Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Raja Agung Barat Guang Mu


__ADS_3

Keempat Raja Naga mulai mencari keberadaan Panglima Gerbang Utara dan Timur serta Cambuk Petir Hitam, namun mereka sama sekali tidak melihat keberadaan ketiganya.


"Sepertinya mereka berhasil melarikan diri, bisa saja debu yang beterbangan ini adalah pengalihan sehingga tidak ada satupun yang menyadari kepergian mereka yang memanfaatkan debu hitam dan panas ini!" kata Ao Shun.


Mereka berempat hanya bisa berdecak kesal karena telah tertipu oleh trik murahan seperti itu, dan sekarang hanya menyisakan satu Panglima pemegang pedang kayu itu saja.


Pertarungan yang terlihat di langit semakin lama semakin sengit, namun tetap saja pertarungan tersebut masih berat sebelah.


Panglima Gerbang Selatan adalah pengawal yang memiliki posisi kedua setelah Dewa Hitam, kemampuannya memang berada di bawah Dewa Hitam, dan bagiamanapun caranya Panglima Gerbang menyerang, tetap saja Yun Yun dengan sangat mudah mematahkan semua serangannya.


"Percuma saja, sepertinya kamu sengaja menantang ku agar kedua Panglima Gerbang dan Cambuk Petir Hitam bisa meloloskan diri bukan?" kata Yun Yun.


"Hahaha... Kamu pasti tahu sendiri jawabannya!" kata Panglima Gerbang Selatan yang tertawa karena senang sudah berhasil menipu Yun Yun.


"Tidak masalah jika mereka berhasil kabur! Lagi pula mereka bertiga juga tidak akan berani lagi datang kesini!" kata Yun Yun.


"Memang benar, tapi setidaknya mereka bisa kembali dan menyampaikan informasi akan penghianatan mu kepada Yang Mulia, dan kamu pasti tahu sendiri akan seperti apa reaksi Yang Mulia nantinya!" kata Panglima Gerbang Selatan dengan tersenyum lebar.


Yun Yun hanya menatap Panglima Gerbang Selatan dengan tatapan dingin dan kemudian dia menghela nafas panjang seraya berkata, "Kaisar Kegelapan tidak akan datang kesini walau dia sudah tahu jika aku sudah tidak lagi jadi pengikutnya!" kata Yun Yun.


"Kenapa kamu bisa seyakin itu?" Panglima Gerbang Selatan bertanya karena dia yakin jika An Huang Yi pasti akan datang, namun menurut Yun Yun, An Huang Yi tidak akan mungkin datang.


"Mereka pasti akan menyampaikan jika Dewa Pelindung Alam Semesta dan Dewa Sesat juga berada disini, belum lagi disini masih ada Kaisar Iblis Azura yang juga menjadi musuhnya, apakah kamu pikir Kaisar Kegelapan akan berani datang dan siap menghadapi ketiga sosok ini?"


Panglima Gerbang Selatan langsung terdiam mendengar penjelasan dari alasan Yun Yun, bahkan Pangeran Muda Kegelapan Chinmi saja harus di sibukkan oleh satu Dewa saja.


"Sudahlah, pertarungan ini tidak lagi menyenangkan, apakah kamu sudah siap untuk mati? Aku yakin kamu pasti siap mengingat dirimu yang sudah rela berkorban demi ke tiga Pengawal rendahan yang tidak berguna itu!" kata Yun Yun.


"Dewa Hitam!"


"Aku sudah bukan Dewa Hitam lagi, melainkan Dewi Naga Hitam!" kata Yun Yun yang memotong perkataan Panglima Gerbang Selatan.


"Aku tidak peduli dengan julukanmu, setelah kamu membunuhku, Yang Mulia Kaisar Kegelapan pasti tidak akan melepaskanmu, walau Dewa Pelindung Alam Semesta dan Dewa Sesat atau Kaisar Iblis Azura melindungimu, Yang Mulia pasti akan tetap menghukum penghianat sepertimu!" kata Panglima Gerbang Selatan.


"Kalau memang demikian, maka aku akan menunggu hari itu tiba!" kata Yun Yun.


Panglima Gerbang Selatan tersenyum sinis kemudian secara diam-diam dia mulai membuat segel tangan sekaligus berbicara kepada Yun Yun.

__ADS_1


"Dewa Hitam, sebagai permintaan terakhir ku, maukah kamu mengabulkan satu permintaan ku?" kata Panglima Gerbang Selatan.


"Katakanlah sebelum aku melenyapkanmu!" kata Yun Yun.


"Aku hanya ingin meminta satu padamu!" kata Panglima Gerbang Selatan dan berhenti sesaat sedangkan Yun Yun masih menunggu akan permintaan Panglima Gerbang Selatan.


"Aku ingin...! Aku hanya ingin kamu mengabulkan satu permintaanku!"


Panglima Gerbang Selatan tiba-tiba saja melesat dengan telapak tangan yang mengeluarkan kayu seraya berkata.


"Matilah barsamaku..!" seru Panglima Gerbang Selatan kemudian melapaskan serangan rahasianya.


"Kayu Penghancur Jiwa."


Telapak tangan Panglima Gerbang Selatan langsung melapaskan kayunya dan kemudian mengikat tubuh Yun Yun.


Yun Yun yang tidak menyadarinya terkejut namun terlambat bereaksi karena jaraknya yang terlalu dekat, terlebih lagi Yun Yun menyadari jika Panglima Gerbang Selatan berniat mati bersama dengannya.


