Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Dewa tertinggi dari semua para Dewa


__ADS_3

***


Perjalanan untuk menuju ke Istana langit berbeda dengan perjalanan menuju ke dunia biasa, di Dunia Alam para Dewa memiliki segel khusus yang tidak bisa ditembus sembarangan, hanya orang yang memiliki kemampuan setidaknya di puncak Dewa Langit barulah bisa masuk, itupun harus melewati beberapa rintangan yang akan menghadang mereka yang berani menerobos memasuki Dunia Alam para Dewa.


Walau demikian tatap saja ada yang mengetahui segel itu serta tahu akan bagaimana cara menerobosnya tanpa harus menghadapi rintangan, beberapa diantara yang mampu mamasuki Dunia Alam para Dewa salah satunya adalah para Pengawal Kaisar Kegelapan dan para Bodhisattva, mereka berada di luar Dunia Alam para Dewa namun mereka bisa keluar masuk Dunia itu.


Saat ini sebuah pilar cahaya emas mendarat di depan sebuah gerbang besi yang sangat besar dan megah, seluruh lantai depan gerbang terbuat dari batu giok yang sangat halus, dan kabut awan menutupi lantainya.


Empat sosok muncul saat pilar cahaya tersebut menghilang, keempat sosok tersebut ialah Cao Yuan, Ho Chen, Tian Feng dan Naomi.


"Otak istrimu benar-benar sedang sakit Tian-Kun!" gerutu Naomi kepada Tian Feng.


Tian Feng hanya bisa menggaruk kepalanya mendengar hal itu, walau dia sempat terkejut dan tidak menduga jika Alice akan melakukan hal itu kepada Naomi, namun dia sudah tahu akan maksud Alice karena semalam dia sudah membicarakan hal itu.


"Apakah tidak apa-apa guru jika Naomi ikut dengan kita?" tanya Tian Feng.


Ho Chen dan Cao Yuan saling berpandangan kemudian Ho Chen menjawabnya. "Sebenarnya tidak masalah Tian, jika Nona Naomi ikut kesini, dia juga bisa menemanimu berlatih, bahkan dia juga bisa berlatih sendiri agar bisa mencapai kekuatan Dewa juga," kata Ho Chen.


"Sebenarnya disini ada banyak Dewi yang bisa membimbing temanmu itu, siapa tahu nanti dia juga bisa menjadi salah satu Dewi di kahyangan ini!" Cao Yuan juga bersuara.


Naomi terlihat acuh mendengar jawaban Ho Chen dan Cao Yuan, dia lebih memilih melihat pemandangan unik di sekelilingnya.


"Jadi inilah Kahyangan itu?" tanya Naomi.


Tian Feng juga baru sadar dan ikut memperhatikan kesekelilingnya, selain pintu gerbang logam yang besar dan megah di hadapannya, di sekelilingnya banyak sekali pulau-pulau atau daratan yang menggantung seperti melayang di udara.


Bahkan ada daratan besar yang memiliki Gunung tinggi melebihi gunung yang ada di seluruh Kerajaan Wutong atau yang lainnya, namun daratan besar itu juga menggantung di udara.


"Ini seperti dunia dalam mimpi saja!" gumam Tian Feng.


"Iya ini adalah dunia atas, atau bisa di bilang sebagai Kahyangan tempat para Dewa berada, sedangkan di balik pintu ini adalah istana langit!" jawab Ho Chen.


"Dunia atas? Jika ini dunia atas berarti dibawah juga ada dunia?" tanya Naomi.


"Tentu saja ada, namun jaraknya sangat jauh sekali dibawah, jika kita terlempar ke bawah, maka butuh waktu hingga belasan atau puluhan tahun untuk sampai ke dunia bawah!" jawab Cao Yuan.


"Selama itu?" Tian Feng terkejut mendengarnya.


"Apakah didunia bawah juga ada manusianya?" tanya lagi Naomi.

__ADS_1


"Tentu saja ada! Di dunia bawah ditempati oleh manusia, siluman dan Iblis. Walau hidup berdampingan, namun mereka tidak terlalu akur, baik itu dari bangsa siluman atau Iblis dan manusia, hanya saja walau tidak terlalu akur, mereka juga jarang sekali saling mengusik, kecuali para manusia yang sering berburu siluman hanya demi memiliki batu Mustika nya untuk meningkatkan kekuatan mereka," kata Cao Yuan.


