
"Tunggu dulu Tian! Aku dan Ying Lo akan mempersiapkan pasukan, kami akan membawa dua ribu pasukan kesana untuk membantumu!" kata Wei Fang.
"Tuan muda! Ijinkan kami untuk ikut juga," Katashi dan Katsuyuki juga menyusul dari belakang.
"Lakukan saja apa yang ingin panglima lakukan, aku akan menunggu disini!" kata Tian Feng.
Wei Fang dan Ying Lo bergegas pergi ke istana untuk membawa prajurit mereka, sedangkan Tian Feng menunggu sekaligus berbicara kepada Katashi dan Katsuyuki.
"Ini bukan masalah kalian, sebaiknya kalian kembali kerumah dan jaga keluargaku!" kata Tian Feng.
"Tapi Tuan muda..!"
"Jangan bertanya lagi Nona Katsuyuki, cepatlah kalian kembali kerumah," perintah Tian Feng.
Katashi dan Katsuyuki sama-sama saling berpandangan, sebenarnya mereka berdua merasa tidak nyaman dirumah semenjak ada Hiroshi dan Naomi.
"Baiklah Tuan muda!" jawab Katsuyuki kemudian mereka berdua kembali kerumah Yuan Xia.
Setelah kepergian Katashi dan Katsuyuki, Naomi dan Hiroshi beserta beberapa pengawal Shinobi nya juga datang menyusul Tian Feng.
"Kalian mau kemana?" tanya Tian Feng.
"Kami harus kembali kerumah sewaan kami!" jawab Hiroshi.
"Kenapa mendadak seperti ini? Bukankah ini masih pagi? Kalian sendiri yang bilang jika kalian akan kembali setelah siang bukan?"
"Tian! Sudah cukup lama kami tunggal di wilayah Kerajaan Wu ini, jadi sekarang saatnya bagi kami untuk ikut membantu Istana ini dari kekacauan! Karena itu aku akan mengirimkan belasan ronin dan belasan Shinobi untuk membantu mu!" kata Hiroshi.
"Itu tidak perlu Tuan Hiroshi, biarkan masalah ini ditangani oleh Panglima Wei dan Panglima Ying, jangan sampai Klan Tsuki terkena masalah karena ikut campur masalah ini!" jawab Tian Feng.
"Tian-Kun tidak perlu menghawatirkan Klan kami, sejak kami menjadi salah satu Klan terbesar di Toakai, kami sering menghadapi masalah seperti ini termasuk dengan Organisasi Bintang Hitam, benarkan Ayah?"
"Benar Tian! perlu kamu tahu jika salah satu Pengawal Organisasi Bintang Hitam adalah salah satu dari Klan kami, jadi Organisasi Bintang Hitam ini tidak hanya urusan Kerajaan ini, melainkan adalah urusan Klan kami juga!" kata Hiroshi.
"Jadi salah satu Pengawal Bintang Hitam ada yang dari Klan Tsuki?"
"Para Pengawal Organisasi Bintang Hitam berasal dari berbagai daerah, mulai dari Toakai, Yamuru, Foiberia, Kerajaan Jiu, Kerajaan Xia, dan juga pastinya dari Kerajaan ini juga!" jawab Hiroshi.
"Ada berapa orang yang dari Toakai?"
"Setahuku ada tiga orang, satu Klan Tsuki, satu dari Klan Kaze, dan satu lagi dari Suku Gake!" jawab Hiroshi.
"Begitu! Baiklah, setidaknya ada sedikit informasi yang sudah aku dapatkan!"
"Ayo Naomi, kita harus bergegas kembali!" ajak Hiroshi.
Naomi mengangguk, sebenarnya dia tidak ingin kembali, namun karena ini adalah urusan besar, maka Naomi pun hanya bisa menurut.
"Kami akan menunggumu di perbatasan!" kata Hiroshi kepada Tian Feng kemudian dia menyuruh para pengawalnya untuk ikut dengan Tian Feng, sedangkan Hiroshi dan Naomi menaiki kuda dan memacunya dengan sangat kencang.
***
Kwe Shin adalah satu dari Dua Puluh Pengawal Bintang Hitam, kemampuannya setara dengan Tian Feng, dia adalah Wanita ke-tiga yang menjadi Pengawal Bintang Hitam.
Kwe Shin berada di posisi 18 dari 20 besar, sedangkan dia saat ini berada di Kerajaan Wu bersama dua Pengawal lainnya, yaitu Raneb dari Yamuru.
Raneb adalah Pengawal yang ada diurutan 19, dia memiliki kemampuan dibawah Tian Feng, sedangkan satu lagi bernama Sunoriki dari Toakai.
__ADS_1
Sunoriki berasal dari Suku Gake, dia berada di posisi ke 20 dan menjadi pengawal yang paling rendah serta memiliki kemapuan yang setara dengan Wei Fang.
Walau begitu setiap Pengawal memiliki kemampuan yang sangat unik, seperti Kai Jhin yang memiliki kemampuan mengendalikan Angin dan awan, Kwe Shin memiliki kemampuan mengendalikan Air, Raneb memiliki kemampuan mengendalikan Pasir, sedang Sunoriki memiliki kemampuan berlari cepat secepat kilat.
