Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Pengungsian reruntuhan kuno


__ADS_3

Alice tersenyum hangat kearah Lin Ling kemudian dia menghampirinya dengan niat ingin menolong, namun Lin Ling justru memasang wajah pucat dan takut, menurutnya Alice lebih menakutkan dari pada orang-orang Yamuru yang mati di tangan Alice.


"Ehem..! Nona Lin, nona tidak perlu takut, Alice hanya ingin membantumu!" kata Tian Feng yang mencairkan suasana mencekam.


"Saudara! Kenapa saudara tahu nama adik saya? Perasaan kita belum berkenalan?" tanya Xiao Fan.


"Owh itu..! Sebenarnya kami sudah lama saling kenal, hanya saja kami bertemu hanya dua kali dan ini adalah yang ketiga kalinya!" jawab Tian Feng kemudian dia menoleh kearah Wong Chin dan Liu She Gwo yang datang menghampirinya.


"Terima kasih banyak atas bantuan saudara muda, jika boleh saya tahu siapakah nama saudara muda ini?" tanya Wong Chin.


Alice datang dengan membawa Lin Ling yang masih merasa canggung, mereka semua berkumpul dan tidak memperdulikan para mayat itu yang menjadi tontonan banyak orang.


"Senior Wong Chin dan Senior Liu She Gwo lama tidak bertemu sekarang kalian terlihat lebih tua!" sapa Tian Feng sambil tertawa kecil.


Wong Chin dan Liu She Gwo saling bertukar pandang, mereka sungguh tidak mengenal Tian Feng bahkan bertemu pun sepertinya tidak pernah, "Maaf, apakah sebelumnya kita pernah bertemu?' tanya Liu She Gwo.


Tian Feng kembali tertawa kecil kemudian dia menatap kearah Lin Ling sekaligus melemparkan pertanyaan kepada Liu She Gwo, "Senior, apakah senior masih ingat dengan anak kecil yang dibawa oleh guru Zang Yang menuju ke Perguruan Singa Emas sekitar 15 tahun yang lalu?"


"Anak kecil?" Liu She Gwo dan Wong Chin berusaha mengingat-ingat sedangkan Xiao Fan dan Lin Ling hanya menatap ketiganya secara bergantian.


"Apakah maksudmu anak kecil yang dibawa dari kediaman Tuan Yuan?" tanya Wong Chin.


Tian Feng mengangguk kemudian menjawabnya, "Benar sekali senior Wong!" jawabnya.


Mata Wong Chin dan Liu She Gwo serta Lin Ling sama-sama melebar namun Xiao Fan masih kebingungan karena dia memang tidak tahu apa-apa.


"Jadi kamu Tuan Muda Yuan Tian? Owh pantas saja aku tidak mengenalmu, lagi pula kenapa kamu menutup wajahmu dengan kain? Bukankah menurut kabar kamu sering mengenakan topeng?" tanya Liu She Gwo.


"Topengku sudah rusak!" jawab Tian Feng.


Wong Chin menghampiri Tian Feng kemudian dia memperhatikan Tian Feng dari atas sampai bawah, "Kau benar-benar sudah besar, dulu kamu saat ikut bersama dengan kami masih segini!" kata Wong Chin sekaligus mengarahkan telapak tangannya setinggi pinggang sebagai ukuran tinggi Tian Feng dulu.


"Benar juga, dulu dia masih sangat kecil sekali, namun sekarang, dia tidak hanya sudah besar, namun dia juga memiliki nama gelar yang sangat besar, aku sungguh sangat iri!" kata Liu She Gwo.


"Hihihi.. Jika Nona Lin Ling saja sudah sebesar ini, apalagi dengan diriku?" kata Tian Feng sambil tertawa kecil.


"Ternyata Tuan Muda Yuan bisa bercanda juga!" kata Lin Ling dengan malu-malu.


Lin Ling bukan terkejut karena Tian Feng yang sudah besar, dia sudah pernah bertemu dengan Tian Feng saat di pertandingan Kuburan Seribu Pedang, hanya saja sekarang dia terkejut karena pemuda yang dulu pernah menggemparkan seluruh Wilayah Kerajaan Wu kini muncul kembali dihadapannya.


"Ah Tuan Muda Yuan, kenalkan ini adalah Tuan Muda Xiao Fan, dia adalah kakak Lin Ling sekaligus cucu pertama gurumu!" kata Wong Chin memperkenalkan Xiao Fan kepada Tian Feng.


