Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Melawan kembaran jiwa


__ADS_3

"Apa itu mungkin bisa terjadi?" tanya Tian Feng.


Yao Shan tertawa untuk beberapa lama, setelah itu dia memunculkan Api berwarna emas yang menyala di telapak tangannya, "Api ini sudah menemaniku cukup lama, bisa dibilang jika kekuatan sejatiku sebenarnya berasal dari Api Teratai Buddha Emas ini!" kata Yao Shan.


Mata Tian Feng bersinar menatap Api Teratai Buddha Emas dengan takjub, sesaat keserakahan sempat terlihat dimatanya, namun Tian Feng berhasil menekan dan akhirnya bisa mengendalikan dirinya.


"Andai kamu tahu, dengan kekuatan sejati dari Api Teratai Buddha Emas ini, kamu bisa menggunakan segala jenis senjata untuk digabungkan dengan Api emas ini tanpa memiliki resiko apapun, dulu sebelum aku mati kemampuanku sudah setengah langkah menuju ke Da Yien, hanya saja karena aku di serang oleh tiga orang Da Shen, aku akhirnya kalah!" kata Yao Shan.


Kini giliran Tian Feng yang merasa pusing, walau sebagian ia mengerti, namun Dia Yien, dan Da Shen, itu belum pernah ia dengar.


"Da Yien itu apa senior?" tanya Tian Feng.


"Da Yien adalah sebuah tingkatan kelas puncak tertinggi bagi seorang ahli ilmu sihir atau Kultivator, jika menurut sebagian dewa kalau tidak salah mereka menyebutnya Rana Agung, sedangkan untuk Da Shen sendiri adalah Dewa Agung!" jawab Yao Shan.


"Hah? Bukannya Dewa Agung adalah puncak kemampuan yang dimiliki oleh guru Ho Chen, jadi setelah Dewa Agung masih ada lagi tingkatan yang lebih tinggi lagi?" tanya Tian Feng yang tidak menyembunyikan keterkejutannya.


"Keke... kamu terlalu awam untuk mengetahui hal ini, mungkin orang-orang di dunia lain hanya bisa dipilih beberapa saja yang bisa memiliki kekuatan Dewa serta tubuh abadi, namun di duniaku, orang-orang yang memiliki kekuatan serta tubuh abadi sangat banyak, namun itu tergantung dari seberapa kuat dia memiliki kemampuan itu, karena orang yang memiliki kemampuan abadi bukan berarti tidak bisa mati!" kata Yao Shan.


"Jika Da Shen adalah tingkat puncak kekuatan, lalu Lan Wuan dan Lan Qi itu apa?"


"Lan Qi adalah kekuatan biasa untuk awal mula, namun urutan kemampuan kami yang sebenarnya adalah, Lan Xi, Lan Qi, Lan Wuan, Ping Shen, De Shen, Zhi Shen, Da Shen, Da Yien dan ada satu lagi, jika berhasil mencapai kelas setelah Da Yien, maka orang itu akan memiliki kemampuan melebihi para Dewa manapun, bahkan tidak akan bisa sentuh sedikitpun oleh orang yang berada di kelas Da Yien.


Masalahnya aku tidak tahu apakah tahap setelah Da Yien ada atau tidak! Namun tujuh tingkat kekuatan dari delapan yang aku sebut masing-masing memiliki lima tahap!" Yao Shan menjelaskan kepada Tian Feng agar tidak bingung, bagaimanapun juga suatu saat nanti, Tian Feng akan datang ke dunianya untuk menurunkan Api Teratai Buddha Emas kepada sisa keturunannya.


"Baik aku mengerti sekarang!" jawab Tian Feng.


Tingkatan yang disebut oleh Yao Shan hampir sama jumlahnya dengan baru Tian Feng ketahui seperti Tingkat Cahaya, Raja Bumi, Raja Langit, Raja Alam, Dewa yang jumlahnya juga ada tiga, jika memang benar Rana Agung itu ada, berarti semuanya ada delapan.


Mungkin menurut urutan nama kemampuan akan tersusun seperti Lang Xi (Tingkat Cahaya), Lan Qi (Tahap Raja Bumi), Lan Wuan (Raja Alam), Ping Shen (Dewa Biasa), De Shen (Dewa Bumi), Zhi Shen (Dewa Langit), Da Shen (Dewa Agung), Da Yien (Rana Agung), lalu yang terakhir? Yang pasti Kelas Da Yien atau Rana Agung mungkin memiliki kemampuan yang sangat luar biasa, jika sampai masih ada lagi kekuatan di atas Dewa Agung hingga Rana Agung, bukankah itu sudah sangat mengerikan, itu pemahaman Tian Feng saat ini.


