
"Tian Gege, dimana Naomi Jiejie? Kenapa aku tidak melihatnya?" tanya Chie Xie.
"Kapan dia akan kembali!"
Tian Feng menoleh dan melihat seorang pria yang hampir saja dia tidak mengenalinya. "Tuan Hiroshi!" kata Tian Feng.
"Heh, kamu ini sudah mau menikahi anaknya, tapi sekarang kamu masih memanggil dia dengan sebutan Tuan!" kata Lie Yie yang menjewer sedikit telinga Tian Feng, namun Xihua lebih dulu menahan tangan Lie Yie agar tidak menyakiti ayahnya.
"Apa kabar Tian-San, owh tidak tetapi calon menantu?" tanya Hiroshi.
Tian Feng tersenyum canggung kemudian dia menjawabnya, "Kabar ku baik-baik saja, dan Naomi sedang pergi bersama guru Qiao Lin ke rumah Ibu Suri, mungkin sebentar malam mereka akan kembali" jawab Tian Feng.
"Hah... Guru Qiao Lin juga ada disini?" tanya Chie Xie yang terkejut setelah mengetahui jika Qiao Lin berada di sana juga.
Chie Xie dan Alice tentu tidak akan lupa kepada Qiao Lin, berkat bantuan Qiao Lin Xihua akhirnya bisa dilahirkan.
"Lalu kemana Saudara Chen sekarang?" tanya Wang Dunrui.
"Aku disini saudara Dunrui!" suara Ho Chen terdengar dari arah belakang mereka.
Semuanya menoleh dan melihat Ho Chen yang berjalan menghampiri mereka semua setelah itu semuanya segera menyapanya.
"Kalian berdua ini hanya tidak bertemu selama hampir lima tahun saja aku sudah tidak bisa meraba tingkat kekuatan kalian berdua!" kata Yinfei.
Tidak hanya Yinfei saja, bahkan Lio Long, Xi Liyi, dan manusia Dewa lainnya tidak bisa merasakan tingkat kekuatan Ho Chen serta Tian Feng, namun dari aura yang terpancar bisa di lihat jika keduanya kini berada di tingkat yang tidak bisa mereka capai.
"Sebaiknya kita masuk dulu kedalam mari..!" kata Ho Chen kemudian dia menghampiri Xuan Wu.
"Dewa Angin Utara, terima kasih atas bantuannya!" kata Ho Chen.
"Dewa Ho Chen jangan terlalu sungkan, sebagai sesama dewa memang sudah seharusnya kita saling membantu! Sekarang aku pamit karena ada urusan lain yang harus aku kerjakan!" kata Xuan Wu.
"Baik silahkan Dewa!" kata Ho Chen kemudian Xuan Wu pergi meninggalkan mereka semua.
"Aih aku lupa memberi tahu soal gadis kecil itu yang tidak terpengaruh oleh sihirku!" Xuan Wu yang sudah jauh teringat akan Xihua yang tidak bisa dia sihir, namun karena sudah terlanjur jauh akhirnya Xuan Wu tetap pergi karena dia yakin Ho Chen pasti akan mengetahuinya sendiri.
"Wah, jadi ini adalah putrimu yang waktu itu? Sekarang dia sudah besar dan juga memiliki kemampuan di tahap Raja Bumi, ternyata tafsiranku tidak salah!" kata Ho Chen saat melihat Xihua yang di gendong oleh Tian Feng.
Ho Chen sudah bisa menduga jika Putri Tian Feng dengan Alice memang akan memiliki kekuatan yang sangat besar jika di kembangkan dan di latih dengan benar, semua ini karena Xihua mewarisi kekuatan dari Energi Hitam murni.
"Xihua, ayo beri salam kepada kakek guru!" kata Tian Feng.
