Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Pertandingan Selesai


__ADS_3

"Jurus Dewa Mabuk? Bukankah jurus itu milik Senior Mao? Apakah anak itu juga murid si Dewa Mabuk?"


Beragam pertanyaan kini mulai terdengar dari mulut beberapa pendekar, bahkan Li Xiang Fai juga memiliki pemikiran yang sama dengan para pendekar yang lain.


Tian Feng berhasil menarik perhatian mereka dengan jurus mabuknya, dan semua para pendekar seperti melihat sosok Mao Lao yang sedang bertarung di atas arena.


Dengan gerakan yang sulit di baca, Pendekar wanita bercadar itu sangat kesulitan untuk memberikan satu serangan ke tubuh Tian Feng.


"Jangan kamu pikir dengan jurus Dewa Mabuk mu itu, kau sudah merasa di atas angin anak muda! Akan aku tunjukkan jurus Iblis yang paling mematikan padamu!" kata si wanita bercadar tersebut kemudian salah satu rekannya melemparkan senjata padanya.


"Pedang Iblis Pencabut Nyawa."


Wanita bercadar itu melepaskan tebasan kearah Tian Feng sehingga mampu melepaskan energi pedang yang sangat cepat.


"Ini Jurus Sabit Iblis, kenapa kamu malah menggunakan pedang?" kata Tian Feng setelah dia berhasil memperpendek jarak dengan wanita bercadar tersebut.


"Kau...!" Wanita bercadar tersebut terkejut bukan karena Tian Feng yang sudah mempersempit jarak antara ke-dua nya, namun karena Tian Feng tahu nama jurus yang sesungguhnya dari jurus yang ia gunakan.


Tian Feng segera mengubah gerakan serangan nya, kini dia mengubah jurusnya dengan jurus andalannya yang sangat mematikan jika sampai mengenai lawannya.


"Aku akan menunjukkan padamu jurus Iblis yang sebenarnya!" kata Tian Feng dengan nada pelan dan hanya di dengar oleh wanita bercadar tersebut.


Tian Feng curiga jika jurus yang di gunakan oleh wanita bercadar itu adalah jurus tiruan atau mungkin Pendekar wanita tersebut adalah Pendekar pencuri ilmu.


Wanita bercadar terkejut mendengar nya namun dia terlambat menyadari serangan Tian Feng yang sangat cepat dan juga sulit untuk melihat gerakannya.


"Tapak Raja Iblis Neraka."


"Raja Iblis Penghisap Arwah."


Tian Feng menggunakan dua jurus secara bersamaan, dia mencengkram pedang wanita bercadar tersebut kemudian meremasnya hingga tak terbentuk, kemudian dengan jurus ke-dua Tian Feng langsung memegang kepala wanita itu dan bersiap untuk meledakkan kepala pendekar wanita tersebut.


"Pedang Taring Menerkam Mangsa."


Tiba-tiba saja salah satu temannya yang berada di bawah arena melompat ke arena dan melepaskan serangan pedang kearah Tian Feng.


Tian Feng segera melepaskan tangannya karena tebasan tersebut mengarah ke lengannya yang memegang kepala wanita bercadar.


"Bukankah itu jurus Taring Iblis milik kakak ke-tiga? Kenapa dia juga menguasainya?" kata Tian Feng setelah berhasil menghindar.


"Owh aku merasa tersanjung sekali, tidak kusangka kamu mengenali jurus ku anak muda! Tapi sayang ini terakhir kalinya kamu melihat jurus Taring Iblis ku," kata wanita satu lagi yang juga memegang pedang.


Tian Feng serasa seperti bernostalgia bersama kakak seperguruan, hal ini mengingatkan Tian Feng kepada Tiga saudara seperguruan yang mati di saat bertarung dengan nya.


"Adik! Kamu jangan memandang remeh pemuda ini, karena pemuda ini juga memiliki jurus Iblis yang lebih hebat dari jurus Iblis kita!" kata wanita yang hampir mati di bunuh oleh Tian Feng.


"Benarkah? Kenapa dia bisa memiliki jurus Iblis juga?"


"Aku tidak tahu, namun sebaiknya kita bertiga harus maju menyerang pemuda itu secara bersamaan!"


"Tunggu! Seharusnya kalian maju satu-persatu, jadi kalian tidak boleh melanggar aturan yang sudah di tetapkan oleh Yang Mulia!" kata Ying Lo.


