Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Kondisi Qie Yin


__ADS_3

***


Sebenarnya rencana An Huang Yi untuk mengirim Chinmi ke dunia nya Tian Feng memang benar, namun setelah merasakan adanya sosok yang memiliki kekuatan kegelepan, rencana tersebut akhirnya berubah dimana An Huang Yi tidak jadi mengirim Chinmi, melainkan akan mengirim Dewi Peramal, Si Angin Tua Yo Xian Tong dan Tan Zuo Ming si Panglima Gerbang Barat.


Ketiga Pengawal itu seharusnya sudah lebih dari cukup, mengingat disana hanya ada empat manusia berkekuatan Dewa dan dua di antaranya yang terkuat, mereka adalah Yinfei, Lio Long, Xi Liyi, Wang Dunrui, namun ada satu lagi hanya saja kekuatan berada di Raja Alam, dia adalah Lang Yu suami Xi Liyi.


Seharusnya Tan Zuo Ming saja sudah lebih dari cukup untuk melenyapkan Yinfei serta Lio Long sendirian, sedangkan sisanya juga bukanlah tandingan Dewi Peramal serta Yo Xian Tong.


Chinmi sendiri sudah memiliki tugas sendiri, yaitu mencari tahu tentang sosok yang memiliki kekuatan Kegelepan itu, dan tanpa An Huang Yi ketahui jika sebenarnya Chinmi sudah mengetahui akan siapa sosok yang memiliki kekuatan Kegelepan itu.


Saat ini Chinmi sedang berdiri diatas batu besar menatap kearah sebuah kerajaan, tempat tersebut berada di Galaxi lain dimana galaxi tersebut menjadi tempat dunia Chinmi.


"Sudah sangat lama sekali aku tidak pernah pulang, tapi aku juga tidak bisa kembali saat ini sebelum semua masalah yang aku ciptakan dulu selesai semuanya," batik Chinmi dengan menatap puncak menara yang memiliki permata bulat di ujung menara yang menjulang tinggi.


Istana itu adalah Kerajaan Benua Tengah yang di dirikan oleh Chinmi, dan Kerajaan Benua Tengah adalah satu-satunya kerajaan tersebut.


Chinmi menjadi Raja selama 70 tahun kemudian dia digantikan oleh putra Chinmi yang bernama Li Wiefu, dan Chinmi bersama dengan Istrinya Qie Yin menikmati kebahagiaan mereka bersama anak cucunya.


Setelah Li Wiefu meninggal, posisi Raja di pegang oleh cucu Chinmi dan setelah lima generasi pergantian Raja, saat itulah Chinmi mulai berubah.


Saat itu dia hampir membunuh empat orang paling penting, mereka adalah Qie Yin istrinya sendiri, kemudian Bing Mei sahabatnya serta sahabat istrinya, kemudian Li Yue Hua adik sepupunya yang juga sudah hampir mencapai tahap Dewa, dan yang terakhir adalah Fan Yuzhen guru pertamanya.


Untungnya saat itu Bing Mei dan Yue Hua berhasil membawa kabur Qie Yin yang sudah lemas karena seluruh Energi Hitam nya di serap oleh Chinmi, sedangkan Chinmi di sibukkan oleh gurunya Fan Yuzhen agar bisa mengalihkan perhatian Chinmi.


Saat Fan Yuzhen hampir terbunuh oleh Chinmi, muncul tiga tiga sosok lainnya dan membawa lari Fan Yuzhen sehingga mereka semua berhasil selamat sedangkan Chinmi sendiri segera terbang meninggalkan dunianya menuju ke Galaxi Hitam, dan waktu itu tubuh Chinmi sudah sepenuhnya dikendalikan oleh Energi Hitam dengan mengikat jiwa Chinmi.


"Siapa kamu?"


Saat Chinmi masih melamun dengan perasaan sedih saat mengingat semua itu, dia terkejut saat ada suara seorang pria sepuh dari arah belakangnya.


Chinmi tidak langsung menoleh karena dia sendiri sudah tahu siapa pemilik suara tersebut, walau sudah sangat lama sekali Chinmi tidak pernah kembali, namun suara pria sepuh itu masih sangat akrab di telinganya.


"Guru Fan..!" gumam Chinmi dengan suara kecil, namun sosok pria tua yang ada di belakangnya bisa mendengarnya.


