
***
Semenjak Kerajaan Wutong dan Kerajaan Xiadong berdamai, seluruh rakyat antar dua kerajaan akhirnya bisa saling berkunjung, para rakyat kedua Kerajaan terkadang jalan-jalan ke masing-masing Wilayah tetangga, namun ada juga yang berniat mengadu nasib mencari kerja dan usaha.
Terlepas dari usaha kedua Panglima yang sudah berhasil mendamaikan kedua kerajaan itu, tidak luput juga kabar akan sosok seorang Pendekar yang memiliki kemampuan Dewa yang ada di Wutong juga tersebar luas hingga ke Negara-negara lain termasuk ketiga Negara besar dan negara kecil.
Semua orang kini sudah tahu akan siapa sebenarnya sosok Dewa Sesat itu, tidak hanya statusnya yang menjadi anak seorang pejabat, nama besar Dewa Sesat juga mulai disegani oleh semua rakyat dan Raja-raja di semua kerajaan.
Organisasi Bintang Hitam yang dulunya pernah menjadi momok serta teror di setiap daerah kini perlahan-lahan mulai terlupakan, perdamaian yang di impikan benar-benar sudah terwujud, namun tidak seluruhnya karena masih banyak di beberapa Negara yang masih terlibat konflik sehingga ada yang berusaha meminta bantuan dari Kerajaan Wutong.
Memang Kerajaan Wutong sudah damai setelah musnahnya Organisasi Tiga Bunga serta Organisasi Bintang Hitam dan juga berakhirnya perang antar dua Kerajaan, hanya saja jika membahas tentang kejahatan, tentu saja tetap ada, perguruan-perguruan dari tiga aliran kini justru berlomba-lomba untuk menjadi yang terkuat.
Dulu batas kemampuan puncak terakhir adalah Pendekar Cahaya tahap 3, namun semenjak para guru Dewa Sesat datang, kini tingkat kekuatan puncak Cahaya 3 sudah berhasil ditembus, hal ini membuat semua orang yang memiliki kemampuan jadi lupa diri dan berlatih keras untuk bisa memasuki tahap Raja.
Untuk saat ini yang terkuat masih di pegang oleh Louis, dimana Louis sendiri berada di Puncak Raja Alam, setelah itu di susul oleh Chie Xie kemudian Wei Fang, dan Alice salah satu yang terkuat setelah Loius, hanya saja Alice berada di tempat yang berbeda.
Tanpa ada yang menyadari jika di atas langit kota Xanhuo, ada tiga sosok yang sedang melayang memperhatikan kota dari langit, ketiga sosok tersebut sangat tinggi sekali sehingga sulit untuk bisa dilihat, bahkan energinya juga tidak akan ada yang dapat merasakannya.
"Hem... aku merasakan ada sisa kekuatan Energi Hitam yang masih tersisa disini, mungkin manusia ini pernah menjadi bawahan Hun Daidi!" kata salah satu sosok tua.
"Iya, kekuatan Energi Hitam nya lebih besar jika dibandingkan dengan kekuatan yang tersebar di dunia ini," ucap salah satu sosok wanita.
"Yo Xian, pergilah kamu kebawah dan cari tahu lewat para penduduk tentang Dewa Sesat itu, cari informasi mengenainya dan tanyakan dimana rumah keluarga Dewa Sesat itu!" kata sosok pria satu lagi yang memiliki postur tubuh kekar dan juga besar.
"Baik Panglima Tan Zuo!" jawab pria tua itu kemudian dia menghilang dari hadapan Dewi Peramal serta Panglima Tan Zuo Ming.
"Seharusnya Hun Daidi yang di utus kesini dan bukan diriku!" gerutu Tan Zuo Ming.
Hun Daidi adalah Panglima Gerbang Utara sekaligus pendiri Organisasi Bintang Hitam di Foiberia, menurut Tan Zuo Ming, Hun Daidi lah yang lebih pantas mendapat tugas ini mengingat Hun Daidi yang lebih mengetahui akan dunia yang mereka datangi saat ini.
