Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Kisah Azura sang Kaisar Iblis


__ADS_3

Tian Feng berjalan kearah Dewi Penghisap Arwah dengan Tombaknya yang masih mengeluarkan Petir Merah nya yang besar. Melihat Tian Feng yang mendekat, jantung Dewi Penghisap Arwah serasa berhenti berdetak.


Tian Feng sudah memutuskan untuk melenyapkan semuanya tanpa menyisakan satupun dari Pengawal Kaisar Kegelapan itu.


"Tian Feng, biarkan dia pergi!"


Suara Kaisar Langit yang terdengar menggema itu menghentikan langkah Tian Feng yang sudah membulatkan hatinya untuk membunuh Dewi Penghisap Arwah.


Tian Feng menoleh ke atas dan dia melihat ada sosok mahluk bersisik berwarna emas, ukuran besarnya tidak bisa di lihat hanya sekali tatap, dan tubuh itu sangat jelas sekali jika itu adalah tubuh seekor Naga.


Seluruh langit tertutup oleh tubuh Naga Emas raksasa, dan setelah itu terlihat Kaisar Langit yang berdiri di kepala Sang Naga emas raksasa itu.


Semua para prajurit langit dan para Dewa segera berlutut setelah kemunculan Kaisar Langit, termasuk Tian Feng.


"Maaf Yang Mulia, kenapa yang mulia ingin hamba melepaskan pengawal yang tersisa? Bukankah ini satu-satunya kesempatan kita untuk mengurangi kekuatan para Pengawal Kaisar Kegelapan?" tanya Tian Feng.


Kaisar Langit tersenyum hangat kemudian dia menatap Dewi Penghisap Arwah yang terlihat sangat ketakutan saat melihat Kaisar Langit yang menunggangi Naga Emas nya.


"Tidak semua masalah harus di selesaikan dengan kekerasan, jika kamu membantai semuanya sekarang, apa bedanya kamu dengan Kaisar Kegelapan? Sebaiknya biarkan dia pergi, lagi pula tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi!" kata Kaisar Langit.


Tian Feng hanya melipat wajah karena tidak setuju akan keputusan Kaisar Langit yang ingin melepaskan Dewi Penghisap Arwah serta para pasukan kegelapan.


"Yang Mulia, jika dia di biarkan hidup, maka di masa depan dia pasti akan kembali membuat kekacauan!" kata Tian Feng.


"Jika kelak dia kembali mengikuti perintah An Huang Yi lagi untuk melakukan kekacauan, bukankah masih ada Dewa lainnya yang akan menghadapinya, lagi pula masih ada kamu, dan jika di masa depan kamu berhadapan lagi dengannya, maka aku tidak akan menghentikan mu lagi, karena aku hanya memberikan satu kali kesempatan saja untuk dia!" jawab Kaisar Langit.


Dewi Penghisap Arwah menghela nafas lega setelah Kaisar Langit masih memberikan kesempatan untuk dirinya serta menyelamatkan dirinya dari maut.


"Pergilah kamu dan bawa semua pasukanmu yang tersisa, sampaikan juga kepada An Huang Yi jika saat ini Murid Buddha sudah memiliki kemampuan yang sama dengannya, dalam tiga tahun lagi, suruh An Huang Yi untuk bersiap-siap bertarung satu lawan satu dengan Dewa Sesat di Galaxi merah," kata Kaisar Langit kepada Dewi Penghisap Arwah.


"Te.. terima kasih Kaisar Langit!" jawab Dewi Penghisap Arwah kemudian dia berbalik dan menatap semua sisa pasukan yang ia bawa.


"Ayo kita tinggalkan tempat ini!" ajak Dewi Penghisap Arwah kemudian dia dan para pasukannya yang tersisa segera meninggalkan Kahyangan.


Melihat Dewi Penghisap Arwah yang menghilang meninggalkan Kahyangan, Tian Feng benar-benar tidak puas, yang dia inginkan hanya satu, yaitu membunuh semua penyebab masalah terutama musuh-musuhnya.


Walaupun merasa kesal, Tian Feng hanya bisa mengepalkan tangannya tanpa bisa berbuat banyak selain menuruti perintah Kaisar Langit.


Tian Feng yakin jika Kaisar Langit memiliki alasan kuat dengan semua keputusan yang sudah ditetapkan.

__ADS_1


"Obati semua yang terluka, dan Tian Feng, ikut aku ke istana, ada hal penting yang harus di bicarakan!" kata Kaisar Langit.


Tian Feng segera menurut dan pergi mengikuti Kaisar Langit menuju keistana, sedangkan yang lain mulai membantu para prajurit langit yang terluka.