"Kau...? Chinmi!" sosok tersebut langsung mengenali suara sosok berjubah hitam itu, pria sepuh tersebut tidak lain adalah Fan Yuzhen guru Chinmi yang dulu di juluki sebagai Pertapa Pedang yang terkenal.

__ADS_1


"Iya guru, ini aku Chinmi!" jawab Chinmi seraya berbalik dan menatap wajah gurunya yang sudah lama tidak bertemu.


Wajah Fan Yuzhen sedikit berubah, dia terlihat sedikit lebih muda, dan Chinmi dapat merasakan kekuatan Fan Yuzhen yang sudah mencapai tahap Dewa Suci atau Dewa biasa, karena itu wajahnya terlihat sedikit lebih muda.


Fan Yuzhen langsung mundur seraya melepaskan Energi untuk berjaga-jaga, mengingat dulu Chinmi hampir membunuhnya, wajah saja jika Fan Yuzhen langsung bersikap sangat waspada seolah-olah Chinmi itu adalah musuhnya.


Chinmi hanya tersenyum pahit melihat aksi gurunya yang langsung memasang kewaspadaan kepada dirinya, Chinmi yakin jika gurunya masih mengira jika dirinya pasti datang untuk menyerangnya kembali.


"Chinmi, untuk apa kamu datang kembali? Apa yang kamu inginkan, apakah kamu masih berniat untuk membunuh istrimu serta diriku dan semua orang di Dunia ini?" tanya Fan Yuzhen yang semakin lebih waspada.


"Guru, aku tahu aku sudah membuat kesalahan besar, namun dulu itu bukanlah diriku, melainkan tubuh serta pikiranku sudah di kendalikan oleh kekuatan Kegelepan yang menginginkan kekuatan hitam milik Yin'er!" jawab Chinmi.


"Hah.! Kamu adalah satu-satunya manusia terkuat disini, kenapa kamu bisa di kendalikan oleh kekuatan Kegelepan, apakah kamu tidak bisa melawannya? Atau kamu memang sengaja melakukan itu untuk membunuh kami?" Fan Yuzhen tidak langsung percaya begitu saja.


Chinmi hanya bisa menghela nafas panjang dengan senyum pahit karena gurunya sendiri sekarang sudah tidak lagi percaya pada dirinya.


"Kekuatan yang mengendalikan diriku adalah kekuatan yang berasal dari Energi Hitam, kekuatan itu jelas lebih kuat dan tidak ada satupun dari para Dewa yang mampu menyainginya termasuk diriku, andai bukan karena Sang Buddha yang menolongku, mungkin hingga saat ini jiwaku masih di belenggu dan aku tidak mungkin berada disini berbicara denganmu!" jawab Chinmi.


Fan Yuzhen kini mulai menarik energinya sedikit demi sedikit, namun tidak melepaskan kewaspadaannya pada Chinmi.


"Tidak guru, andai aku memang ingin melakukan itu, aku pasti sudah melakukannya sejak tadi tanpa perlu berdiri disini!" jawab Chinmi.


Fan Yuzhen memperhatikan baik-baik tubuh Chinmi sekaligus untuk merasakan akan seberapa besar kekuatan Chinmi dan sudah berada di tahap apa dia sekarang, namun Fan Yuzhen tidak bisa merasakan serta tidak bisa mengetahui berada ditahap apa Chinmi saat ini.


"Guru, aku mohon percayalah padaku, dan aku juga minta maaf karena dulu kamu hampir mati akibat dari perbuatan kekuatan kegelepan yang sudah mengendalikan diriku!" kata Chinmi seraya berlutut di hadapan Fan Yuzhen.


Fan Yuzhen jelas terkejut kemudian dengan refleks dia langsung memegang Chinmi seraya berkata, "Tidak Chinmi, bangunlah kamu tidak perlu berlutut seperti ini!" kata Fan Yuzhen sekaligus meminta Chinmi untuk bangkit.


"Tidak guru! Murid sudah berbuat salah dan sudah lancang karena hampir mencelakai guru, jika guru tidak mau memberikan maaf, maka murid selamanya tidak akan memaafkan diri sendiri dan akan tetap berlutut hingga guru memaafkan murid!" kata Chinmi.


Fan Yuzhen sebenarnya sangat sayang kepada Chinmi, sejak pertama kali Chinmi diangkat menjadi muridnya, Fan Yuzhen sudah menganggap Chinmi sebagai cucunya sendiri, itu karena Chinmi adalah cicit dari saudara angkatnya yang telah lama tiada.