Tian Feng berjalan kearah pinggiran dan kemudian dia melihat kebawah, namun yang dapat ia lihat hanyalah awan putih dan sangat tebal, bahkan Tian Feng sampai menggunakan Mata Dewa nya untuk bisa melihat ke dunia bawah, namun tetap saja dia tidak berhasil menembusnya.


"Percuma saja Tian, kamu tidak akan pernah bisa melihat kebawah karena saat ini kamu sudah berada di Langit ke tujuh, jika kamu ingin bisa melihatnya, kamu membutuhkan sebuah pusaka dewa saja!" kata Ho Chen.


"Owh..!"


Tian Feng dan Naomi hanya bisa melengkungkan bibir mereka, walau masih terasa aneh dan unik, namun mereka sudah tidak mau lagi bertanya, karena semakin merasa penasaran dan bertanya, maka akan semakin terdengar aneh juga jawabannya.


Saat Tian Feng dan Naomi masih memperhatikan pemandangan unik di sekeliling mereka, pintu gerbang besar itu perlahan mulai terbuka. Begitu terbuka, telihat enam sosok berpakaian seperti prajurit dengan zirah mereka berwarna keemasan dan tombak panjang serta tameng logam di tangan mereka melangkah mendekati mereka.


"Ini para dewa?" tanya Tian Feng, namun Tian Feng dapat merasakan jika kemampuan mereka semua berada di puncak Raja Alam seperti Naomi.


"Bukan, mereka adalah prajurit langit yang bertugas menjaga pintu gerbang!" jawab Ho Chen.


"Prajurit langit? Tapi pakaian mereka terlihat seperti seorang Panglima perang saja!" kata Tian Feng sedangkan Naomi hanya bisa memperhatikan ke enam Prajurit langit itu dengan rasa takjub.


"Hormat kepada Jenderal Dewa Perang dan Dewa Pelindung Alam Semesta, kami mendapatkan perintah dari Dewa Cai Ling untuk mengantarkan kalian ke istana!" kata salah satu dari mereka sembari menangkupkan tangan dengan badan setengah membungkuk.


"Hem.. baiklah, ayo Tian, Nona Naomi, kita masuk ke dalam istana!" ajak Ho Chen.


Di dalam perjalanan, Tian Feng dan Naomi benar-benar di buat takjub oleh pemandangan, ada beberapa pilar putih raksasa yang menjulang keatas dan tidak di ketahui di maja ujung atasnya.


Ada juga orang-orang yang berlalu-lalang dengan pakaian indah, namun Tian Feng dan Naomi tidak yakin apakah itu orang atau Dewa dan Dewi, karena wujud mereka seperti manusia, maka Tian Feng dan Naomi menganggap jika mereka itu adalah manusia.


Mereka semua berhenti di dua Pilar aneh yang di tengah-tengahnya ada cahaya berwarna warni seperti sebuah cermin berwarna, warna tersebut membuat Tian Feng teringat akan retakan dimensi yang menghubungkan satu dimensi dengan dimensi lain.


Masalahnya di balik pilar itu tidak terlihat ada lantai lain, seolah-olah mereka sudah berada di ujung tempat itu.


"Ayo kita masuk!" ajak Ho Chen.


Walau masih terlihat bingung, namun tidak ada satupun dari keduanya yang mau bertanya, keduanya sama-sama memilih diam dan hanya akan mengikuti Ho Chen dan Cao Yuan saja.


Ho Chen masuk terlebih dahulu kedalam cahaya berwarna di tengah kedua pilar tersebut. "Ayo kalian berdua masuk lebih dulu!" kata Cao Yuan.


Tian Feng segera meraih tangan Naomi membuat Naomi terkejut. Tian Feng segera masuk dengan menggandeng tangan Naomi kemudian disusul oleh Cao Yuan, sedangkan keenam prajurit berdiri menjaga kedua pilar tersebut yang menjadi pintu masuk kedalam Istana.


***

__ADS_1


Tian Feng dan Naomi kini muncul di sebuah tempat yang sangat besar dan luas serta megah, mereka merasa seperti berada di sebuah bangunan megah raksasa dimana banyak pernak-pernik ukiran di beberapa tempat serta ada tirai yang terpasang dengan kain yang terlihat sangat halus dan melambai bagai kain sutra yang diterpa angin.


