
***
Yao Shan mondar-mandir menunggu Tian Feng di depan gunung, sudah hampir satu bulan Tian Feng tidak keluar dari Dunia dimensi dalam, awalnya Yao Shan ingin masuk, namun dia mengurungkan niatnya karena dia tidak mungkin masuk kedalam Dunia dimensi dalam, jika memaksakan diri bisa-bisa dia akan lenyap karena badai Api Emas.
Dunia dimensi obat tiba-tiba bergetar membuat Yao Shan terkejut, dia menatap kearah pintu Dunia dimensi dalam dengan tatapan yang melebar, "Akhirnya dia berhasil!" kata Yao Shan.
Yao Shan masih terus menatap pintu Dunia dimensi dalam, saat masih menatap kearah pintu, tiba-tiba saja dia merasakan ada energi besar dari langit. Yao Shan langsung memasang wajah suram dan kemudian dia menatap kearah langit, "Siapa yang bisa masuk ke Dunia dimensi obat ku ini?" kata Yao Shan kemudian dia bersiap untuk membuat segel untuk bersiaga saat melihat retakan dilangit.
Namun rasa kekhawatiran Yao Shan berubah ketika melihat sebuah cahaya yang melesat keluar dari dalam retakan Spasial tersebut, dia melihat sesosok pemuda yang tubuhnya di selimuti oleh Aura keemasan dan samar-samar ada api emas yang juga keluar dari tubuh pemuda tersebut.
Walau belum jelas sosoknya, namun Yao Shan segera mengenali Aura tersebut, "Akhirnya kamu berhasil menyatu dengan Api Teratai Buddha Emas Tian!" kata Yao Shan
Tian Feng yang berubah ke wujud Dewa langsung menampakkan dirinya dan terlihat lingkaran emas yang terbentuk di belakang kepalanya serta tiga garis emas kemerahan lurus di dahi Tian Feng.
Tian Feng tersenyum hangat kepada Yao Shan kemudian dia langsung kembali ke wujud normalnya, "Terima kasih atas bantuan guru Yao!" kata Tian Feng dengan bersujud di hadapan Yao Shan.
Yao Shan jelas terkejut melihat Tian Feng yang bersujud di hadapannya. Yao Shan segera mengangkat Tian Feng agar kembali berdiri, "Apa yang kamu lakukan? Bukankah sudah ku bilang untuk jangan memanggilku guru, semua yang aku lakukan hanya semata-mata ingin membantumu!" kata Yao Shan.
"Apapun yang guru katakan aku tidak peduli, bagiku orang yang mengajariku banyak hal dan memberikanku ilmu adalah guruku!" kata Tian Feng.
Yao Shan tidak berdaya lagi untuk menghentikan Tian Feng, dia hanya menghela nafas panjang sebelum akhirnya berkata, "Terserah kamu saja mau memanggilku apa!" kata Yao Shan kemudian dia tersenyum lembut kepada Tian Feng.
"Apakah itu benar-benar berhasil?" tanya Yao Shan.
Tian Feng mengangguk seraya menjawab, "Seperti yang diharapkan!" jawab Tian Feng kemudian dia mengangkat telapak tangannya dan api berwarna emas muncul di telapak tangannya.
"Ternyata kamu memang orang yang tepat untuk menjadi tuan baru untuk Api Teratai Buddha Emas! Dengan Api Teratai Buddha Emas di tubuhmu, seharusnya kamu sudah bisa membuat Pil 4 bintang," kata Yao Shan dengan tersenyum lebar.
Yao Shan dapat merasakan peningkatan kekuatan Tian Feng yang melonjak naik hingga mencapai tahap Dewa Bumi.
Tian Feng mengangguk kemudian dia teringat akan Alice yang menjaga dirinya diluar, "Sepertinya aku harus kembali, aku tidak tahu sudah berapa lama aku berada disini!" kata Tian Feng.
"Pergilah! Lagi pula selama beberapa hari ini kamu sudah membuatku hampir tidak bisa beristirahat dengan tenang!" kata Yao Shan
Tian Feng tersenyum canggung kemudian segera berpamitan dan dia segera kembali ke tubuhnya yang berada diluar, setelah Spiritualnya sudah masuk kembali ke tubuhnya, Tian Feng segera membuka mata dan melihat kesekelilingnya.
