Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Menunjukkan jati diri


__ADS_3

Hiroshi ingin sekali bertanya sejak kapan putrinya itu memiliki kemampuan aneh seperti itu, namun karena kondisinya saat ini tidak memungkinkan, Hiroshi memilih diam dan lebih fokus menghadapi para pasukan gajah yang jumlahnya masih ratusan.


Naomi menarik dua pedangnya dan kemudian mengaliri energi api birunya di kedua pedangnya sehingga kedua pedang tersebut bercahaya biru terang.


"Jurus Pedang Naginata."


Naomi langsung menyerang salah satu Gajah yang sedang dihadapi oleh para Pendekar lainnya dan terlihat kesulitan untuk melumpuhkannya.


Dengan Jurus Pedang Naginata yang digabung dengan Sihir Raja Api, kecepatan dan ketajamannya membuat satu kaki gajah terpotong hanya dalam sekali tebas.


Berbeda dengan Naomi, Chie Xie menyerang para pasukan meriam dengan Naga Esnya, dia sendiri sedang berdiri di kepala Naga yang ia buat serta mengendalikan Naga sihirnya untuk membekukan para pasukan meriam.


"Panah Naga itu..!" seru seorang wanita yang terlihat seperti seorang Panglima.


Ratusan anak panah segera melesat kearah tubuh Sang Naga, namun sayang tidak ada satu panah pun yang mampu menggores sisik Naga Es tersebut.


Chie Xie segera berbalik dan menyerang para Pasukan pemanah itu dengan semburan kabut tebal dari mulut Sang Naga.


Ketika kedua gadis tersebut menjadi sorotan para pasukan Xiandong karena aksi mereka berdua, dua sosok lain muncul di hadapan Naomi dan Chie Xie.


Pergelangan tangan Naomi di tahan oleh seorang wanita Tua dan kemudian berniat memberikan serangan tapak kepada Naomi.


Namun dengan cepat Naomi membuat tubuhnya di tutupi oleh Api biru sehingga wanita Tua itu mengurungkan niatnya dan mundur sejauh tiga meter kebelakang.


Di hadapan kepala Naga Es yang di atasnya ada Chie Xie yang menungganginya, Wanita bercadar hitam juga menghadangnya dan kemudian dia menyerang Kepala Naga besar tersebut dengan Sihir Api yang sangat besar.


Chie Xie segera melompat dan melayang di Udara kemudian dengan gerakan tangan, dia membuat Naga Es berubah menjadi kabut yang menyebar hingga mengakibatkan hawa dingin yang hampir membekukan apapun.


Chie Xie segera turun dan berdiri di samping Naomi, sedangkan Wanita bercadar itu juga turun dan berdiri bersama wanita Tua.


"Aku pikir Pendekar Dewa Sesat yang akan muncul, tapi ternyata dua gadis kecil yang memiliki kemampuan di tahap Raja Bumi!" kata Wanita Tua itu.


"Aku pikir di Wutong ini hanya Dewa Sesat saja yang memiliki kemampuan Raja, tapi ternyata masih ada yang lain! Kenapa Pimpinan Organisasi Tiga Bunga itu tidak memberitahu kita soal ini?" kata Wanita bercadar.


"Rupanya Nyonya dari Toakai? Tapi kenapa anda menyerang kami?" tanya Naomi saat menyadari logat bahasa wanita bercadar itu.


"Hem... aku sudah hampir lupa nama Negara yang sudah melupakan Suku Zhiku! Sejak Toakai mulai berkembang, Daimyo sama sekali tidak mau mengakui suku kami sehingga kami terasingkan!" jawab wanita bercadar tersebut.


Naomi sempat terkejut dan menahan Nafas saat mengetahui jika wanita bercadar yang menggagalkan Chie Xie ternyata berasal dari Suku Zhiku.


Suku Zhiku adalah suku paling Tua serta di juluki sebagai Suku Kuno, namun sudah lama Suku Zhiku menghilang, dan kemungkinan sebelum kakeknya Naomi dilahirkan.

__ADS_1


Nama Wanita bercadar itu adalah Hikari salah satu Pengawal Organisasi Bintang Hitam yang berada di posisi ke tiga.


Hikari adalah tiga terkuat dari Lima Pengawal Organisasi Bintang Hitam yang memiliki kemampuan di Tahap Raja Alam yang hampir mencapai puncak.


Sedangkan wanita Tua itu bernama Yie Mao dari Kerajaan Jiu, dan Yie Mao berada di posisi ke 5.


"Kamu sendiri orang asli keturunan Toakai, jika kamu membantu Kerajaan Wu, itu artinya kamu harus mati! Aku tidak peduli darimana kamu bisa mencapai Tahap Raja Bumi, bagiku membunuh orang-orang yang berada di pihak Dewa Sesat adalah tugas kami!" kata Hikari.


"Kalau begitu sebaiknya kamu lawan aku saja!"


Chie Xie dan Naomi, Hikari dan Yie Mao sama-sama terkejut dengan suara seorang pemuda yang berasal dari belakang Chie Xie dan Naomi.


Hikari dan Yie Mao langsung siaga saat melihat sosok dari suara tersebut, mereka berdua jelas mengetahui sosok pemuda itu, sosok yang menjadi musuh terbesar mereka selama ini sekaligus target utama dalam misi Organisasi Bintang Hitam.


"Tian-Kun!"


"Tian gege!"


Naomi dan Chie Xie langsung merasa senang karena Tian Feng akhirnya datang, dan mereka berdua tidak terkejut atas kemunculan Tian Feng karena mereka sudah sama-sama tahu jika itu adalah Sihir Ruang Waktu.