"Kakek guru?" Xihua mengamati Ho Chen secara seksama, dia merasa heran kenapa dia harus memanggil Ho Chen dengan sebutan kakek guru, padahal jika dilihat secara fisik, Ho Chen terlihat tidak jauh berbeda dengan ayahnya.
"Iya Kakek guru, beliau adalah guru ayahmu!" kata Alice.
__ADS_1
Xihua segera mengerti kemudian dia memberi salam kepada Ho Chen. "Kakek Guru!" kata Xihua.
Ho Chen tersenyum sekaligus mengelus kepala Xihua, saat mengelus kepala Xihua Ho Chen langsung menyadari jika Xihua tidak sedang dalam pengaruh Sihir Ilusi Xuan Wu.
"Gadis Pintar!" kata Ho Chen.
"Ho Chen, baru kali ini aku mengetahui jika dunia tempat para Dewa ini seperti ini, aku pikir sebelumnya jika dunia para Dewa itu berada di kahyangan!" Xi Liyi berkomentar.
Setelah tiba di ruang tamu, Ho Chen mempersilahkan semuanya untuk duduk kemudian dia menjawab pertanyaan Xi Liyi.
"Memang seperti ini dunia para Dewa, jadi senior tidak perlu merasa heran," jawab Ho Chen.
Yinfei, Lio Long, Xi Liyi, Lang Yu, Wang Dunrui saling mengobrol, sedangkan Yuan Xia dan Lie Yie serta Chie Xie dan Alice saling mengobrol satu sama lain.
"Bagaimana kondisi Kerajaan Wutong saat ini ayah!" tanya Tian Feng.
"Saat pertemuan terakhir selesai, kini Kerajaan Wutong sudah sangat damai, belum lagi sekarang Kerajaan Wutong dan Kerajaan Xiadong sudah berdamai, itu karena Panglima Wei Fang dan Panglima Daidai yang memilih untuk berdamai!" jawab Yuan Xia.
"Syukurlah jika demikian, itu artinya tidak ada lagi kejahatan di Kerajaan Wutong!" gumam Tian Feng.
"Siapa bilang tidak ada? Walau Organisasi Tiga Bunga dan Bintang Hitam sudah di musnahkan, bukan berarti kejahatan juga sudah lenyap, masih ada kejahatan-kejahatan lain, dan baru-baru ini Kerajaan Xiadong juga sedang mengalami gejolak karena upaya pemberontakan, karena itu saat ini Panglima Wei Fang sedang berada di Kerajaan Xiadong untuk membantu masalah disana!" kata Yuan Xia.
Tian Feng tersenyum kecut mendengar hal itu, dia sadar tidak akan bisa membersihkan kejahatan dari dunia, karena setiap satu kejahatan di habisi, maka akan lahir kejahatan-kejahatan yang lain.
"Gege, ada kabar duka untukmu!" kata Chie Xie.
"Guru Yinyi atau Nenek Chi sudah meninggal, dan juga Kakek kita juga sudah meninggal!" kata Chie Xie.
Tian Feng terkejut mendengar kabar duka tersebut, Tian Feng masih merasa memiliki hutang Budi terhadap Nenek Chi atau yang memiliki nama asli Mei Yinyi yang menjadi pendiri Perguruan Singa Emas.
Tanpa bantuan nenek Chi yang dulu pernah memberikan sepasang dua kitab Singa Emas dan Singa Suci, Tian Feng berhasil mendapatkan gelar, dan jurus dari Singa Emas itu sudah menemani dalam beberapa waktu lamanya.
Belum lagi atas kabar duka kematian Yuan Jiu, walau Tian Feng pernah dihina oleh Yuan Jiu, namun pada akhirnya Yuan Jiu bisa menerima dirinya sebagai cucunya, walau secara usia asli Tian Feng dan Yuan Jiu hampir satu segenerasi, namun Tian Feng tetap merahasiakannya dan akhirnya diterima secara terbuka menjadi anggota keluarga Yuan.
