
Louis segera menyusul Alice dengan raut wajah yang terlihat sangat khawatir, dia buru-buru menghampiri Alice yang baru selesai membersihkan mulutnya dengan air.
"Alice ada apa denganmu?" tanya Louis.
Louis yakin jika ada sesuatu yang tidak beres kepada Alice, mengingat Alice memiliki kemampuan Raja Alam, tidak mungkin Alice akan sakit hanya karena masuk angin.
"Aku tidak apa-apa kek, aku hanya merasa agak pusing dan perutku rasanya mual dan ingin muntah!" jawab Alice.
Louis mengerutkan alisnya mendengar jawaban dari Alice, tatapannya sedikit lebih dingin kemudian dengan suara sedikit berat dia bertanya kepada Alice, "Jawablah dengan jujur Alice, apakah kamu lagi hamil? Jika iya siapa laki-laki yang sudah menghamili mu?" tanya Louis.
Disaat yang sama Tian Feng juga masuk kedalam dan dia mendengar pertanyaan Louis kepada Alice. Tian Feng menghampiri Alice yang masih belum menjawab pertanyaan kakeknya.
"Alice jawab pertanyaanku, siapa laki-laki yang sudah menodaimu? Katakan agar aku bisa menyeretnya kesini!" kata Louis dengan nada emosi.
"Alice apa benar kamu sedang hamil?" tanya Tian dengan nada sedikit mengandung rasa kekhawatiran.
Tian Feng sampai berpikir jika memang benar Alice sedang hamil, itu artinya dia akan menjadi seorang ayah, hanya saja Tian Feng tidak menduga jika kejadian malam itu di Hutan Iblis akan menjadikan dirinya sebagai seorang calon ayah dari seorang wanita yang belum dinikahinya, namun Tian Feng menyadari semua itu.
Walau terdengar sangat rumit dan aneh, namun Tian Feng sadar jika dirinya harus bertanggung jawab jika Alice benar-benar hamil, suka atau tidak Tian Feng harus menerima kenyataan jika di dalam rahim Alice benar-benar ada janin hasil dari perbuatannya di Hutan Iblis.
"Kalian berdua bicara apa? Aku ini hanya merasa mual saja dan kepalaku sedikit pusing, itu saja!" jawab Alice.
"Alice, kakek ini sudah hidup hampir seratus tahun, jadi kakek sangat tahu jika gejala yang kamu alami tadi adalah proses kehamilan, jadi sebaiknya kamu jujur kepada kakek siapa laki-laki itu, jangan sampai kamu membuat malu kakek di hadapan Tian!" kata Louis yang merasa malu kepada Tian Feng.
Tian Feng terdiam dengan tatapan mengarah ke wajah Alice, walau dia belum pernah menikah sejak dulu namun dia sangat paham sekali akan beberapa tanda-tanda kehamilan.
"Apakah jika merasa pusing dan mual itu harus berkaitan dengan tanda-tanda kehamilan? Bisa saja aku ini salah makan atau mungkin sedang capek," kata Alice.
"Berikan pergelangan tanganmu padaku!" kata Tian Feng kepada Alice.
"Untuk apa?"
"Untuk memastikan apakah kamu hamil atau tidak!" jawab Tian Feng.
Tian Feng segera meraih pergelangan tangan Alice yang terlihat enggan untuk mengulurkannya kepada Tian Feng, sedangkan Louis semakin merasa cemas dan membiarkan Tian Feng memeriksa Alice.
Wajah Tian Feng langsung berubah setelah memeriksa pergelangan tangan Alice, wajahnya sedikit lebih mengkerut sehingga membuat Louis semakin tegang.
"Bagiamana, apakah cucuku benar-benar hamil?" tanya Louis.
Alice dan Louis sama-sama menunggu jawaban Tian Feng yang terdiam, mereka berdua melihat bibir Tian Feng yang mulai terbuka untuk mengucapkan sebuah kata-kata.
Pada akhirnya Tian Feng mulai buka suara, "Alice, kita berdua harus segera menikah!" kata Tian Feng sehingga membuat Louis dan Alice terkejut.
__ADS_1
Perlahan-lahan rasa keterkejutan Alice berubah menjadi senyuman, "Apakah aku benar-benar hamil?" tanya Alice yang dijawab dengan anggukan oleh Tian Feng.
