
***
Kota Xanhuo yang sebelumnya sudah tenang dan damai kembali kini kembali jadi hancur, kali ini hampir seluruh masyarakat kota Xanhuo tidak ada yang selamat, dan penyebabnya adalah sebuah serangan dari prajurit yang tidak dikenal.
Jangankan masyarakat kota Xanhuo, bahkan lebih dari separuh prajurit istana Wutong banyak yang gugur dari peperangan yang entah dari mana datangnya, yang jelas para prajurit yang datang muncul dari balik badai kabut hitam.
Raja muda Zhi Yei Fai saat ini juga ikut bertempur dengan para pasukan dan para Panglimanya, walau kemampuan Zhi Yei Fai baru mencapai tingkat Pendekar Atas, namun dia sudah bisa melepaskan elemen api nya.
Hanya saja para prajurit lawan yang dihadapi memiliki kemampuan yang sangat tinggi, bahkan kemampuan para prajurit musuh paling lemah berada di tahap Raja Bumi, dan itu adalah lawan yang tidak sebanding jika harus berhadapan dengan para pasukan kerajaan Wutong.
Memang jumlah pasukan musuh yang misterius itu hanya sebanyak tujuh ratus pasukan dan itu sudah termasuk dengan lima pemimpin pasukan mereka.
Dari kelima pemimpin tersebut, tiga di antaranya memiliki kemampuan di tahap Dewa Agung, dan satu berada di tahap awal Rana Agung, sedangkan yang terakhir berada di tahap setengah langkah Rana Ilahi.
Tiga pimpinan musuh yang memiliki kemampuan Dewa Agung saat ini sedang berhadapan dengan Lio Long, Yinfei dan Xi Liyi, sedangkan dua Panglima bersaudara Gaozu dan Qinpi serta Wang Dunrui berhadapan dengan sosok yang memiliki kemampuan di tahap Rana Agung, dan yang tersisa kini hanyalah pimpinan musuh yang memiliki kemampuan Setengah langkah Rana Ilahi, dan dia harus berhadapan dengan Azura.
Dari segi kekuatan saja jelas berbeda jauh, tidak peduli seberapa keras usaha mereka, jelas pihak musuh lebih unggul dalam hal kekuatan.
Para Pendekar dari berbagai perguruan yang ada di wilayah Kerajaan Wutong mau tidak mau harus ikut berperang, sebab Kekuatan mereka saat ini benar-benar sangat dibutuhkan untuk melawan para pasukan musuh.
Para pendekar yang bergabung bersama dengan Wei Fang dan Raja Muda Zhi Yei Fai berusaha semampu mereka untuk bertahan dari serangan para prajurit yang berjumlah ratusan prajurit dan memiliki kemampuan yang mengerikan.
Kerusakan kota Xanhuo benar-benar sangat menyedihkan, mayat bergelimpangan di berbagai tempat, dan kota Xanhuo benar-benar terlihat seperti kota runtuh.
Dengan nafas terengah-engah, Azura dengan susah payah mengangkat pedang Tulang leluhur nya dan mengarahkan ujung pedangnya ke arah sosok yang dihadapi oleh dirinya.
"Kekeke! Sudahlah sebaiknya kamu jangan keras kepala, lebih baik kamu turunkan mainanmu itu dan serahkan keluarga Dewa Sesat padaku, aku pastikan nanti aku akan membunuhmu tanpa harus merasakan sakit sedikitpun!" kata sosok berjubah hitam yang menjadi lawan Azura dengan melipat kedua tangannya di dada.
"Jangan hanya karena kamu memiliki kemampuan yang melebihi diriku, aku akan menuruti keinginanmu begitu saja? Jika kamu benar-benar menginginkan keluarga Saudaraku, kamu harus mengalahkanku terlebih dahulu!" kata Azura yang nafasnya masih belum stabil.
"Owh..! Apakah kamu benar-benar tidak mengerti juga perbedaan kekuatan diantara kita ha? Tapi jika memang itu keinginanmu, baiklah aku dengan senang hati akan melakukannya!" kata sosok tersebut kemudian dia mengulurkan telapak tangan kanannya dan setelah itu muncul rantai hitam yang memiliki aura kekuatan kegelapan yang sangat besar.
Azura menggenggam gagang pedang nya dengan sangat erat, walau dengan perasaan yang diselimuti rasa ketakutan, namun aura bertarungnya sama sekali tidak menyusut.
Hanya saja Azura tidak menyangka jika sosok di hadapannya akan mampu membuat dirinya kewalahan, padahal jika diingat-ingat lagi, dulunya dia adalah Kesatria paling kuat yang ditakuti oleh para Dewa sehingga dirinya dijuluki sebagai Kaisar Iblis.
Seiring berjalannya waktu, ternyata kekuatan baru telah bermunculan, bahkan Kekuatan baru tersebut mampu melampaui kekuatan dirinya.
__ADS_1
Sosok tersebut mulai menggerakkan rantai hitamnya ke arah Azura, dengan kecepatan yang sangat luar biasa, rantai tersebut mulai menyerang dengan serangan beruntun.
Azura menggunakan keahliannya untuk menahan setiap serangan yang datang dengan sebilah pedangnya saja, untung saja pedang milik Azura bukan pedang bisa sehingga mampu menahan rantai tersebut tanpa menimbulkan kerusakan.
Benturan logam keras yang menciptakan gelombang kejut berkali-kali dilangit menciptakan getaran yang terasa hampir separuh dunia.
