Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Rencana Tian Feng


__ADS_3

Tian Feng dapat mendengar dengan jelas percakapan Hataro dan Naomi di dalam kamar, namun dia tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan oleh Hataro.


"Kamu sungguh keras kepala sekali Naomi! Bukankah sudah aku katakan tadi padamu makan agar kamu tidak sakit dan tetap sehat hingga kita tiba di rumah!" kata Hataro.


Naomi sama sekali tidak menjawab, dia membuang muka kesamping dan tidak sedikitpun melirik kearah Hataro.


Hataro tidak merasa kesal karena dia tahu jika Naomi sangat membenci dirinya, "Sekarang kamu boleh memalingkan wajah dari ku, namun nanti kamu akan tetap jatuh kedalam pelukan ku! Hahahaha.. Aku sangat tidak sabar ingin segera tiba dihari itu," kata Hataro dengan tertawa serta membayangkan dirinya menikahi Naomi.


"Aku jatuh ke pelukanmu? Mimpi! Peluk saja nenekmu sana," gumam Naomi.


Hataro sedikit mendengar gumaman Naomi, namun tidak terlalu jelas, "Kamu berbicara sesuatu?" tanya Hataro sekaligus memperhatikan Naomi yang masih memalingkan wajahnya.


Naomi kembali diam, dia hanya berharap Saichi mengetahui situasinya dan menunggunya di pelabuhan Sinagata.


"Baiklah jika kamu masih bersikap seperti itu padaku, aku ingin melihat apakah kamu bisa menahan lapar hingga besok atau tidak," kata Hataro kemudian dia melangkah keluar.


"Dengarkan dia baik-baik, jika dia mulai kelaparan, segera beritahu aku dan pastikan jangan ada orang lain yang berani masuk kedalam!" kata Hataro kepada ke-dua penjaga.


Tian Feng membungkuk mengikuti penjaga satunya, sedangkan Hataro melangkah pergi meninggalkan Tian Feng dan Shinobi penjaga pintu kamar Naomi.


Shinobi penjaga tersebut ingin menutup pintu kamar Naomi, setelah pintu tertutup, Tian Feng memukul leher belakang Shinobi tersebut hingga Shinobi tersebut jatuh tidak sadarkan diri.


Tian Feng tidak mau mengambil resiko dengan membiarkan Shinobi tersebut tergeletak tidak sadarkan diri depan pintu.


"Sebaiknya aku bunuh saja Shinobi ini!" gumam Tian Feng kemudian dia menekan dada Shinobi tersebut hingga terdengar suara tulang rusuk yang patah.


Setelah membunuh Shinobi tersebut, Tian Feng mengambil Kunai Shinobi tersebut dan kemudian membuat Shinobi tersebut berdiri tegak dengan menancapkan kain belakang ke dinding kayu.


Shinobi tersebut terlihat berdiri tegak seperti masih hidup, tidak akan ada yang mengetahui jika dia sudah mati kecuali jika sampai ada orang yang mengajaknya bicara.


Tian Feng segera membuka pintu kamar Naomi kemudian dia langsung menghampiri Naomi yang masih terbaring di tempat tidurnya dengan kondisi masih terikat.


"Mau apa kamu?" Naomi yang terkejut melihat Tian Feng yang dikiranya adalah Shinobi menuju kearahnya seperti ingin melakukan sesuatu pada dirinya.


"Jangan dekati aku, jika tidak kamu akan menyesal!" kata Naomi dengan bahasa Toakai.


Tian Feng yang sama sekali tidak mengerti bahasa Naomi segera menghampiri Naomi sehingga membuat Naomi panik dan berusaha menghindari Tian Feng yang ia kira adalah Shinobi yang ingin berbuat sesuatu pada dirinya.


"To.... emm!!!"


Naomi ingin berteriak minta tolong namun Tian Feng segera menutup mulutnya sehingga membuat Naomi tidak bisa bersuara.

__ADS_1


"Ssst.. Diam! Ini aku," kata Tian Feng.


Naomi yang ingin memberontak langsung terdiam saat mendengar suara yang tidak asing baginya, terlebih lagi suara tersebut menggunakan bahasa Wu.


"Kamu...!? Bagiamana kamu bisa berada di sini? Dan kenapa kamu berpakaian seperti seorang Shinobi?" tanya Naomi.


Walau Tian Feng belum memberitahukan identitasnya, namun Naomi yakin jika orang yang ada dihadapannya adalah Tian Feng.


"Kamu pikir aku berada di kapal ini untuk apa? Tentu saja aku berada disini untuk menolongmu!" jawab Tian Feng.


"Benarkah? Tapi bagaimana kamu bisa tahu jika aku diculik?" tanya lagi Naomi.


"Apakah kamu akan terus menanyaiku dan aku menjawab sehingga aku tidak perlu membuka tali ikatan mu itu?"


"Iya kamu jawab sekaligus membuka tali ini, lenganku sudah sangat pegal sekali ayo cepat lepaskan ikatan ini!" jawab Naomi.


Walau nada bicara Naomi terlihat biasa, namun sebenarnya dia sangat senang sekali karena Tian Feng datang untuk menolongnya.


"Ayahmu yang memintaku untuk menolongmu!" Tian Feng menjawab sekaligus membuka ikatan tali di tangan Naomi.


Sebenarnya Naomi ingin sekali memeluk Tian Feng karena merasa senang bisa terbebas, namun Naomi berusaha untuk menjaga sikap agar Tian Feng tidak menganggap dirinya sebagai gadis genit.


