Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
mendatangi markas


__ADS_3

***


"Apakah semuanya sudah siap?"


"Sudah Panglima, bahkan Nona Chie Xie bersama kakek Lio sudah dari tadi menunggu pasukan untuk bergerak!"


"Baiklah kita tidak boleh menunggu lebih lama lagi, bawa setengah pasukan untuk bergerak ke Istana dan separuh lagi ikut Nona Chie Xie memberantas markas cabang Organisasi Bintang Hitam!"


Wei Fang bersama dengan para Panglima lainnya sudah menyiapkan seluruh pasukannya untuk bergerak karena hari yang sudah di rencanakan sudah tiba.


Tidak semua prajurit serta para pendekar akan di kerahkan untuk memberantas markas cabang Organisasi Bintang Hitam, mereka akan di bagi menjadi dua kelompok.


Kelompok pertama akan pergi mengikuti Chie Xie untuk menghancurkan markas cabang, sedangkan separuh lagi akan pergi mengikuti Panglima Wei menunju ke istana untuk merebut kembali Istana dari Zhi Yu Zhuan.


Sedangkan para rakyat akan berada di bawah perlindungan para pendekar dan mereka akan mengikuti perintah Yuan Xia serta beberapa pejabat lainnya untuk bersiap-siap. Jika Wei Fang dan para pasukannya berhasil merebut kembali istana, maka Yuan Xia akan membawa semua penduduk Kota Xanhuo untuk kembali pulang, namun mereka baru akan pulang jika Kerajaan benar-benar sudah berhasil direbut kembali.


Dalam penyerangan keistana itu Zhi Yei Fai sebagai pangeran resmi juga akan ikut, seperti yang sudah di janjikan jika singgasana akan direbut kembali oleh Zhi Yei Fai, tentu saja Zhi Yei Fai harus siap untuk berhadapan dengan kakak dari ayahnya sendiri.


Saat ini kemampuan Zhi Yei Fai sudah berada di tingkat Pendekar Tengah, kemajuan itu sebenarnya lebih cepat dari yang di perkirakan oleh Lio Long, namun itu sudah cukup bagi Zhi Yei Fai untuk menggulingkan Zhi Yu Zhuan dari singgasananya mengingat Zhi Yu Zhuan sama sekali tidak memiliki kemampuan apapun.


Walau di sana ada Jia Tai Yan dan para ketua dari Organisasi Tiga Bunga, namun itu tidak akan jadi penghalang serius lagi bagi Wei Fang dan para pendekar yang akan ikut menyerang istana.


"Xie'er berhati-hatilah, ingat jika nanti kamu sudah bertemu dengan kakakmu, ajaklah dia kembali dulu untuk menemui ibumu agar ibumu cepat pulih seperti sedia kala lagi!" kata Yuan Xia kepada Chie Xie.


Yuan Xia sudah tahu jika operasi yang akan di lakukan oleh Chie Xie dan Lio Long lebih berbahaya dari pada dengan operasi perebutan istana, Organisasi Bintang Hitam bukanlah Organisasi yang lemah, sudah bukan rahasia lagi akan seberapa besar kekuatan dari Organisasi Bintang Hitam, karena itu Yuan Xia meminta Chie Xie untuk tetap berhati-hati.


"Baik ayah, jika nanti aku sudah bertemu dengan gege aku akan segera mengajaknya pulang agar bisa bertemu dengan ibu!" kata Chie Xie.


Lio Long di tempat yang sedikit lebih jauh hanya berdiri sambil mengelus-elus janggutnya yang putih, dia menatap kearah Wei Fang yang sudah siap untuk berangkat.


"Senior Lio, ini adalah daftar semua lokasi markas cabang Organisasi Bintang Hitam yang sudah di kumpulan oleh para mata-mata kami, bawalah!" kata Wei Fang menyerahkan catatan daftar lokasi kepada Lio Long.


"Baik sekarang pergilah kalian, nanti jika semua tugas kami sudah selesai, kami akan segera kembali ke Istana!" kata Lio Long.


Wei Fang mengangguk kemudian dia berbalik dan segera naik keatas kudanya lalu berseru keras, "Semuanya..! Mari kita gulingkan Raja ilegal itu dari istana!" seru Wei Fang kemudian di jawab dengan teriakan oleh para pasukan dan Pendekar yang akan dia bawa.


