Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
matinya pimpinan utama Organisasi Tiga Bunga


__ADS_3

Jia Tai Yan mengepalkan kedua tangannya dengan erat kemudian dia maju menyerang Wei Fang dengan serangan pukulan dan tendangan. Kecepatan Jia Tai Yan masih sama seperti saat dirinya berhadapan dengan Tian Feng, namun Jia Tai Yan tetap menang dalam kekuatan fisik.


"Kau memang sangat tangguh Jia Tai Yan, jika demikian aku akan menggunakan jurus golok rahasia ku!" kata Wei Fang kemudian dia mengubah pola serangannya.


Selama Wei Fang menjabat sebagai Panglima tertinggi di kerajaan Wutong, dia pernah menggunakan jurus golok rahasianya tiga kali dalam tiga pertarungan sengit, setelah lebih dari dua puluh tahun dia tidak menggunakan jurus rahasia, kali ini dia akan menggunakannya dengan kekuatan barunya yang berada di tahap Raja Bumi.


Wei Fang memutar gagang goloknya dengan sangat cepat sehingga angin kencang yang sangat kuat berhembus kesegala arah, angin tersebut adalah hasil dari goloknya yang ia putar.


Dulu energi angin yang di hasilkan tidak sebesar saat ini, karena dulu dia menggunakan jurus saat berada di atas puncak Pendekar Cahaya Tahap 3, namun saat ini energi yang di hasilkan mampu menghempas apapun yang di terjang oleh anginnya, bahkan Jia Tai Yan yang berusaha menahan dorongan angin tersebut juga terseret mundur ke belakang.


"Golok Badai Angin Tahap Pertama."


Wei Fang melesat lalu memberikan serangan putaran golok pertama yang mampu menciptakan energi angin kuat membentuk pusaran yang mengikuti gerakan setiap putaran goloknya.


Wei Fang langsung melepaskan pusaran angin tersebut kearah Jia Tai Yan yang baru menstabilkan tubuhnya setelah terdorong mundur oleh badai angin. Melihat pusaran angin aneh melesat kearahnya, Jia Tai Yan langsung menggunakan ilmu meringankan tubuhnya untuk menghindari serangan kuat tersebut, akan tetapi pusaran angin mampu berbelok dan mengejar Jia Tai Yan seolah-olah angin tersebut memiliki pikiran sendiri.


"Cih, jurus Wei Fang ini benar-benar merepotkan!" gerutu Jia Tai Yan kemudian dia berhenti menghindar dan merentang kedua tangannya lalu menghentakkan kedua tangan ke atas tanah.


Sebuah bongkahan tanah tiba-tiba saja naik dan menjadi dinding pelindung bagi Jia Tai Yan, pusaran angin tersebut langsung menghantam dinding tanah, namun dinding tanah buatan Jia Tai Yan sangat kuat sehingga angin tersebut tidak mampu menghancurkannya.


"Golok Badai Angin Tahap Kedua."


Wei Fang mengangkat goloknya keatas dan kemudian sebuah hisapan angin kuat berkumpul di ujung mata goloknya, setelah angin yang di hisap sudah banyak, Wei Fang langsung memberikan tebasan lurus kearah Jia Tai Yan yang masih berlindung di balik dinding tanah yang kokoh.


Suara desiran badai angin kembali tercipta dari tebasan golok Wei Fang, suaranya seperti suara angin ribut yang memiliki kekuatan mengerikan, beberapa Anggota Tiga Bunga yang melihat itu segera menjauh, namun sayang mereka terlambat karena hembusan angin tersebut lebih dulu mengenai tubuh mereka, tubuh mereka tidak bisa bergerak, teriakan kesakitan terdengar oleh Jia Tai Yan.

__ADS_1


Jia Tai Yan mengintip kearah anggotanya lalu dia menelan ludah saat melihat tubuh para anggotanya yang terkena hembusan angin mengerikan itu terkoyak seperti tersayat oleh ribuan pisau.


Melihat hembusan angin itu bergerak dengan cepat kearahnya, Jia Tai Yan kembali memukul permukaan tanah beberapa kali sehingga kurungan dinding tanah membentuk sebuah kotak menutupi tubuhnya, tidak ada satu celah pun yang terlihat sehingga saat hembusan angin itu menghantam kurungan dinding tanah, yang ada hanya butiran-butiran tanah yang hancur akibat terkena sayatan hembusan angin tersebut.


Wei Fang baru tahu jika sebenarnya Jia Tai Yan memiliki ilmu seperti itu, walau tidak terlihat seperti sihir, namun Wei Fang yakin jika Jia Tai Yan sebenarnya memiliki ilmu sihir Elemen Tanah, berbeda dengan dirinya yang hanya mengandalkan kekuatan serta perubahan energi yang mampu menghasilkan energi angin.


"Percuma saja kamu sembunyi di dalam kurungan tanah mu itu karena aku akan menggunakan jurus golok rahasia tahap terakhir," kata Wei Fang kemudian dia memegang goloknya kuat-kuat lalu mulia mengalirkan energi seraya terbang ke udara.


"Golok Badai Angin Tahap ketiga."


Kali ini energi angin di kumpulkan di seluruh gagang golok serta tangannya, dengan menatap tajam kearah kurungan dinding tanah di bawah, Wei Fang langsung melempar goloknya dari udara.


Golok melesat turun dengan sangat cepat karena ada dorongan energi angin dari belakang goloknya, ujung golok yang melengkung seperti membelah angin dan dengan kecepatan yang sangat tinggi, golok tersebut langsung menghantam kurungan dinding tanah tersebut.