"Mau bagiamana lagi Panglima, saat ini Panglima Hun sedang memiliki tugas lain, jika panglima tadi merasa keberatan dan juga sampai terdengar oleh Yang Mulia Kaisar, maka habislah kita!" jawab Dewi Peramal sekaligus mengingatkan Tan Zuo Ming agar berhenti mengeluh.
Tan Zuo Ming hanya bisa tersenyum tipis, dia tidak bermaksud untuk protes, masalahnya dia sendiri juga memiliki tanggung jawab di salah satu dunia lain, tugas yang sama seperti yang dilakukan oleh Hun Daidi, yaitu mengajak seluruh penghuni dunia itu untuk menjadi pengikut Kaisar Kegelapan.
Hanya saja di dunia yang Tan Zuo Ming kuasai itu bukan dihuni oleh manusia, melainkan mahluk lain yang memiliki bentuk fisik yang lebih besar dari manusia, dan warna kulit mereka semuanya berwarna biru.
"Dari keempat Panglima Gerbang Hitam, hanya Hun Daidi yang gagal dalam tugasnya dalam mengajak mahluk hidup di dunia ini untuk menjadi pengikut Kaisar Kegelapan!" kata Tan Zuo Ming.
__ADS_1
Dewi Peramal hanya diam tanpa berkomentar apa-apa, dia lebih fokus memperhatikan kota Xanhuo sekaligus memeriksa siapa saja manusia yang memiliki kemampuan Dewa.
Menurut informasi ada beberapa manusia yang memiliki kemampuan Dewa, dan mereka adalah manusia dari Dunia yang berbeda yang sengaja datang untuk melindungi dunia tersebut, atau lebih tepatnya mereka datang untuk membantu Dewa Sesat.
"Menurut informasi, ada empat manusia yang memiliki kemampuan Dewa, dan salah satunya seperti memiliki kekuatan Energi Hitam!" kata Dewi Peramal.
"Mereka hanyalah sekelompok manusia lemah, yang terkuat hanya ada satu, itupun belum mencapai Tahap Dewa Agung!" kata Tan Zuo Ming sambil tersenyum sinis.
"Bukankah seharusnya kamu dan Yo Xian sudah lebih dari cukup untuk melenyapkan mereka semua? Jadi kita tidak perlu lagi merasa khawatir bukan?"
Dewi Peramal hanya mengangguk pelan, dia juga tahu jika dirinya saja sudah lebih dari cukup untuk melawan keempatnya tanpa perlu membuang banyak energi.
"Tidak ada salahnya bagi kita untuk tetap selalu waspada Panglima, lagi pula kita tidak tahu seperti apa kemampuan mereka sebenarnya, antara informasi dengan kenyataan biasa berbeda!" kata Dewi Peramal.
"Ah, kewaspadaan mu terlalu berlebihan Dewi!" kata Tan Zuo Ming kemudian dia berniat memeriksa keberadaan ke empat Manusia yang memiliki kemampuan Dewa itu.
"Tahan dulu panglima! Sebaiknya kita sembunyikan dulu kemampuan kita, apa panglima lupa jika Dewa Pelindung Alam Semesta juga bisa muncul kapan saja, jika dia sampai menyadari keberadaan kita, maka semua rencana ini akan gagal!" kata Dewi Peramal sehingga membuat Tan Zuo Ming mengurungkan niatnya setelah Dewa Pelindung Alam Semesta di sebut oleh Dewi Peramal.
Akhirnya mereka hanya bisa menunggu Yo Xian kembali, walau terasa membosankan, namun hanya itu yang bisa mereka lakukan saat ini, mereka bertiga jelas tidak mau gegabah setelah teringat jika Ho Chen juga melindungi Dunia tersebut.
***
Sekarang Zang Yang sudah kembali ke Xanhuo dan dia bergegas pulang kerumah Yuan Xia, dan disana Yuan Xia sedang berbincang-bincang dengan Hiroshi.
"Guru Zang! Syukurlah kamu sudah datang, mari ikut gabung minum arak bersama kami!" ajak Yuan Xia.
Zang Yang segera menghampiri mereka kemudian setelah bertegur sapa dengan Hiroshi, ketiganya mulai meminum arak.
"Kalian terlihat sangat bahagia sekali hari ini! Ada apa, apakah ada sesuatu yang membuat kalian senang?" tanya Zang Yang.