Kamar yang sebelumnya sangat kotor kini terlihat sangat rapi dan bersih, dia yakin jika semua itu pasti Alice yang mengerjakannya, "Sangat baik-sangat baik! Tapi kemana dia?" Tian Feng melacak dengan spiritualnya untuk mencari keberadaan Alice.
Tian Feng menemukan Alice sedang berada di taman belakang, melihat raut wajahnya, sepertinya Alice lebih ceria dari terakhir yang ia lihat dan Alice sepertinya terlihat sangat betah.
Tian Feng segera berpindah tempat dan muncul tidak jauh dari tempat Alice, kemunculan Tian Feng jelas diketahui oleh Alice, dia segera menoleh dan menatap Tian Feng dengan wajah kesal.
"Apakah kamu sudah puas tidur selama hampir sebulan ini?" tanya Alice dengan nada ketus.
"Hampir sebulan?" Tian Feng terkejut mendengarnya, dia tidak menduga jika dia berada di Dunia dimensi dalam selama hampir tiga bulan.
"Jangan berlagak kaget, kamu pikir aku ini tidak bosan harus menjagamu selama itu!" kata Alice.
__ADS_1
"Iya maaf! Tapi sekarang aku akan pergi mencari informasi lebih banyak dari para prajurit disini!" kata Tian Feng yang berniat pergi.
"Tidak perlu, aku sudah mengumpulkan banyak informasi saat kamu bermeditasi."
Tian Feng langsung menoleh kearah Alice, dia sungguh tidak menduga jika Alice sudah lebih dulu bergerak mengingat statusnya yang menjadi penghianat Organisasi Bintang Hitam, "Owh, kalau begitu cepat katakan apa saja informasi yang sudah kamu dapatkan!" kata Tian Feng.
Alice berjalan ke batu kursi dekat kolam ikan dan diikuti oleh Tian Feng, setelah itu Alice mulai menyampaikan akan informasi yang sudah ia dapatkan selama Tian Feng masih bermeditasi.
"Apakah kamu masih ingat kepada Sunoriki?" tanya Alice.
Tian Feng mengangguk, dia jelas tidak akan pernah melupakan nama serta wajah musuh yang pernah ia temui, terlebih lagi Sunoriki terlalu cerdik, walau kemampuannya belum mencapai tahap Raja Bumi, namun dia pintar dalam memilih situasi dan kabur saat rekan-rekannya berusaha mati-matian bertarung dengannya.
"Sepuluh hari yang lalu, aku berhasil menangkapnya, saat itu dia akan kembali ke cabang rahasia yang berada bukit hitam, apa kamu tahu dimana bukit hitam itu berada?" tanya Alice.
"Bukit hitam!?" Tian Feng terkejut mendengarnya, dia menghela nafas panjang sesaat sebelum akhirnya mengangguk, dia jelas tahu bukit tersebut karena letaknya tidak jauh dari desanya dimasa lalu.
"Sebelum aku membunuh Sunoriki, aku sempat mendapatkan informasi jika sebenarnya Setan Api Hitam sengaja membawa tiga hewan ajaib yang bisa merubah wujudnya kebentuk manusia dan ketiganya berkekuatan Dewa, mereka adalah Qian He, Liang Whu dan Ye Jizan!" kata Alice.
"Hewan ajaib yang sudah bisa berubah wujud ke bentuk manusia? Apakah itu maksudnya Siluman?" gumam Tian Feng.
Selama dia berburu Siluman waktu itu, dia tidak pernah bertemu dengan siluman yang bertranformasi ke bentuk manusia, jika yang bisa berbicara dia sudah bertemu, namun kemampuan hewan itu sudah berada di tahap Raja Alam. Jika memang ada siluman yang sudah bisa merubah wujudnya ke bentuk manusia, kekuatan hewan itu pasti sudah mencapai ditahap Dewa.
"Pantas saja aku tidak bisa merasakan kemampuan dan keberadaan mereka, ternyata ada sosok lain berkemampuan Dewa yang menghalangi pandanganku!" batin Tian Feng kemudian dia kembali mendengarkan Alice.