"Aku akan membuat perhitungan dengan Hataro! Berikan pedang mu padaku," kata Naomi sekaligus meminta pedang yang berada di punggung Tian Feng.


Naomi tidak tahu jika sebenarnya yang berada di punggung Tian Feng itu bukanlah Pedang, melainkan Toya Emas yang mengecil kemudian di tutup dengan kain hitam sehingga terlihat seperti sebuah pedang.


"Kamu mau apa? Sebaiknya kamu jangan gegabah, lebih baik kamu tetap berada disini dan kita akan menaiki kapal ini secara gratis hingga tiba di Toakai!" kata Tian Feng.


"Kelamaan! Lebih baik kita bantai semua orang disini!" jawab Naomi.


"Baik kita bantai semuanya kemudian kamu ambil alih kemudinya dan bawa kapal ini menuju kearah Toakai!"


"Kamu bisa sampai ke kapal ini dengan cara apa?" Naomi justru bertanya.


"Hubungannya membantai dengan caraku bisa sampai ke kapal ini apa?" Tian Feng merasa tidak mengerti.


"Jawab saja!" kata Naomi.


"Dengan cara terbang tentunya! Lalu apa hubungannya?"


"Kalau begitu setelah kita membantai semua orang termasuk Hataro yang menyebalkan itu, kamu bawa aku terbang ke Toakai! Gampang kan?"

__ADS_1


"Naomi! Semua tidak semudah yang kamu pikirkan Naomi, jarak untuk sampai ke Toakai itu masih jauh, jika aku membawamu terbang kesana, bisa-bisa aku akan kehabisan energi sebelum tiba di Toakai! Apa kamu mau kita jatuh di tengah laut dan kemudian berenang hingga sampai ke Toakai?" tanya Tian Feng.


Naomi terdiam tidak bisa menjawab pertanyaan Tian Feng, dia baru tahu jika Tian Feng juga memiliki batas energi dan juga tidak bisa terbang secara terus-menerus.


"Lalu apa rencanamu?" tanya Naomi.


"Sekarang kamu tetap berpura-pura tetap terikat, dan itu kamu lakukan saat pemuda itu akan masuk kesini!" kata Tian Feng.


"Aku mengerti! Setelah Hataro masuk kesini, aku harus segera menyanderanya atau membunuhnya! Itukan maksudnya?"


"Bukan seperti itu! Kamu tetap bersikap seperti biasa saja, nanti jika Toakai sudah terlihat barulah kita bertindak, terserah kamu nanti mau apa, namun untuk sementara ini kamu harus tetap berpura-pura seperti tadi!" kata Tian Feng.


"Baik aku akan mengikuti caramu! Tapi kamu jangan pergi terlalu jauh dariku!" kata Naomi.


"Aku tidak akan kemana-mana, aku akan tetap berada di depan pintu!" jawab Tian Feng.


"Bukankah tadi masih ada satu orang lagi yang menjaga pintu, apa dia tidak melihat mu masuk kesini?"


"Aku sudah membunuhnya! Sekarang dia aku berdirikan jasadnya di depan pintu agar tidak ada yang menyadari jika dia sudah mati!" jawab Tian Feng.


"Bagiamana kalau sampai Hataro menanyakan sesuatu kepada kalian, apakah kamu bisa berbicara dengan bahasa ku?"


Tian Feng menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Itu dia masalahnya! Aku sama sekali tidak mengerti bahasa kalian," jawab Tian Feng.


"Tapi tenang saja, aku tahu apa yang harus aku lakukan, jadi pastikan kamu ikuti rencana ku hingga kita sudah cukup dekat dengan pelabuhan!"


"Perjalanan ini masih lama, jika tidak ada badai maka kita akan tiba disana dalam waktu lima hari lagi," kata Naomi.


Toakai sendiri adalah sebuah Negara tersendiri, jarak antara Toakai dengan Kerajaan Jiu yang akan Tian Feng datangi masih sangat jauh, padahal dulu baik itu Kerajaan Wu, Kerajaan Jiu, Kerajaan Xia, Toakai, Foiberia dan Yamuru masih berada di satu wilayah kerajaan besar bernama Kerajaan Luwuen sebelum pecah.


Setelah Kerajaan Luwuen runtuh dan pecah menjadi tiga, wilayah-wilayah lain mulai membentuk Negara masing-masing dan berusaha bersaing dengan Negara-negara lainnya.


Mau tidak mau Tian Feng harus membuang dua jasad Shinobi yang sudah dia bunuh agar tidak membusuk dan membuat bau yang tidak enak.


Awalnya Tian Feng meninggalkan pintu kamar Naomi dan berbaur dengan Shinobi lainnya agar Hataro mengira jika dua Shinobi penjaga pintu itu lalai menjaga.


Rencana Tian Feng ternyata berhasil, Hataro yang marah kepada dua penjaga yang hilang akhirnya menyuruh dua penjaga yang lain untuk menjaga, dan salah satunya adalah Tian Feng.


Naomi sendiri tetap mengikuti rencana Tian Feng yaitu berpura-pura terikat saat ada Hataro, padahal Naomi hanya memutar-mutar talinya agar terlihat masih terikat oleh tali tersebut.


Saat Hataro tidak ada, Naomi dengan bebasnya berjalan mondar-mandir didalam kamar sedangkan Tian Feng diam-diam mengamati dan menghitung beberapa Shinobi serta ronin yang memiliki kemampuan lebih tinggi.

__ADS_1


__ADS_2