan melakukan apa yang Xian perintahkan.


Tian Feng menggigit ibu jarinya hingga terluka dan darah pun mulai keluar dari luka bekas gigitannya sendiri.


"Ini...!?" Tian Feng kesulitan untuk mengatakan akan apa yang sedang terjadi kepada dirinya.


Darah yang keluar dari lukanya ternyata tidak berwarna merah seperti biasanya, melainkan berwarna kehitaman.


Tidak lama kemudian hal yang mengejutkan berikutnya kembali terjadi, yaitu darah hitam yang keluar itu tiba-tiba saja kembali ke ibu jarinya dan masuk kembali.


Setelah semua darah hitam yang mengalir di tangannya habis, luka di ibu jarinya pun juga menutup dengan sendirinya.


Tentu saja itu terlihat mustahil dan tidak masuk akal, bahkan Tian Feng membolak-balikkan tangannya namun tidak ada bekas darah atau bekas luka di jarinya.


"Bagus Tian, sekarang kamu sudah memiliki Sel darah yang sempurna, artinya kamu sudah siap untuk berlatih meningkatkan kekuatanmu hingga nanti mencapai Raja Bumi," kata Xian.


Tian Feng nyatanya tidak mendengarkan perkataan Xian, dia masih merasa bingung, Tian Feng juga bingung harus berbuat apa, apakah harus senang atau tidak karena sel darah yang ingin dia miliki sudah sempurna.


Melihat Tian Feng yang seperti kebingungan, Xian segera menyadarinya dan kemudian menjelaskan akan apa yang sudah terjadi saat ini kepada tubuhnya.


Sel Darah hitam adalah sel darah terakhir dimana sifat dari Sel darah hitam yang mampu meregenerasi tubuhnya, jadi andai Tian Feng terluka, maka dengan sendirinya luka yang dialami oleh nya akan menutup dan kembali seperti tidak ada luka sama sekali.


Perubahan pada sel darah hitam tidak sesakit seperti dua sel darah sebelumnya, karena itu Tian Feng sama sekali tidak merasakan dampak perubahan pada tubuhnya.


"Sudahlah! Ayo sudah saatnya kamu berlatih agar bisa mencapai Tingkat Raja Bumi dengan cepat!" kata Xian.


Tian Feng segera mengikuti arahan tersebut kemudian saat itu juga, Xian langsung memberikan latihan khusus kepada Tian Feng.


***

__ADS_1


Ngantuk dan capek


__ADS_2