
"Tangan Pasir - Pukulan Gurun."
"Tapak Raja Iblis Neraka."
Pukulan Tangan Pasir Fukayna beradu dengan Tapak Tian Feng yang memerah sehingga suara dentuman keras serta ledakan di sekitar pertempuran pun tercipta.
Seperti yang dikatakan oleh Xian jika Fukayna memiliki kemampuan yang setara dengan Tian Feng sehingga jurus biasa mereka berdua terlihat berimbang.
Fukayna kembali melancarkan serangannya berkali-kali kepada Tian Feng sedangkan Tian Feng juga melawannya dengan serangan tapak.
Semakin lama dentuman serta gelombang kejut semakin meningkat seiring meningkatnya kemampuan mereka berdua.
Setelah bertukar lebih dari lima puluh jurus, ke-dua nya sama-sama mengambil jeda serta sama-sama menarik nafas.
"Tak kusangka anak seusia dirimu memiliki kemampuan tinggi seperti ini, bahkan kamu mampu melawan serangan ku walau kamu sendiri belum mencapai tingkat Raja Bumi! Atau jangan-jangan kamu sudah sampai ketahap itu dan sengaja menyembunyikan dari ku?" tanya Fukayna.
"Apa pentingnya aku menjawab pertanyaan mu itu? Lagi pula kamu juga tidak menggunakan kekuatan mu yang sesungguhnya!" jawab Tian Feng.
"Ohoho.. Kamu lebih menarik dari yang aku bayangkan! Baiklah mari kita tingkatkan ketahap yang lebih tinggi, aku ingin lihat seberapa sanggup dirimu melawanku."
Fukayna mulai mengeluarkan energinya sekaligus pasir mulai berkumpul disekelilingnya dan berputar-putar.
"Dia memiliki pengendalian pasir yang bagus!" kata Xian namun dia sendiri di tancapkan oleh Tian Feng di pasir, namun bukan karena keinginan Tian Feng melainkan keinginan Xian untuk mengukur kemampuan Tian Feng saat melawan musuh yang setara dengan dirinya.
"Xanzi, jika aku membunuhnya serta ke-dua orang itu! Apakah kamu menyetujuinya?" tanya Tian Feng.
"Jika mereka silahkan kamu bunuh, aku sama sekali tidak keberatan jika kamu membunuh pengikut setia Kaisar Kegelapan!" jawab Xanzi.
"Baik..!"
Tubuh Tian Feng perlahan-lahan mengeluarkan Aura Pembunuh sehingga membuat Kwe Shin dan Raneb sama-sama terkejut.
Tidak hanya mereka saja, bahkan Fukayna sekalipun sampai mengerutkan dahinya saat Aura berwarna merah mulai menyelimuti tubuh Tian Feng.
"Energi apa ini? Kenapa aku merasakan energi itu lebih jahat dari milikku?" batuan Fukayna namun dia sama sekali tidak merasa takut karena dia yakin dengan kemampuannya.
"Perubahan Gurun Pasir."
__ADS_1
Fukayna mengangkat Ke-dua telapak tangannya dan kemudian pasir yang ada ditempat itu bergerak ke arah dan kemudian membentuk sebuah gunung pasir di belakangnya.
Setelah Gunung Pasir itu cukup besar, Fukayna mengarahkannya kepada Tian Feng dan pasir itu bergerak bagai banjir dari atas gunung yang akan menerjang apapun yang akan dilakukannya.
"Sihir Udara - Pusaran ****** Beliung."
Tian Feng mengarahkan ke-dua telapak tangan kedepan dan kemudian energi angin membentuk pusaran segera berputar dan semakin lama semakin membesar membentuk sebuah kerucut dan menerjang Pasir milik Fukayna.
Raneb tidak henti-hentinya merasa takjub kepada Fukayna yang mempu menciptakan Gunung pasir yang begitu besar kemudian menyerang kearah Tian Feng.
Pasir-pasir segera beterbangan keberbagai arah akibat pusaran angin milik Tian Feng, namun pasir yang beterbangan itu justru kembali lagi kearah Gunung Pasir dan kembali menyerang Tian Feng secara terus-menerus.
"Dia memiliki energi yang sangat besar namun Sendi-sendi nya masih belum sempurna! Tian gunakan Energi air dan buat pasir-pasir itu basah!" kata Xanzi.
Pasir memiliki struktur yang sangat halus dan ringan serta mudah untuk di terbangkan oleh angin.
Jadi jalan satu-satunya adalah membuat Pasir itu basah agar nanti pasir itu akan menjadi lebih berat dan Fukayna pasti akan kesulitan untuk mengendalikannya.
Tian Feng segera merentangkan ke-dua tangannya kemudian dia mulai menciptakan Air yang berbentuk bulat kemudian melempar bola air tersebut kearah Gunung Pasir.
Melihat bola air milik Tian Feng yang melesat kearah gunung pasirnya, Fukayna menggunakan Elemen Angin untuk menahannya.
"Sihir Air."
Tian Feng kembali melapaskan Elemen Airnya namun kali ini bukan berbetuk bulat, melainkan sebuah semburan Air yang keras karena Tian Feng menggabungkan Elemen Udara dan Elemen Air.
Fukayna semakin kesulitan menahan semburan Air tersebut sehingga hanya berusaha menahannya dengan Elemen Udara nya, namun karena kemampuan Tian Feng sedikit lebih besar, Fukayna pun terpaksa menghindar dan semburan air milik Tian Feng berhasil melelehkan Gunung Pasir tersebut.
