Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Wao Long.


__ADS_3

***


Diruang bawah tanah yang agak gelap namun masih ada cahaya obor yang menerangi ruangan tersebut, ada dua buah pilar yang terbuat dari tanah, pilar tersebut sangat keras bagai logam, dan di tengah-tengah kedua pilar tersebut, ada sosok yang tangan serta kakinya terbelenggu oleh rantai hitam dan juga besar.


Pedang Es Biru adalah Pengawal Kaisar Kegelapan yang berada diposisi ke 8, sebenarnya nama aslinya adalah Wao Long Ketua Hewan Iblis Ajaib dari Ras Rusa yang bertranformasi.


Dia dijuluki sebagai Pedang Es Biru karena memiliki pusaka berupa Pedang besar yang memiliki dia mata pedang, sedangkan pasangan pedang tersebut adalah Pedang Api Merah yang sama besarnya dengan satu mata pedang, namun bentuknya sedikit melengkung, dan pedang tersebut kini berada di tangan Panglima Suo Zan.


"Wao Long, ada yang ingin bertemu denganmu, cepat bangun!" kata salah satu penjaga yang membangun Wao Long yang tidak bertenaga karena seluruh energinya tersegel oleh rantai yang membelenggunya.


Wao Long membuka matanya dan kemudian dia melihat ada tiga sosok yang berdiri tidak jauh dari dirinya. "Dewa Pelindung Alam Semesta, apakah kamu menemuiku karena ingin mendapatkan informasi tentang Yang Mulia Kaisar Kegelapan yang agung dariku? Jangan terlalu berharap, walau kamu membunuhku sekalipun, aku tidak akan mengkhianati yang mulia!" kata Wao Long.


Ho Chen tersenyum tipis kemudian dia menoleh ke arah Azura yang berada di sampingnya.


"Iya seperti itulah dia, entah sihir apa yang ditanamkan oleh Kaisar Kegelapan itu sehingga dia dengan sangat setianya tidak mau mengkhianatinya?" kata Azura.


Andai tidak karena Ho Chen yang ingin mendapatkan Informasi, mungkin sejak awal Wao Long sudah di musnahkan oleh Azura.


"Benar sekali, dia benar-benar sangat gigih untuk tetap setia walau nyawanya sendiri sudah berada di ujung tanduk!" kata Ho Chen kemudian dia menatap Tian Feng.


"Bagiamana Tian, apakah kamu masih berniat menanyakannya dengan caramu?" tanya Ho Chen.


Tian Feng mengangguk sambil tersenyum kemudian dia menjawab pernyataan gurunya, "Tentu saja guru, tunggulah sebentar di luar dan biarkan aku melakukan caraku agar dia mau bicara, nanti guru boleh masuk setelah aku selesai dan tanyakan sendiri apa yang ingin guru tanyakan!" kata Tian Feng.


"Apa yang ingin kamu lakukan padanya?" tanya Ho Chen yang masih penasaran.


"Nanti saja aku jelaskan setelah semuanya selesai, sekarang kalian semua silahkan keluar dulu sebentar saja!" kata Tian Feng.


"Baik jika itu yang kamu inginkan saudaraku, tapi ingat jangan sekali-kali kamu menyentuh rantai besi itu karena rantai itu memiliki kemampuan yang mampu menyegel sihir serta Energi!" kata Azura.


Tian Feng mengangguk kemudian Ho Chen dan Azura serta para penjaga segera keluar meninggalkan Tian Feng bersama Wao Long di dalam ruangan itu.

__ADS_1


Wao Long menatap wajah Tian Feng dengan seksama, dia memang belum pernah bertemu dengan Tian Feng, namun dari cara pakaiannya serta kekuatannya, Wao Long bisa menembak akan identitas sosok yang saat ini berada di hadapannya.


"Apa yang ingin kamu lakukan padaku Dewa Sesat? Jangan kamu pikir karena aku sudah melemah aku takut akan kematian, walau kamu menyiksaku sekalipun, aku tidak akan memberikan informasi apapun padamu!" kata Wao Long.


Tian Feng tersenyum sambil menggelengkan kepalanya kemudian dia mengeluarkan sebuah botol dari Cincinnya kemudian Tian Feng mendekati Wao Long.


"Aku akui kamu tidak takut akan kematian dan juga sanggup menahan siksaan apapun demi menjaga rahasia Kaisar mu, akan tetapi apakah kamu pernah mendapat sebuah siksaan yang lebih menyiksa dari pada siksaan lain serta kematian?" tanya Tian Feng namun dengan tersenyum licik.


"Apa yang ingin kamu lakukan padaku?" tanya Wao Long yang mulai merasakan firasat buruk.


"Tidak ada! Aku hanya ingin tahu apakah kedua tanganmu bisa menggapai tubuhmu?" kata Tian Feng sembari membuka tutup botol di tangannya.


Wao Long jelas tidak mengerti dan tidak tahu akan benda apa yang Tian Feng pegang itu, "kamu ingin memberiku racun? Baik mari sini biar aku telan racun itu!" kata Wao Long.


"Seekor rusa yang tidak memiliki pemikiran! Ini bukanlah sebuah racun, melainkan adalah serbuk yang akan membuatmu menangis!" kata Tian Feng kemudian dia mengambil sedikit kain lalu menuangkan isi dalam botol tersebut yang ternyata adalah sebuah serbuk berwarna hitam.


Serbuk tersebut hanya sedikit yang di keluarkan kemudian Tian Feng mengoleskan serbuk di kain itu ke leher Wao Long.