"Jadi di dalam perutku benar-benar ada bayi kita?"
"Benar, sebelum janin itu semakin tumbuh besar dan membuncitkan perutmu, sebaiknya kita segera menikah!" kata Tian Feng.
"Bayi kita!?" Louis yang terkejut kini dibuat linglung oleh Alice dan Tian Feng, dia masih berusaha mencerna perkataan keduanya.
Wajah Alice terlihat sangat bahagia kemudian dia dengan cepat memeluk Tian Feng tanpa memperdulikan Louis yang masih terlihat linglung.
"Alice apa maksudnya ini? Kenapa kamu bicara kepada Tian jika janin yang ada di dalam perutmu itu adalah bayi kalian berdua? Apakah yang sudah menghamili mu adalah Tian?" tanya Louis.
Alice segera melepaskan pelukannya kemudian dia dan Tian Feng menghela nafas sebelum akhirnya Tian Feng berbicara kepada Louis.
"Benar sekali Tuan Louis, laki-laki yang sudah merenggut kehormatan cucumu adalah aku!" kata Tian Feng yang mengakui perbuatannya.
Louis langsung kaget bukan main mendengarnya, dia tidak menyangka jika Tian Feng benar-benar menghamili cucunya.
Louis yang sebelumnya ingin marah kini hanya bisa menghela nafas panjang, dia tidak tahu apakah dia harus senang atau tidak mengingat sebelumnya dia terlihat ingin memberikan pelajaran kepada laki-laki yang sudah menghamili cucunya, namun sekarang niat tersebut menghilang setelah dia tahu jika kaki-kaki tersebut ternyata adalah Tian Feng.
"Aku tidak tahu lagi harus bicara apa, aku hanya berharap semoga kamu bersedia bertanggung jawab atas yang terjadi kepada cucuku!" kata Louis.
"Tuan tenang saja, aku bukanlah laki-laki biadab yang lari dari tanggung jawab, aku pasti akan menikahi cucumu!" jawab Tian Feng.
Tian Feng terlihat merenung, dia juga tidak tahu lagi harus memberikan penjelasan apa kepada Naomi terkait akan kehamilan Alice, yang pasti Naomi tidak akan terima setelah mengetahui hal ini, walaupun harus dirahasiakan itu juga mustahil bagi Tian Feng mengingat nantinya perut Alice pasti akan semakin membesar.
"Semuanya sudah terjadi!" kata Tian Feng kemudian dia segera keluar dari dalam tenda membawa Alice kepada Yuan Xia.
***
"Apa.!? Tian apakah aku tidak salah dengar? Bagaimana bisa kamu menghamili anak orang?" Yuan Xia dan Lie Yie sangat terkejut setelah Tian Feng menyampaikan semuanya kepada keduanya.
"Gege..! Aku tidak menduga kamu tega melakukan perbuatan serendah itu," Chie Xie juga ikut bersuara sekaligus menyampaikan rasa kekecewaannya kepada Tian Feng.
"Aku sudah menduga reaksi kalian akan seperti itu setelah mengetahui ini, namun apa yang bisa aku lakukan? Semuanya sudah terjadi dan aku harus bertanggung jawab atas perbuatan yang aku lakukan!" kata Tian Feng.
"Tian kau...!" Yuan Xia menunjuk kearah wajah Tian Feng sebelum akhirnya dia menurunkan tangannya dan menghela nafas panjang.
"Tian, jujur aku merasa kecewa padamu, namun aku juga bangga karena kamu sebagai laki-laki berani bertanggung jawab atas dosa yang kamu dan dia lakukan!" kata Lie Yie.
Tidak sedikit laki-laki yang sudah berbuat dosa namun mereka memilih lari dan tidak mau bertanggung jawab, sudah melakukan perbuatan yang tidak terpuji kemudian lari dari tanggung jawab, namun Tian Feng tidak melakukan hal itu.