"Kami berangkat lebih dulu senior, sampai bertemu lagi di istana!" kata Wei Fang yang di jawab dengan anggukan oleh Lio Long kemudian Wei Fang dan para pasukannya mulai bergerak keluar dari reruntuhan kuno menuju ke kota Xanhuo.


"Mari kita juga harus berangkat Xie-Xie!" kata Lio Long kepada Chie Xie.


Chie Xie mengangguk kemudian dia masuk untuk berpamitan kepada ibunya yang masih terlihat seperti orang yang tidak memiliki jiwa, setelah dia selesai berpamitan, Chie Xie dan Lio Long serta para pasukan kelompoknya yang di bawah segera bergerak untuk memulai pemberantasan hama.


***


Pergerakan besar-besaran dari dua kelompok yang memiliki misi masing-masing juga dilakukan oleh Tian Feng, saat ini Tian Feng sudah mengenakan pakaian khasnya dan berdiri di hadapan Alice.


Sudah 11 hari sejak acara pernikahan Tian Feng selesai, kini sudah tiba waktunya bagi dirinya untuk pergi memberantas markas cabang Organisasi Bintang Hitam, namun dia hanya akan pergi sendirian saja, sedangkan Alice dan Louis tidak di izinkan untuk ikut.

__ADS_1


"Aku tidak butuh semua ini Tian, yang ku ingin hanyalah kamu kembali, tidak perduli seberapa lama kali ini kamu akan pergi!" kata Alice.


Alice memandangi banyak harta yang entah Tian Feng memunculkannya dari mana, mulai dari perhiasan serta koin perunggu, perak dan emas yang tak terhitung jumlahnya.


Harta itu hanya untuk biaya Alice selama dirinya pergi, walau hanya sedikit harta yang akan di tinggalkan di rumah untuk kebutuhan Alice dan Louis, namun itu lebih dari cukup untuk kebutuhan selama beberapa tahun kedepan.


Namun semua harta yang menurut Alice sangat banyak itu tidak terlalu penting bagi Alice, yang paling dia inginkan adalah kepulangan Tian Feng kembali.


"Aku tahu kamu memang tidak membutuhkan semua ini, namun percayalah jika nanti ini akan sangat berguna bagimu, lagi pula aku tidak bisa memastikan hingga berapa lama aku akan pergi," kata Tian Feng.


Alice memeluk Tian Feng secara erat, dia merasa enggan untuk membiarkan suaminya pergi, apalagi belum di ketahui seberapa lama dia akan meninggal dirinya, walau Alice sudah tahu jika yang akan di lakukan oleh Tian Feng demi kedamaian, namun tetap saja itu terlalu berat baginya.


Memang Tian Feng hanya memiliki waktu kurang dari setahun untuk menyelesaikan tugasnya di dunianya, namun setelah itu rencananya Ho Chen akan segera membawa Tian Feng ke Dunia Alam para Dewa, dan Tuan Feng sendiri tidak tahu berapa lama dia akan berada disana mengingat dirinya akan berlatih lebih kuat demi bisa mengalahkan Kaisar Kegelapan.


Tian Feng berjalan keluar kamar bersama Alice kemudian dia melihat Louis serta Hei Tong dan istrinya di ruang tamu.


"Tuan Hei, tolong bantu Istriku nanti jika dia membutuhkan sesuatu dari kalian, nanti istriku akan memberi kalian bayaran atas jasa kalian kepada anak serta istriku!" kata Tian Feng.


"Nak Tian bercanda, kami akan dengan senang hati membantu Nak Alice tanpa meminta imbalan apapun, jadi Nak Tian tidak perlu menghawatirkan hal ini!" kata Hei Tong dan disusul anggukan kepala Zhu Lin.


Tian Feng tersenyum kepada Hei Tong, dia merasa kepala desa itu terlalu baik padanya, namun tidak mungkin bagi Tian Feng untuk menerima bantuan jika tidak di kasih imbalan, karena itu dia tetap akan meminta Alice untuk memberikan upah kepada siapapun yang membantu dirinya.


"Kakek Louis, tolong jaga Alice serta calon anakku!" kata Tian Feng.


"Aku pasti akan melindunginya, jadi kamu tidak perlu khawatir!" jawab Louis.


"Pulanglah dalam keadaan utuh!" kata Alice.


