Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Mutiara Abadi


__ADS_3

"Yang Mulia bagaimana ini? Yang Mulia sudah menghancurkan mereka berdua menjadi debu, sekarang Bunga Teratai Batu Mustika di tubuh mereka juga ikut lenyap!" kata Dewa Hitam yang baru datang menghampiri An Huang Yi.


"Tidak apa-apa, walau aku tidak berhasil mendapatkan Bunga Teratai Batu Mustika Putih, masih ada cara lain untuk bisa mencapai kekuatan Puncak Rana Agung, sekarang kita tinggalkan tempat ini karena aku yakin tidak akan lama lagi para Dewa yang lain akan datang, mungkin para Buddha juga akan kesini karena pertempuran tadi!" kata An Huang Yi.


Sebenarnya An Huang Yi masih ingin berurusan dengan Ho Chen, namun akibat pertempuran tadi dia mulai kekurangan energi sehingga berniat kembali.


"Baik Yang Mulia!" jawab Dewa Hitam.


An Huang Yi dan para pasukannya segera pergi dengan melewati lubang spasial, karena terlalu senang karena merasa sudah berhasil membunuh Tian Feng yang akan menjadi musuh besarnya nanti, An Huang Yi sampai tidak menyadari keberadaan energi Tian Feng yang samar-samar agak terasa, namun sangat jauh sekali.


Ho Chen sendiri juga tidak memperdulikan An Huang Yi yang sudah pergi karena dia lebih fokus untuk merasakan energi Tian Feng yang samar, namun dia sangat yakin jika energi itu adalah milik Tian Feng.


"Bagaimana selanjutnya? Apakah kita akan terus tetap disini atau menyusul Dewa Sesat?" tanya salah satu Dewa.


"Kita akan tetap disini saja, sebab jika Kita sekalipun juga tidak akan bisa membantu!" jawab Ho Chen.


***


Sebenarnya pemikiran Ho Chen akan tubuh Tian Feng dan Azura yang hancur menjadi debu itu adalah tubuh pengganti memeng benar, hanya saja semua itu bukanlah ulah Tian Feng maupun Azura.


Saat mereka berdua berada di dalam bola energi dari benturan pedang tulang leluhur beradu dengan tombak Tian Feng, tiba-tiba saja tubuh mereka seperti ada yang menarik.


Dalam waktu singkat keduanya tiba-tiba saja muncul di sebuah tempat yang sangat indah dan penuh dengan warna, jelas saja Tian Feng dan Azura terkejut ketika menyadari jika mereka berada di tempat lain.


"Dimana ini? Dan Kenapa aku berada disini?" tanya Tian Feng.


"Memangnya aku peduli akan itu? Lebih baik kita lanjutkan saja pertarungan kita disini!" kata Azura yang tidak mau peduli akan dimana saat ini dia berada dan mengapa dia bisa berpindah tempat.


"Azura..! Apakah kamu benar-benar lupa akan peringatanku padamu?" suara menggema serta terdengar berwibawa mengisi udara.


"Buddha Rulay?" Azura segera mengenali itu karena dia sudah sering bertemu dengan Buddha Rulay.


Tian Feng segera menoleh kemudian dia melihat ada sosok yang datang dengan tubuh yang di penuhi banyak cahaya. Sosok tersebut juga memancarkan aura agung serta wajahnya yang bercahaya yang di sertai dengan senyuman penuh kasih itu membuat hati Tian Feng merasa sangat nyaman melihatnya.


"Jadi ini sang Buddha Rulay?" batin Tian Feng karena ini adalah untuk yang pertama kalinya dia bertemu dengan Buddha Rulay.


"Tian Feng, kamu tarik kembali energimu karena dia tidak akan bisa berbuat apa-apa disini, jadi kamu tidak perlu khawatir lagi!" kata Buddha Rulay.

__ADS_1


Tian Feng segera menarik kembali energinya dan kemudian dia mundur menjaga jarak dari Azura, sedangkan Azura sendiri menatap Buddha Rulay dengan pikirannya yang di penuhi banyak tanda tanya, namun dia juga tidak mau menyuarakannya.


"Azura, Tian Feng, aku sengaja memindahkan kalian ke tempat ini karena aku ingin Bunga Teratai Batu Mustika yang berada di tubuh Azura di kembalikan padaku!" kata Buddha Rulay.


Azura terkejut mendengar hal itu kemudian dia menolaknya. "Bunga Teratai Batu Mustika Putih ini adalah milikku, aku yang menemukannya dulu, jadi aku tidak akan menyerahkannya padamu!" kata Azura.


Sebenarnya ada alasan lain dari penolakan Azura, alasan tersebut karena Bunga Teratai Batu Mustika Putih yang ada di dalam tubuhnya adalah satu-satunya sumber kekuatannya, jika sampai dia mengeluarkannya dan menyerahkan Bunga Teratai Batu Mustika itu kepada Buddha Rulay, maka kekuatannya akan langsung menurun secara drastis.