Kayu yang mengikat Yun Yun juga menyatu dengan tubuh Panglima Gerbang Selatan, dan Panglima Gerbang Selatan langsung tertawa lepas dengan suara tawa yang sangat keras.


"Hahaha..! Hahaha...!"


"Celaka, sepertinya dia mau meledakkan diri!" kata o Guang yang menyadari energi yang mulai terkumpul di satu titik saja.


"Aku harus menyelamatkan Yun'er!" kata Ao Shun kemudian berniat pergi.


"Jangan kesana adik, ledakan itu nanti bisa membunuhmu!" kata o Run sekaligus menahan Ao Shun agar tidak terbang untuk menyelamatkan Yun Yun.


Ketiga Raja Naga berusaha menahan Ao Shun yang masih ngotot untuk pergi, sedangkan Yun Yun sendiri juga berusaha untuk menghancurkan ikatan kayu di tubuhnya, hingga dia berencana akan berubah ke wujud Naga Hitam.


Namun anehnya kayu yang mengikat dirinya dan menyatu dengan Panglima Gerbang Selatan tidak bisa di hancurkan seolah-olah memiliki segel, bahkan Yun Yun tidak bisa merubah wujudnya.


"Dasar licik!" kata Yun Yun kepada Panglima Gerbang Selatan.


Nyatanya umpatan Yun Yun sama sekali tidak di pedulikan, dan Panglima Gerbang Selatan semakin tertawa keras seperti orang gila.


"Kuasa Rana - Segel Angin Barat."

__ADS_1


Tawa Panglima Gerbang Selatan langsung terhenti ketika melihat kemunculan sesosok pria berjanggut dengan tubuh besar dan kekar.


Sosok tersebut menggerakkan jarinya dan kemudian menyentuh kayu yang mengikat Yun Yun hingga kayu tersebut merenggang karena ada angin yang sudah merenggangkannya dari dalam.


Yun Yun segera keluar dan kemudian sosok tersebut kembali mengarahkan jarinya kearah tubuh Panglima Gerbang Selatan yang melotot karena tidak percaya jika sosok tersebut bisa melepaskan Yun Yun hanya dengan jarinya saja.


"Kuasa Rana - Empat Penjuru Mata Angin."


Angin tiba-tiba saja kembali berhembus dan kemudian angin tersebut bergerak dan berkumpul di seluruh tubuh Panglima Gerbang Selatan.


Angin yang berkumpul menjadi satu berubah menjadi Bola angin yang berputar menutupi tubuh Panglima Gerbang Selatan hingga awan-awan juga ikut berputar.


Sosok tua itu mengangkat jarinya ke arah bola angin dan kemudian bola angin tersebut terlempar jauh ke langit hingga tak terlihat lagi oleh siapapun, namun tidak lama kemudian sebuah ledakan besar segera terlihat hingga awan yang berkumpul langsung ikut tersapu oleh gelombang kejut yang dihasilkan oleh ledakan tersebut.


Langit terlihat sangat terang saat cahaya ledakan merah yang membuat tanah di dunia bawah juga ikut bergetar dan kemudian cahaya ledakan tersebut berangsur-angsur menghilang.


Ao Shun dan ketiga Raja Naga segera menghampiri Yun Yun yang berhasil diselamatkan oleh sosok pria paruh baya namun sedikit lebih tua.


"Terima kasih telah menyelamatkan putri saya Raja Agung Barat!" kata Ao Shun.


Sosok tersebut tersenyum lembut dan kemudian dia melihat Yun Yun sekaligus mengamati aura yang terpancar dari tubuh Yun Yun.


"Aku hanya kebetulan saja tiba disini, karena kemarin aku merasakan ada kekuatan agung dari arah lautan ini, dan tadi aku juga sempat merasakan tiga kekuatan Agung yang sedang berkumpul, karena itu aku kesini!" kata sosok yang sebenarnya adalah salah satu dari empat Raja Agung, yaitu Raja Agung Barat Guang Mu.


"Tiga kekuatan Agung? Iya tadi memang ada tiga kekuatan Agung disini, namun sekarang mereka sedang bertarung di luar angkasa!" kata Yun Yun.


"Apakah maksudmu adalah Dewa Pelindung Alam Semesta dan Dewa Sesat, tapi siapa satunya?" tanya Ao Shun.


"Satunya adalah Pangeran Muda Kegelapan, menantu sang Kaisar Kegelapan!" jawab Yun Yun.


"Dewa Ho Chen dan Dewa Sesat masih berada disini?" tanya Raja Naga lainnya dan ditanggapi dengan anggukan oleh Ao Shun.


"Dewa Pelindung Alam Semesta? Sepertinya dulu Aku pernah mendengar namanya, namun siapa Dewa Sesat ini? Baru kali ini aku mendengarnya!" tanya Guang Mu.


"Raja Agung Barat, Dewa Sesat adalah murid Dewa Pelindung Alam Semesta, sedangkan kekuatan agung yang Raja rasakan kemarin itu adalah kekuatan Dewa Sesat!" jawab Ao Shun.


"Owh jadi begitu, berarti Dewa Sesat ini adalah salah satu Dewa juga? Kalau begitu aku tidak perlu khawatir lagi karena sekarang bertambah satu lagi Dewa yang memiliki kemampuan Puncak Rana Agung!" kata Guang Mu.

__ADS_1


"Raja Barat dan kalian bertiga, sebaiknya kita berbincang di istanaku saja, mari kita turun!" kata Ao Shun kemudian dia membawa semuanya ke istananya.


__ADS_2