Banyak sekali sosok-sosok yang mengenakan berbagai pakaian, ada yang memakai zirah emas seperti Cao Yuan, dan ada juga ada yang mengenakan jubah dan pakaian lainnya.


"Dewa Pelindung Alam Semesta, apakah kamu datang membawanya kesini?" tanya sesosok pria yang duduk di atas singgasana megah.


Sosok tersebut memancarkan Aura kharismatik serta nada suara yang berwibawa. Tian Feng juga tidak bisa mengukur kekuatan sosok berwibawa dan terlihat ada cahaya Agung yang sekujur tubuh sosok tersebut.


"Dewa Pelindung Alam Semesta Ho Chen memberi Hormat kepada Kaisar Langit!" kata Ho Chen kemudian di susul oleh Cao Yuan yang mengatakan kalimat yang sama sembari memberi hormat.


"Jadi ini adalah Kaisar Langit yang selama itu?" batin Tian Feng.


Selama ini dia hanya mendengar namanya saja, mengingat Kaisar Langit adalah Dewa tertinggi dari semua para Dewa sekaligus pemimpin seluruh para Dewa, hal ini membuat tubuh Tian Feng sedikit bergetar, siapa yang akan menduga jika dirinya saat ini benar-benar bisa melihat Kaisar Langit secara langsung.


Kini dia semakin merasa berterima kasih kepada Sue Yue yang saat ini masih berada di dalam Dunia Dimensi Obat bersama Yao Shan, andai bukan karena cairannya, mungkin dirinya sudah mati dan dia tidak akan pernah bertemu dengan para Dewa serta Kaisar Langit.


"Yang Mulia, inilah manusia yang menjadi pilihan Buddha Rulay untuk menghadapi Kaisar Kegelapan, namanya adalah Tian Feng!" kata Ho Chen.


"Tian Feng! Namamu ini cukup bagus, tapi wajahmu mirip sekali dengan Pengeran Naga Laut Utara, ayo kemarilah!" kata Kaisar Langit.


Tian Feng yang masih merasa gugup menatap Naomi, sedangkan Naomi juga tidak bisa berbuat apa-apa, itu karena Naomi yang awalnya memiliki keyakinan yang berbeda, namun sebenarnya bukan berbeda, hanya namanya saja yang berbeda sedangkan Dewanya pada dasarnya sama.


Tian Feng maju secara perlahan-lahan, dia sama sekali tidak berani berkata-kata sembarangan karena yang ada di hadapannya bukan Raja biasa yang ada di dunianya, melainkan seorang kaisar raja dari seluruh para dewa.


"Hamba Tian Feng memberi hormat kepada Yang Mulia Kaisar Langit!" ucap Tian Feng dengan nada gugup.


"Hormat mu aku terima, sekarang bangunlah!" kata Kaisar Langit kemudian dia menatap kearah salah satu dewa yang memiliki janggut putih panjang serta alis mata putih yang juga sangat panjang.


"Dewa Bintang barat, tunjukkan pada Tian akan siapa itu Kaisar Kegelapan serta sekuat apa dia sekarang, dia harus tahu akan siapa lawannya dan sekuat apa lawannya itu nantinya!" kata Kaisar Langit.


"Baik Yang Mulia!" Dewa Bintang barat segera mengeluarkan sebuah pusaka kecil seperti sebuah pena kemudian berjalan ke tengah-tengah aula.


Dewa Bintang barat mengarahkan pena unik tersebut dan kemudian sebuah cahaya muncul membentuk sebuah gelembung air, gelembung tersebut bercahaya sesaat kemudian memunculkan sebuah gambar sesosok pria yang sedang berdiri di depan barisan pasukan berjubah hitam.


"Tian, ini adalah Kaisar Kegelapan, namanya adalah An Huang Yi, lihatlah baik-baik nanti kamu akan tahu akan sejarah siapa dia itu dan sekuat apa dia saat ini!" kata Dewa Bintang barat.


Tian Feng mengangguk kemudian dia melihat gambar yang muncul di gelembung aneh tersebut.


Kaisar Langit sengaja melakukan itu agar Tian Feng tahu dan tidak terkejut akan siapa itu An Huang Yi dan sekuat apa dia saat ini, hal itu agar Tian Feng termotivasi untuk semakin berlatih agar bisa menyusul An Huang Yi.

__ADS_1


__ADS_2