"Ternyata aku salah menilaimu anak muda! Kini aku tahu kenapa Kai Jhin bisa kalah!" kata Fukayna namun dia sendiri masih belum menyerah karena dia belum menggunakan kemampuan penuhnya.
Tian Feng mengambil nafas sejenak sekaligus melepaskan Aura Pembunuh nya lebih banyak lagi.
"Sekarang mari kita bertarung di tingkat yang lebih tinggi lagi!" kata Fukayna kemudian dia melepaskan seluruh energi yang ia miliki.
Seluruh pasir bergerak-gerak karena getaran dari energi Fukayna yang sudah menunjukkan kepada Tian Feng kalau dirinya berada di Tingkat Raja Bumi.
Angin terus menerus keluar dari tubuh Fukayna serta angin yang menerpa tubuh Tian Feng serasa lebih panas.
__ADS_1
Tubuh Fukayna secara perlahan-lahan mulai naik keudara dan kemudian dia melepaskan sebuah gelombang energi yang mampu yang membuat seluruh pasir beterbangan dan getaran mulai dirasakan hingga pusat Kota.
Tian Feng mengambil kembali Toya Emasnya dan kemudian dia juga melepaskan energinya juga membuat getaran kuat semakin meningkat dan angin kencang juga berhembus hingga mencapai ketempat persembunyian para Pemberontak Balkan.
"Dia juga sudah mencapai Tahap Raja Bumi?"
Fukayna, Kwe Shin dan Raneb terkejut saat merasakan kemampuan Tian Feng yang sama besarnya Fukayna, bahkan tekanannya lebih kuat dari pada kemampuan Fukayna.
"Kau menyembunyikan kemampuan besarmu sejak tadi? Sungguh licik sekali!" kata Fukayna.
"Kau baru tahu! Justru kamu pikir sendiri kenapa aku dijuluki sebagai Pendekar Dewa Sesat? Dalam pertarungan hidup dan mati, maka aturan apapun tidak lagi berlaku bagiku!" jawab Tian Feng.
Fukayna mengeluarkan senjatanya yang menyerupai sebuah sabit hitam dan kemudian dia mulai menyerang Tian Feng.
Tian Feng menahan serangan sabit hitam Fukayna dengan Toyanya sehingga menimbulkan Daya kejut diudara.
"Kamu terlalu angkuh dan merasa paling hebat sendiri! Sekarang keangkuhan mu itu akan menjadi bumerang bagimu, andai kalian berempat tidak egois dan bersatu menghadapi ku, kalian pasti akan menang!"
Tian Feng mengayunkan Toyanya dengan kuat kearah Fukayna, sedangkan Fukayna menyambut serangan Tian Feng dengan serangan sabetan sabitnya.
Begitu saling beradu Sabit hitam Fukayna langsung hancur berkeping-keping membuat Fukayna terlempar kebawah akibat tidak mampu menahan gelombang energi Toya Tian Feng.
"Sekarang kalian akan mengetahui sendiri kenapa aku di juluki sebagai Pendekar Dewa Sesat! Itu karena aku tidak pernah membiarkan orang-orang seperti kalian tetap hidup jika bertarung dengan ku! Sekarang sambutlah kematian mu wahai pengikut Bintang Hitam!" seru Tian Feng.
Tian Feng melesat kebawah dengan Toya Emas nya dengan kecepatan tinggi membuat Fukayna yang masih kesakitan sulit untuk menghindar.
Fukayna menoleh kearah Raneb dan Kwe Shin dan berniat meminta tolong kepada mereka, namun Kwe Shin dan Raneb sama sekali tidak mengerti jika Fukayna sedang berada di ambang kematian.
Mereka berdua mengira Fukayna sedang mengumpulkan energinya untuk menyambut serangan Tian Feng, namun berikutnya mereka berdua terkejut saat Toya Tian Feng menembus perut Fukayna hingga setengah Toyanya tertancap kedalam pasir.
Serangan Tian Feng terlalu sulit untuk dihindari maupun dilihat oleh mata sehingga Fukayna hanya bisa mengerang kesakitan sambil memegang Toya Tian Feng yang menancap di perutnya.
Fukayna ingin mengatakan sesuatu namun tidak bisa karena darah yang keluar dari mulutnya membuatnya tidak mampu mengeluarkan suara dan dia sulit untuk bernafas dan pada akhirnya dia mati dalam kondisi perut masih tertancap Toya Emas milik Tian Feng.
"Apa-apaan! Kenapa Fukayna bisa mati hanya dengan serangan seperti itu?" Raneb sulit untuk percaya sedang Kwe Shin juga memiliki reaksi yang sama.
Siapa yang akan menduga jika seorang Pendekar Raja Bumi sehebat Fukayna akan mati dengan serangan biasa dan bukan oleh serangan Sihir apapun, dan kematian Fukayna akan membuat kedudukan 20 Pengawal Bintang Hitam akan semakin berkurang.
__ADS_1
Kali ini mereka melihat Tian Feng yang sudah mencabut kembali Toya Emasnya dan menatap kearah Kwe Shin serta Raneb dengan tatapan tajam.
"Sekarang giliran kalian berdua!" kata Tian Feng membuat ke-duanya menjadi waspada.