"Senang bertemu dengan Tuan Muda Xiao Fan, namaku Tian!" kata Tian Feng sekaligus menangkupkan kedua telapak tangannya kearah Xiao Fan.


"Tuan Muda Yuan, saya juga merasa beruntung bisa bertemu dengan Tuan muda!" Xiao Fan juga menangkupkan tangan membalas memberikan salam kepada Tian Feng.


"Xiao Fan gege, Tuan muda Yuan ini sebenarnya adalah Pendekar Dewa Sesat!" kata Lin Ling menambahkan karena dia melihat Xiao Fan yang masih belum mengenal Tian Feng yang sesungguhnya.


Xiao Fan jelas terkejut mendengarnya, dia jelas sudah mendengar nama besar Pendekar Dewa Sesat, satu-satunya Pendekar muda terkuat yang namanya sering disebut-sebut oleh semua para Pendekar hebat lainnya.

__ADS_1


Tubuh Xiao Fan sedikit bergetar karena merasa tidak percaya, dengan perasaan senang dan kaget, dia kembali menangkupkan tangannya, "Maafkan saya yang tidak mengenali Pendekar Dewa Sesat!" kata Xiao Fan.


"Jangan sungkan seperti itu Tuan Muda Xiao, itu hanyalah sebuah nama gelar yang besar-besarkan saja oleh orang lain!" kata Tian Feng.


"Tuan Muda Yuan, kenapa kamu berada disini?" tanya Liu She Gwo dengan bahasa yang lebih sopan.


Sebenarnya Liu She Gwo menyayangkan Tian Feng yang keluar dari perguruan, terlebih lagi saat itu sifat Chang Shan yang terlalu angkuh dan menolak Tian Feng untuk menjadi murid Perguruan Singa Emas, andai saja Tian Feng diterima, nama besar Perguruan pasti akan naik karena bakat Tian Feng yang tinggi hingga menjadi Pendekar nomor satu di seluruh Kerajaan Wutong.


"Sebenarnya aku dan Alice ingin mencari penginapan malam ini, namun karena melihat keributan, kami akhirnya mampir untuk melihatnya, tidak tahunya setelah sampai disini ternyata yang mengalami masalah adalah teman lamaku!" jawab Tian Feng.


Wong Chin dan Liu She Gwo tertawa karena merasa senang jika Tian Feng masih menganggap mereka sebagai temannya walau umur keduanya jauh lebih tua dari Tian Feng, namun mereka tentu tidak tahu jika sebenarnya umur Tian Feng jauh lebih tua dari mereka berdua.


"Kalau begitu ini sebuah kebetulan, kami juga sedang mencari penginapan malam ini, bagaimana kalau kita pergi bersama-sama?" kata Liu She Gwo.


"Setuju, lagi pula sudah lama kita tidak pernah bertemu, tapi ngomong-ngomong gadis ini siapamu?" Wong Chin kini bertanya tentang Alice yang hanya diam.


Wong Chin tidaklah bodoh jika harus mengabaikan Alice karena dia tahu Alice bukanlah gadis biasa, melihat cara dia menghabisi orang-orang dari Yamuru hanya seorang diri, dia yakin kemampuan Alice pasti sangat besar.


"Dia... Eeee.. dia! Namanya adalah Alice gadis dari Foiberia!" jawab Tian Feng.


"Iya kami tahu itu, tapi pertanyaannya apakah kalian memiliki sebuah hubungan? Seperti sepasang kekasih dan hubungan lainnya?" tanya Lagi Wong Chin.


Tian Feng menatap Alice dan mata Alice juga membalas tatapan kepada Tian Feng, "Dia dan aku adalah..!!"


"Teman..!" Alice tiba-tiba saja menjawab sebelum Tian Feng.


Mereka berenam akhirnya pergi bersama-sama untuk mencari penginapan yang masih kosong sekaligus ingin saling bercerita karena pertemuan mereka kembali dengan Tian Feng.


Xiao Fan diam-diam tetap melirik Alice, walau masih memiliki perasaan kagum, namun aksi terakhir Alice membuatnya tidak berani manyapanya.


***


Mereka menemukan sebuah penginapan yang sangat besar dan memiliki banyak kamar, saat ini hanya itu satu-satunya Penginapan yang tersisa.