"Azura, apakah kamu yakin jika kamu menemukannya? Bunga Teratai Batu Mustika Putih itu sebenarnya tidak pergi tanpa alasan, namun di perjalanan, kamu malah menangkap Bunga Teratai itu bahkan sampai menghancurkannya menjadi pecahan kecil, apakah kamu masih beranggapan menemukannya, atau justru kamu merebutnya dari ku?"


Azura langsung terdiam, walau dia sadar jika sebenarnya dialah yang salah saat ini, namun dia tetap merasa keberatan jika Bunga Teratai Batu Mustika Putih di dalam tubuhnya harus dikeluarkan.


"Maaf aku tidak akan mengeluarkan Bunga Teratai Batu itu kepada siapapun termasuk kamu!" kata Azura kemudian dia berbalik dan berniat pergi.


"Tunggu Azura dengarkan dulu penjelasanku ini!" kata Buddha Rulay.


"


Azura segera berbalik kemudian bertanya, "Penjelasan apa lagi? Bukankah sudah jelas apapun penjelasanmu nanti aku tetap tidak akan mau, sekarang aku akan kembali ke duniaku!" kata Azura yang bicara tanpa menghormati Buddha Rulay.


"Baiklah jika memang kamu tetap menolaknya, dengan terpaksa aku akan mengeluarkan Bunga Teratai Batu Mustika Putih itu dari dalam tabuhmu!" kata Buddha Rulay.


Alam semesta langsung bergetar saat Azura melepaskan seluruh energinya yang berada di tahap Awal Rana Agung, hal itu membuat An Huang Yi yang baru saja tiba di istananya terkejut saat merasakan kekuatan yang sangat besar.


Buddha Rulay terlihat santai dengan wajah yang tersenyum, setelah beberapa saat, Buddha Rulay tiba-tiba membaca sebuah mantra.


Azura yang sudah bersiap untuk menghadapi Buddha Rulay demi mempertahankan Bunga Teratai Batu Mustika Putih di tubuhnya itu terkejut saat merasakan ada sesuatu yang aneh dari dalam tubuhnya.


Baik itu Tian Feng maupun Azura sama-sama merasakan ada sesuatu yang membuat dada keduanya sangat sakit serta sangat sesak untuk bernafas.


"Argh..! A..apa yang kamu lakukan Buddha? Ce..cepat hentikan semua ini!" seru Azura.


Tian Feng juga kesulitan untuk bicara, dia dan Azura sama-sama merintih kesakitan karena tidak mampu menahan rasa sakit yang sangat luar biasa itu, bahkan serasa sangat tersiksa dan mau mati.


Keduanya sama-sama jatuh berlutut kemudian Dua Bunga Teratai Batu Mustika tiba-tiba saja keluar dari tubuh keduanya dan tambah satu pecahan Batu Mustika kecil lagi yang keluar dari tubuh Tian Feng.


Buddha Rulay sebenarnya membaca mantra untuk mengeluarkan Bunga Teratai Batu Mustika Putih, karena pada dasarnya Bunga Teratai Batu Mustika Putih itu adalah miliknya, hal itu yang membuat Bunga Teratai Batu Mustika Putih di dalam tubuh Tian Feng juga ikut bergerak dan keluar.

__ADS_1


Saat kedua Bunga Teratai Batu Mustika itu keluar dari tubuh Tian Feng dan Azura, nafas keduanya langsung memburu dan energi keduanya menurun secara signifikan, dari Awal Rana Agung dan setengah langkah Rana Agung turun ke Puncak Dewa Agung.


Walau kemampuan mereka telah turun ke Tahap Dewa Agung, namun mereka terlalu lelah seperti kehabisan energi sehingga tidak bisa berbuat apa-apa.


Buddha Rulay menggerakkan telapak tangannya kemudian cahaya terang segera keluar dan mengenai kedua Bunga Teratai Batu Mustika itu serta satu pecahan kecil dari Batu Mustika.


Ketiga pecahan Bunga Teratai Batu Mustika yang berputar itu bergerak secara perlahan kemudian menempel satu sama lain dan kemudian menyatu membuat cahaya yang sangat menyilaukan mata menerangi seluruh tempat itu.


Kini Bunga Teratai Batu Mustika telah menyatu sepenuhnya menjadi Bunga Teratai Batu Mustika Putih yang sangat terang. Baik itu Tian Feng dan Azura yang masih merasa lemah hanya bisa terpana sekaligus bisa merasakan kekuatan dahsyat yang ada di dalam Bunga Teratai Batu Mustika itu.


