Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Pertarungan kedua kekuatan Rana Ilahi


__ADS_3

Angin panas bertiup cukup kencang serta menerpa jubah yang dipakai oleh An Huang Yi, panasnya tanah merah yang sekeras Kristal sama sekali tidak berpengaruh kepada An Huang Yi.


"Hem…! Rulay, mana muridmu si Dewa Sesat yang ingin kau jadikan lawanku itu?" seru An Huang Yi padahal di Dunia Kristal Api tidak ada tanda-tanda keberadaan Buddha Rulay.


"Sancai-sancai, bersabarlah dulu An Huang Yi, dia pasti akan segera datang!"


Tiba-tiba saja suara Buddha Rulay menggema di seluruh Dunia Kristal Api, padahal sosoknya tidak ada disana.


"Hemp..!" An Huang Yi hanya mendengus kesal kemudian dia dengan sabar menunggu kemunculan Dewa Sesat.


Di luar Galaxy Merah sendiri, banyak pasukan yang sedang bersiaga, jumlah pasukan tersebut sangat luar biasa banyak, sebab pasukan tersebut adalah gabungan dari empat kelompok pasukan, yaitu prajurit Langit, Prajurit Azura, Prajurit Ras Naga dari berbagai jenis binatang, dan yang terakhir adalah Binatang dari Dunia Selatan yang juga memiliki pasukan dari berbagai jenis binatang.


"Kalian semua tetap bersiaga, jangan menyerang sebelum aku suruh menyerang, sekarang aku harus pergi ke tempat pertarungan agar bisa mengawasi gerak-gerik Kaisar Kegelapan!" kata Ho Chen memberi perintah serta pesan sebelum dirinya pergi ke Dunia Kristal Api.


Ho Chen akan mengawasi jalannya pertarungan sekaligus memastikan jika An Huang Yi tidak akan berbuat curang untuk meraih kemenangan.


Semuanya hanya bisa patuh dengan pesan yang disampaikan oleh Ho Chen, lagi pula mereka juga memiliki tugas untuk mengawasi para pasukan Kegelapan yang berada disana juga, namun jaraknya cukup jauh.


Jika para pasukan Kegelapan bergerak, maka para gabungan pasukan juga akan bergerak untuk menghadang para pasukan Kegelapan.


Melihat semua pasukan sudah mengerti akan maksud dari pesannya, tubuh Ho Chen langsung berubah menjadi cahaya kemudian berubah menjadi debu dan menghilang dari hadapan mereka semua.


Di Dunia Kristal Api, An Huang Yi menggertakkan gigi rahangnya karena merasa bosan menunggu kemunculan Dewa Sesat, dia menengadahkan kepalanya ke atas kemudian kembali berseru keras.


"Mau sampai kapan aku harus menunggu Rullay? Kalau memang Dewa Sesat itu takut untuk berhadapan denganku, katakan saja lalu serahkan Nirwana serta seluruh Alam Semesta kepadaku!" kata An Huang Yi dengan suara yang menggema serta menciptakan badai besar yang sangat panas.


"Aku, takut padamu? Hemp.. perkataan yang sangat konyol sekali!"


An Huang Yi terkejut dengan suara seorang pria, dia melihat ke sekelilingnya namun tidak melihat keberadaan siapapun, namun setelah itu dia segera memeriksa energi di sekitar dirinya dan benar saja, dia berhasil menemukan sosok yang berbicara barusan.


"Akhirnya kamu datang juga Dewa Sesat!" kata An Huang Yi.


Butiran debu cahaya halus segera bermunculan dan kemudian debu tersebut mulai berkumpul sehingga membentuk sebuah bentuk tubuh yang sangat terang lalu secara perlahan-lahan cahaya tersebut memudar dan terlihatlah sosok pria yang sejak tadi di tunggu-tunggu kedatangannya.


"Aku datang untuk bertarung denganmu sesuai dengan yang sudah kamu sepakati dengan Buddha Rulay!" kata sosok tersebut yang tidak lain adalah Tian Feng.


Baru saja Tian Feng berbicara, se sosok bercahaya lain juga muncul kemudian soal tersebut juga menampakkan dirinya.


"Dewa Pelindung Alam Semesta, kenapa kamu ikut muncul di sini? Apakah kamu ingin ikut campur pertandingan kami?" tanya An Huang Yi.