***


Walau tidak ada korban jiwa dari prajurit langit, namun untuk yang terluka cukup banyak, sedangkan untuk tempat-tempat yang hancur juga cukup besar.


Saat ini Tian Feng dan para Dewa serta menteri istana langit berkumpul di aula Istana, semuanya terdiam karena mendengarkan Kaisar Langit yang sedang berbicara dengan Tian Feng.


"Tian Feng, kemampuan mu saat ini sudah setengah langkah menuju Rana Agung, dengan kemampuanmu saat ini, kamu sudah bisa turun ke dunia bawah membantu Ho Chen!" kata Kaisar Langit.


"Hamba sudah lebih dari siap yang Mulia!" jawab Tian Feng.


"Baik, besok kamu sudah bisa pergi ke dunia bawah, namun sebelum itu, aku akan menyampaikan informasi penting terkait akan seberapa besar kemampuan Azura!" kata Kaisar Langit.


Tian Feng mengangguk karena dia juga ingin tahu akan seberapa kuat Kaisar Iblis itu, Karena Kaisar Iblis memiliki setangah dari Bunga Teratai Batu Mustika Putih, Tian Feng yakin jika kemampuan Kaisar Iblis berada di tahap Rana Agung.


Azura adalah satu-satunya penghuni dunia bawah yang paling kuat, sejak masih kecil, Azura sudah memiliki kemampuan dan bakat yang cukup tinggi.


Azura salah satu mahluk yang mencapai tahap Dewa Agung tercepat di usia kurang dari 30 tahun, dan saat itu tidak ada satu mahluk yang segenerasi dengannya yang bisa menyusulnya.


Semua itu karena mereka beranggapan jika mereka juga pantas menjadi penghuni langit, tepat setelah tiga ratus tahun Azura memimpin kaumnya, dia berhasil naik ke Kahyangan dan kemudian menyampaikan akan maksud keinginannya agar dia dan kaumnya bisa tinggal di Kahyangan.


Namun keinginan Azura di tolak oleh Kaisar Langit sehingga membuat Azura tidak terima dan mengatakan jika para penghuni langit sangat merendahkan para penghuni dunia bawah.


Azura secara terang-terangan menyatakan perang dengan para Dewa, dan sejak kejadian itu, perang antara Kaum Azura dan para Dewa tidak bisa di hindari.


Azura juga melatih para prajuritnya dan kemudian Azura menemukan metode cara meningkatkan kemampuan tanpa perlu berlatih, namun metode tersebut membuat dirinya serta kaumnya berubah.


Tubuh mereka bertranformasi menjadi mahluk mengerikan, para Dewa dan manusia menyebut mereka iblis, dan akhirnya Azura di di akui sebagai pemimpin kaum iblis dan di kenal sebagai Kaisar Iblis.


Selama ratusan tahun permusuhan antara Kaisar Iblis dan Kaisar Langit terus berlanjut, setelah itu Azura yang tanpa sengaja sedang terbang di angkasa melihat sebuah Bunga Teratai Batu Mustika Putih yang melayang-layang di angkasa.


Azura tidak langsung mengambilnya, dia lebih dulu mencari informasi akan Bunga Teratai Batu Mustika itu dengan menyamar dan menyusup ke kahyangan.


Setelah mengetahui jika Bunga Teratai Batu Mustika Putih itu adalah salah satu benda yang berasal dari Nirwana sekaligus salah satu Bunga Teratai milik Sang Buddha, akhirnya Azura mencari kembali Batu Mustika tersebut.


Selama lebih dari dua ratus tahun Azura mencari Bunga Teratai itu, akhirnya dia menemukan Bunga itu di galaxi lain, dan dengan nekadnya, Azura menyerap seluruh Batu Mustika itu agar menyatu dengan tubuhnya.

__ADS_1


Namun sayang karena kekuatan yang dimiliki oleh Bunga Teratai Batu Mustika itu sangat besar, Azura tidak mampu menyerap seluruh Bunga tersebut, dia akhirnya mengeluarkannya lagi dan berencana memecah Bunga itu menjadi beberapa bagian lalu akan menyerapnya sedikit demi sedikit.


Sayangnya setelah Bunga Teratai Batu Mustika itu berhasil dia pecahkan, pecahannya segera bertebaran dan terbang menyebar ke berbagai Galaxi.


Azura yang tidak ingin kehilangan sebagian dari Batu Mustika itu, dia akhirnya menangkap setengah dari pecahan Bunga itu lalu menyerap setengah dari Bunga Teratai Batu Mustika sehingga dirinya berhasil naik dan mencapai tahap Setengah langkah Rana Agung.


Merasa kekuatannya sudah bertambah, Azura kembali menyerang Kahyangan, namun sayang dia tetap gagal dan pada akhirnya perang terakhir membuat dirinya kalah dan melemah serta menghilang selama jutaan tahun lamanya.


