
***
Naomi hanya bisa terperangah melihat Dunia Dimensi Obat milik Yao Shan yang ternyata berada di dalam cincin yang pakai oleh Tian Feng, dia tidak menduga saja jika Cincin berwarna hitam itu bisa menyimpan Dunia Dimensi lain.
"Anda..? Bukankah anda yang waktu itu membantu kami melindungi Alice serta Tian-Kun dari serangan Organisasi Bintang Hitam?" tanya Naomi yang mengenali Yao Shan.
Yao Shan tersenyum kemudian menjawabnya, "Benar sekali Yue..! Eee maksud ku Naomi!" jawab Yao Shan yang hampir memanggil Naomi dengan nama Sue Yue, itu karena wajah Naomi yang sama dengan Sue Yue.
Naomi tersenyum tipis karena dia juga tahu kepada Sue Yue, bahkan pernah bertemu di alam bawa sadarnya.
Tentu banyak sekali pertanyaan yang ada dipikiran Naomi saat ini, bagiamana bisa ada Dunia lain di dalam Cincin Tian Feng, dan bagiamana bisa Yao Shan berada di dunia yang penuh dengan tanaman obat itu.
Namun dia tidak menanyakannya karena masih larut akan keindahan dunia buatan yang tidak berisik oleh apapun kecuali suara binatang yang cukup jauh tempatnya.
Tian Feng dan Alice juga berada di tempat itu, Alice hanya menemani Tian Feng yang sedang membuat Pil sedangkan Xihua berlarian mengejar beberapa kupu-kupu bersayap sangat terang.
Naomi segera menyusul Xihua dan menemaninya bermain, anak itu kini sudah lebih ceria setelah semalaman penuh menangis karena kepergian kakek serta neneknya.
Tian hanya mengisi waktu kosong sembari menunggu kepulangan Ho Chen, dan waktu itu dia gunakan untuk membuat Pil sebagai persediaannya nanti diperjalanan.
Setelah selama hampir satu hari Tian Feng berada di Dunia Dimensi Obat, akhirnya Ho Chen pun datang dan masuk ke dalam Dunia Dimensi tersebut.
"Tian, kemarilah ada hal penting yang ingin aku bahas!" kata Ho Chen.
Tian Feng yang sudah selesai membuat beberapa Pil menatap ke arah Alice kemudian dia menghampiri Ho Chen.
"Ada apa guru?" tanya Tian Feng.
"Sebaiknya kita bicara diluar saja!" kata Ho Chen.
Tian Feng mengangguk kemudian dia dan Ho Chen segera keluar dari Dunia Dimensi tersebut meninggal Alice, Naomi dan Xihua di dalam.
"Ada apa, apakah telah terjadi sesuatu?" tanya Tian Feng.
Melihat raut wajah Ho Chen, Tian Feng merasa ada hal penting atau sesuatu yang besar telah terjadi, karena itu dia segera menanyakannya setelah keluar dari Dunia Dimensi Obat.
"Begini Tian, Raja Azura tadi mengutus salah satu Panglimanya untuk menyampaikan pesan ucapan, dan pesan ini sengaja dikirim untuk aku dan kamu!" kata Ho Chen.
"Pesan apa, apakah ini ada hubungannya dengan Kaisar Kegelapan?" tanya Tian Feng.
"Tepat sekali! Namun tidak hanya itu, melainkan ada pesan khusus untuk mu, yaitu kamu harus bisa menjaga putrimu dari Energi Hitam!" kata Ho Chen.
__ADS_1
"Owh, kalau itu bukankah kita sudah melakukannya sekarang? Jadi kita sudah tidak perlu khawatir lagi!" jawab Tian Feng.
"Tidak Tian, sepertinya kita harus lebih memperkuat pelindung Dunia Dimensi Obat di dalam cincin mu itu, sebab kemarin Istana Azura di datangi oleh sosok misterius yang mengenakan jubah hitam, sosok tersebut melempar sebuah surat kemudian menghilang lagi dari Istana Azura, bisa di rasakan pancaran tenaganya jika sosok tersebut memiliki kekuatan tahap awal Rana Agung!" kata Ho Chen.
"Memangnya siapa lagi selain kita dan Azura serta Kaisar Kegelapan yang memiliki kekuatan Rana Agung?" tanya Tian Feng.
"Aku tidak tahu, namun jika setahuku yang memiliki kekuatan Rana Agung tidak hanya kita saja, menurut kabar masih ada beberapa Dewa lagi yang belum keluar dari meditasinya, dan mereka juga memiliki kekuatan Rana Agung, namun bukan itu yang ingin aku bahas, melainkan tentang surat yang di lempar di aula Istana Azura!"