Sosok tersebut tersenyum tipis kemudian dia melangkah mendekati keduanya yang sedang berhadap-hadapan seraya menjawab, "Aku datang bukan untuk mengganggu pertarungan kalian, melainkan untuk memastikan jika tidak ada kecurangan dalam pertarungan kali ini karena aku sangat tahu akan siapa kamu!" jawab sosok tersebut yang tidak lain adalah Ho Chen.


"Baguslah jika memang itu alasanmu!" kata An Huang Yi namun dengan wajah ditekuk.


Ho Chen memperhatikan Tian Feng dengan seksama, dia merasa penampilan Tian Feng kali ini sangat berbeda, dari segi auranya saja, Ho Chen dapat merasakan kekuatan yang sudah disempurnakan.

__ADS_1


"Berhati-hatilah Tian, aku akan mengamati pertarungan kalian dari sana!" kata Ho Chen sekaligus menunjukkan ke arah ujung batu yang sangat tinggi serta agak jauh dari mereka berdua.


Tian Feng mengangguk kemudian Ho Chen melihat An Huang Yi sesaat dan setelah itu dia segera berpindah tempat.


Kini hanya menyisakan kedua sosok yang saling berhadap-hadapan dalam jarak tiga meter, tidak ada kata-kata yang diucapkan oleh keduanya selain saling bertatap mata.


Situasi sangat sunyi sekali, hanya suara desiran angin panas yang berhembus melambaikan pakaian keduanya.


Walau hanya saling tatap mata, namun aura keduanya mulai terpancar sehingga kedua aura tersebut saling bertabrakan dan menciptakan gelombang suara dari energi yang berubah menjadi gelombang kejut yang sangat kuat.


Awan merah segera berkumpul menutupi seluruh langit dan petir mulai bermunculan dan menyambar banyak bebatuan, hanya saja batu dan tanah di dunia tersebut benar-benar sangatlah keras sehingga hanya menimbulkan percikan api saat petir menyambar kemudian lenyap begitu saja tanpa membuat kerusakan yang berarti.


Tanpa disadari oleh siapapun, sebenarnya jantung keduanya sama-sama berdegup kencang, rasa penasaran serta ketakutan dan juga nafsu membunuh berputar menjadi satu di dalam perasaan keduanya.


Hanya saja keduanya sama-sama menutupinya dengan sikap penuh percaya diri, sehingga keduanya akan terlihat seperti tidak merasakan ketakutan sedikitpun.


"Majulah..!"


Tian Feng berseru sekaligus bergerak dengan kecepatan cahaya menyerang An Huang Yi, sedangkan An Huang Yi juga melakukan hal yang sama.


Keduanya sama-sama mengepalkan tangan dan kemudian kedua kepalan tersebut langsung di adu di tengah-tengah pertemuan.


Kedua pukulan yang saling adu menciptakan gelombang kejut yang sangat luar biasa besar, andai bukan karena Dunia Kristal Api sangat kuat, ledakan gelongbang kejut tersebut kemungkinan besar akan menghancurkan permukaan.


Tian Feng dan An Huang Yi kini sama-sama baku serang, mulai dari serangan pukulan serta tendangan.


Serangan yang terlihat biasa tersebut sebenarnya mampu untuk meratakan gunung, hanya saja efek tersebut tidak akan berlaku.


Suara benturan pukulan yang terus bertabrakan nyatanya masih mampu membuat Dunia Kristal mulai bergetar pelan, bisa dirasakan jika kemampuan keduanya benar-benar sangat tinggi, hanya saja mereka merasa jika keduanya tidak benar-benar menggunakan kekuatan penuh mereka yang sesungguhnya.


Tian Feng berhasil mendaratkan pukulan keras ke wajah An Huang Yi, namun sebagai gantinya, tendangan kaki An Huang Yi berhasil mengenai dagu Tian Feng.


Keduanya sama-sama terlempar mundur beberapa meter sebelum akhirnya keduanya sama-sama melepas energi mereka secara bersamaan.


"Kompak sekali mereka berdua!" batin salah satu Dewa yang melihat pertarungan dengan mata Dewa mereka masing-masing.


Maksud dari kekompakan itu adalah, keduanya sama-sama menggunakan kekuatan yang sama, yaitu tidak menggunakan kekuatan yang sesungguhnya.