Waktu 11 hari rasanya masih belum cukup bagi Alice untuk tetap bersama dengan suaminya, namun apalah daya saat mengingat tugas suaminya.


Tian Feng melepaskan pelukannya lalu memegang kedua pundak Alice sekaligus menajemen, "Pasti, aku akan kembali dalam tanpa kehilangan apapun!" jawab Tian Feng kemudian dia melepaskan pegangannya lalu mulai melayang secara perlahan keudara sebelum akhirnya Tian Feng menghilang begitu saja seperti hantu.


Alice dan Louis sudah terbiasa dengan hal itu, bahkan Louis sendiri juga memiliki ilmu sihir ruang waktu seperti itu, akan tetapi tidak untuk Hei Tong dan Zhu Lin, mereka berdua tetap merasa takjub ketika melihat Tian Feng yang bisa terbang serta menghilang tanpa meninggalkan jejak apapun.


Memang terasa aneh bagi Hei Tong dan semua warga desa melihat Tian Feng dan Alice yang masih bisa dibilang sebagai pengantin baru justru harus pergi karena tugas yang tidak diketahui.


***


Sasaran pertama yang akan lebih dulu akan dibinasakan oleh Tian Feng adalah Hutan Hitam tempat markas cabang Organisasi Bintang Hitam.


Hutan Hitam adalah hutan besar kedua setelah Hutan Iblis, pepohonan disana tinggi-tinggi dan suana di dalam hutan sedikit gelap sehingga terkesan horor bagi semua orang, karena itu hutan tersebut diberi nama Hitam Hitam.


Tian Feng terbang berputar-putar mencari markas organisasi bintang hitam, hanya saja mencari lokasi markas dari udara sangat sulit karena pasangan akan terhalang oleh dedaunan yang sangat padat.


Tian Feng berhenti terbang kemudian dia menggunakan mata Dewa nya untuk mencari lokasi markas Organisasi Bintang Hitam, walau hutan itu sangat rindang dan akan mampu menyembunyikan markas dari orang lain, namun itu tidak berlaku bagi Tian Feng yang memiliki ilmu Mata Dewa.


Tian Feng menemukan beberapa orang yang sedang berjalan menuju kesebuah bukit kecil yang berada di dalam hutan itu, mereka berjumlah delapan orang dengan mengenakan kain hitam hingga menutup kepala mereka.

__ADS_1


Tian Feng terus memperhatikan mereka yang mulai berhenti di depan sebuah batu bulat, setelah itu salah satu dari mereka menempelkan telapak tangan ke batu tersebut lalu yang terjadi kemudian batu itu bergeser kesamping sehingga terlihat mulut goa itu.


"Sungguh cerdik sekali membuat markas di dalam goa dan menutupi mulut goa itu dengan batu!" gumam Tian Feng kemudian dia terbang mendatangi markas itu.


Tian Feng tidak langsung menyerang, dia lebih dulu memperhatikan situasinya terlebih dahulu untuk memastikan apakah di markas itu ada sosok lain yang memiliki kemampuan Dewa.


Tian Feng mengarahkan Spiritualnya masuk kedalam markas untuk memeriksa langsung akan siapa saja orang yang ada berada di dalam markas dan seberapa banyak jumlah mereka semua.


Di dalam markas ternyata sangat luas sekali, banyak jalan terowongan yang menuju keberbagai arah, setiap terowongan akan disinari oleh cahaya obor dan para anggota Organisasi berlalu lalang di jalan terowongan tersebut.


Jumlah orang yang ada di dalam markas di perkirakan sebanyak lebih dari tiga ratus orang, namun Tian Feng tidak merasakan keberadaan orang yang memiliki kemampuan Dewa.


Tian Feng yakin jika tiga sosok siluman berkemampuan Dewa yang sudah dikalahkan itu pasti pengawal dari markas Hutan Hitam. Jika demikian maka markas tersebut sudah tidak memiliki pengawal terkuat lagi, namun dari semua orang, ada sekitar enam orang yang memiliki kekuatan di tingkat Cahaya, dua diantaranya sudah mencapai puncak Cahaya 3.


Memang ini sudah tidak lagi berbahaya bagi Tian Feng, namun jika tetap dibiarkan mereka pasti akan membuat masalah karena pada dasarnya orang yang memiliki kekuatan Pendekar Cahaya adalah pendekar yang sangat hebat bagi pendekar lain yang berada di tingkat yang sama atau lebih rendah.