"Ayah, maafkan aku karena tidak ada disana mengantar kepergian kakek!" kata Tian Feng kepada Yuan Xia.
"Tidak apa-apa Tian, lagi pula kami semua mengerti, kakekmu sempat berpesan sebelum dia meninggal agar nanti harta warisan keluarga Yuan dibagi menjadi dua, 70 akan di wariskan padamu, dan 30 kepada adikmu!" kata Yuan Xia.
Walau Chie Xie adalah anak serta cucu keluarga Yuan satu-satunya, namum Chie Xie adalah seorang wanita, sedangkan harta warisan hanya bisa di serahkan seluruhnya kepada Chie Xie jika Chie Xie sudah menikah.
Karena Chie Xie belum menikah, maka lebih dari setengah harta keluarga Yuan akan diwariskan kepada Tian Feng, walau Tian Feng hanyalah anak angkat, namun Yuan Jiu sudah memutuskannya sebelum kematiannya.
"Tidak ayah, aku tidak bisa menerima warisan sebanyak itu, sebaiknya serahkan semua warisan itu kepada Xie'er, atau di tukar saja, aku 30 dan Xie'er 70!" kata Tian Feng menolak secara halus.
Wajah Yuan Xia dan Lie Yie menjadi murung, belum lagi walau Chie Xie yang juga ikut murung setelah Tian Feng menolak warisan itu.
__ADS_1
"Kenapa, apakah ucapanku sudah menyakiti hati kalian? Jika demikian aku minta maaf, tapi sungguh aku tidak membutuhkan warisan itu, yang aku mau hanyalah kebahagiaan kalian semua, kalian adalah keluargaku yang lebih berharga dari sebuah harta warisan manapun, karena harta masih bisa dicari, sedangkan membahagiakan keluarga itu lebih sulit dari pada mencari harta!" kata Tian Feng.
Perkataan Tian Feng nyatanya tidak merubah wajah murung mereka bertiga sehingga membuat Tian Feng merasa kebingungan dan akhirnya dia melirik kearah Alice, Tian Feng yakin Alice pasti mengetahui sesuatu, namun saat dia melihat Alice, dia justru hanya mengangkat kedua bahunya.
"Tian, bisakah kita bicara berdua sebentar?" tanya Yuan Xia.
Tian Feng mengangkat kedua alisnya kemudian sebelum menjawab, dia mulai menggunakan Spritualnya untuk mengetahui isi hati serta apa yang sedang Yuan Xia pikirkan.
"Menantu dan Xie'er, tolong tinggalkan kami berdua, dan Yie'er bawalah Xihua pergi sebentar disini, aku ingin bicara dengan Tian soal itu!" kata Yuan Xia.
"Xia, jangan kamu memaksa karena belum tentu dia...!"
"Aku tahu Yie'er, tenang saja!" kata Yuan Xia.
Chie Xie, Alice, Lie Yie yang membawa Xihua segera pergi meninggalkan Yuan Xia dan Tian Feng berdua dan pindah ke tempat yang agak jauh dari keduanya.
"Tian, aku ingin membicarakan soal Xie'er padamu!"
"Tidak ayah!"
Yuan Xia terkejut setelah Tian Feng memotong pembicaraan sebelum dia menyelesaikan perkataannya.
"Apanya yang tidak Tian?" tanya Yuan Xia.
Tian Feng tersenyum hangat kemudian dengan wajah tenang dia mulai menjelaskan akan maksud perkataannya yang sudah memotong perkataan Yuan Xia.
"Aku tahu ayah ingin membicarakan soal Xie'er yang tidak akan pernah bisa menikah selamanya bukan, dan ayah sudah tahu jika orang yang bisa menikahi Xie'er adalah laki-laki yang memiliki elemen Yan, atau yang lebih sempurna laki-laki yang memiliki energi Yin dan Yan seperti diriku ini bukan?" kata Tian Feng.