Wao Long berniat menghindar, namun dia tidak berdaya karena sedang di rantai sehingga dia tidak bisa mengelak saat Tian Feng mengusap lehernya yang sedikit memiliki bulu itu dengan kain Tian Feng yang ada sedikit serbuknya.


"Sebentar lagi kamu akan mengetahuinya sendiri!" jawab Tian Feng.


Wao Long sama sekali tidak merasakan apapun, namun tidak lama kemudian dia merasakan ada sedikit rasa gatal yang mulai terasa di lehernya dimana rasa gatal tersebut tepat di tempat yang Tian Feng olesi dengan kain tadi.


Semakin lama rasa gatal tersebut semakin menjadi-jadi dan Wao Long berusaha meraih lehernya dengan telapak tangannya untuk menggaruknya, namun rantai yang membelenggu tangannya membuat Wao Long sangat kesulitan.


"Awh gatal, aduh..!"


Wao Long mulai kebingungan dengan menggerak-gerakkan kepalanya agar rasa gatal di lehernya bisa berkurang, namun semuanya sia-sia karena semakin lama rasa gatal semakin menjadi-jadi sehingga membuat Wao Long mulai gelisah tidak karuan.


"Itu baru sedikit yang aku oleskan, tapi kamu sudah terlihat seperti seekor rusa yang di gerogoti kutu, bagaiamana jika aku oleskan semua serbuk gatal ini di seluruh tabuhmu?" kata Tian Feng sembari menunjukkan botol itu kembali.

__ADS_1


Wao Long yang mulai tersiksa oleh rasa gatal kini semakin merinding dan takut, hanya dengan sedikit olesan saja sudah membuat dirinya sangat tersiksa, bahkan rasanya lebih tersiksa dari sebuah pukulan.


"Dewa Sesat, jika kamu ingin menyiksaku, siksa saja aku sepuas hatimu, namun jika membunuhku, bunuh saja karena aku tidak akan keberatan, tapi aku mohon, tolong hentikan rasa gatal ini, aku tidak kuat lagi ku mohon!" kata Wao Long yang lebih baik di siksa dengan cara di pukul atau sekalian dibunuh saja dari pada harus tersiksa oleh rasa gatal yang tidak bisa dia garuk.


"Justru aku memang ingin menyiksamu dengan ini! Selama kamu tidak mau memberikan informasi yang kami butuhkan, maka aku akan memberimu sedikit demi sedikit serbuk gatal ini, dan rasa gatal ini tidak akan pernah menghilang selama aku tidak memberikan penawar peredanya, bagiamana apakah kamu masih tidak mau menyerah?" kata Tian Feng.


Wao Long ingin rasanya menangis karena rasa gatal yang luar biasa di lehernya, sebab semakin lama rasa gatal tersebut semakin menjadi-jadi dan mulai menjalar di lehernya.


Tian Feng mulai menuangkan kembali serbuknya sehingga membuat Wao Long semakin ketakutan, dia baru tahu jika Tian Feng lebih gila dari apa yang ia bayangkan.


Setelah melihat Tian Feng yang mulai maju dengan kain yang sudah di beri serbuk gatal tersebut, akhirnya pertahanan Wao Long mulai goyah, dan tepat saat Tian Feng ingin mengoleskan kembali kain tersebut, Wao Long akhirnya menyerah dengan wajah meringis menahan rasa gatal di lehernya.


"Ampun Dewa Sesat, ampun! Baik saya akan mengatakannya, tapi tolong hilangkan dulu rasa gatal ini!" kata Wao Long.


Tian Feng langsung tersenyum melihat Wao Long yang sudah menyerah kemudian dia mengeluarkan botol lainnya yang isinya adalah air berwarna biru kemudian Tian Feng mengoleskannya ke leher Wao Long.


Wao Long mulai merasa baikan dan gatal di lehernya berangsur-angsur reda sedangkan Tian Feng tetap berada di hadapannya.


"Guru masuklah!" kata Tian Feng yang memanggil gurunya.


"Nanti jawab semua pertanyaan guruku, ingat berikan informasi yang benar karena jika tidak nanti aku pasti akan kembali kesini, jika informasimu ternyata tidak benar, maka aku tidak akan segan-segan melumuri seluruh tubuhmu dengan serbuk gatal ini!" kata Tian Feng lalu dijawab dengan anggukan cepat oleh Wao Long.


Ho Chen dan Azura kini sudah berada di samping Tian Feng dan mereka berdua melihat mata Wao Long yang seperti baru mendapatkan tekanan hebat dan juga ketakutan.


"Sekarang guru silahkan bertanya, dia akan menjawab semua yang ia tahu!" kata Tian Feng.


Ho Chen mengangguk, walau dia sendiri tidak tahu dan juga penasaran akan apa yang sudah Tian Feng lakukan kepada Wao Long, namun dia tidak menanyakannya dulu karena saat ini dia harus mengintrogasi Wao Long.


"Katakan padaku, apakah kamu tahu sosok kabut hitam yang sering menemani Kaisar mu itu?" tanya Ho Chen.


"I... iya, aku tahu!" jawab Wao Long kemudian mulai menjawab dan memberikan informasi yang Ho Chen butuhkan.

__ADS_1


***


Bulan Juli kalau tidak ada halangan saya akan mulai update dua bab agar cepat selesai, target saya novel ini harus selesai sekitar dua bulan, dan selambat-lambatnya tiga bulan harus tamat, lebih pun mungkin hanya sedikit. 🤭


__ADS_2