"Baiklah mari kita masuk ke Dunia dimensi dalam, aku akan menurunkan Api Teratai Buddha Emas ini disana!" kata Yao Shan.


Tian Feng langsung bersemangat mendengar hal itu. Mereka berdua pergi ke Dunia dimensi dalam untuk memberikan Api Teratai Buddha Emas kepada Tian Feng.


***


"Tian kamu jangan berusaha menahan penyebaran dari Api Teratai Buddha Emas ini, biarkan saja Api ini masuk menyebar di tubuhmu, jika kamu merasa Api Emas ini akan menyerang mu dari dalam, barulah kamu menggunakan inti energi Yan mu untuk menjinakkan Api Teratai Buddha Emas ini!" kata Yao Shan.


Api Teratai Buddha Emas bukanlah api biasa, Api tersebut seperti mahluk hidup dan bisa menyerang orang yang ingin mengendalikannya, jika Tian Feng mampu menjinakkan Api emas tersebut, maka Tian Feng akan memiliki kemampuan tanpa batas serta akan dengan mudah mencapai tahap berikutnya, namun jika gagal tidak akan ada resiko apapun, hanya saja dia akan merasakan sedikit panas di dalam tubuhnya.

__ADS_1


Tian Feng mengangguk kemudian Yao Shan memunculkan sebuah Bunga Teratai Berwarna Emas yang sangat indah dan menyilaukan, ada kobaran api yang membungkus setiap kelopak bunga Teratai tersebut, ukuran bunga api tersebut hanya sebesar kepalan tangan saja, namun tekanan panasnya yang besar hampir memenuhi Dunia dimensi dalam yang kosong itu.


"Bersiaplah!" kata Yao Shan kemudian dia mulai membuat segel dengan satu tangan dan muncul sebuah lingkaran emas di atas kepala Tian Feng.


Lingkaran emas tersebut mengeluarkan sebuah kata tulisan kuno yang tidak dimengerti oleh Tian Feng, dan tulisan yang memiliki ribuan kata tersebut berputar-putar seperti seekor semut yang memutari makanan.


Tian Feng menghirup nafas dalam-dalam kemudian dia duduk sambil memejamkan matanya, sedangkan Yao Shan tanpa ragu-ragu meletakkan Api Teratai Buddha Emas nya di atas lingkaran segel emas yang berada di atas kepala Tian Feng.


Teratai itu langsung berkobar, api emas yang menyelimutinya membesar dan meliuk-liukan bunga apinya, suhu panas juga semakin meningkat dan aura api emas menyelimuti seluruh Dunia dimensi dalam.


Andai Tian Feng melakukannya di dunianya, maka seluruh mahluk hidup mungkin akan mati karena tidak mampu menahan suhu panas yang terasa ekstrim sekali, bahkan andai ada tumbuhan di Dunia dimensi dalam, mungkin akan langsung terbakar.


Yao Shan segera membuat perisai pelindung untuk dirinya agar tidak terkena dampak dari panas tersebut, dia hanya memperhatikan Tian Feng yang masih menutup matanya, "Sekarang aku hanya bisa menunggu saja, berhasil atau tidaknya kamu menjinakkan api emas itu, semuanya tergantung padamu, tapi aku sungguh tidak bisa lama-lama berada disini!" kata Yao Shan kemudian dia segera membuka segel pintu dan keluar dari Dunia dimensi dalam.


Karena Yao Shan adalah sebuah bentuk Spiritual, jadi dia tidak akan mampu bertahan dari panasnya api yang sebentar lagi akan mencapai puncaknya, jika dia masih berusaha bertahan menemani Tian Feng, yang ada dia hanya akan binasa karena Spiritualnya tidak akan mampu menahan badai yang akan datang, mungkin Yao Shan masih bisa bertahan dengan membuat perisai pelindung, namun saat ini kemampuan Yao Shan hanya berada di kelas Ping Shen (Dewa biasa), jadi dia tidak akan mampu bertahan dalam waktu yang lama.


