Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
kemunculan dua sosok asing


__ADS_3

Akibat dari kekuatan besar yang dilepaskan di Dunia yang tidak memiliki ketahanan besar membuat seluruh kota Xanhuo hampir rata dengan tanah.


Banyak warga yang menangis karena rumah mereka yang roboh, ada juga yang menangisi anggota keluarga mereka yang mati tertimpa reruntuhan, dan ada juga yang berusaha menyelamatkan teman serta keluarga yang masih terjebak di dalam reruntuhan bangunan.


Siapa yang menduga akan terjadi bencana besar yang tidak di ketahui asalnya, bahkan yang mengetahui apa yang sedang terjadi sekalipun juga tidak bisa berbuat apa-apa selain menyelamatkan diri dan setelah hanya meratapi akan rasa kehilangan.


Yang masih mampu bertahan dari tekanan Tan Zuo Ming hanya enam orang saja, yaitu Yinfei, Lio Long, Xi Liyi, Wang Dunrui, Lang Yu dan Louis, namun mereka tidak bisa leluasa bergerak karena masih berusaha bertahan.


Zang Yang, Wei Fang, Hiroshi menggabungkan Energi untuk membuat pelindung bagi Chie Xie yang mulai kehilangan kesadarannya karena sudah tidak mampu lagi bertahan dari luka yang di alaminya.


"Kalian akan menyaksikan sendiri kehancuran setengah dari dunia ini, dan aku akan melenyapkan setengah populasi kehidupan disini, dan jika kalian nanti bisa menyalahkan Dewa Sesat karena dia sudah berani berurusan dengan Yang Mulia Kaisar Kegelapan yang agung!" kata Tan Zuo Ming dengan suara yang mengandung energi yang menggema dan terdengar hampir setengah dari wilayah Kerajaan Wutong.


"Tidak akan aku biarkan kau melakukan itu!" kata Yinfei.


"Apa yang bisa kamu lakukan? Jangankan ingin menghentikannya, melawanku saja kamu tidak akan mungkin bisa!" kata Yo Xian kemudian dia melesat kearah Yinfei dan Lio Long.


Yo Xian segera merubah wujudnya saat melesat dan kemudian kecepatannya serta kekuatannya meningkat pesat dan serangannya juga tidak bisa di lihat oleh mata Yinfei dan juga Lio Long.


"Tapak Iblis Angin."


Yo Xian langsung memberikan serangan tapak ke tubuh Yinfei dan Lio Long, serangan tapak tersebut juga melepaskan energi angin yang sangat kuat yang mampu menghempaskan apapun.


Walau serangan Yo Xian sangat kuat dan cepat, untungnya Yinfei dan Lio Long yang sudah sangat waspada itu bisa menahannya walau tubuh mereka sedikit terdorong kebelakang.


Xi Liyi dan Wang Dunrui berniat bergabung, namun Dewi Peramal muncul di hadapan mereka dan langsung menyerang keduanya dengan kipas hitam yang mampu melepaskan energi seperti energi pedang.


Xi Liyi segera menahan serangan tersebut dengan sihir logam, kemudian Wang Dunrui melayang di atas Xi Liyi dan melepaskan semburan Api Hitam yang sangat besar kepada Dewi Peramal.


Dewi Peramal kembali mengibaskan kipasnya dan membelah semburan api hitam tersebut dengan sangat mudah, namun Xi Liyi langsung melepas sihir petir setelah Dewi Peramal berhasil menghalau api hitam milik Wang Dunrui.


Petir tersebut sama sekali tidak bisa menyentuh Dewi Peramal karena di sekitar tubuhnya sudah ada pelindung yang sangat kuat.


"Rasakan ini!" kata Dewi Peramal.


Dewi Peramal mengibaskan kipasnya dengan gerakan seperti menari, namun tarian kipas tersebut ternyata membuat sebuah gambar dan akhirnya gambar yang terbuat dari energi mulai membentuk sesosok beruang hitam yang sangat besar dan juga ada kilatan-kilatan petir di sekujur tubuhnya.


Beruang tersebut meraung keras kearah Xi Liyi dan Wang Dunrui kemudian dengan gesitnya berlari dan menabrak tubuh keduanya.


"Pukulan Langit."


Lang Yu segera datang dan dengan tongkat di tangannya, dia melapaskan serangan kuat ke tubuh beruang tersebut demi melindungi Xi Liyi.


Serangan Tingkat Lang Yu memiliki kekuatan yang setara dengan Dewa Suci, walau dirinya masih berada di tahap Raja Alam, namun setiap serangannya mampu mengimbangi lawannya yang memiliki kemampuan di tahap Dewa Suci bahkan Dewa Bumi.


Beruang tersebut tidak memperdulikan serangan Lang Yu yang mengenai kakinya, dia tetap menyerang Xi Liyi dan Wang Dunrui seolah-olah serangan Lang Yu tidak ada artinya.


"Sihir Raja Api - Amukan Raja Api."