Hanya mereka berempat yang diutus pergi ke Kerajaan Wu, dan sekarang hanya tersisa tiga saja, dan ini untuk pertama kalinya ada yang berani membunuh salah satu Pengawal Bintang Hitam.
Kwe Shin sudah mengirim surat ke Pusat dan memberitahukan jika Kai Jhin sudah tiada karena terbunuh.
"Kenapa Raneb dan Sunoriki lama sekali memberi kabar? Apakah mereka sedang mendapat masalah juga?" gumam Kwe Shin.
"Hai kamu, panggil Taiyan Zin untuk datang kesini!" kata Kwe Shin kepada salah satu anggota Tiga Bunga.
"Maaf Nyonya pendekar, Ketua Taiyan sedang tidak ada di sini!" jawab orang tersebut.
"Saat dibutuhkan dia tidak ada, saat tidak dibutuhkan dia sering sekali menunjukkan wajah jadi-jadian nya di mukaku!" gerutu Kwe Shin.
"Senior Kwe! Senior Raneb dan sudah datang!" seorang anggota Bintang Hitam masuk dan memberi kabar jika Raneb sudah datang.
"Suruh dia untuk segera menemuiku!" kata Kwe Shin.
Kwe Shin segera mengambil jubah hitamnya dan kemudian duduk di kursi paling ujung tempat Kai Jhin.
Tidak lama kemudian Raneb dan Sunoriki masuk, "Kwe Shin, sebaiknya kita segera bersiap-siap!" kata Raneb.
"Em!? Ada apa? Kenapa kamu meminta kita untuk bersiap-siap?" tanya Kwe Shin.
"Begini, salah satu anggota kita yang berada di kediaman Hiroshi, saat ini Hiroshi mengirim beberapa ronin dan beberapa Shinobi bergabung dengan para pasukan istana untuk menuju kesini!" kata Raneb.
"Apa yang perlu ditakutkan, lagipula hanya para prajurit saja, cukup kamu saja sudah lebih dari cukup untuk membinasakan semuanya!" kata Kwe Shin.
"Tidak akan bisa! Mereka semua berjumlah lebih dari Dua Ribu pasukan, jadi aku saja tidak akan cukup untuk melenyapkan semuanya!" jawab Raneb.
"Ini tidak akan mudah, karena kabarnya Pemuda bertopeng itu juga akan datang kesini! Apakah kamu pikir kemampuan kita cukup untuk melawan Pemuda itu?"
Raneb merasa tidak percaya diri jika harus berhadapan dengan Tian Feng, jika Tian Feng saja bisa mengalahkan Kai Jhin, maka tidak akan mudah bagi Tian Feng untuk mengalahkannya.
"Sialan! Kita sudah berusaha untuk menyelidiki Pemuda itu, sekarang justru dia yang lebih dulu akan menyerang kita! Sebaiknya kita harus segera menghindar sejauh mungkin dari sini! Jika perlu kita keluar dari wilayah Kerajaan Wu ini!" kata Kwe Shin.
"Aku setuju! Lebih baik kita menghindari masalah yang lebih besar, jikapun kita tetap melawannya, mungkin salah satu dari kita akan mati, atau mungkin kita akan mati semuanya disini!" kata Sunoriki.
"Kalau begitu segera perintahkan semua anggota kita untuk bersiap-siap, hari ini juga kita harus meninggalkan tempat ini!" kata Kwe Shin.
Raneb segera mengeluarkan sebuah peluit kecil, dia keluar dan kemudian meniup peluitnya.
Sekitar hampir dua ratus orang anggota Bintang Hitam mengenakan baju serba hitam berkumpul, padahal suara peluit Raneb sangat kecil, namun mereka semua yang berada sangat jauh bisa mendengarnya, sedangkan anggota Tiga Bunga yang tidak terlalu jauh dari Raneb tidak bisa mendengar suara peluit dari bambu kecil itu.
"Kalian semua bersiap-siap, hari ini juga kita akan segera meninggalkan tempat ini!" kata Raneb.
Semuanya saling berpandangan karena merasa heran akan perintah dadakan tersebut, bahkan anggota Tiga Bunga juga ikut kebingungan.
Kwe Shin juga keluar bersama Sunoriki, "Apa kalian sudah dengar, cepat bersiap dan segera tinggalkan Kerajaan ini sebelum terlambat!" kata Kwe Shin.
"Tapi bagaimana dengan teman-teman kita yang sudah menyebar?" tanya salah satu anggotanya.
"Tentu saja mereka semua yang sudah menyebar harus segera bersembunyi, dan ini akan menjadi tugas beberapa dari kalian yang akan dipimpin langsung oleh Saudara Sunoriki," kata Kwe Shin.
