Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Tian Feng melawan Dua Iblis Bersaudara


__ADS_3

"Jangan pedulikan orang itu, cepat serang mereka!" kata Qinpi kemudian dia maju dan ikuti oleh kedelapan Panglima lainnya serta pasukannya menyerang Ho Chen.


Pihak Pengawal Kaisar Kegelapan sama sekali tidak maju menyerang mengikuti Para Panglima Kaisar Iblis dan pasukannya, mereka tidak ingin gegabah dan lebih memilih melihat situasinya saja.


Sesaat di pertengahan akan mencapai tempat Ho Chen, sebuah sambaran petir jatuh tepat di depan para pasukan Kaisar Iblis, petir tersebut membuat ledakan gelombang kejut yang sangat besar, namun Gaozu dan Qinpi serta para Panglima lainnya langsung membuat perisai pertahanan.


Tenyata petir tersebut adalah Tombak emas yang dilemparkan oleh Tian Feng ke arah pasukan Iblis dan para Panglimanya, Tian Feng turun dan mendarat di samping Ho Chen.


"Apakah guru baik-baik saja?" tanya Tian Feng.


"Seperti yang kamu lihat, aku dan kami semua baik-baik saja karena pertempuran belum terjadi!" jawab Ho Chen.


Sudah lebih dari setahun Ho Chen berada di dunia bawah bersama dengan ke 12 Dewa lainnya, selama ini juga tidak ada penyerangan yang terjadi, yang bisa mereka lakukan hanyalah memantau pergerakan para Panglima Kaisar Iblis itu.


Namun siapa sangka ternyata hari ini mereka datang menyerang, dan yang lebih mengejutkan lagi, para Pengawal Kaisar Kegelapan juga bergabung dengan Pasukan Kaisar Iblis, terlebih lagi ternyata semua ini hanyalah sebuah jebakan saja.


"Aku sudah tahu itu guru, sebelumnya aku sudah mendapatkan informasi dari para Pengawal Kaisar Kegelapan yang aku bunuh di Kahyangan!" kata Tian Feng sembari menarik kembali Tombaknya yang tertancap dihadapan para Pasukan Kaisar Iblis.


Ho Chen dan semua dewa terkejut mendengar ucapan Tian Feng sehingga Ho Chen bertanya kepada Tian Feng.


"Kamu membunuh Pengawal Kaisar Kegelapan di Kahyangan? Memangnya mereka menyerang Kahyangan?" tanya Ho Chen.


"Iya, tapi pihak kami berhasil mengalahkan mereka dan aku sudah membunuh empat Pengawal dari Lima pengawal Kaisar Kegelapan!" jawab Tian Feng.


"Hem... Bagus-bagus demikian kekuatan Pengawal Kaisar Kegelapan itu sudah berkurang!" kata Ho Chen.


"Aku tidak peduli siapa kamu, namun Karena kamu adalah bagian dari mereka, maka kami juga akan mengangkapmu!" ucap Gaozu.


Tian Feng melirik kearah Gaozu kemudian berpindah ke arah para Pengawal Kaisar Kegelapan setelah itu dia berbalik dan berbicara kepada Ho Chen.


"Sepertinya dua sosok itu cukup kuat, biar aku yang menangani mereka, guru dan yang lainnya bisa mengurus sisanya!" kata Tian Feng yang di jawab dengan anggukan oleh Ho Chen.

__ADS_1


Tian Feng melangkahkan kaki nya kearah para Pasukan Kaisar Iblis kemudian dia berbicara kepada mereka, "Akulah lawan kalian berdua!" kata Tian Feng.


Gaozu dan yang lainnya saling berpandangan kemudian Qinpi juga bersuara, "Baik, kami berdua akan melawanmu, tapi ingat jangan pernah menyesal nantinya!" kata Qinpi.


Gaozu dan Qinpi terbang kemudian Tian Feng juga ikut menyusul dan bertemu di udara, sedangkan Ho Chen juga terbang kemudian menghadapi dua Panglima Iblis lalu di susul oleh Dewa mata Tiga yang menghadapi dua lawan, sedangkan para Dewa yang lain sisanya belum lagi tambahan dari serangan pasukan Kaisar Iblis.


Pertempuran yang pecah itu hanya bisa jadi tontonan para Pengawal Kaisar Kegelapan, mereka belum berani bergerak karena masih ragu.


Dampak dari pertempuran itu membuat dunia bawah kacau balau, serasa dunia akan hancur karena banyaknya bencana.


"Tendangan Kaki Menembus Tanah."


"Pukulan Memecah Angin."


Gaozu dan Qinpi sama-sama memberikan serangan pukulan dan tendangan dan sesekali menggunakan senjata sebagai serangan tambahan.


