Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Jebakan


__ADS_3

***


"Terima kasih Tuan Kesatria! jika anda tidak ada disini, mungkin kami sudah kehilangan barang dagangan kami!" salah satu Pedagang dari Yamuru mengucapkan terima kasih kepada Tian Feng dengan bahasa Wutong.


"Tuan tidak perlu berterima kasih padaku! mulai saat kalian bisa berdagang dengan aman karena mereka sudah berjanji tidak akan kembali lagi!" jawab Tian Feng.


Memang benar jika Ke-lima Bandit tersebut sempat berjanji tidak akan kembali lagi, itupun atas permintaan Tian Feng.


Tian Feng juga berjanji akan datang ke markas persembunyian para rakyat yang memberontak untuk membantu mereka.


"Tuan Muda! Jika boleh kami tahu, siapakah nama Tuan muda ini!" tanya pedagang dari Jiuxi.


"Panggil saja aku Tian!" jawab Tian Feng.


"Tuan muda Tian! Nama saya adalah Xien Ling dan ini istri saya Yei Xien! Kami berdua dari Kerajaan Jiu," kata pedagang tersebut.


"Tuan Xien Nyoya Xien! Kebetulan sekali kita bertemu, Tuan Xien tidak perlu bicara formal begitu!" kata Tian Feng.


"Mungkin benar sekali Tuan Muda Tian, pertemuan kita ini mungkin adalah jodoh! Owh iya jika Tuan Muda Tian ingin pergi ke Kerajaan Jiu, Pergilah kearah Selatan, namun jaraknya cukup jauh."


Xien Ling menjelaskan jika perjalanan ke Kerajaan Jiu sangatlah sulit, butuh banyak perbekalan yang harus disiapkan, setidaknya harus membawa kereta dengan kuda-kuda yang berstamina tinggi.


Nantinya Tian Feng akan melewati sebuah Gurun Pasir yang sangat luas, bahkan tidak akan ada satu pepohonan pun yang akan terlihat.


Gurun pasir tersebut sangatlah panas saat siang dan akan sangat dingin disaat malam, belum lagi di Padang gurun pasir yang sangat luas itu sangat banyak sekali hewan Berbisa yang bersembunyi di dalam pasir seperti Kalajengking Hitam, Ular Pasir, dan beberapa Hewan berbisa lainnya yang mampu bertahan hidup di Pasir yang tandus serta panas.


Setidaknya Tian Feng harus membawa banyak persediaan Air Minum, dan yang paling utama harus selalu waspada karena sewaktu-waktu badai pasir bisa datang kapan saja.


"Tapi Tuan muda, jika Tuan muda ingin pergi tempat persembunyian para pemberontak, berarti Tuan muda harus membawa salah satu orang yang bisa menterjemahkan bahasa Tuan muda bukan?"


Tian Feng baru menyadari jika dirinya memang butuh penerjemah karena dia juga tidak bisa menggunakan Bahasa Balkan.


"Tuan Xien benar! Tapi siapa yang mau ikut denganku kesana?" tanya Tian Feng.


"Biar saya saja Tuan Kesatria! Saya akan membantu Tuan agar bisa berkomunikasi dengan mereka!" pedagang dari Yamuru menawarkan diri.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu! Tuan Xien, terima kasih banyak karena sudah menunjukkan jalan menuju ke Kerajaan Jiu, semoga nanti kita bisa bertemu lagi!" kata Tian Feng.


Setelah menyampaikan terima kasih nya kepada Xien Ling, dia dan pedagang dari Yamuru itu berangkat menuju ke tempat persembunyian para pemberontak.


Tian Feng hanya mengikuti pedagang tersebut karena pedagang itu bilang jika dia tahu tempat persembunyian para pemberontak Balkan.


Setalah berjalan sangat jauh dan berada di tempat yang mulai berpasir, langkah mereka berdua mulai melambat.


"Apakah kamu akan membuka jati dirimu disini?" tanya Tian Feng.


Pedagang dari Yamuru tersebut menoleh kearah Tian Feng dengan raut wajah kebingungan, "Tuan Kesatria bicara dengan saya?" tanyanya.


Tian Feng tersenyum tipis kemudian kembali berbicara lagi, "Sudahlah tidak perlu berpura-pura lagi Tuan, kamu bisa menyamar sebagai pedagang, namun tidak bagiku!"


Sejak Pedagang Yamuru itu menyapa Tian Feng dan menyampaikan rasa terima kasih nya, Xian berbicara kepada Tian Feng jika pedagang dari Yamuru itu memiliki Aura Energi Hitam yang ia sembunyikan.


Tian Feng memang belum bisa merasakannya, namun Xian dan Xanzi dapat merasakan energi hitam tersebut, tidak peduli seberapa hebat pria itu menyembunyikannya, namun itu tidak akan bisa menipu Xian dan Xanzi.


Pedagang dari Yamuru tersebut menghela nafas panjang kemudian dia melepaskan pakaiannya.