Ho Chen menghirup nafas sejenak sebelum kembali melanjutkan perkataannya, sedangkan Tian Feng hanya menunggu akan apa yang ingin Ho Chen sampaikan.
"Isi surat tersebut adalah untuk mu, surat itu berbunyi, "Sampaikan kepada Dewa Sesat agar tidak melepaskan perhatiannya kepada keluarganya, sebab salah satu keluarganya menjadi incaran sosok kuat, dan sosok tersebut menginginkan tubuh salah satu keluarga Dewa Sesat untuk di jadikan wadah bagi sosok kuat itu!"
"Salah satu keluarga ku, dan apakah sosok kuat itu adalah Kaisar Kegelapan?" tanya Tian Feng.
"Menurutku tidak, Kaisar Kegelapan tidak mungkin menginginkan wadah atau tubuh baru, namun aku yakin sosok yang dimaksud adalah kabut hitam yang kita kenal sebagai Energi Hitam itulah yang menginginkannya!" jawab Ho Chen yang sudah tahu akan siapa itu jati diri Energi Hitam yang sesungguhnya.
"Energi Hitam? Iya aku sendiri juga merasakan jika kabut hitam itu sangat misterius, sepertinya dia menyembunyikan sesuatu dari kita, tapi salah satu keluargaku yang di incar siapa, dan siapa sosok berjubah itu?"
Tian Feng merasa semua ini hanya sebuah permainan atau tipu daya Kaisar Kegelapan agar dirinya semakin waspada dan tidak berlatih lagi sehingga dirinya tidak lagi memiliki kemajuan dalam peningkatan energi.
Namun tidak untuk Ho Chen, dia yakin jika sosok berjubah itu adalah salah satu Dewa yang berhasil mengumpulkan informasi akan Kaisar Kegelapan, dan mungkin sosok tersebut adalah salah satu Dewa yang memiliki kekuatan Rana Agung, hanya saja kenapa Dewa itu tidak datang sendiri ke Kahyangan dan menyampaikannya secara langsung, kenapa harus melewati Azura.
"Tian, terlepas benar atau tidaknya dari isi surat itu, tidak ada salahnya bagi kita untuk selalu berhati-hati, aku yakin salah satu keluargamu yang di maksud adalah putrimu, karena putrimu memiliki kekuatan kegelepan murni yang sama seperti Energi Hitam!" kata Ho Chen.
"Memang iya, karena itu aku tidak akan menyegel pintu masuknya, dan kamu harus selalu membawanya dan selalu berhati-hati agar Cincin itu tidak jatuh ke tangan Kaisar Kegelapan!" kata Ho Chen.
"Baik guru!" jawab Tian Feng.
"Sekarang sudah waktunya untuk pergi ke Istana Naga Laut Utara, aku sudah mengulur waktu terlalu lama untuk kesana!" kata Ho Chen.
"Kalau begitu kapan kita berangkat, apakah hari ini juga?" tanya Tian Feng.
"Iya hari ini juga kita akan segera berangkat, sebaiknya kamu beri tahu kedua istrimu dan juga Putrimu jika kita akan pergi!" kata Ho Chen.
Memang Cincin itu akan selalu dibawa oleh Tian Feng, hanya saja jika sedang dalam perjalanan, mungkin Tian Feng akan sangat jarang memasuki Dunia Dimensi Obat, oleh sebab itu alangkah baik memberitahu mereka agar mereka tidak merasa kesal karena Tian Feng tidak mengunjungi mereka, minimal dua hari sekali, dan itu mungkin akan terasa lama bagi mereka bertiga yang berada di dalam Dunia Dimensi Obat.
***
Ho Chen dan Tian Feng akhirnya pergi meninggalkan Kahyangan tidak lama setelah mereka sudah menyampaikan kepada keluar masing-masing.
Mereka lebih dulu menuju ke Dunia bawah dan keduanya lebih dulu mampir di Istana Azura, sebab disana masih ada satu Pengawal Kaisar Kegelapan yang di tawan oleh Azura dan Ho Chen ingin mengorek informasi terlebih dahulu akan An Huang Yi dan Zhi Yin.
__ADS_1
Azura yang sedang berada di dalam istananya langsung keluar begitu mendengar jika Tian Feng dan Ho Chen datang mengunjungi istananya, dan Azura akan menyambutnya secara langsung.
"Selamat datang di istanaku Saudara ku!" kata Azura yang langsung menyambut sendiri kedatangan Tian Feng dan juga Ho Chen
"Terima kasih saudara!" jawab Tian Feng dengan sedikit canggung.