"Kamu cukup hebat juga Dewa Sesat, tidak salah Rullay memilih dirimu untuk melawanku!" kata An Huang Yi.


"Kamu juga sama Kaisar Kegelapan!" kata Tian Feng.


"Baik, mari kita sedikit lebih serius!" ucap An Huang Yi.


Tian Feng menarik nafas kemudian energinya mulai dikeluarkan dan aura Agung segera menutupi tubuhnya.

__ADS_1


An Huang Yi juga melakukan hal yang sama seperti Tian Feng, namun aura agung yang dipancarkan sangat berbeda, aura milik Tian Feng berwarna sedikit keemasan, sedangkan milik An Huang Yi sedikit kehitaman.


Kaki kanan Tian Feng mulai dimiringkan serta dia mulai menekan ke tanah, begitu juga dengan An Huang Yi.


"Hah….!"


Keduanya sama-sama mengeluarkan suara lalu menghilang dan menyisakan tanah kristal yang pecah akibat tekanan kaki keduanya.


"Cepat sekali mereka, aku sama sekali tidak bisa melihat keduanya!" seru salah satu Dewa yang tidak mampu menangkap kedua sosok dengan tatapan mata dewa mereka.


Kali ini tubuh kedua sosok yang bertarung sama sekali tidak bisa dilihat, yang ada hanya suara benturan serta cahaya yang bertabrakan serta berpindah-pindah.


Getaran kini sedikit lebih besar dari sebelumnya, dan siapa sangka jika tanah Kristal yang terkenal sangat kuat kini mulai terlihat ada retakan akibat suara dentuman keras yang terus tercipta berkali-kali.


Hanya siluit cahaya yang sesaat melintas di sudut mata para Dewa, kemudian kedua cahaya yang melesat itu menghilang dan berpindah tempat lalu bertabrakan.


Baik Tian Feng maupun An Huang Yi tidak buru-buru menggunakan seluruh kekuatan mereka, keduanya sama-sama memperhitungkan hasil yang akan di dapat jika mereka menggunakan kekuatan penuh mereka saat ini.


Jelas jika keduanya sama-sama akan menggunakan jurus pamungkas di saat-saat terakhir saat kedua belah pihak sudah sama-sama terdesak satu sama lain.


Ho Chen sendiri juga memiliki pemikiran yang sama, jika di awal pertarungan langsung menggunakan kekuatan penuh, maka yang akan terjadi di akhir adalah kelemahan, sebab energi akan segera terkuras mengingat lawan yang dihadapi juga memiliki kemampuan yang sama.


"Rasakan ini!"


"Pukulan Penghancur Bintang."


An Huang Yi mengalirkan energinya ke kepalan tangannya kemudian dengan sangat kuat memukul ke arah wajah Tian Feng.


"Tapak Raja Iblis Neraka."


Tian Feng juga mengalirkan energinya ke telapak tangannya kemudian telapak tangannya langsung berubah menjadi sangat keras hingga sekeras logam.


Pukulan dan tapak langsung saling diadu sehingga kedua serangan itu menciptakan ledakan energi yang sangat besar, bahkan tanah Kristal Api langsung hancur dan menjadi sebuah lubang cekungan yang lumayan lebar.


Jelas semuanya terkejut melihat hal itu, sebab mereka semua tahu seberapa kuatnya Dunia Kristal Api, namun sekarang Dunia Kristal Api yang mereka anggap sangat kuat nyatanya kini sudah mulai dipatahkan.


"Luar biasa..!" kata semua yang melihat dari jauh dengan mata dewa.


Pertarungan kedua kekuatan Rana Ilahi benar-benar jauh dari imajinasi mereka semua, tidak hanya tingkat kehancurannya yang berbeda, bahkan jumlah energinya juga berada di luar pemikiran mereka.


"Saudaraku ini benar-benar..!" gumam Azura.


Ao Shen Yun juga merasa takjub, dia jadi teringat akan ramalan Dewi Peramal saat pertama kali diminta untuk meramal An Huang Yi.


Setelah berbagai cara dan upaya dilakukan untuk mencegah Dewa Sesat dilahirkan, hanya saja mereka tetap tidak bisa, dan kini ramalan tersebut akan benar-benar terjadi.

__ADS_1


__ADS_2