"Ternyata memang benar, kamulah Kesatria dari Wutong yang dijuluki Pendekar Dewa Sesat! Kemampuanmu sangat hebat anak muda bisa mengetahui penyamaran ku walau aku sudah menyembunyikan energi serta kemampuan ku!" kata Pria paruh baya tersebut.


"Sebenarnya sudah lama aku ingin tahu seberapa hebat dirimu itu, Kenapa kamu bisa mengalahkan Kai Jhin? Padahal aku rasa kemampuanmu berada dibawah Kai Jhin!"


"Owh, jadi kamu adalah temannya, atau kamu sendiri salah satu dari ke dua puluh Pengawal Bintang Hitam?" tanya Tian Feng.


"Hahaha...! Kamu terlalu berani anak muda! Dengan kemampuan yang belum berada di tahap Raja Bumi saja kamu cukup percaya diri juga saat berhadapan dengan lawan yang memiliki kemampuan lebih tinggi darimu, aku salut sekali!" kata Pria tersebut.


"Aku memang salah satu dari dua puluh Pengawal Organisasi Bintang Hitam, Namaku adalah Hedelles, pengawal yang berada di posisi ke 12!" kata Hedelles.


"Emm, pengawal ke 12, jadi posisi itu di duduki negara Yamuru?" batin Tian Feng.


"Kamu jangan khawatir anak muda, lagi pula bukan aku yang akan melawanmu, melainkan mereka bertiga!" kata Hedelles menatap keudara.


Tian Feng melihat keatas dan disana terlihat ada tiga orang yang sedang melayang dan semakin lama semakin merendah.

__ADS_1


Tian Feng pernah menghadapi dua diantaranya, dia adalah Kwe Shin dan Raneb, sedang satu wanita lagi Tian Feng tidak tahu.


"Jadi ini hanya Jebakan saja?" batin Tian Feng.


"Kamu berhasil membawanya kesini Hedelles, sekarang kita akan melihat seberapa kuatnya dia sehingga Pimpinan dan Tuan kita jadi sangat khawatir sekali!" kata seorang wanita yang memiliki gelang kepala dan ada ukiran kucing di dahinya.


"Fukayna! Jika kamu ingin membunuhnya lakukan dengan cepat, jangan bermain-main, aku akan menunggumu di Kediaman pimpinan Balkan!" kata Hedelles kemudian dia menatap Tian Feng.


"Selamat bersenang-senang anak muda!" kata Hedelles kemudian dia terbang meninggalkan Fukayna yang sedang bersama dengan Kwe Shin dan Raneb.


"Kita bertemu lagi Pendekar Dewa Sesat! Hari ini aku akan membalasmu!" kata Raneb.


Tian Feng terlihat diam, namun sebenarnya dia sedang mendapatkan arahan dari Xian serta Xanzi.


"Tidak Raneb! Kamu dan Saudari Kwe Shin jangan menyerangnya karena pemuda ini saat ini adalah milikku!" Fukayna menolak Raneb agar tidak ikut campur.


"Hahaha... Baik-baik!" kata Kwe Shin kemudian dia berbicara kepada Tian Feng.


"Kali ini kamu tidak akan bisa selamat dan aku pastikan kamu tidak akan pernah kembali lagi ke tempat tanah kelahiran mu Karena saat ini yang akan menghadapi mu adalah Fukayna, salah satu Kesatria Wanita dari Yamuru!" kata Kwe Shin.


"Menjauhlah kalian berdua, biarkan aku menikmati pertarunganku dengan pemuda ini!" kata Fukayna.


Raneb dan Kwe Shin pun sedikit menjauh dan memberi ruang bagi Fukayna untuk menghadapi Tian Feng.


Tian Feng sendiri juga sudah selesai mendapatkan saran dari Xian serta Xanzi, mereka berdua berkata jika Tian Feng tidak perlu khawatir lagi karena kemampuan Fukayna setara dengan dirinya, kecuali Hedelles yang lebih hebat.


Itu memang jelas karena Fukayna berada di posisi ke 13, sedangkan Hedelles berada di posisi ke 12.


Andai yang dilawan hanya Hedelles saja pun Tian Feng diminta tidak perlu khawatir, walau kemampuan Hedelles mencapai tingkat ke Tahap Raja Bumi, namun itu tidak sempurna.


Kecuali jika Hedelles dan Fukayna serta Kwe Shin dan Raneb bersatu menyerangnya, barulah Tian Feng harus berhati-hati.


Namun melihat Hedelles yang meremehkan Tian Feng serta rasa percaya diri Fukayna, mereka pasti tidak akan bekerja sama.


Dengan tangan kosong saja Tian Feng pasti bisa mengimbangi Fukayna, apa lagi dengan menggunakan Toya Emas nya, tentu akan lebih mudah bagi Tian Feng untuk mengalahkan Fukayna.

__ADS_1


"Majulah anak muda!" kata Fukayna.


Mereka berdua saling berpandangan cukup lama dan pada akhirnya mereka berdua mulai maju saling melepaskan serangan pertama mereka.


__ADS_2