"Panglima Ying..!"


Ying Lo menoleh kearah Zhi Yu Zhuan yang menggelengkan kepalanya agar Ying Lo membiarkan mereka.


Ying Lo merasa kesal terhadap Zhi Yu Zhuan, sikapnya itu terasa berbeda dengan Zhi Xian yang baik dan juga bijak.


"Kakak Xin Peiyu, ayo naik dan kita hadapi pemuda ini secara bersamaan!" kata salah satu dari mereka memanggil satu orang lagi yang mereka panggil Peiyu.


"Apakah anak muda itu sangat hebat sehingga kalian memintaku untuk ikut turun tangan juga?" Xin Peiyu bertanya dengan nada mengejek.


Tian Feng sendiri dapat merasakan kekuatan Xin Peiyu yang berbeda dari Ke-dua lawan yang ada di hadapannya itu, dia merasakan jika Xin Peiyu itu berada di Tingkat Pendekar Cahaya Tahap 3.


"Kamu mau atau tidak?" tanya rekan satunya lagi.

__ADS_1


"Baik-baik kalian tidak perlu berteriak seperti itu karena telingaku ini tidak tuli!" kata Xin Peiyu yang mulai berjalan dan naik keatas arena.


"Hai anak muda, aku akui kamu adalah seorang pemuda yang hebat, namun sehebat-hebatnya dirimu itu, tidak mungkin kamu bisa melawan kami bertiga sekaligus," kata wanita yang sudah menyerang Tian Feng dengan tebasan pedang.


Di tempat para penonton saat ini mulai ricuh karena memperdebatkan perwakilan keluarga Wong yang ingin mengeroyok Tian Feng.


"Hei, ini tidak benar? Kenapa kalian semua naik ke arena?" salah satu penonton protes kepada Ying Lo.


Tian Feng sendiri tidak keberatan, namun dia tidak mau bertarung dengan tangan kosong, "Sudah lama aku tidak pernah memegang pedang," batin Tian Feng kemudian dia menoleh kearah salah satu prajurit yang berdiri tidak jauh dari arena.


"Hei kamu, tolong lempar pedang mu kesini!" kata Tian Feng kepada prajurit tersebut..


"Tuan Muda, gunakan saja Pedang ku ini!" kata Sao Mochu kemudian dia melempar pedangnya kepada Tian Feng.


Saat memegang pedang Sao Mochu, Tian Feng teringat akan pedangnya sendiri yang sudah patah, "Aku hampir lupa bagaimana rasanya saat membunuh dengan pedang!" gumam Tian Feng kemudian dia mengarahkan ujung pedangnya kearah ke-tiga wanita bercadar.


"Aku harap kalian menjawab pertanyaan ku, kenapa kalian bisa memiliki jurus Iblis?" tanya Tian Feng.


"Untuk apa kamu mau tahu, kami saja tidak mempertanyakan kenapa kamu juga bisa memiliki jurus Iblis!" kata Wanita bercadar yang hampir mati di tangan Tian Feng.


"Sudahlah adik, jangan kamu hiraukan dia!" kata Xin Peiyu kemudian dia mengeluarkan dua kipas dari balik bajunya.


"Anak muda, aku ingin lihat seberapa hebat nya kamu!" kata Xin Peiyu kemudian dia menyerang Tian Feng dengan ke-dua kipasnya.


"Jurus Kipas Kembar-Tarian Kipas Malam."


Xin Peiyu mengibaskan kipasnya ke tubuh Tian Feng dan kemudian gelombang energi keluar dari kipas seperti pisau angin.


"Ternyata dugaan ku benar, mereka adalah para Pendekar Pencuri Malam!" batin Tian Feng sekaligus menepis gelombang energi pisau angin dari kipas tersebut dengan pedangnya.


Gelombang pisau angin yang sudah di tepis oleh Tian Feng mengenai beberapa lantai arena hingga banyak yang tergores dan juga pecah, hal itu membuat para penonton mulai mundur kebelakang karena khawatir akan terkena serangan yang nyasar.


"Pedang Iblis-Tebasan Pedang Hitam."


Pedang Sao Mochu yang putih mengkilap langsung berubah warna karena di selimuti aura merah pekat sehingga terlihat seperti hitam.


"Kipas Kembar-Pemecah Angin."