Tian Feng hanya duduk sendirian, sedangkan Teratai emas yang berputar diatas lingkaran segel semakin kencang dengan kecepatan putaran melebihi sebuah putaran gangsing.


Suhu panas serta aura emas semakin meningkat tajam, setelah itu seluruh Dunia dimensi dalam seperti berubah menjadi Dunia Cahaya emas dan panasnya mampu merubah mahluk apapun menjadi abu.


Tian Feng hanya bisa menahan hawa Panah tersebut, beruntungnya dia berada dibawah Bunga Teratai tersebut sehingga panasnya tidak terlalu kuat.


Suara angin Chi yang tak terhitung jumlahnya juga terdengar seperti marah, dan disaat yang bersamaan Api Teratai Buddha Emas itu perlahan-lahan tenggelam dan masuk melalui segel turun ke kepala Tian Feng.


Badai Api emas seperti sedang berusaha menghentikan Api Teratai Buddha Emas yang akan masuk kedalam tubuh Tian Feng, badai tersebut semakin menggila, bahkan kekuatan Dunia dimensi dalam yang kokoh juga mulai retak akibat amukan badai Api Emas tersebut.


"Gawat sepertinya Dunia dimensi dalam juga tidak mampu menahan amukan badai Api Emas, aku harus melakukan sesuatu agar Dunia dimensi dalam tidak hancur!" Yao Shan langsung panik saat merasakan hawa panas yang merembes keluar dari Dunia dimensi dalam.


Dia juga tidak menduga jika Dunia dimensi dalam tidak mampu menahan panasnya Badai Api Emas tersebut, mengingat yang membuat Dunia dimensi dalam adalah Ho Chen yang memiliki kemampuan di kelas Da Shen (Dewa Agung), seharusnya Dunia dimensi dalam sangat kuat, namun kenyataannya tidak.


Yao Shan segera mengumpulkan seluruh energinya hingga suara Chi segera berkumpul disekitarnya. Yao Shan melakukan sebuah segel tangan kemudian dia mengangkat kedua tangannya kelangit, tangan Yao Shan seperti sedang merobek langit-langit dan setelah itu sebuah lubang hitam muncul seperti lubang robekan kain.


Siluit angin Chi segera muncul dengan melepaskan Aura berwarna beraneka warna menyebar keseluruh Dunia dimensi Obat Yao Shan, Aura beraneka warna itu sebenarnya adalah energi Qi yang Yao Shan segel, energi Qi itulah yang selama ini Yao Shan gunakan untuk menyiram tanaman obatnya karena energi Qi beraneka warna itu adalah energi murni yang mengandung unsur kehidupan.


Energi di dalam Dunia dimensi obat melonjak dan sangat padat, Yao Shan segera membentuk segel tangan lainnya dan kemudian aura beraneka warna itu bergerak dan membentuk sebuah kurungan menutupi seluruh gunung tempat Dunia dimensi dalam berada.


Yao Shan menghela nafas lega setelah hawa panas sudah tidak terasa, "Ini sungguh berada diluar perhitunganku, aku tidak menduga jika Api Teratai Buddha Emas akan mengamuk seperti itu!" gumam Yao Shan.


***

__ADS_1


Badai Api Emas yang masih mengamuk berusaha menghancurkan Dunia dimensi dalam, namun Dunia dimensi dalam mendadak menjadi sangat kuat sehingga Badai tersebut hanya bisa berhembus tanpa bisa membuat retakan apapun.


Kini seluruh Bunga Teratai Emas sepenuhnya tenggelam dan masuk kedalam tubuh Tian Feng, setelah masuk lewat kepala Tian Feng, dia merasakan ada sesuatu yang mengalir dari ujung kepala terus bergerak kebawah.


Awalnya tidak terasa apa-apa selain sedikit panas, namun beberapa waktu kemudian hawa panas di dalam tubuhnya segera meningkat dan terasa seperti mau menghancurkan semua sendi yang sudah ia bentuk.


Tian Feng segera teringat akan pesan Yao Shan, dia segera mengalirkan Energi Yan nya dan menyebarkannya keseluruh sel-sel di dalam tubuhnya.


Tian Feng merasakan ada bentrokan keras dari dua hawa panas yang berbeda, seolah-olah kedua api itu sedang saling serang. Tian Feng sendiri tidak sadar jika di sekitarnya badai Api semakin menggila, yang ia tahu saat ini hanyalah pertarungan dua api di dalam tubuhnya dimana satu api berusaha bergabung dengan api baru, sedangkan api baru menolak dan melakukan perlawan sengit di dalam tubuhnya.