"Kalian terkena racun biasa, efek racun ini hanya sesaat saja, racun ini akan hilang sendiri selama kalian tidak bertarung dengan menggunakan Chi!" kata Tian Feng yang memeriksa kondisi Wong Chin dan tiga lainnya.


Saat ini Tian Feng sudah tidak menutup wajahnya lagi dengan kain, dia secara terang-terangan menunjukkan wajah tampannya namun Lin Ling dan Alice tidak ada di tempat itu karena mereka sudah lebih dulu masuk ke kamar mereka untuk memulihkan diri setelah Lin Ling selesai di periksa oleh Tian Feng.


"Berarti racun ini hanya racun pelumpuh sementara? Apakah selama kami tidak bertarung, racun ini akan benar-benar menghilang?" tanya Wong Chin.


Tian Feng mengangguk kemudian dia melihat kearah pintu kamar penginapan milik Alice yang sekamar dengan Lin Ling.


"Sepertinya Nona Lin Ling sudah berada di Puncak Pendekar Menengah, apakah dia selama ini masih tinggal di Perguruan Mata Elang?" tanya Tian Feng.


"Iya, saya dan adik masih tinggal disana?" jawab Xiao Fan.


Tian Feng juga mengukur tingkat kemampuan Xiao Fan, dia sebagai kakaknya Lin Ling justru memiliki kemampuan yang lebih rendah dari Lin Ling.


"Sebenarnya kalian bertiga mau pergi kemana? Apakah akan pergi menuju ke Perguruan Singa Emas, atau mau pergi ketempat lain?" tanya Tian Feng.

__ADS_1


"Sebenarnya kami berempat akan pergi ke pengungsian reruntuhan kuno, disana para kepala guru kami dan seluruh Organisasi Jalan Kebenaran sedang berlatih bersama Panglima Wei Fang, dan mereka dilatih oleh seorang kakek tua yang memiliki kemampuan bisa terbang seperti mu!" jawab Liu She Gwo.


"Kakek tua?" Tian Feng berpikir sejenak, dia yakin jika kakek yang dimaksud itu pasti Lio Long.


"Jadi Panglima Wei Fang masih berlatih? Lalu sampai dimana kemampuannya saat ini? Apakah guru Zang juga berada disana?" tanya Tian Feng.


"Iya Kakek ada disana, dan menurut kabar beberapa orang saat ini sudah ada yang bisa terbang dan salah satunya adalah Panglima Wei Fang!" jawab Xiao Fan.


"Owh..!?"


Tian Feng jelas terkejut mendengar kabar tersebut, dia tidak menduga jika beberapa Pendekar kini sudah bisa terbang, besar kemungkinan jika mereka sudah mencapai ditahap Raja, setidaknya sudah sampai ditahap Raja Bumi. Tian Feng yakin jika Lio Long pasti menggunakan Pil yang bisa menambahkan jumlah pusaran Chi, karena jika berlatih seperti biasa sepertinya itu adalah hal yang mustahil untuk dicapai selama dua tahun.


Masalahnya jika menggunakan Pil sebagai sumber peningkatan kemampuan, itu sedikit berbeda karena tahap demi tahap harus bisa disempurnakan oleh beberapa sendi yang harus dibentuk, namun setidaknya saat ini mereka sudah memiliki kemajuan walau secara paksa.


"Senior Wong, senior Liu, kemampuan kalian berdua saat ini sudah berada ditingkat atas, berapa banyak jumlah Chi yang kalian miliki saat ini?" tanya Tian Feng.


"Jumlah Chi kami? Saat ini aku hanya memiliki Chi sebanyak 37 Pusaran, dan Wong Chin memiliki 38 pusaran, mengumpulkan Chi sebanyak ini saja sungguh sangat sulit dan lama! Tapi kenapa kamu bertanya masalah ini?" tanya Liu She Gwo.


"37 Pusaran dan 38 pusaran, hanya kurang lima pusaran lagi mereka akan naik ke tingkat Cahaya, jika aku memberikan mereka Pil Tulang Hati, maka jumlah Chi mereka akan bertambah 10 pusaran dan masing-masing akan memiliki setidaknya 47 dan 48, itu mereka sudah berhasil naik ke tingkat Cahaya!" Tian Feng berpikir sendiri sambil mengelus dagunya.


"Tuan Muda?" Wong Chin memanggil Tian Feng yang larut dalam pemikirannya sendiri.