"Sunoriki! kamu bawa sekitar sepuluh orang dan segera pergi memberikan kabar kepada anggota kita yang berada di luar untuk bersembunyi, jika ada kesempatan segera tinggalkan Kerajaan ini hingga nanti ada perintah kembali dari Pusat!" kata Kwe Shin.
__ADS_1
Sunoriki segera memilih sepuluh orang dan kemudian membawa mereka menyebar menyusul beberapa anggota yang sudah menyebar untuk mencari pengikut baru.
"Baiklah kalian semua harus berangkat sekarang mengikuti Raneb, aku sendiri akan segera menyusul!" kata Kwe Shin.
Raneb mulai mengatur semua anggota untuk dibawa pergi, sedangkan Kwe Shin memperhatikan semuanya.
Mata Kwe Shin langsung kedutan, dia merasa ada orang berkemampuan besar sedang menuju kearahnya.
"Kenapa kalian lama sekali? Cepat pergi sekarang juga!" seru Kwe Shin.
Kwe Shin yakin orang yang memiliki kemampuan besar itu adalah pemuda bertopeng yang mungkin sebentar lagi akan tiba.
Raneb juga merasakan hal yang sama dan dkk dia segera meminta semua anggotanya untuk lari dan bersembunyi.
"Kwe Shin, sebaiknya kamu segera pergi, biar aku yang mengulur waktu disini menghadapi pemuda itu!" kata Raneb yang sudah merasa tidak mungkin sempat kabur.
Jalan satu-satunya agar semuanya bisa pergi adalah, harus ada salah satu yang menghadapi Pemuda tersebut sekaligus mengulur waktu selama mungkin.
Semua anggota yang lain sudah bersiap kabur, namun belum sempat pergi, tiba-tiba saja ada sesuatu jatuh dari langit dan jatuhnya tepat ditengah-tengah mereka semua.
Jdarrr!!!
Ledakan dari sesuatu yang jatuh itu segera membuat beberapa orang terhempas dan debu juga beterbangan dimana-mana.
Kwe Shin segera mengibaskan tangan nya dan kemudian butiran air seperti hujan halus segera bertebaran dan membasahi tanah serta menghilangkan debu yang menutupi pandangan.
Setelah semuanya mulai terlihat jelas, terlihat sebuah cekungan ditempat jatuhnya sesuatu itu dan ada seorang pemuda bertopeng sedang berdiri ditengah-tengah cekungan tersebut.
"Kalian ingin mencoba pergi dari sini? Aku ijinkan, tapi kalahkan aku dulu, jika berhasil kalian semua bisa bebas!" kata pemuda tersebut yang tidak lain adalah Tian Feng.
Beruntungnya Tian Feng pergi dengan cara terbang setelah mendapatkan petunjuk arah dari Wei Fang, karena itu dia lebih dulu tiba sedangkan Wei Fang, Ying Lo dan para prajurit masih menyusul dari belakang.
"Tidak kusangka salah satu markas Tiga Bunga sangat dekat dengan kota," gumam Tian Feng.
Raneb mulai menggerakkan telapak tangan dan kemudian butiran pasir yang terpisah dari debu segera mengelilingi tubuh Raneb.
"Aku yang akan melawan mu!" kata Raneb kemudian dia mengangguk kepada Kwe Shin memberikan isyarat untuk segera pergi saat diri sedang menghadapi Tian Feng.
"Hati-hati Raneb!" kata Kwe Shin kemudian dia melapaskan kemampuan dalam mengendalikan air.
Butiran air kembali muncul, kali ini butiran air tersebut menyatu dan membentuk sebuah gumpalan air raksasa dan kemudian melesat kearah Tian Feng.
Disaat itu juga, Kwe Shin dan beberapa anggotanya segera pergi saat Tian Feng masih sibuk menahan Gumpalan air tersebut dengan energi Angin nya.
"Pasir Hitam - Hujan Padang Pasir."
Raneb mengarahkan ke-dua telapak tangannya dan kemudian pasir yang mengelilingi tubuhnya berkumpul di telapak tangan.
Dengan sekali hentakan energi, serangan pasir halus berwarna hitam melesat dengan kecepatan tinggi kearah Tian Feng yang masih berusaha menahan air milik Kwe Shin.
Tian Feng membuat perisai angin untuk menghindari serangan pasir hitam tersebut kemudian dia juga menciptakan pusaran angin raksasa yang berputar dengan sangat cepat.
Beberapa bangunan terdekat mulai terseret dan masuk kedalam pusaran, bahkan gumpalan air raksasa juga ikut berputar dan kemudian hancur menjadi butiran air kecil seperti sedang turun hujan.
"Pemuda ini ternyata memang memiliki kemampuan yang sangat tinggi, aku harus mencari cara untuk bisa kabur darinya!" batin Raneb.
Dengan sekali lihat saja, Raneb yakin jika dirinya tidak akan mampu mengalahkan Tian Feng seorang diri, yang ada justru dia pasti akan dibunuh oleh Tian Feng.
__ADS_1
Kemapuan Raneb hanya bisa mengendalikan Pasir saja, karena itu dia merasa tidak yakin jika harus menghadapi Angin milik Tian Feng.