Tubuh Wang Dunrui di selimuti oleh Api Biru dan kemudian dari telapak tangannya melepaskan semburan api kearah Beruang Hitam.

__ADS_1


Semburan lautan api biru yang langsung menutupi setengah dari tubuh beruang hitam, namun beruang hitam hanya menggunakan raungannya yang mampu membalikkan lautan api itu kembali kepada Wang Dunrui.


"Sihir Es - Pembekuan Alam."


Xi Liyi segera mengubah suhu di sekitar untuk menahan panasnya api biru sekaligus membuat perisai Es untuk mereka.


"Kau yang lebih dulu harus ku lenyapkan!" kata Dewi Peramal yang muncul di hadapan Xi Liyi kemudian dia memberikan kibasan kipas ke tubuh Xi Liyi.


Xi Liyi tidak sempat bertahan sehingga dia langsung terhempas ke udara sedangkan Dewi Peramal kini muncul di hadapan Wang Dunrui.


"Kau cukup hebat, namun kekuatanmu sangat lemah," kata Dewi Peramal kemudian dia juga memberikan serangan kibasan ke tubuh Wang Dunrui yang masih di tutupi oleh api biru.


Sama seperti Xi Liyi, Wang Dunrui juga terhempas ke udara, dan Dewi Peramal berniat menyerang Lang Yu, namun ternyata Xi Liyi kembali muncul dan memberikan serangan dadakan yang sama seperti yang di lakukan oleh Dewi Peramal tadi padanya.


"Angin Musim Semi - Tarian Ekor Naga."


"Sihir Api - Semburan Tiga Raja Api."


Xi Liyi memutar kedua telapak tangannya dan sebuah hembusan badai angin yang membawa banyak debu serta benda-benda lainnya membentuk seekor Naga dan tubuh sang Naga langsung menggulung Dewi Peramal dan meliuk-liukkan tubuhnya seperti seekor naga yang sedang menari.


Wang Dunrui yang juga kembali muncul segera melepas sihir tiga raja api nya kemudian menggabungkan sihirnya dengan Naga Angin milik Xi Liyi.


Dari gabungan keduanya, terciptalah Naga Angin dengan tubuh yang di penuhi oleh kobaran tiga api Merah, Biru, dan juga Hitam.


Hal inilah yang berada di luar dugaan Dewi Peramal serta yang sangat di waspadai olehnya sejak awal, yaitu tidak ingin menganggap remeh lawan yang lebih lemah.


Nyata Dewi Peramal terlalu terbawa suasana sehingga lupa dan merasa jika Xi Liyi dan Wang Dunrui tidak akan pernah bisa menandinginya.


Beruang Hitam segera melompat dan menahan tubuh Naga Angin Tiga Raja Api tersebut sekaligus berusaha mengeluarkan Dewi Peramal yang terjebak di dalamnya.


Namun Api Hitam segera menelan Beruang tersebut kemudian membakar tubuh sang beruang besar hingga lenyap.


Dewi Peramal yang tidak bisa bergerak serta tidak mampu membuat segel ataupun sihir ruang waktu hanya bisa mengerang kesakitan, dan saat dirinya mulai melemah, sebuah energi hitam seperti tangan raksasa muncul memotong tubuh Naga Angin Tiga Raja Api itu menjadi dua dan mengeluarkan tubuh Dewi Peramal.


Energi Hitam berbentuk tangan raksasa itu rupanya milik Tan Zuo Ming, sedangkan Xi Liyi dan Wang Dunrui yang berusaha mempertahankan energi mereka mengendalikan Naga tersebut langsung muntah darah saat Naga yang mereka ciptakan terpotong menjadi dua hingga lenyap.


"Terima kasih Panglima!" kata Dewi Peramal yang berhasil di selamatkan.


"Menghadapi mereka saja kamu tidak bisa Dewi, kamu sungguh membuat malu saja!" kata Tan Zuo Ming yang sengaja menghina Dewi Peramal.


Dewi Peramal hanya tersenyum mendengar hinaan Tan Zuo Ming, walau merasa tidak terima karena seharusnya Tan Zuo Ming mengetahui akan kelebihan yang di milikinya yang hanya mampu meramal, tidak seharusnya Tan Zuo Ming mengeluarkan kata-kata hinaan seperti itu, namun apalah daya karena pada dasarnya setiap Pengawal akan saling menghina kekurangan masing-masing.


Disisi lain, pertarungan antara Yo Xian melawan Yinfei dan Lio Long serta dibantu oleh Louis dan Hiroshi berlangsung sangat sengit, dimana Hiroshi dan Wei Fang sering bergantian saat salah satunya memulihkan energi.


Mereka bertarung di udara dan sama-sama beradu sihir terkuat, dengan kekuatan penuh Yinfei dan Lio Long serta bantuan pengalihan dari Louis dan Hiroshi, mereka hampir bisa mengimbangi Yo Xian.


