Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
dua serangan terkuat


__ADS_3

Tian Feng dan Ho Chen sama-sama tidak bisa merasakan kekuatan yang dimiliki oleh sosok anggun bergaun hitam tersebut, dengan selendang hitam yang mengayun karena diterpa oleh angin, sosok wanita yang memiliki kecantikan penyihir itu berdiri dengan memejamkan mata dan kedua telapak tangannya sama-sama direntangkan.


"Akhirnya setelah sekian lama aku menunggu untuk memiliki tubuh ini, sekarang semuanya sudah terwujud," gumam Zhi Yin yang masih menutup mata dengan senyuman yang membuat siapapun akan langsung luluh saat melihatnya termasuk Tian Feng dan Ho Chen.


Tidak ada laki-laki yang akan sanggup bertahan walau laki-laki tersebut sekuat Ho Chen yang terkenal akan kesetiaannya kepada satu wanita, apalagi seperti Tian Feng yang mudah terpengaruh oleh kecantikan wanita.


Secara perlahan-lahan mata Zhi Yin mulai terbuka, alis mata jentiknya langsung berkedut pelan kepada Ho Chen yang berada agak jauh darinya, hal itu membuat tubuh Ho Chen seperti membeku saat tatapan Zhi Yin mengarah padanya.


Hanya pada saat ini Ho Chen benar-benar merasakan degup jantungnya seperti berhenti karena terkena sihir tatapan Zhi Yin, padahal dirinya pernah melihat wajah seperti itu, namun kali ini wajah Zhi Yin yang mirip dengan Qie Yin jauh lebih sempurna.


"Sihir..!" Ho Chen segera berusaha menekan emosi hati serta pikirannya, dia mencoba menolak hatinya yang hampir terseret oleh kecantikan Zhi Yin, padahal jelas-jelas jika wanita tersebut hanyalah jelmaan dari sosok kegelapan.


Zhi Yin berbalik dengan mengibaskan rambut hitamnya yang panjang kemudian menatap Tian Feng, begitu tatapannya jatuh kepada mata Tian Feng, sama seperti Ho Chen, Tian Feng juga membeku dan tidak bisa menggerakkan badannya.


Kecantikan Zhi Yin bahkan melebihi kecantikan kedua istrinya, disinilah Tian Feng benar-benar tidak bisa mengendalikan hati serta perasaannya, dan itu terbukti saat jari Zhi Yin memberikan isyarat padanya untuk mendekat.


Tian Feng langsung menurut dan berjalan ke arah Zhi Yin, Tian Feng benar-benar terpengaruh oleh kecantikan yang sangat sempurna sehingga dia tanpa sadar menuruti semua yang Zhi Yin kodekan padanya.


Ho Chen dengan susah payah berusaha menyadarkan dirinya sehingga keringat dingin mulai membasahi punggungnya, dan dengan perjuangan yang sangat luar biasa, akhirnya Ho Chen berhasil lolos dari sihir kecantikan Zhi Yin.


"Tian berhenti..!"


Begitu terlepas Ho Chen langsung berusaha menghentikan Tian Feng dengan berseru sekaligus terbang ke arah Tian Feng.


Tian Feng seperti tidak mendengar suara apapun sehingga terus berjalan semakin mendekati Zhi Yin, hanya saja langkahnya terhenti saat Ho Chen tiba dan menghalangi pandangannya serta jalannya.


"Tian sadarlah, dia itu Energi Hitam Zhi Yin, jangan sampai kamu terpengaruh oleh kecantikannya!" kata Ho Chen.


Tian Feng langsung mengendapkan mata dan kemudian segera tersadar oleh perkataan Ho Chen.


"Senior apa yang terjadi?" tanya Tian Feng yang kebingungan.


"Tian, Zhi Yin telah menghipnotis kita dengan kecantikannya, jadi sekarang kamu harus bisa melepaskan perasaan tersebut agar tidak lagi terpengaruh oleh wajahnya!" kata Ho Chen.


Tian Feng langsung teringat kepada Zhi Yin, dia baru sadar jika dirinya memang seperti terkena sihir sehingga membuat dirinya kehilangan kendali atas perasaan serta tubuhnya.


"Senior benar, hampir saja aku terkena sihirnya itu!" kata Tian Feng.