Xin Peiyu mengibaskan ke-dua kipasnya sehingga energi berbentuk "X" melesat dan membentur energi pedang milik Tian Feng.


Jdarrr!!!


Ledakan dari benturan ke-dua energi tersebut membuat retakan besar dibeberapa lantai arena, ada juga lantai yang hancur di beberapa sudut.


Xin Peiyu hampir kehilangan keseimbangan atas tubuhnya sehingga dia sempat mundur beberapa langkah kebelakang, sedangkan Tian Feng masih berdiri di tempat nya sambil melihat pedang Sao Mochu yang sudah terlihat ada retakan halus pada Pedang tersebut.


Yama Denji, Zhi Yu Zhuan, Yong Shing, Wong Yihao dan Ma Xia Li lupa untuk menutupi mulut mereka karena terkejut saat melihat pertarungan ke-duanya.


Tidak hanya mereka saja, bahkan Li Xiang Fai, Bai Ming, Yuan Xia dan Zang Yang juga sama terkejutnya dengan mereka.


"Sebesar inikah kekuatan mu Tian? Sebanyak apa pusaran Chi yang kamu miliki?" batin Zang Yang.


Tian Feng sendiri tidak memperdulikan keterkejutan mereka semua, yang ada di pikiran Tian Feng saat ini hanyalah Xin Peiyu, Tian Feng yakin jika Xin Peiyu pasti yang juluki Pendekar Kipas Kembar.


Akan tetapi Tian Feng merasa bingung karena setahu dia Pendekar Kipas tidak sekuat seperti saat ini.


Dulu Xin Peiyu adalah seorang Pendekar Wanita yang berada di Tingkat Cahaya Tahap 1, bisa di bilang Xin Peiyu setara dengan Tian Feng sebelum tubuh Tian Feng mengecil.


Jangankan Lima terkuat, bahkan sepuluh pendekar terkuat pun Xin Peiyu tidak masuk dalam daftar, namun sekarang seharusnya dia sudah masuk dalam daftar salah satu dari Lima Pendekar terkuat.


"Ini tidak bisa dibiarkan, jika mereka tetap di biarkan hidup, bisa-bisa dia akan membuat kekacauan di dunia ini!" batin Tian Feng kemudian dia melepaskan aura Pembunuhnya yang sudah lama tidak ia gunakan.


Ke-tiga perempuan tersebut terperanjat kaget saat melihat aura aneh berwarna merah dari tubuh Tian Feng.


"Aura apa itu? Aku tidak pernah melihat aura seperti itu?" tanya Li Xiang Fai.

__ADS_1


"Amithafa! Aku tadi juga sempat melihat aura itu samar-samar. Aura itu memiliki tekanan kuat dan juga ada hawa jahatnya!" Bai Ming menjawabnya.


"Kakak Xin Peiyu? Apa yang harus kita lakukan sekarang?"


Xin Peiyu yang masih bingung serta tidak memiliki solusi, dia merasa jika Aura aneh yang di lepaskan oleh Tian Feng sangat berbahaya.


"Kita serang secara bersamaan! Gunakan ilmu andalan terkuat kita masing-masing!"


"Baik!"


Mereka bertiga segera melepaskan energi Chi yang mereka miliki, jumlah Chi yang terkuat dan terbanyak adalah milik Xin Peiyu yang jumlah mencapai 70 Pusaran, dan itu sudah hampir setara dengan jumlah Chi yang di miliki oleh salah satu dari Lima Pendekar terkuat.


Arena pertarungan mulai bergetar pelan dan para prajurit serta semua orang-orang yang ada di dekat arena segera menjauh termasuk para calon pejabat dan juga Yama Denji.


"Ini tidak bisa di biarkan! Biksu Bai kita hentikan mereka!" kata Li Xiang Fai.


Biksu Bai Ming mengangguk kemudian dia berniat bangkit, belum sempat bangkit tiba-tiba saja Bai Ming dan semuanya terkejut saat Tian Feng tertawa lantang dengan suara terdengar menggelegar bagai suara Halilintar.


"Hahaha...! Majulah kalian semuanya, sekarang aku akan menunjukkan kepada kalian akan seperti apa kekuatan Iblis yang sesungguhnya! Hahahaha...!"


Tian Feng yang seperti kesurupan terlihat seperti orang gila yang sudah kehilangan akal dan juga seperti lepas tak terkendali.