"Ada apa ini...?"


Semua anggota Organisasi Bintang Hitam berhenti melakukan aktivitas ketika merasakan getaran yang mulai menggetarkan dinding-dinding tanah, beberapa orang sampai duduk karena merasakan gempa itu.


"Ini bukan gempa biasa, sepertinya ini berasal dari seseorang yang sengaja melepaskan energinya di sekitar markas!" kata salah seorang pria tua dengan bertelanjang dada, dari cara berpakaiannya orang tersebut berasal dari Yamuru, dan orang itu memiliki kekuatan seorang pendekar di tingkat Cahaya.


"Semuanya segera keluar, bawa semua orang-orang yang belum diberi tanda Segel Kesetiaan keluar dan kalian semua harus bersiap untuk menghadapi masalah diluar markas," seru orang Yamuru itu.


Semua anggota segera mengikuti perintah dan setelah itu dari arah jalan terowongan lain, ada sekitar lebih dari 70 orang yang digiring menuju keluar. Mereka adalah anggota baru yang belum sempat diberi tanda Segel Kesetiaan di tubuh mereka.


Seluruh anggota dalam waktu singkat sudah keluar dari dalam goa yang menjadi markas mereka, tidak lama kemudian getaran itu mulai bertambah kuat sehingga mulai meruntuhkan goa.


Setibanya di luar, mereka melihat ada seorang pemuda tampan sedang berdiri dengan Aura merah yang menyebar kesegala penjuru, melihat hal itu enam orang pendekar segera maju dan menangkupkan tangan mereka kepada pemuda tersebut.


"Maaf Tuan, siapa tuan ini, dan mengapa Tuan berada di depan markas kami tepat saat ada gempa?" tanya salah satu dari mereka.


Pemuda tersebut tersenyum tipis kemudian tanpa menjawab apapun, telapak tangannya segera meraih udara kearah salah satu dari mereka, tidak ada yang tahu akan apa yang sedang di lakukan oleh pemuda tersebut, namun setelah itu mereka semua terkejut ketika merasakan ada angin besar menyerupai tangan dan angin tersebut segera menggenggam salah seorang enam pendekar itu.


Pendekar tersebut jelas terkejut ketika tubuhnya tiba-tiba saja berada di dalam genggaman tangan angin besar, tubuhnya terangkat sendiri kemudian bergerak menuju ke arah pemuda itu.


"Katakan padaku dimana letak markas terdekat kalian dari sini dan siapa pengawal kalian yang paling kuat saat ini?" tanya pemuda tersebut yang tidak lain adalah Tian Feng.


Pertanyaan Tian Feng memang pelan, namun semua orang disana dapat mendengarnya dengan sangat jelas, tentu saja hal itu menyebabkan semua orang terkejut termasuk kelima pendekar Cahaya.


"Tuan, kamu sudah berani membuat kekacauan di markas Organisasi Bintang Hitam, apakah Tuan tidak takut jika sampai Pimpinan Organisasi mencari tuan?" salah seorang pendekar menggunakan nama besar Organisasinya untuk menakut-nakuti Tian Feng.


"Apakah kalian semua adalah sekumpulan orang-orang bodoh? Jika aku sudah berani membuat kekacauan di tempat persembunyian kalian ini, itu artinya aku memang ingin berurusan dengan Organisasi kalian! Perlu kalian ketahui jika kedatanganku kesini tidak lain adalah untuk menghancurkan markas kalian semua, jadi siapa yang ingin selamat, maka dia harus bersedia untuk memberitahu lokasi markas kalian yang paling dekat, jika tidak...!!!"


Tian Feng diam lalu cahaya emas dari pergelangan tangannya muncul dan membakar tubuh Pendekar Cahaya yang berada di dalam genggaman angin yang menyerupai tangan raksasa itu.


Pendekar Cahaya itu berteriak sekuat tenaga saat merasakan tubuhnya seperti dibakar oleh api emas, dia mengerang dengan sangat kuat lalu mati ketika seluruh tubuhnya mulai tertutupi oleh api emas lalu tubuhnya dalam waktu singkat berubah menjadi abu.

__ADS_1


"Kalian akan mati dengan cara yang sama seperti orang ini!" kata Tian Feng.


__ADS_2