"Maaf aku datang terlambat! Apakah kalian baik-baik saja?" tanya Tian Feng.


Naomi tersenyum dan memilih diam, dia sama sekali tidak ingin menceritakan kepada Tian Feng jika dia sudah membunuh dua ekor gajah beserta penunggangnya.


Hikari dan Yie Mao menjadi sangat geram karena keberadaan mereka berdua sama sekali tidak dianggap oleh Tian Feng dan dua gadis tersebut.


"Dewa Sesat! Ternyata kamu cukup percaya diri juga dengan datang ke pertempuran ini! Jadi kami tidak perlu repot-repot lagi mencarimu!" kata Hikari.


"Xie'er, Naomi! Kalian berdua bantu mereka, biar aku yang menghadapi mereka berdua!" kata Tian Feng.


"Gege! Biarkan aku membantumu, walau aku tidak sekuat dirimu, namun setidaknya aku bisa memberikan sedikit bantuan untuk memudahkanmu menghadapi mereka berdua!" kata Chie Xie.


"Xie-Xie! Kita tidak akan bisa membantu apapun disini, yang ada kita hanya akan membuat Tian-Kun tidak bisa fokus karena menghawatirkan kita! Sebaiknya kita bantu saja para pasukan itu sekaligus melumpuhkan ratusan Gajah, bagaimana?"


Naomi jelas mengerti jika bantuan dirinya dan Chie Xie tidak akan berpengaruh apapun di hadapan dua wanita itu karena berbeda tingkatan.


Dengan berat hati Chie Xie akhirnya menurut juga, dan apa akhirnya keinginannya untuk bisa bertarung bersama di samping kakaknya tidak terwujud lagi.


Setelah kedua gadis itu pergi, Tian Feng melirik dua wanita yang masih berada di tempat mereka dengan wajah kesal karena Tian Feng seperti tidak menganggap keduanya sebagai ancaman.


"Terima kasih karena kalian membiarkan mereka berdua pergi!" kata Tian Feng.

__ADS_1


"Persetan dengan mereka berdua! Sebaiknya kamu bersiap-siap karena hari ini adalah hari kematianmu!" kata Hikari kemudian dia maju lebih dulu menyerang Tian Feng dan disusul oleh Yie Mao.


"Sihir Tapak Api."


"Tapak Logam Merah."


Dua serangan tapak yang masing-masing sudah dialiri energi masing-masing mengarah ke dada Tian Feng.


Tian Feng langsung menatap dingin mereka berdua kemudian kedua telapak tangannya mulai berubah merah dan setelah itu dia menyambut dua serangan tapak kedua wanita tersebut.


"Tapak Raja Iblis Neraka."


Kedua telapak tangan Tian Feng langsung menahan serang dua tapak tersebut sehingga gelombang kejut yang sangat besar menghempaskan para pasukan yang sedang bertempur di sekitar Tian Feng dan dua lawanya.


Sabana yang sebelumnya terlihat hijau kini mulai berubah menjadi tanah tanpa rumput apapun serta membentuk lingkaran dari peraduan tapak ketiganya.


Mereka bertiga sama-sama terseret mundur beberapa meter kemudian bersiap lagi untuk bertarung.


"Hikari, Yie Mao! Apakah kalian sudah lupa jika aku sudah melarang kalian agar jangan dulu menyerang Dewa Sesat sebelum kita semua berkumpul disini?" suara Louis yang menggema membuat Hikari dan Yie Mao segera terdiam.


"Tian! Hati-hatilah, aku merasa suara barusan itu memiliki kemampuan yang setara dengan mu! Tidak hanya itu saja, aku merasa ada delapan orang yang memiliki kemampuan Raja Alam, dan jika mereka semua menyerang, kamu sendirian tidak mungkin bisa menang!" kata Xian.


Tepat saat Xian selesai bicara seperti itu, satu persatu para Pengawal Organisasi Bintang Hitam mulai berdatangan dan semuanya mulai berkumpul di udara.


Hikari dan Yie Mao juga terbang dan bergabung bersama Louis serta para Pengawal lainnya yang sudah hadir disana.


Seperti yang di katakan oleh Xian jika mereka semua ada delapan orang, dan semuanya memiliki kemampuan di tahap Raja Alam, namun yang paling mencolok adalah empat pengawal dan satu lagi pria dengan rambut putih yang hanya sedikit.


"Jadi kalian semua sudah berada disini demi untuk membunuhku?" tanya Tian Feng namun tatapannya lebih fokus terhadap Louis.


"Dewa Sesat! Kamu sudah membunuh lebih dari separuh Pengawal Organisasi Bintang Hitam! Atas semua yang sudah kamu lakukan, maka hari ini, aku akan membalas kematian kematian ke 12 pengawal Bintang Hitam kami!" kata Louis kemudian dia memberikan isyarat kepada para pengawalnya untuk membentuk sebuah Formasi segel.


"Kakek tunggu..!"


Louis dan para pengawalnya yang hampir bersiap untuk membuat segel segera menoleh dan melihat Alice sedang terbang kearahnya.


"Alice? Kenapa kamu datang kesini?" tanya Louis.


"Kakek! Biarkan aku yang menghadapi Dewa Sesat itu!" kata Alice sekaligus menunjuk kearah Tian Feng.


"Akhirnya dia menunjukkan jati diri juga?" gumam Tian Feng sekaligus menatap Alice dengan dingin

__ADS_1


__ADS_2