Tian Feng juga menggunakan pengendalian apinya untuk membantu Api lamanya, setelah itu dia berusaha masuk kedalam kesadaran jiwanya untuk mencari kembaran jiwanya agar dia mampu berdamai dan bekerja sama untuk menaklukkan Api Teratai Buddha Emas.


Jika Tian Feng bisa berdamai dan menaklukkan Kembaran Jiwanya, itu artinya Tian Feng sudah berhasil membentuk sendi besar yang terakhir.


Tian Feng sudah hampir masuk kedalam Alam jiwanya, namun seperti sebelumnya dia sama sekali tidak bisa menembusnya karena ada sesuatu yang menghalanginya.


"Untuk apa lagi kamu datang kesini?" suara kembaran jiwa Tian Feng terdengar menggema di telinga Tian Feng.


"Aku datang kesini karena ingin mengajakmu bergabung dengan diriku!" jawab Tian Feng.


"Hahaha.. Nada bicaramu sangat percaya diri, kamu pikir siapa kamu? Apakah kamu pikir bisa datang lalu meminta ku bergabung dengan mu begitu saja? Tapi baiklah jika kamu ingin memintaku bergabung, namun aku ingin mengetahui kemampuan mu, apakah kamu memiliki kualifikasi untuk melawanku? Jika kamu bisa bertahan dan juga bisa menyerangku dengan sepuluh jurus, aku akan dengan senang hati bergabung dengan mu!" kata kembaran jiwanya.


Tian Feng cukup terkejut mendengarnya, walau terdengar setuju namun masih ada tantangan lain yang harus Tian Feng selesaikan, yaitu bertarung Melawan kembaran Jiwa.


"Aku sadar aku tidak memiliki kualifikasi untuk melawanmu, namun demi keselamatan alam semesta, aku akan tetap berusaha akan melawanmu wahai saudara kembarku!" kata Tian Feng.


"Hahaha... Baik jika demikian aku ucapkan selamat datang di Dunia Dimensi Jiwa, aku yang lama ingin melihat seberapa jauh kemampuanmu berkembang sejak aku memisahkan diri dengan mu!" kata kembaran jiwa kemudian ruang disekitar Tian Feng terisolir dan sebuah spasial terbuka di hadapan Tian Feng.


Tian Feng sangat terkejut serta merasa takjub akan apa yang ia lihat, ini untuk pertama kalinya dia melihat sebuah spasial yang terbuka seperti sebuah langit yang terbelah membentuk jalan ke dimensi lain.


Saat masih tertegun, tubuh Tian Feng tiba-tiba ditarik kedalam spasial tersebut tanpa bisa Tian Feng tahan dengan energi apapun, energi hisap yang sangat kuat itu memaksa Tian Feng untuk masuk ke Dunia dimensi baru, yaitu Dunia Dimensi Jiwa.


Tian Feng berhenti disebuah tempat sunyi dimana tempat itu terlihat gelap seperti Langit malam, namun banyak cahaya kecil tak yang tak terhitung jumlahnya di ujung kegelapan, cahaya-cahaya tersebut seperti layaknya sebuah bintang, dan kaki Tian Feng seperti mengambang diruang kosong yang tidak memiliki dasar.


Setelah berselang beberapa waktu, sesosok manusia muncul dihadapan Tian Feng, sosok tersebut berbaju hitam dan juga memakai penutup kepala dengan kain yang langsung tersambung dengan bajunya, "Ayo kita mulai saudara lemahku!" kata sosok tersebut kemudian dia mengangkat wajahnya menatap Tian Feng.


Tubuh Tian Feng seperti tidak bisa digerakkan saat sosok tersebut menatapnya dengan mata merah menyala seperti api, seolah-olah mata sosok tersebut mengandung kekuatan yang sangat sulit untuk dilawan.


Tian Feng sebisa mungkin mencoba mengendalikan dirinya agar bisa lebih tenang, dia tersenyum sesaat sebelum akhirnya melepaskan seluruh energinya dan bersiap untuk memulai pertarungan, "Aku sudah siap!" kata Tian Feng kemudian dia mulai maju lebih dulu menyerang kembaran jiwanya.

__ADS_1


__ADS_2