"Eh, kenapa kamu terlihat kaku seperti itu, santai saja, istana ini adalah milikku, dan kita adalah saudara bukan? Jadi anggap saja seperti bukan rumah sendiri!" kata Azura membuat Tian Feng dan Ho Chen menatap Azura dengan linglung.
"Hahaha...Aku hanya bercanda! Ayo masuk, kita mengobrol di dalam aula saja!" kata Azura.
Tian Feng dan Ho Chen saling berpandangan sebelum akhirnya sama-sama tertawa. "Tidak aku sangka ternyata Raja Azura suka humor juga!" gumam Ho Chen sambil terkekeh.
Istana Azura tidak seperti Istana yang lainnya, jika sebagian bangunan istana terbuat dari beberapa material seperti batu, balok bahkan ada juga yang menggunakan emas serta logam lainnya, istana Azura justru hanya terbuat dari tanah, dinding serta singgasananya juga terbuat dari tanah yang dikeraskan.
Walau terbuat dari tanah, namun seluruh tembok serta pilarnya sangat kokoh dan juga terlihat halus bagai giok, itu sangat wajar mengingat Azura sendiri memiliki kekuatan energi berunsur tanah, jadi Azura lebih cocok di juluki sebagai Kaisar Tanah setelah melepas gelar Kaisar Iblis nya.
"Bagaimana kabar kedua Istrimu? Aku sangat penasaran akan bagaiamana rasanya memiliki dua istri sekaligus!" kata Azura yang bertanya akan kabar kedua istri Tian Feng.
"Kabar mereka baik-baik saja, lagi pula apa yang membuatmu sangat penasaran? Apakah kamu sendiri belum memiliki istri?"
"Hahaha...! Mana ada wanita di suku ku ini yang mau sama aku, sejak dulu semua bangsaku merasa takut padaku, sejak aku mempelajari ilmu Iblis hingga aku membuangnya, aku tidak pernah merasakan akan rasanya memiliki istri!" jawab Azura, namun dengan sedikit rasa iri karena dirinya tidak seberuntung seperti Tian Feng.
"Ah, saudara ini terlalu berpikiran sempit, tidak ada wanita yang tidak mau menikah dengan raja sehebat dan sekuat dirimu, hanya kamu saja kurang melakukan pendekatan dan juga kurang berkomunikasi dengan para wanita disini!" kata Tian Feng.
Azura mengelus dagunya sambil memikirkan ucapan Tian Feng, dia berpikir sejenak sebelum akhirnya kembali berbicara. "Masuk akal sekali perkataanmu saudaraku, sepertinya mulai sekarang aku harus belajar hal ini, aku juga ingin mencintai dan juga di cintai, dan sepertinya kamu sangat cocok untuk mengajariku!" kata Azura.
"Tidak jangan aku, cari saja orang lain!" kata Tian Feng yang langsung menolak.
"Raja Azura, kedatangan kami berdua kesini adalah untuk menemui Pengawal Kaisar Kegelapan yang sudah kamu tawan itu!" kata Ho Chen yang ingat akan tujuan awal mampir ke Istana Azura.
"Owh, si Pedang Es Biru maksudmu, dia berada di ruang tahanan penyegel energi, sejak dia berhasil di lumpuhkan dan ditahan dengan Rantai Segel Bumi, dia sama sekali tidak mau buka suara akan semua pertanyaan mengenai informasi Kaisar Kegelapan!"
"Apakah saudara mengijinkan kami yang menanyainya?" tanya Tian Feng.
"Apakah kamu yakin bisa?" tanya balik Azura.
Tian Feng tersenyum lebar kemudian dia menjawabnya, "Aku tahu bagaimana cara membuat seseorang mau menjawab semua pertanyaan kita!" kata Tian Feng dengan tersenyum penuh makna.
Ho Chen mendadak merasa ngeri sendiri saat melihat senyuman Tian Feng yang sepertinya ada siasat serta terasa ada bau-bau kekejaman dari balik senyuman Tian Feng.
"Em... Baik kalau memang kamu bisa, mari ikuti aku! Panglima Suo Zan, kamu temani mereka semua disini dulu, aku mau mengantarkan kedua saudaraku ini ke ruang tahanan penyegel energi," kata Azura kepada Panglima Suo Zan.
__ADS_1
Tian Feng dan Ho Chen mengikuti Azura menuju ke tempat dimana Pedang Es Biru sedang ditahan, sedangkan Ho Chen masih penasaran akan apa yang Tian Feng rencanakan untuk membuat Pedang Es Biru mau berbicara.