"Owh iya maaf!" Tian Feng segera tersadar kemudian dia mengeluarkan empat botol kecil dari balik bajunya, namun sebenarnya dia mengeluarkannya dari dalam Cincinnya, "Ini ada Pil untuk kalian, masing-masing ada tiga Pil di dalam botol kecil ini, minumlah Pil ini saat kalian sedang bermeditasi!" kata Tian Feng kemudian dia memberikan Wong Chin dan Liu She Gwo masing-masing satu botol dan Xiao Fan dua botol dimana satu untuk Lin Ling.


Liu She Gwo yang penasaran segera membuka tutup botol itu dan kemudian aroma obat yang sangat kuat langsung menyebar keseluruh ruangan, "Ini Obat apa? Aromanya seperti obat yang sangat mahal!" kata Liu She Gwo yang bertanya karena rasa penasarannya.


"Ini hanyalah Pil biasa, Pil ini bernama Pil Tulang Hati, Pil ini setidaknya bisa menambah jumlah Pusaran Chi sebanyak 10 Pusaran disetiap butirnya!" jawab Tian Feng.


"Apa, 10 pusaran?" Liu She Gwo langsung bangkit ingin melompat setelah mendengar penjelasan Tian Feng.


Tidak hanya Liu She Gwo yang beriaksi demikian, bahkan Wong Chin dan Xiao Fan juga sama terkejutnya kemudian menatap botol kecil tersebut dengan rasa tidak percaya.


Tian Feng hanya tersenyum tipis, dia sudah menduga jika mereka akan bereaksi demikian karena pada dasarnya Pil atau obat yang bisa menambahkan jumlah Pusaran sebanyak itu adalah hal yang sangat langka dan juga sangat sulit, bahkan di perguruan besar sekalipun sama sekali tidak memiliki Pil yang semacam itu, hanya anehnya menurut Yao Shan Pil Tulang Hati di dunianya sama sekali Pil yang tidak terlalu berharga.


"Tuan muda Yuan! Pil ini terlalu berharga untuk kami, kami merasa tidak pantas menerima Pil ini, jika Tuan muda Yuan ingin menjualnya, kami takut tidak mampu membayarnya!" kata Wong Chin sekaligus mendorong botol kecil yang terbuat dari giok yang dimiliki oleh Yao Shan kearah Tian Feng.


"Apa yang Senior Wong bicarakan, aku tidak berniat menjual atau apapun itu, aku hanya ingin membantu kalian semua agar kalian bisa naik ketingkat selanjutnya, namun kalian tetap harus meminum Pil ini satu persatu, saranku minumlah Pil berikutnya setelah kalian sudah membiasakan diri dengan kemampuan baru kalian, setidaknya setelah tiga atau lima bulan berikutnya baru kalian minum lagi!" kata Tian Feng sekaligus kembali mendorong botol tersebut kepada Wong Chin.


Kini tangan Wong Chin gemetar saat menerima botol Pil tersebut, menurutnya ini adalah satu-satunya Pil paling berharga yang ia miliki selama seumur hidupnya, "Terima kasih banyak Tuan muda, aku sungguh berhutang banyak akan ini, aku berjanji akan membayarnya suatu saat nanti!" kata Wong Chin sekaligus memegang erat-erat botol itu dan dia takut kehilangan Pil paling berharga.


Liu She Gwo dan Xiao Fan juga mengucapkan kata yang sama, namun mereka sadar jika Tian Feng sudah memeberikan aturan cara minumnya, mereka yakin jika Pil Tulang Hati itu memiliki efek samping yang besar jika sampai salah mengkonsumsinya.


"Senior Wong, Senior Liu dan Tuan Muda Xiao, maaf aku tidak bisa menemani kalian terlalu lama malam ini, saya ingin segera beristirahat dan besok kita akan sama-sama melanjutkan perjalanan kita masing-masing!" kata Tian Feng.


"Tuan Muda, apakah Tuan muda tidak ikut kami ke Pengungsian reruntuhan kuno? Jika tidak salah Tuan Yuan Xia juga berada disana?" tanya Liu She Gwo.


"Nanti kami menyusul, namun besok kami masih harus mampir ke Kota Xanhuo, sudah lama aku ingin pulang walau hanya sesaat!" kata Tian Feng.


Liu She Gwo dan Wong Chin serta Xiao Fan sama-sama bertukar pandang, wajah mereka terlihat seperti tenggelam saat Tian Feng menyebut nama Kota Xanhuo.

__ADS_1


__ADS_2