"Sebenarnya mereka dikirim kesini untuk memburumu serta seluruh keluargamu, namun aku tidak tahu kapan itu akan dilakukan, menurut perkiraanku, kemungkinan besar mereka akan datang ke pengungsian reruntuhan kuno!" kata Alice.
Tian Feng langsung menggunakan mata Dewa untuk melihat ke arah reruntuhan kuno, namun lagi-lagi dia tidak bisa melihat apa-apa seperti ada sesuatu yang menghalangi pandangannya.
"Sial.. Alice ayo kita harus bergegas pergi ke reruntuhan kuno!" ajak Tian Feng.
"Sekarang? Apakah tidak sebaiknya kita mengatur rencana dulu? Perjalanan kesana mungkin butuh waktu dua hari jalan darat, dan satu hari terbang," kata Alice.
"Tidak ada waktu lagi! Aku akan menggunakan Sihir Ruang Waktu agar kita bisa berpindah tempat dengan cepat," kata Tian Feng yang wajahnya kini terlihat suram.
"Kamu juga bisa menggunakan Sihir Ruang Waktu?" tanya Alice.
Tian Feng sama sekali tidak menjawab, dia segera membuat segel tangan dan kemudian dia memegang tangan Alice yang masih bingung sebelum akhirnya keduanya benar-benar menghilang dari taman tersebut.
***
Reruntuhan kuno adalah bekas kota dari para penduduk jauh sebelum peradaban saat ini, letaknya tersembunyi di tengah hutan besar dan serta beberapa gunung besar, namun tidak sulit untuk pergi kesana karena hutan besar itu sangat aman dan jalur untuk kesana cukup lebar, bahkan kereta kuda sekalipun bisa melewati jalan tersebut.
Saat ini di tempat yang seharusnya sepi kini seperti sudah hidup, ribuan tenda dibangun untuk para prajurit serta rakyat yang mengungsi disana, hutan yang sepi dengan bangunan tanah yang sudah runtuh kini terlihat seperti sebuah pemukiman baru.
Tidak jauh dari tenda itu, para Pendekar kuat sedang berlatih, beberapa diantaranya adalah para Panglima Wutong, Bai Ling Ling, Zang Yang, Chang Shan, Mei Yinyi, dan beberapa pendekar yang dulu menjadi sepuluh pendekar terkuat dan mereka semuanya dilatih oleh Lio Long.
Disana juga ada Chie Xie, Naomi, Xiao Fan, Lin Ling, Pangeran Zhi Yei Fai, Cao Zhuan murid dari Chang Shan, Jin Xia Zan murid dari Bing Ling Ling, dan beberapa Pendekar muda lainnya, mereka dilatih oleh Wang Dunrui.
__ADS_1
Untuk kemampuan para Pendekar sepuh yang paling kuat adalah Wei Fang yang sudah mencapai Tahap Raja Bumi, namun itu juga dia dapatkan dari bantuan Pil dari Lio Long, kemudian Bai Ling Ling yang juga sama.
Untuk yang hampir mencapai tahap Raja Bumi adalah Zang Yang, Chang Shan dari Singa Ema, Biksu Bai Ming dari Kuil Yin, dan Li Xiang Fai dari Gunung Persik serta beberapa pendekar lainnya.
Akan tetapi yang paling kuat dari semuanya hanya dua orang, yaitu Chie Xie dan Naomi, keduanya saat ini sudah berada di puncak tahap Raja Langit, tapi semua itu juga karena bantuan Pil dari Lio Long.
Sebenarnya mereka cukup terkejut saat rombongan Wong Chin dan Liu She Gwo tiba dan mengabarkan jika mereka bertemu dengan Tian Feng, tentu saja mereka sangat senang karena akhirnya Tian Feng yang sudah menghilang selama dua tahun kini sudah kembali, dan yang paling senang siapa lagi jika jika bukan Zang Yang, Lie Yie, Yuan Xia, Chie Xie, dan satu lagi Naomi.
"Ayo tambah semangat latihan kalian!" seru Wang Dunrui.