Tian Feng jelas tahu setelah mengetahui akan apa yang ada di pikiran Yuan Xia lewat Spiritualnya sehingga dia lebih dulu memotong perkataan Yuan Xia.
"Jadi kamu sudah tahu akan hal itu? Lalu bagaimana menurut pendapatmu?" tanya Yuan Xia.
"Ayah, ada banyak laki-laki di dunia kita, aku yakin salah satu dari mereka pasti ada yang memiliki dua energi seperti diriku, jikapun tidak ada, masih ada dunia lain di berbagai galaxi, sedangkan untuk laki-laki yang memiliki kekuatan energi Yan selain Naomi di dunia kita, dia adalah Raja Muda Zhi Yei Fai, hanya saja bakatnya masih harus terus di latih!" kata Tian Feng kemudian dia menatap kearah Chie Xie.
"Sejak Chie Xie baru dilahirkan, aku sudah menganggapnya sebagai adikku sendiri walau sebenarnya kami tidak memiliki hubungan darah apapun, namun rasa sayangku kepada Chie Xie tidak akan pernah hilang, hanya saja kalian terlalu berlebihan dalam menilai sebuah hubungan!" Tian Feng kembali menatap Yuan Xia yang masih keheranan terhadap Tian Feng dan juga tidak bisa memotong penjelasan Tian Feng, sedangkan Tian Feng tetap melanjutkan penjelasannya untuk menyelesaikan semuanya.
"Jadi aku tidak setuju jika kalian berencana ingin memintaku untuk menikahi Xie'er, aku tidak sanggup jika harus menikahi adikku sendiri, karena itu buang pikiran kalian jauh-jauh. Aku menikahi Naomi saja karena permintaan Alice, walau aku juga mengakui jika sebenarnya aku memang ingin menikahi Naomi dari dulu, namun untuk menikahi Chie Xie, aku benar-benar minta maaf, aku sungguh tidak bisa, walau dia bukan adik kandungku, namun dia sudah aku anggap sebagai adik kandung!" kata Tian Feng.
Yuan Xia menghela nafas panjang setelah penolakan Tian Feng kemudian kembali melemparkan pertanyaan kepada Tian Feng, "Apakah kamu tidak merasa kasian melihat Xie'er yang tidak bisa menikah selama seumur hidupnya? Tidak ada tirai penghalang antara kalian berdua, jadi kenapa kamu masih merasa ragu terhadap sesuatu yang tidak ada halangan apapun untuk dibangun?" tanya Yuan Xia.
"Cara pola pikir kalian terlalu berlebihan Ayah, andai dulu kalian tidak mengangkat ku menjadi anggota keluarga kalian dan tidak tinggal bersama kalian, mungkin hal itu bisa terjadi, namun semuanya sudah terlambat dan aku benar-benar tidak bisa memenuhi keinginan kalian berdua."
Tian Feng tahu jika harta warisan yang lebih banyak jatuh ke pada dirinya agar nantinya Tian Feng bisa menikahi Chie Xie dan harta warisan itu tidak akan kemana-mana karena akan tetap bersama dengan Tian Feng dan Chie Xie jika keduanya menikah.
"Maafkan aku dan juga ibumu yang egois ini, jadi kita lupakan saja masalah ini hari ini dan mari kita bahas akan rencana pernikahanmu yang kedua dengan Naomi, kapan pernikahan itu akan dilaksanakan?" tanya Yuan Xia yang mengubah topik pembicaraan.
__ADS_1
***
Apa alasan saya yang sudah tidak update dua bab, alasannya adalah karena bos saya di tempat kerja sudah menaikkan gaji, karena itu saya di minta untuk lebih fokus dan konsisten di tempat kerja, karena itu waktu yang saya miliki untuk menulis semakin sedikit, namun saya akan tetap berusaha sebisa mungkin, lagi pula cerita KTN sudah hampir mencapai akhir.