"Kalian sungguh sangat menyebalkan, akan aku bunuh kalian semua!" kata Yo Xian yang semakin kesal.


Yo Xian lebih dulu melirik Hiroshi karena kemampuan Hiroshi adalah yang terlemah, dia berniat membunuh Hiroshi terlebih dahulu dengan melepaskan serangan Energi angin, hanya saja serangannya di gagal oleh Louis yang menahan pergerakan Yo Xian dengan energi debu awan hitam.

__ADS_1


"Tuan Hiroshi cepat menjauh!" kata Louis.


Hiroshi segera mengerti dan kemudian dia turun untuk memulihkan kondisinya, kemudian dirinya di gantikan oleh Wei Fang.


Zang Yang sendiri kini lebih fokus menyalurkan energinya kepada Chie Xie yang terluka sehingga dia tidak bisa ikut membantu.


Yo Xian semakin merasa kesal kepada Hiroshi dan Wei Fang serta Louis, serangan mereka memang tidak berdampak apapun kepada dirinya, namun itu cukup membuat dirinya kehilangan konsentrasi akibat gangguan ketiganya, belum lagi serangan penuh dari Yinfei dan Lio Long.


Yo Xian mengangkat sebelah tangan ke langit dan kemudian pusaran angin yang menggulung awan hitam segera turun ke telapak tangannya dan membentuk sebuah pedang pusaran angin.


"Matilah kalian semua para serangga pengganggu!" seru Yo Xian dengan mata merah.


Yinfei dan Lio Long menyadari betapa kuatnya energi yang tercipta dari angin serta awan hitam itu, mereka berdua bergegas muncul di hadapan Wei Fang dan Louis kemudian keduanya melepaskan sihir elemen mereka untuk melawan serangan Yo Xian.


"Sihir Dewa - Tapak Dewa Bumi."


Yinfei segera membuat sihir tangan kemudian melepaskan sebuah tapak yang terkumpul dari butiran debu hingga membentuk tapak tangan raksasa dan terbang menyambut pedang pusaran angin awan hitam tersebut.


Lio Long mengeluarkan Pedangnya dan kemudian dia menelan sebutir pil berwarna merah kemudian mengalir energi ke Padang putihnya hingga pedang tersebut berwarna merah.


"Tebasan Pedang Dewa Naga."


Lio Long melapaskan tebasan yang mampu menciptakan sebuah energi pedang besar berwarna merah, bahkan saat energi pedang itu melesat keudara, terdengar seperti ada raungan seekor Naga.


Ketiga serangan tersebut saling beradu di langit sehingga membuat suara gemuruh keras yang di sertai dengan angin kencang serta sambaran petir yang mampu menghancurkan batu.


Tan Zuo Ming melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya, dia segera melesat dan berniat menyerang Yinfei agar serangan Yo Xian tidak tertahan.


"Kamu urus saja mereka lagi, sedangkan aku akan membantu Yo Xian!" kata Tan Zuo Ming kepada Dewi Peramal yang sudah mendapatkan kekuatan sudah pulih.


Xi Liyi segera menyadarinya dan berniat menghentikan Tan Zuo Ming yang ingin menyerang Yinfei, namun Dewi Peramal dengan cepat menghadang keduanya.


Tan Zuo Ming langsung melemparkan sebuah energi merah kecil yang melesat bagai anak panah ke arah Yinfei segera disadari oleh Yinfei.


"Bajingan..!" gerutu Yinfei yang kesal akan kelicikan Tan Zuo Ming, namun dirinya tidak bisa menghentikan Sihir Tapak Dewa Bumi nya.


Melihat energi merah itu melesat kearah Yinfei tanpa ada yang menghalangi, Louis dengan sangat cepat berpindah tempat kemudian dia menggunakan sihir debunya untuk menahannya.


"Tuan Loius jangan..!" seru Yinfei namun Louis tidak menghiraukannya dan tetap akan melindungi Yinfei.


Energi merah itu langsung membentur pertahanan sihir debu Luois, dan Louis sebisa mungkin bertahan, namun usahanya gagal dan energi merah itu langsung menghujam di dadanya.


"Argh...!"


Louis mengerang keras kemudian tubuhnya langsung jatuh kebawa, sedangkan Yinfei yang melihat itu semakin marah kemudian dia menambah energi untuk mengalahkan Yo Xian.


"Tuan Loius..!" Wei Fang yang baru menyadari jika Louis terkena serangan Tan Zuo Ming terkejut kemudian dia melesat kebawah untuk menolong Louis, namun baru sampai di pertengahan, tiba-tiba saja muncul dua sosok baru yang menolong Louis sehingga tubuh Louis tidak membentur tanah.


"Siapa mereka berdua!" gumam Wei Fang yang terkejut atas kemunculan dua sosok asing itu.

__ADS_1


Dari yang terlihat, kedua sosok tersebut seperti sepasang suami istri, namun dari wajahnya, keduanya terlihat kembar, hanya saja berbeda jenis kelamin saja.


__ADS_2