"Iya-iya guru memaafkanmu, sekarang cepat bangun!" kata Fan Yuzhen.


Chinmi segera bangun setelah Fan Yuzhen memaafkan dirinya. "Terima kasih guru!" kata Chinmi.

__ADS_1


Mata Fan Yuzhen mulai berair dan dengan cepat dia segera memeluk murid kesayangan yang sudah lama pergi sejak insiden mengerikan itu.


"Akhirnya kamu sudah benar-benar kembali Chinmi!" kata Fan Yuzhen dengan suara penuh haru.


"Guru, bagiamana kabar yang lain dan bagaimana kabar Yin'er serta Hua'er?" Chinmi menanyakan kabar istri serta adik sepupunya.


"Mereka baik-baik saja, hanya saja kondisi Istrimu yang masih belum membaik, dan selama ini kami secara bergantian menyalurkan energi agar istrimu bisa bertahan!" jawab Fan Yuzhen.


"Bertahan? Maksud guru apa?" tanya Chinmi.


"Begini Chinmi, sejak kamu menyerap energi istrimu, sejak saat itu istrimu sering tidak sadarkan diri, di tambah lagi istrimu telah memberikan sedikit sisa Energi nya kepada Bing Mei agar Bing Mei bisa mencarimu, dia mempertaruhkan nyawanya sendiri agar Bing Mei bisa membawamu kembali, dan istrimu yakin jika kamu pasti akan kembali lagi, dan sejak saat itu kami sering menyalurkan energi agar istrimu bisa bertahan!"


"Yin'er..!"


Hati Chinmi sangat sakit mengetahui hal itu, dia sampai menggenggam kedua telapak tangannya dan juga merasa sangat marah kepada An Huang Yi serta Energi Hitam, karena merekalah yang sudah membuat kondisi Qie Yin menjadi seperti saat ini.


Seluruh batu bergetar dan kerikil-kerikil kecil mulai terangkat saat Chinmi menggenggam mengepalkan kedua tangannya dengan sangat erat, hal itu membuat Fan Yuzhen bisa sedikit merasakan pancaran aura aneh yang keluar dari tubuh Chinmi.


"Ini Aura apa dan juga tahap apa?" batin Fan Yuzhen.


Fan Yuzhen sangat mengetahui kekuatan dari Tahap Dewa, walau dirinya saat ini masih berada di tahap Dewa Biasa, namun dia sangat mengetahui akan seperti apa aura kekuatan dari Tahap Dewa.


"Guru apakah aku bisa minta tolong padamu?" tanya Chinmi.


"Kamu ingin minta tolong apa?" tanya Fan Yuzhen.


"Saat ini aku masih belum bisa menemui Yin'er karena masih ada urusan yang harus aku selesaikan, jadi aku akan ingin guru memberikan ini kepada Yin'er!" kata Chinmi sembari mengeluarkan sebuah energi hitam bulat dan padat, namun ukuran hanya sebutir jagung.


Itu adalah sedikit energi hitam yang bisa memulihkan kondisi Qie Yin, mengingat kondisi istrinya yang parah, seharusnya energi yang hanya sebesar sebutir jagung itu bisa mengembalikan kondisinya seperti sedia kala, dan Chinmi akan mengembalikan sisanya setelah semuanya selesai, itupun jika dirinya berhasil selamat.


"Kenapa tidak kamu sendiri saja yang memberikannya?" tanya Fan Yuzhen.


"Tidak guru, aku masih belum sanggup jika harus bertemu dengannya sekarang, jadi aku hanya bisa menitipkan ini kepada guru dan masukkan ke dalam tubuh Yin'er saat Yin'er tidak sadarkan diri, dan jangan katakan padanya jika pemberian ini dariku!" kata Chinmi.


Fan Yuzhen ingin tetap menolak, namun Chinmi tetap meyakinkan gurunya jika dirinya masih merasa bersalah dan ingin menebus semua kesalahannya dengan membantu Ho Chen serta muridnya untuk menghilangkan akar masalah yang menyebabkan dirinya menjadi seperti ini.

__ADS_1


Dengan berat hati Fan Yuzhen akhirnya mau membantu Chinmi untuk memberikan Energi Hitam yang sudah memadat dan setelah Chinmi berterima kasih, Chinmi akhirnya menghilang dari hadapan Fan Yuzhen.


__ADS_2