Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
kembaran dirinya yang lain


__ADS_3

Selama hampir tiga belas hari Tian Feng dan Ho Chen bersabar menunggu kemunculan Dewa Hitam atau Putri Naga Ao Shen Yun, dan selama itu juga tidak ada tanda-tanda kedatangannya.


Walau di dalam istana Naga sangat menyenangkan, makin lama-kelamaan Tian Feng merasa bosan juga dan sesekali diam menyendiri di dalam kamar yang telah di sediakan.


Sesekali Tian Feng akan masuk kedalam Dunia Dimensi Obat menemui kedua istrinya serta putrinya, dan di dalam Dunia Dimensi Obat kini sudah berubah semenjak Alice dan Naomi serta Yihua berada disana.


Yao Shan membuat tiga rumah dari kayu dan beratapkan rumput herbal, walau rumah itu terlihat sederhana, namun setiap rumahnya cukup luas.


Yao Shan sengaja membuatkan tiga rumah di mana dua rumah untuk Alice dan Naomi, sedangkan yang satunya untuk dirinya sendiri.


Alasan Yao Shan sebenarnya karena dia merasa tidak nyaman jika harus berkumpul di bawah pohon, terlebih lagi alasan Yao Shan agar Tian Feng bisa berhubungan dengan salah satu istrinya tanpa perlu merasa malu karena sudah ada rumah.


Semuanya dibentuk seperti apa yang ada di dunia luar, hal itu supaya Xihua bertambah betah berada di Dunia Dimensi Obat miliknya.


Selama beberapa hari, Yao Shan sering menghabiskan waktunya bermain bersama Xihua, dan terkadang mengajari Xihua pengetahuan Alkemis dan terkadang mengajarinya beberapa gerakan jurus yang ia miliki kepada Xihua.


Dan kurang dari sebulan saja, energi milik Xihua semakin meningkat berkat latihan dari Yao Shan, kecepatan dalam meningkatkan energi Xihua terasa sangat mengerikan, sebab hanya dengan berlatih beberapa jurus dan mengajarinya mengendalikan energinya saja sudah membuat Peningkatan yang luar biasa, bahkan saat ini Xihua sudah hampir mencapai Tahap Raja Langit di usia yang belum sampai 6 tahun.


Yao Shan sampai sulit membayangkan akan seperti apa kekuatan Xihua nanti jika dia sudah dewasa, kemungkinan besar, Xihua akan mampu melampaui Ayahnya.


"Bagiamana? Apakah dia masih belum datang juga?" tanya Alice kepada Tian Feng yang berdiri menatap Xihua berlatih bersama Yao Shan.


"Belum, tapi kami tatap akan menunggunya!" jawab Tian Feng.


"Tian-Kun, apakah kamu sudah mendapatkan kabar dari Dunia kita?" tanya Naomi yang menanyakan kabar dunianya.


Sebelumnya Tian Feng sudah menceritakan kepada kedua istrinya jika dunianya akan di serang oleh para Pengawal Kaisar Kegelapan serta mengatakan jika Azura juga kesana untuk melindungi dunianya.


Hal tersebut membuat Naomi merasa khawatir akan keselamatan ayahnya serta orang-orang yang ia kenal.


"Belum ada, namun kamu tidak perlu khawatir karena Raja Azura pasti akan melindungi semuanya!" kata Tian Feng.


Naomi hanya terdiam kemudian dia berdiri di samping kiri Tian Feng, sedangkan di samping kanan ada Alice yang juga berdiri bersama sekaligus memperhatikan Xihua.

__ADS_1


"Kekuatannya bertambah lagi! Apakah di setiap latihannya akan selalu bertambah seperti itu? Jika iya, bisa-bisa diusia belasan tahun dia sudah bisa mengimbangiku," gumam Tian Feng.


Saat Tian Feng dan kedua istrinya sama-sama melihat latihan Xihua, tiba-tiba saja Tian Feng merasakan jika di luar, ada yang sudah melewati energi pelindung di atas Awan yang ia pasang.


"Ada apa?" tangan Alice.


"Aku harus keluar karena sepertinya dia sudah datang!" kata Tian Feng.


"Tapi hari ini..?" Alice ingin mengatakan jika hari ini adalah bagiannya.


Tian Feng tersenyum kemudian mencium kening Alice seraya berkata, "Tunggulah, ini tidak akan lama!" kata Tian Feng kemudian Tian Feng berbalik dan mencium kening Naomi.


"Berhati-hatilah!" kata Naomi yang di jawab dengan anggukan oleh Tian Feng kemudian dia segera keluar.


***


Seperti yang Tian Feng duga jika ada sosok yang sudah menerobos melewati penghalang yang ia pasang, sosok tersebut mengenakan jubah hitam yang sedang melayang di balik awan dengan menatap kebawah.


Ho Chen dan Tian Feng yang sudah mengetahui hal itu terlebih dahulu memberitahukan Raja Naga Ao Shun agar bersiap-siap, dan setelah itu keduanya segera menggunakan Sihir Ruang Waktu mereka untuk berpindah tempat.


Walau belum mengetahui secara pasti siapa dua sosok yang berada di atasnya, sosok berjubah hitam itu berniat pergi dengan Sihir Ruang Waktu, namun saat akan menggunakannya, sebuah energi yang tak terlihat menahan dirinya, seolah-olah energi itu adalah sebuah tangan raksasa yang mencengkram tubuhnya.