Kaisar Langit yang mencari keberadaan Kaisar Iblis untuk mengambil kembali setengah dari Bunga Teratai Batu Mustika menemui jalan buntu. Kaisar Langit memerintahkan para dewa lainnya untuk menyebar dan mencari sisa-sisa pecahan dari Bunga Teratai Batu Mustika yang sudah di kenal sebagai Batu Mustika Putih.


Setelah jutaan tahun sejak menghilangnya Azura, para dewa yang sudah di berikan tugas untuk mengumpulkan sisa-sisa pecahan Batu Mustika akhirnya berhasil mengumpulkan setengahnya, namun tidak ada satu Dewa pun yang bisa melakukan penyatuan dengan setengah dari Bunga Teratai Batu Mustika Putih.


Setalah sangat lama Azura menghilang, akhirnya para Dewa mendapatkan informasi jika Azura selama ini sedang tertidur serta berusaha menyempurnakan kemampuan Rana Agung nya, dan akhirnya dia kembali muncul dengan kekuatan yang sudah mencapai Awal Rana Agung.


"Jadi kemampuan Kaisar Iblis ini berada di tahap Awal Rana Agung?"


Tian Feng jelas terkejut setelah mendengar kisah Azura sang Kaisar Iblis itu yang sudah mencapai tahap Awal Rana Agung. Dengan kekuatan sebesar itu maka Azura sudah hampir mencapai Tahap Rana Agung sejati, yaitu puncak Rana Agung.


Menurut Tian Feng, kekuatan sebesar itu seharusnya sangat sulit untuk di kalahkan, bahkan Kaisar Kegelapan sekalipun bukan tandingan Azura.


"Maaf Yang Mulia, jika hamba boleh tahu, seberapa besar kekuatan Yang Mulia yang sebenarnya?" tanya Tian Feng.


Sejak awal dia sama sekali tidak bisa mengukur bahkan mengetahui tingkat kekuatan Kaisar Langit.


"Hemm... Bagiamana cara menjelaskannya padamu? Aku tidak mendalami cara meningkatkan kekuatan, namun aku mendalami Dharma!"


Kaisar Langit tidak menjelaskan secara lengkap akan kekuatan sejati yang ia miliki saat ini, namun yang jelas kemampuan Kaisar Langit sangat tinggi, salah satunya akan keagungan serta ilmu pengetahuan yang tinggi melebihi para Dewa lainnya.


Untuk menjadi Kaisar Langit tidak semudah seperti seseorang yang di angkat menjadi Raja, banyak ujian yang sudah di jalani oleh Kaisar Langit, butuh jutaan tahun untuk mencapai satu pemahaman tertinggi, dan setiap pemahaman harus melalui pencerahan serta meditasi yang memakan waktu ratusan, ribuan, hingga jutaan tahun.


Ujian sebesar itu tidak akan bisa di lakukan oleh Dewa manapun, karena itu Kaisar Langit memiliki pemahaman filsafat yang sangat tinggi.


"Setiap kekuatan dan kemampuan tidak harus di ukur dari seberapa tinggi tingkat kekuatannya, banyak kekuatan besar serta kemampuan tinggi di seluruh alam semesta, dan setiap kemampuan akan di bagi menjadi beberapa bagian, seperti kemampuan ilmu pengetahuan, kemampuan memimpin, kemampuan berbicara, kemampuan bertingkah laku, kemampuan bertarung, kemampuan berpikir dan masih banyak lagi! Namun semua itu tidak akan mudah untuk di miliki, andai ada satu kata yang bisa di ucapkan dengan sebuah kalimat, semuanya ingin aku katakan jika tidak ada yang kuat ataupun yang lemah, semuanya akan berakhir dalam ketiadaan jika tidak memiliki kemampuan berpikir yang logis!"


Tian Feng menaik turunkan alisnya mendengarkan pencerahan Kaisar Langit, setiap kalimat yang di ucapkan oleh Kaisar Langit terlalu sulit untuk dicerna atau di pahami oleh Tian Feng.


"Baiklah karena kamu sudah mendapatkan semua informasi tentang Azura, kamu bisa pergi besok ke dunia bawah, pergilah melalui empat pilar yang akan mengirim mu ke dunia bawah dengan cepat!" kata Kaisar Langit.


Tian Feng segera membungkuk memberi hormat kemudian dia undur diri karena dia ingin segera bertemu dengan Naomi, sebab semenjak dirinya berhasil menyatu dengan setengah dari Bunga Teratai Batu Mustika Putih, Tian Feng belum sempat menemui Naomi.

__ADS_1


__ADS_2