"Gu Huan, Qin Tan Xanzi, Tan Zuo Xian, Liu Zhi Lianli, Xu Lian! Sekarang berkumpullah kalian berlima ke hadapanku!" seru Buddha Rulay dengan suara lembut.


Empat cahaya segera keluar, satu dari Bunga Teratai Batu Mustika, dan tiga dari dalam tubuh Tian Feng dan satu cahaya emas juga muncul dari lengan Tian Feng dan berubah menjadi Naga Api Emas yang sudah kembali saat Tian Feng berada di dalam bola energi bersama Azura.


Naga Api Emas dan empat cahaya terang itu kini berada di hadapan Buddha Rulay kemudian Buddha Rulay meniup keempat cahaya itu dengan pelan.


Keempat cahaya itu tiba-tiba saja berubah dan memiliki bentuk seperti sosok manusia namun terlihat transparan, keempat sosok itu segera berlutut kemudian mereka berempat serta Naga Api Emas itu sama-sama bersujud dihadapan Buddha Rulay.


"Azura, aku mengambil Bunga Teratai Batu Mustika itu darimu karena aku ingin menyatukannya dengan tubuh Tian Feng yang akan melawan An Huang Yi dua tahun lagi, kamu sendiri sudah tahu bukan seperti apa itu An Huang Yi, dia berambisi ingin menguasai seluruh Alam semesta, dia juga memiliki metode agar bisa mencapai tahap puncak Rana Agung, sedangkan kamu tidak bisa, jadi jalan satu-satunya agar ada yang bisa menandinginya adalah dengan cara menyatukan Bunga Teratai Batu Mustika Putih lagi lalu menggabungkannya dengan tubuh Tian Feng!" kata Buddha Rulay.


Azura yang sudah merasa sedikit bertenaga kini bangkit dan kemudian bertanya padanya, "Kenapa harus dia, kenapa tidak aku saja yang kamu pilih?" tanyanya.


"Apakah kamu yakin jika tubuhmu sanggup?" tanya Buddha Rulay.


Azura langsung terdiam karena dia sadar jika tubuhnya memang tidak mampu jika menyatukan diri dengan Bunga Teratai Batu Mustika Putih itu.


"Aku sudah tahu semuanya Azura, namun karena pada dasarnya kamu dan kaummu tidak sejahat An Huang Yi, maka aku masih bisa memaafkan mu, dan sebagai gantinya, aku akan memberikan Mutiara Abadi ini padamu agar kemampuanmu bisa kembali, dan mengenai kaum mu, aku akan meminta Kaisar Langit agar memberikan kalian sebuah anugerah serta kehormatan agar kalian setara dan tidak lagi di beda-beda oleh para penghuni Kahyangan!" kata Buddha Rulay.


Azura merasa senang mendengar Buddha Rulay akan membantu dirinya beserta para kaumnya untuk memiliki sebuah kehormatan dari Kaisar Langit, dan pastinya julukan para pasukan Iblis dan juga Kaisar Iblis akan dihapus, dan Azura serta kaumnya bisa berdamai dan hidup tenang.


Itu memang terdengar aneh, namun semuanya memang mengharapkan sebuah perdamaian, Azura dan kaumnya sejak dulu hanya minta untuk tidak di pandang rendah oleh para Dewa, karena sebuah kesalahan pahaman pertikaian pun terus terjadi hingga akhirnya demi bisa menghentikan kekacauan yang lebih besar dari An Huang Yi, Buddha Rulay akhirnya turun tangan sendiri untuk menghentikan pertikaian itu.


Tian Feng sendiri sejak tadi yang sangat terkejut ketika mengetahui jika Bunga Teratai Batu Mustika Putih yang sudah sempurna akan di satukan dengan dirinya.


"Tian Feng, kamu ikutlah denganku kerena aku akan membantumu menyatu dengan kekuatan ketiga Roh Penjaga Pusaka serta kekuatan Roh Bunga Teratai Batu Mustika Putih, dan untuk mu Azura, ambil ini setelah itu ikut juga denganku agar kamu bisa menggunakan Mutiara Abadi," kata Buddha Rulay.


Azura langsung bersujud mengucap rasa terima kasihnya, sedangkan Tian Feng tertegun sesaat sebelum akhirnya dia juga ikut bersujud karena dia akan dilatih langsung oleh Sang Buddha.

__ADS_1


***


Ada tiga hal yang membuat saya terkadang tidak update, yang pertama karena sangat lelah, yang kedua karena terlalu sibuk dengan kerjaan dan keluarga, yang ketiga karena sakit, saya merasa berat jika sampai harus libur update, karena aturannya jika sampai lebih dari tiga kali dalam satu bulan tugas update, maka level akan di turunkan dan pendapatan pun akan berukurang, namun karena halangan dari salah satu ketiga alasan di atas, walau berat hati maka kami sebagai author harus rela ketika level dan pendapatan kami menurun.


__ADS_2