__ADS_1


"Hihihi..! Ternyata kamu cukup hebat Dewa Pelindung Alam Semesta, tapi biarlah, yang penting sekarang penguasa Alam Semesta baru telah terlahir kembali, jadi bersiap-siaplah kalian wahai Pasukan Kegelapan, serang siapapun yang berani menolak dan tidak mengakui keberadaanku sebagai penguasa Alam Semesta!" seru Zhi Yin dengan suara merdunya namun memiliki kekuatan besar sehingga terdengar hingga ke seluruh Alam Semesta.


Para pasukan Kegelapan bersorak-sorai sebelum akhirnya semuanya mengangkat senjata mereka masing-masing.


"Persiapkan diri kalian, sebentar lagi kita akan segera berperang!" seru Azura.


Tepat ketika seruan Azura selesai, para pasukan Kegelapan langsung maju menyerang mereka, begitu juga dengan Azura serta para Dewa dan semua pasukan gabungan juga mengangkat senjata lalu maju menyerang pasukan Kegelapan.


Seketika itu juga, perang besar langsung pecah di luar Galaxy Merah, sedangkan Ho Chen dan Tian Feng mulai lebih waspada.


"Apakah kalian merasa takut?" tanya Zhi Yin dengan senyum mengejek.


"Takut? Sampai matipun aku tidak akan pernah takut padamu!" kata Ho Chen kemudian dia langsung menyerang Zhi Yin dengan Pedang Cakrawalanya.


Zhi Yin tertawa kecil kemudian dia bergerak maju dengan kaki yang sama sekali tidak menginjak tanah.


"Baiklah jika kamu menginginkan itu!" kata Zhi Yin yang tiba-tiba saja muncul tepat di depan Ho Chen sekaligus menekan pundak Ho Chen dengan satu jarinya.


Ho Chen langsung jatuh tersungkur oleh tekanan jari Zhi Yin, dari sini dia dapat merasakan perbedaan kekuatannya yang jauh dari Zhi Yin.


"Senior..!" Tian Feng menghilang dan berniat berpindah tempat untuk menolong Ho Chen, namun saat dirinya muncul, ternyata dia tidak muncul ditempat Ho Chen, melainkan muncul di hadapan Zhi Yin.


"Kamu adalah target utamaku!" kata Zhi Yin kepada Tian Feng kemudian dia menepis tangan Tian Feng yang memegang Tombak Nirwana hingga tombak tersebut terlepas dari genggamannya dan kemudian telapak tangannya mengeluarkan energi hitam lalu menghantam dada Tian Feng.


Tubuh Tian Feng kembali terpental setelah energi hitam di dadanya meledak, padahal serangan tersebut terlihat lemah dan sederhana, hanya saja kecepatan pergerakan Zhi Yin lah yang membuat Tian Feng tidak bisa menghindar dan terkena serangan tersebut.


Tanah tempat jalur Tian Feng terhempas membentuk sebuah jurang yang panjang hingga ke tempat tubuh Tian Feng berhenti.


"Dia memang benar-benar sangat kuat, jika begini terus, aku dan Senior Ho Chen tidak akan pernah bisa mengalahkannya," batin Tian Feng sekaligus kembali bangkit.


Tian Feng menggunakan energi hisap untuk mengambil kembali tombak nya yang tergeletak agak jauh darinya, setelah tombaknya sudah berada di tangannya, dia langsung melepaskan energi petir merah dan emasnya sekaligus aura keemasan hingga zirah emas nya juga muncul.


Seluruh galaxy berguncang hebat, bahkan guncangan tersebut membuat kedua kubu pasukan yang bertempur juga merasakan guncangan tersebut sehingga pertempuran sempat terhenti sesaat namun itu hanya sebentar karena pertempuran kembali dilanjutkan.


"Kekuatan mu memang sangat besar, tapi itu belum cukup untuk bisa bersaing denganku!" kata Zhi Yin.


Tian Feng langsung memasang kuda-kuda dengan penuh kewaspadaan, untuk saat ini dia teringat kepada kembaran jiwanya yang belum juga keluar dari dalam Alam Jiwa.