"Tian! Apa yang kamu lakukan? Sadarlah Tian!" kata Zang Yang sambil menutup ke-dua telinganya dengan tangannya karena saat ini Chi di dalam tubuhnya masih belum kembali.


Yuan Xia juga ingin memanggil Tian Feng, namun dia tidak kuat mendengar suara tawa Tian Feng yang hampir membuat gendang telinga mau pecah.


Tidak satu orangpun yang mampu menahan suara Tian Feng, bahkan sebagian ada yang sudah tidak sadarkan diri.


Sebenarnya Aura Pembunuh Tian Feng tidak sekuat itu, dia hanya menggabungkan Aura Pembunuh dengan Chi nya yang sangat besar untuk menekan ke-tiga pendekar yang ada di hadapannya.


Namun masalah ini baru pertama kalinya Tian Feng menggunakan kekuatan sebesar itu sehingga dia tidak bisa mengontrolnya sehingga yang terkena imbasnya tidak hanya ke-tiga pendekar wanita itu saja, melainkan semua orang yang ada di tempat tersebut juga terkena imbasnya.


Gara-gara Aura Pembunuh yang di gabung dengan Chi, sebagian arena terbelah menjadi dua, dan di saat yang bersamaan mata Tian Feng pun juga berwarna merah.


"Tubuh Raja Iblis."


""Iblis Penjaga Neraka - Kemarahan Raja Iblis."


Tian Feng melesat dengan kecepatan yang sangat sulit untuk bisa di lihat, dengan Chi sebanyak 500 Lingkaran, maka Tian Feng seperti bukan manusia lagi di mata mereka.


Xin Peiyu dan ke-dua Pendekar Wanita tersebut terkejut saat Tian Feng mendadak sudah berada di hadapan mereka.


"Matilah!" kata Tian Feng kemudian dia memberikan masing-masing satu pukulan sekaligus memutar tangan saat pukulannya mengenai tubuh ke-tiga lawannya.


Setelah selesai memberikan pukulan, Tian Feng kembali ke posisi sebelumnya dan matanya yang sebelumnya berwarna merah kini terlihat normal kembali.


Semua orang merasa lega saat Tian Feng sudah tidak berbicara lagi, sedangkan Xin Peiyu dan ke-dua Pendekar lainnya merasa kebingungan.


"Apa yang sudah ia lakukan kepada kita tadi? Bukankah dia sudah menyerang kita? Tapi kenapa tidak terjadi apapun?" tanya salah satu dari mereka.


Xin Peiyu tertawa kencang kemudian dia meledek Tian Feng, "Aku pikir akan terjadi apa! Ternyata hanya tawa dan bicaramu saja yang menggelegar!" kata Xin Peiyu dan di ikuti oleh ke-dua temannya.


Tawa mereka tiba-tiba saja terhenti saat merasakan ada sesuatu yang aneh dari bekas pukulan Tian Feng di tubuh mereka.


Mereka bertiga secara serempak berteriak kesakitan, sebelum sempat mengetahui akan apa yang telah terjadi, ada pusaran seperti angin di tubuh bekas pukulan Tian Feng.


Pusaran tersebut berputar dan kemudian masuk ke tubuh ke-tiganya, dalam dua tarikan nafas berikutnya tubuh ketiganya tiba-tiba saja meledak, dan tubuh mereka bertiga menjadi serpihan daging yang menyebar ke seluruh Arena.


Semua orang jelas terkejut melihat hal itu, sebagian ada yang menutup mata, dan beberapa lagi ada yang langsung muntah karena tidak sanggup melihatnya.


Yuan Xia dan juga Wong Yihao juga mengeluarkan semua isi perut mereka saat melihat daging ketiga pendekar wanita yang berserakan di meja mereka, daging itu menyerupai daging sapi yang terpotong kecil-kecil.


"Dengan ini Pertandingan selesai!" gumam Tian Feng sambil menatap kearah kepala Xin Peiyu yang hanya tersisa sebagian saja dan tergeletak tepat di hadapannya.


Tian Feng merentangkan ke-dua tangannya menyerap Aura Pembunuh yang baru ia dapatkan, sedangkan Zang Yang sudah tidak tahu lagi harus menjuluki Tian Feng sebagai apa.

__ADS_1


"Cara anak ini membunuh lebih kejam dari Pendekar Aliran Sesat, sepertinya dia itu bukan manusia saja!" batin Zang Yang.


__ADS_2