Golok tersebut langsung menembus kurungan dinding tanah seperti menembus sebuah dinding kertas, kajadian tersebut membuat mata semua orang termasuk para ketua organisasi Tiga Bunga terkejut dan menjadi khawatir apakah Jia Tai Yan mati di dalam kurungan dinding tanah itu atau tidak.


Setelah beberapa saat barulah Wei Fang tersadar jika seseorang yang bisa mengendalikan tanah pasti bisa kabur lewat bawah bawah tanah.


Karena ingin memastikan jika anggapannya itu salah, Wei Fang menggerakkan telapak tangannya mengendalikan goloknya dari jauh. Getaran dinding tanah mulai terlihat kemudian dinding tanah tersebut langsung hancur karena golok Tian Feng berputar dengan sangat cepat menghancurkan dinding tersebut dari dalam.


"Dasar bajingan licik!" Wei Fang mengutuk keras saat melihat ada lubang di tanah, akan tetapi Wei Fang tidak kehabisan akal, dia mengumpulkan energi angin di telapak tangannya kemudian memberikan dorongan angin ke arah lubang tanah tersebut.


Wei Fang yakin jika Jia Tai Yan masih berada di dalam tanah, atau setidaknya dia sudah keluar namun jaraknya pasti tidak jauh, setelah mengalirkan energi anginnya, sebuah ledakan tidak jauh dari segera terlihat, ledakan semburan tanah yang terdorong oleh angin itu berada di tengah-tengah pertempuran para pasukan, tidak lama kemudian terlihat sesosok manusia yang juga terhempas keudara, dan sosok tersebut tidak lain adalah Jia Tai Yan.


Wei Fang tersenyum dingin melihat tubuh Jia Tai Yan yang terhempas tinggi ke udara, dia sengaja menambahkan pisau angin di energi sehingga tubuh Jia Tai Yan terkoyak dengan pakaiannya yang robek serta luka yang tak terhitung jumlahnya juga terlihat di tubuh Jia Tai Yan yang terhempas ke udara.

__ADS_1


"Hari ini tamatlah riwayat mu!" kata Wei Fang kemudian dia terbang dengan kecepatan tinggi kearah Jia Tai Yan yang tubuhnya mulai turun.


Jia Tai Yan meringis menahan sakit di sekujur tubuhnya, andai dirinya bisa terbang mungkin dia bisa selamat dari serangan Wei Fang yang akan segera datang, namun sayang walau sudah memiliki setengah kekuatan Raja, namun dia tetap tidak bisa terbang, dengan luka yang memenuhi sekujur tubuhnya, Jia Tai Yan benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa lagi, dia yang awalnya hanya mengandalkan kekuatan fisik yang hampir setara dengan orang yang memiliki kekuatan Raja Bumi, kini benar-benar tidak bisa di andalkan lagi.


Wei Fang muncul di atas Jia Tai Yan yang matanya setengah terbuka, tanpa menunggu apapun lagi dia segera mengangkat goloknya seraya berkata, "Ini untuk mu Panglima Ying Lo!" kata Wei Fang kemudian dia menghujamkan goloknya ke dada Jia Tai Yan.


Jia Tai Yan langsung muntah darah dengan mata melotot, tubuhnya dengan cepat meluncur kebawah bersama dengan Wei Fang yang mendorongnya bersama dari udara.


Ledakan cukup besar membuat tanah bergetar saat tubuh Jia Tai Yan jatuh ke permukaan tanah, debu bertebaran kesegala penjuru dan di tengah-tengah ledakan ada sebuah lubang yang cukup lebar.


Mereka semua melihat Wei Fang yang berdiri di samping tubuh Jia Tai Yan dengan kaki kanan menginjak tubuh Jia Tai Yan dan tangannya memegang gagang golok yang masih menancap di dada Jia Tai Yan.


Taiyan Zin dan dua ketua lainnya mulai mengeluarkan keringat yang mengalir di pelipis mereka saat melihat Jia Tai Yan yang mati dengan mata terbuka dan mulut menganga serta darah muntahan yang masih segar membekas di mulutnya, dengan matinya pimpinan utama Organisasi Tiga Bunga, itu juga akan menjadi akhir dari organisasi mereka.


Wei Fang mencabut goloknya kemudian dia menebas leher Jia Tai Yan hingga terputus, terlihat jelas dendam Wei Fang kepada Jia Tai Yan yang sudah membunuh Ying Lo di depan matanya, dia meraih kepala Jia Tai Yan kemudian melemparkannya kearah Taiyan Zin.


"Berikutnya giliran mu!" kata Wei Fang.


Wajah Taiyan Zin semakin tenggelam saat Wei Fang menunjuknya dengan ujung goloknya, kali ini dia benar-benar tidak bisa lari lagi mengingat kekuatan Wei Fang yang berada jauh di atasnya.


"Taiyan Zin, sebaiknya kita bekerjasama untuk melawannya!" kata Cin Peng.


"Apakah kamu pikir kita bertiga akan mampu melawan seorang Pendekar yang sudah mencapai ke tahap Raja? Aku yakin jika sebenarnya dia belum menggunakan seluruh kemampuannya!" kata Taiyan Zin.


"Lalu kita harus apa?" tanya Lang Wang.

__ADS_1


"Mengulur waktu serta mencari cara untuk bisa kabur!" kata Taiyan Zin.


Cin Peng dan Lang Wang saling berpandangan, mereka tidak yakin apakah masih ada cara untuk bisa kabur, apalagi semua lawan kebanyakan berada di tahap Raja, belum lagi Wei Fang yang sudah bisa terbang di udara, seperti ide untuk kabur hanyalah sebuah mimpi kosong saja.


__ADS_2