__ADS_1


Tian Feng menggertakkan giginya dengan keringat dingin yang mulai mengalir di pelipisnya, dia benar-benar merasakan tekanan luar biasa yang sulit untuk dipatahkan walau itu dengan cara menggunakan energi dari tombak nya.


Tubuh Tian Feng melayang ke udara dengan energi yang terus dikeluarkan sehingga awan mulai ditarik sehingga seluruh awan merah mulai berputar membentuk pusaran yang sangat besar serta petir merah dan emas yang juga menyambar ke mata tombak nya.


Bongkahan tanah mulai naik ke udara karena dihisap oleh pusaran awan merah, sedangkan Ho Chen berhasil meloloskan diri dari tekanan Zhi Yin juga melayang ke udara kemudian dia juga mengumpulkan energinya.


"Hahaha.. Ayo lepaskan seluruh serangan terbaik kalian berdua!" Zhi Yin bukannya terlihat waspada justru tertawa lantang dengan suara tawa yang menggetarkan seluruh galaxy.


Tekanan yang dilepaskan oleh Tian Feng dan Ho Chen sama sekali tidak berpengaruh kepadanya.


Melihat dua tubuh yang menggantung udara dengan tubuh yang sama-sama mengeluarkan energi petir, Zhi Yin hanya berdiri dengan membersihkan kukunya, dia sama sekali tidak merasa khawatir atau sekedar membuat perisai, yang ada justru terlihat santai seraya berkata, "Aku akan menunggu kalian, jadi lakukanlah dengan tenang!" ucapnya yang terkesan meremehkan.


Tian Feng saling berpandangan dengan Ho Chen kemudian sama-sama mengangguk, setelah sama-sama memberikan kode, keduanya mengeluarkan seluruh energi mereka berdua sehingga membuat tanah terbelah sekaligus menyemburkan lava yang mulai membanjiri sebagian Dunia Kristal Api.


"Tahap Ilahi - Tombak Nirwana."


"Tahap Ilahi - Tebasan Pedang Naga Halilintar."


Tian Feng dan Ho Chen langsung melepaskan serangan terkuat mereka secara bersamaan ke arah Zhi Yin.


Tian Feng meluncur dari udara dengan kecepatan tinggi dan dari belakangnya pusaran awan merah juga mengikutinya, Tian Feng terlihat seperti batu Meteor yang jatuh dari langit.


Berbeda dengan Tian Feng, Ho Chen justru melepaskan tebasan kuat yang disertai dengan hembusan angin kencang serta energi pedangnya berubah menjadi sesosok Naga Petir yang juga melesat ke arah Zhi Yin.


Zhi Yin hanya melirik kedua serangan tersebut yang memiliki tekanan sangat kuat serta menggetarkan seluruh Dunia Kristal Api, yang terlihat di wajah cantik Zhi Yin hanya senyuman manis.


Tian Feng meraung keras sekaligus meluncur dengan ujung tombak yang bercahaya merah serta petir merah dan emas secara terus-menerus menyebar dari ujung mata tombaknya.


"Terimalah ini..!" seru Tian Feng kemudian dirinya serta naga petir milik Ho Chen segera menghantam Zhi Yin dengan sangat keras serta menciptakan ledakan yang sangat besar.


Namun sayang serangan keduanya ternyata dapat ditahan oleh Zhi Yin dengan menggunakan kedua telapak tangannya yang melepaskan energi hitam yang sangat kuat.


Seharusnya serangan Tian Feng akan menghancurkan tubuh serta jiwa Zhi Yin, bahkan ledakannya yang kemungkinan besar juga akan menghancurkan setengah Dunia Kristal Api, belum lagi digabung dengan serangan dari Ho Chen, sebab dua serangan tersebut adalah dua serangan terkuat mereka.


Namun ledakan besar tersebut hanya menghancurkan tempat pertempuran karena Zhi Yin menahan serangan keduanya.


"Sekarang akan aku tunjukkan kepada kalian kekuatan puncak Rana Ilahi Tahap 3 yang sesungguhnya!" kata Zhi Yin yang masih menahan serangan keduanya.

__ADS_1


Tian Feng dan Ho Chen bisa merasakan lonjakan energi Zhi Yin yang meningkat, bahkan tubuhnya Zhi Yin mulai melayang sekaligus mendorong kedua serangan mematikan itu kembali ke udara.


__ADS_2