Tian Feng dengan Tombaknya menepis serta membalas serangan itu, benturan dari serangan sekuat itu menciptakan kilatan petir dan kemudian menyambar dan melubangi tanah dan meledakkan bukit.


Serangan jarak dekat yang di lancarkan itu tidak membuat Tian Feng kesulitan untuk melawannya, sebab serangan jarak dekat adalah keahlian utama Tian Feng.


Tian Feng mengayunkan Tombaknya kebelakang menahan serang Qinpi kemudian dia memberikan serangan tendangan memutar ke perut Qinpi.


Qinpi segera menahan tendangan itu dengan sebelah tangannya, namun tendangan Tian Feng sangat kuat membuat tangan Qinpi tidak mampu dan tendangan Tian Feng berhasil mengenai perutnya.


Tebasan pedang Gaozu yang hampir mengenai leher Tian Feng ternyata melesat karena Tian Feng yang memutar tubuhnya dengan memberikan satu serangan tendangan memutar.


Setelah berhasil memaksa Qinpi dalam posisi bertahan, Tian Feng segera berbalik dan kemudian dia memberikan satu pukulan gagang Tombaknya ke arah dada Gaozu.


Gaozu menghindar kesamping lalu memberikan sarangan tersembunyi dengan pedangnya yang tajam.


Pedang Gaozu berhasil mengenai pinggang Tian Feng, namun Zirah Tian Feng terlalu kuat dan tidak bisa ditembus oleh pedang Gaozu.

__ADS_1


"Sial, Zirah nya itu seperti bukan Zirah biasa!" batin Gaozu sekaligus mengambil jarak agak jauh.


Selama ini pedangnya tidak pernah gagal dalam melukai atau membunuh lawan yang kuat, namun ini baru pertama kalinya pedangnya tidak mampu menembus Zirah Tian Feng.


"Gaozu, sepertinya menyerangnya dengan serangan jarak dekat tidak efektif baginya, sebaiknya kita serang dia dengan sihir Elemen!" kata Qinpi.


Gaozu setuju dengan usul Qinpi kemudian dia mulia mengalirkan energi ke pedangnya dan disusul oleh Qinpi.


Melihat kedua lawannya yang mulai merubah serangannya, Tian Feng juga mengeluarkan petir merahnya dari tombak nya.


"Sihir Awan - Tebasan Pedang Kembar."


Gaozu dan Qinpi melepaskan energi pedangnya yang sangat kuat, dan sangat terasa kedua energi yang seperti asap hitam besar membentuk lengkungan itu memiliki ketajaman yang sangat luar biasa.


"Kuasa Rana - Petir Penyucian."


Tian Feng juga melapaskan satu sabetan tombak yang menciptakan energi Petir merah yang melesat ke arah dua energi pedang itu hingga menghancurkan kedua energi pedang itu hingga hilang.


Melihat kedua serangan gabungan itu gagal, kedua Panglima Iblis bersaudara itu tidak juga menyerah, mereka secara terus menerus menyerang Tian Feng dengan sangat sengit, sedangkan Tian Feng masih mengungguli keduanya.


Baik Tian Feng maupun kedua Iblis Bersaudara itu tidak peduli kerusakan seperti apa yang dihasilkan dari efek pertarungan mereka, ketiganya tetap melanjutkan pertarungan mereka yang semakin lama semakin sengit.


Ho Chen dan yang lainnya juga tidak kalah menakutkan dari pertarungan Tian Feng, dia juga bertarung dengan sengit melawan dua Panglima Iblis itu dan sesekali memberikan serangan sihir kearah pasukan Kaisar Iblis yang juga mengepungnya.


Tidak sulit bagi Ho Chen untuk mengimbangi serangan kedua lawannya, justru Ho Chen malah berhasil membunuh beberapa Pasukan Kaisar Iblis.


"Bagiamana ini, apakah kita hanya bisa menjadi penonton saja?" tanah Panglima Gerbang selatan kepada Dewa Hitam.


"Kita lihat dulu, apakah mereka berhasil atau tidak? Kita cari keuntungan saja, jika mereka sudah melemah, kita baru akan menyerah!" kata Dewa Hitam.


Dewa Hitam yakin jika Ho Chen dan Tian Feng pasti akan melemah setelah bertarung secara terus menerus.

__ADS_1


"Dewa Sesat ini? Saat aku melihatnya dulu, dia masih berada di Tahap Dewa, namun sekarang sepertinya dia sudah mencapai tahap Rana," gumam Dewa Petir Hitam yang tidak lupa kepada Tian Feng.


Hanya dalam waktu beberapa tahun saja, Tian Feng sudah memiliki kemampuan yang sangat besar, hal itu semakin membuat Dewa Petir Hitam semakin yakin jika Tian Feng memang sanggup untuk mengalahkan Kaisar Kegelapan.


__ADS_2