"Dewa Hitam atau seharusnya aku memanggilmu Putri Naga Ao Shen Yun, jika kamu merindukan rumahmu, kenapa kamu tidak kembali saja? Dari pada hanya mengamati rumahmu dari jauh!" kata Ho Chen.


Sosok tersebut menggunakan Energinya untuk melepaskan diri, dan setelah berhasil melepaskan diri, dia menatap kearah Ho Chen dan Tian Feng.


"Kalian berdua..?" keterkejutan segera terlihat dari raut wajah sosok tersebut, dia membuka penutup kepalanya dan kemudian secara terang-terangan menunjukkan wajahnya kepada Ho Chen dan Tian Feng.


"Jadi ini wajah dari Dewa Hitam? Aku benar-benar seperti melihat wajahku sendiri di depan cermin!" kata Tian Feng saat melihat wajah Dewa Hitam yang benar-benar mirip seperti dirinya, seolah-olah dia melihat kembaran dirinya yang lain selain dari kembaran jiwanya yang dari masa depan.


"Iya, wajahmu memang mirip dengannya, hanya saja sebenarnya dia hanya merubah penampilan agar terlihat seperti laki-laki saja!" kata Ho Chen kemudian dia memutar telapak tangannya lalu melepaskan sihir pengurungan.


Sihir pengurungan yang Ho Chen lepaskan bukan untuk mengurung Ao Shen Yun, melainkan hanya akan membuat Ao Shen Yun tidak bisa menggunakan sihir ruang waktunya saja sehingga dia tidak akan bisa kabur.

__ADS_1


"Apa mau kalian, apakah kalian berniat membunuhku? Kalau begitu lakukanlah sekarang!" kata Ao Shen Yun.


"Tidak sulit bagiku jika ingin membunuhmu, hanya saja aku masih memiliki perasaan dan tidak ingin membuat ayahmu sedih!" jawab Ho Chen.


"Alasan.! Jika kalian tidak bermaksud untuk membunuhku, untuk apa kalian menunggu kedatanganku disini?" tanya Ao Shen Yun.


"Kami menunggumu disini karena ingin kamu kembali, karena ayahmu sangat merindukanmu!" jawab Ho Chen yang masih berusaha berkomunikasi dengan baik-baik.


Ao Shen Yun terlihat diam setelah Ho Chen menggunakan nama ayah, jelas jika ternyata sosok yang terkenal dengan julukan Dewa Hitam yang sangat kuat dari semua Pengawal Kaisar Kegelapan itu juga masih sangat menyayangi ayahnya.


"A..aku! Aku tidak percaya dengan ucapanmu?" kata Ao Shen Yun kemudian dia melapaskan energinya yang mampu menyapu semua awan dengan hembusan gelombang anginnya.


Kekuatan Ao Shen Yun berada di tahap puncak Dewa Agung, dan dia adalah yang terkuat dari semua Pengawal Kaisar Kegelapan, karena itu dia memiliki posisi pertama karena memang energinya yang besar.


Langit bergetar saat Ao Shen Yun melepaskan energinya, bahkan lautan juga ikut terguncang hingga mencapai dasar laut yang membuat istana Raja Naga juga ikut bergetar.


Ho Chen hanya tersenyum melihat Ao Shen Yun yang sepertinya tidak ingin menyerah walau dia sudah tahu jika saat ini kemampuannya sudah berada jauh dibawah dengan Ho Chen, apalagi dengan sosok disebelah Ho Chen yang sejak tadi hanya diam saja.


"Tian, kamu tidak perlu menanganinya, biar aku saja, jadi kamu cukup menutup celah agar dia tidak bisa meloloskan diri!" kata Ho Chen.


Ho Chen tidak ingin Tian Feng yang menghadapi Ao Shen Yun karena dia tahu akan sifat Tian Feng, jika sudah kesal, Tian Feng pasti tidak akan membiarkan lawannya untuk tetap hidup.


Tentu saja walau Ho Chen sudah menggunakan sihir kurungan, namun dia tidak akan lupa betapa cerdasnya Ao Shen Yun dalam meloloskan diri, bisa saja dia akan meminta bantuan An Huang Yi dengan memanfaatkan celah spasial untuk kabur, karena itu dia meminta Tian Feng untuk menutupi setiap celah yang terlihat akan terbuka, karena mungkin saja itu adalah celah spasial.


Ho Chen segera berpindah tempat tepat di hadapan Ao Shen Yun. Saat melihat kemunculan Ho Chen yang seperti hantu itu segera mundur menjaga jarak sekaligus melapaskan serangan sihir elemennya.


"Sihir Air - Lilitan Naga Air."


Ao Shen Yun menggerakkan kedua tangannya dan memunculkan air yang bergerak seperti selendang kemudian air tersebut membesar dan langsung melilit tubuh Ho Chen.


Ao Shen Yun melakukan serangan pencegahan agar bisa menjaga jarak aman, namun dia tidak yakin apakah serangan itu efektif atau tidak.


Air besar seperti selendang yang bentuknya hampir mirip Naga di langit itu menarik perhatian semua yang ada di bawah, baik itu yang ada di laut, maupun di darat, belum lagi tekanan serta imbas energi yang menggetarkan daratan dan lautan, hal itu mulai membuat panik semua orang termasuk hewan dan siluman.

__ADS_1


***


__ADS_2