Tian Feng adalah seorang pendekar yang memiliki kemampuan ditahap Dewa, dengan kemampuan sebesar itu seharusnya tidak sulit bagi Tian Feng untuk menolak Alice atau melakukan hal buruk lainnya, namun itu tidak dilakukan oleh Tian Feng, dia justru mengakui semuanya dan siap untuk bertanggung jawab, keputusan besar yang diambil oleh Tian Feng membuat Lie Yie merasa bangga walau awalnya sempat kecewa.
__ADS_1
"Kenapa ibu justru berkata seperti itu? Gege sudah membuat nama besar keluarga kita tercoreng, apakah ibu tidak malu akan apa yang akan orang-orang katakan tentang keluarga kita nantinya?" kata Chie Xie.
Alice mendengar perkataan Chie Xie ingin membuka mulutnya, namun dia mengurungkannya karena yang di katakan oleh Chie Xie memang ada benarnya.
"Xie'er, yang lebih memalukan nama keluarga jika Tian lari dari tanggung jawabnya, lagi pula nama besar keluarga kita bisa dihormati oleh semua orang berkat jasa Tian, jadi jangan lagi berbicara yang bukan-bukan tentang kakak mu, sebaiknya kita segera menikahkan mereka berdua secepatnya!" kata Lie Yie.
Yuan Xia hanya bisa menghela nafas melihat Lie Yie benar-benar berniat untuk menikahkan Tian Feng dengan Alice, sedangkan Chie Xie memasang wajah kusut.
"Sebaiknya gege menemui Naomi jiejie, dia juga harus tahu akan masalah ini!" kata Chie Xie kemudian dia keluar meninggalkan tenda.
"Terserah kamu saja Lie Yie, semua aku serahkan padamu!" kata Yuan Xia kemudian dia menatap Alice yang terdiam lalu menghela nafas lagi dan di sertai dengan gelengan kepala.
"Tian, sepertinya ayah dan adikmu sangat keberatan jika kita menikah!" kata Alice.
"Nona Alice, sebenarnya bukan begitu, mereka berdua hanya terkejut saja karena kejadian ini terlalu mendadak, jadi kamu tidak perlu cemas, kemarilah!" kata Lie Yie.
Alice dengan sedikit ragu melangkah mendekati Lie Yie setelah berada di disamping Lie Yie, dia terkejut saat Lie Yie memegang kedua telapak tangannya dengan lembut.
"Semua orang mungkin masih membenci dirimu, namun aku tidak seperti itu, tidak lama lagi kamu juga akan menjadi anggota keluarga kami, mulai sekarang kamu tidak perlu merasa canggung!" kata Lie Yie dengan tersenyum kepada Alice.
Alice hanya bisa mengangguk pelan sedangkan Tian Feng merasa terharu atas sikap Lie Yie, hal itu membuat Tian Feng merasa sangat tersentuh atas kasih sayang Lie Yie yang tidak pernah berubah sejak dulu.
"Aku mau keluar dulu menemui Naomi!" kata Tian Feng kemudian dia segera keluar setelah berpamitan.
***
"Xie Xie, ada apa? Kenapa wajahmu terluka sangat kesal seperti itu?" tanya Naomi setelah melihat Chie Xie yang datang dengan wajah terlihat seperti sedang kesal.
Chie Xie menatap Naomi sesaat kemudian dia menundukkan wajahnya, dia tidak tahu akan seperti apa reaksi Naomi nantinya saat mengetahui jika laki-laki yang sangat dia cintai kini sudah berhianat.
"Jiejie nanti akan mengetahuinya sendiri!" jawab Chie Xie.
Naomi merasa bingung serta sangat penasaran, namun dia juga tidak memaksa Chie Xie untuk tetap menceritakan akan masalah yang dihadapi oleh Chie Xie.
Mereka berdua hanya duduk tanpa berbicara, Naomi sengaja tidak menggangu Chie Xie karena melihat wajah Chie Xie yang seperti sedang mengalami masalah buruk.
Setelah berselang beberapa saat, Tian Feng juga terlihat datang ketempat mereka berdua, namun melihat Tian Feng memasang wajah kusam, Naomi semakin yakin jika Tian Feng dan Chie Xie sedang bertengkar.
"Sudah waktunya!" batin Chie Xie.
***
Segini dulu ya, saya tidak bisa membuat cerita panjang malam ini karena saya sangat lelah setelah kerja seharian.
__ADS_1