"Tentu saja ada, namun sebelum kami memberitahukan mu, beritahu aku bagiamana kabar situasi di Kerajaan Xiadong sekarang?" tanya Yuan Xia.
"Tidak ada yang berubah Tuan, sepertinya konflik itu akan berbuntut panjang, jika tetap seperti ini Kerajaan Xiadong bisa-bisa runtuh karena pemberontakan beberapa orang yang di dukung oleh sebagian rakyatnya!" jawab Zang Yang.
"Begitu, kalau begitu besok aku akan menemui Panglima Wei Fang di istana, dan hari ini kita akan menikmati minuman ini lebih dulu, mari bersulang!" kata Yuan Xia sembari mengangkat cangkir kecilnya kemudian diikuti oleh Hiroshi dan Zang Yang.
"Guru Zang, sebenarnya acara minum kami berdua adalah sebagai bentuk ikatan keluarga karena kami berdua sudah jadi besan!" kata Hiroshi.
__ADS_1
Zang Yang langsung tersedak arak yang mau dia minum kedua kalinya saat mendengar perkataan Hiroshi, Zang Yang sampai batuk-batuk kemudian dia menatap Yuan Xia dan Hiroshi secara bergantian.
"Apa? Coba jelaskan lagi padaku, apakah aku tadi salah dengar atau memang Tuan Hiroshi bilang jika kalian sudah menjadi besan?" tanya Zang Yang sekali lagi.
"Kamu tidak salah dengan Guru Zang, kami berdua memang sudah menjadi besan karena Tian Feng dan Naomi sudah menikah sekitar sebulan yang lalu!" jawab Yuan Xia.
"Tian menikahi Nona Naomi?" kedua alis Zang Yang berkedut karena merasa tidak percaya jika Tian Feng akan menikah lagi.
"Alice dan Xihua dimana?" tanya Zang Yang.
"Mereka berdua sekarang bersama dengan Tian di tempat mereka yang aku sendiri tidak tahu wilayah kerajaan mana itu!" jawab Yuan Xia.
"Ehem.. Aku sungguh tidak menduga jika Tian akan memiliki dua Istri!" gumam Zang Yang dengan tersenyum namun diam-diam dia mengakui kehebatan serta kejantanan muridnya itu.
"Tuan Yuan..! Tuan Tuan..!"
Saat mereka sedang asik menikmati arak serta berbincang-bincang, seorang penjaga tiba-tiba saja masuk sambil memanggil-manggil Yuan Xia.
"Ada apa?" tanya Yuan Xia.
"Tuan, di depan ada seorang pria tua meminta Tuan untuk keluar, jika tidak maka seluruh rumah ini akan di musnahkan beserta dengan penghuninya!" kata Penjaga tersebut.
"Hah, kenapa kalian tidak menanyakannya akan maksudnya itu?" tanya Zang Yang.
"Sudah Guru Zang, namun pria tua itu justru membunuh tiga teman kami hanya dengan lambaian jarinya saja!" jawab penjaga tersebut yang memang terlihat ketakutan.
Zang Yang, Yuan Xia dan Hiroshi saling berpandangan, dan saat akan keluar, Chie Xie tiba-tiba saja muncul di hadapan mereka karena dia juga mendengar akan apa yang di sampaikan oleh penjaga tersebut.
"Siapa pria tua itu?" tanya Chie Xie.
"Saya juga tidak tahu Nona Muda!" jawab penjaga tersebut.
Mereka semua bergegas keluar dari dalam rumah untuk melihat akan siapa sosok yang sudah mengancamnya, setelah tiba di depan pintu, mereka melihat seorang kakek tua sedang duduk di atas jasad beberapa penjaga yang baru saja di habisi.
"Siapa kamu?" tanya Zang Yang seraya menghampiri kakek tersebut dan disusul oleh Chie Xie serta Hiroshi.
"Aku adalah Dewa Kematian yang akan memusnahkan kalian semua, terutama orang-orang yang memiliki hubungan langsung dengan Dewa Sesat, apakah kamu kamu yang bernama Yuan Xia?" tanya kakek tersebut kepada yang sebenarnya adalah Yo Xian si Angin Tua.
__ADS_1