Para Pendekar muda sedang mati-matian meningkatkan kekuatan mereka, dari cara bertarung, menggunakan perubahan energi dan yang lainnya. Karena mereka masih berada di Tingkat Tengah dan juga atas, jadi kemampuan mereka sangat terbatas, namun itu tidak menjadi alasan bagi mereka untuk menyerah.
Di tempat yang lebih tinggi, latihan peraduan ilmu sihir sedang meledak dilangit, dua gadis cantik sedang berlatih tanding dengan menggunakan sihir masing-masing.
"Naomi Jiejie! Sepertinya beberapa hari ini kamu sangat terlihat bersemangat sekali, apakah pendorong semangatmu ini karena kabar kemunculannya kembali?" Chie Xie menggoda Naomi sehingga konsentrasi Naomi langsung pecah.
"Kena kau..!" telapak tangan Chie Xie yang mengeluarkan kabut dingin berhenti di depan wajah Naomi yang sedang tertegun.
"Kau benar-benar pintar mengelabui Xie Xie!" kata Naomi.
Chie Xie cekikikan melihat wajah Naomi yang sempat kaget kemudian terlihat memerah, "Ah, kelemahanmu sangat mudah di tebak!" kata Chie Xie.
"Sebaiknya kita istirahat dulu dibawah," kata Naomi.
"Cie.. Yang lagi malu-malu malah mengalihkan pembicaraan," goda Chie Xie sambil menyenggol pundak Naomi.
Naomi hanya tersenyum canggung dengan wajah sedikit merah kemudian dia turun kebawah dan disusul oleh Chie Xie. Sesampainya di bawah, mereka segera duduk disebuah batu besar lalu memperhatikan para pendekar muda yang sedang berlatih.
"Apakah menurutmu Tian-Kun akan datang kesini?" tanya Naomi.
Chie Xie menatap Wajah Naomi kemudian dia semakin tersenyum lebar, niat jahilnya kembali terlintas untuk menggoda Naomi, "Aku takut jika Tian gege datang nanti dia malah lebih perhatian kepada gadis yang bernama Alice itu!" kata Chie Xie.
Semuanya sudah tahu jika saat ini Tian Feng sedang bersama dengan gadis dari Foiberia yang bernama Alice, walau Xiao Fan dan yang lainnya tidak menjelaskan apakah Tian Feng dan Alice memiliki hubungan, namun itu sudah membuat hati Naomi sedikit bergetar dan rasa cemburu juga mulai merasukinya.
"Aku tidak sedang bertanya masalah itu!" kata Naomi yang membuat Chie Xie tertawa kecil.
"Jiejie tenang saja, selama ada aku disini, aku akan selalu mendukung Jiejie dan akan berdiri di pihak Jiejie, jadi tidak perlu khawatir soal Tian gege, dia pasti akan memilihmu!" kata Chie Xie.
Naomi hanya tersenyum menanggapi dukungan Chie Xie, hubungan keduanya benar-benar sangat akrab, dan jika dilihat secara seksama antara Naomi dan Chie Xie, kelihatan Chie Xie seperti lebih tua dari Naomi, namun sebenarnya Naomi yang justru usianya sedikit lebih tua.
Saat keduanya masih asik bercanda dan yang lain masih berlatih, tiba-tiba saja tanah bergetar seolah-olah ada gempa bumi, namun Naomi, Chie Xie, Wang Dunrui, Lio Long, dan para Pendekar lainnya merasakan beberapa kekuatan besar yang datang dari langit.
"Kekuatan siapa ini? Apakah tempat ini sudah diketahui oleh musuh?" tanya Wei Fang.
Tidak ada yang menjawab pertanyaan Wei Fang, sedangkan Lio Long yang sedang berdiri memasang wajah serius menatap kelangit, "Sosok itu..!? Bukankah sosok itu yang dulu pernah dikalahkan oleh Chinmi, kenapa dia berada disini?" wajah Lio Long menjadi kusut saat matanya melihat sesosok yang ia kenali.
"Guru..!" Wang Dunrui segera muncul di samping Lio Long.
__ADS_1
"Wang Dunrui, musuh kita yang datang ini bukan lawan yang mudah, aku saja tidak yakin apakah aku bisa menghadapi musuh ini atau tidak!" kata Lio Long.