Tidak ada setitik cahaya pun yang menyinari wilayah kerajaan Wutong, yang ada hanyalah kegelapan yang menutupi separuh langit dunia serta sambaran petir yang menyambar ke segala arah.
Di arena pertempuran para prajurit Kegelapan yang sedang melawan pasukan kerajaan Wutong yang bersatu dengan para pendekar, Zang Yang mengalami luka yang sangat parah.
Lengan kirinya harus patah karena serangan cakar singanya yang berhasil di blokir oleh lawannya kemudian tulang lengan kirinya langsung di patahkan.
Tidak hanya sampai disitu, beberapa luka besar di sekujur tubuhnya juga membuat seluruh bajunya basah oleh darah, hal itu membuat pergerakan Zang Yang mulai melambat.
"Zang Yang awas di atasmu..!" seru salah Chang Shan sekaligus bergerak untuk menolong Zang Yang yang terlihat lemah dengan tangan kanan memegangi lengan kirinya yang patah.
Chang Shan yang berusaha sebisa mungkin untuk menyelamatkan Zang Yang ternyata dihadang oleh beberapa prajurit Kegelapan sehingga Chang Shan tidak bisa tiba ke tempat Zang Yang berada.
"Menyingkirlah dari hadapanku..!"
"Auman Singa Suci."
Auman yang dilepaskan langsung memporak porandakan semua bangunan yang ada di hadapannya dan menghempaskan banyak bongkahan bangunan serta bongkahan tanah, hanya saja semua itu sama sekali tidak mampu menghempaskan para prajurit Kegelapan sehingga membuat Chang Shan langsung menghadapinya dengan cakar singanya.
Zang Yang dengan nafas yang sudah tidak stabil segera menoleh ke atas saat mendengar peringatan dari Chang Shan, dia melihat ada tiga prajurit Kegelapan yang terbang menukik ke bawah dengan ujung pedang yang sama-sama mengarah ke kepala Zang Yang.
Zang Yang menghirup nafas dalam-dalam kemudian memejamkan matanya, semua beranggapan jika Zang Yang akan diam dan pasrah, mengingat luka-luka yang dialaminya sangat parah, tidak mungkin Zang Yang akan mampu melakukan perlawan serta pertahanan.
Kali ini tidak akan lagi yang akan bisa menyelamatkannya karena musuh terlalu kuat, sudah bisa dipastikan jika Zang Yang kemungkinan besar akan gugur.
Saat semua beranggapan seperti itu terhadap Zang Yang, tiba-tiba saja aura emas mulai terpancar dari tubuh Zang Yang, dan secara perlahan-lahan wajah Zang Yang mulai terlihat berubah serta ikatan rambutnya langsung terlepas.
"Tahap Akhir Kehidupan - Dewa Singa Suci."
Zang Yang meraung dengan suara keras yang membuat seluruh tanah bergetar, ledakan energi yang sangat luar biasa besarnya langsung menghempaskan ketiga prajurit Kegelapan yang sudah hampir sampai di kepala Zang Yang.
Chang Shan dan yang lainnya sangat terkejut dengan perubahan Zang Yang, hanya saja yang mengetahui perubahan wujud Zang Yang hanyalah Wei Fang.
__ADS_1
Dua gigi taring Zang Yang mulai terlihat, dan anehnya, Zang Yang sudah bisa menggerakkan lengan kirinya yang sebelumnya sudah patah.
Tidak hanya wujud Zang Yang yang berubah seperti singa bias, namun kekuatannya juga naik berkali-kali lipat dari sebelumnya.
"Saudara Zang..!" Chang Shan hanya bisa bergumam kemudian kembali fokus dengan pertarungannya.
"Guru Zang memang sangat kuat, kali ini dengan perubahan tubuhnya yang menggunakan Tahap Akhir Kehidupan dari Singa Suci, bahkan diriku tidak memiliki persyaratan jika harus bertarung satu lawan satu dengannya! Hanya saja apakah perubahan ini bisa membalikkan keadaan?"
Wei Fang yang mengakui jika kekuatan Zang Yang kali ini sudah setara dengan dirinya, bahkan mungkin sedikit lebih tinggi dari dirinya, hanya saja Wei Fang masih tidak yakin mengingat para prajurit yang rata-rata memiliki kemampuan di tahap Raja Bumi hingga Raja Alam.
Sebelumnya dia tidak tahu alasan pasukan aneh itu menyerang secara tiba-tiba dan mulai menghancurkan kota serta membunuh para penduduk dengan membabi buta, namun setelah Azura keluar dan bertarung dengan lawannya, saat itulah mereka tahu tujuan dari serangan dadakan dari pasukan misterius tersebut berasal dari dunia lain, dan target mereka adalah ingin menangkap Yuan Xia serta seluruh keluarganya, dan kemungkinan akan di habisi.
Maksud tujuannya mereka adalah untuk melemahkan Dewa Sesat Tian Feng, kemungkinan raja dari pasukan Kegelapan itu sudah mengetahui kelemahan terbesar Tian Feng, karena itu mereka melakukan penyerangan.
Untung saja Azura sudah lebih dulu mengetahui jika yang datang membuat kekacauan adalah para pasukan Kaisar Kegelapan sehingga dia meminta Chie Xie untuk tidak ikut bertempur dan sebisa mungkin membawa Ayah dan ibunya pergi dengan menggunakan sihir ruang waktu.
Wei Fang mengamati pasukannya yang mulai berkurang, bahkan para prajurit di bagian senapan saja sepenuhnya sudah gugur, dan hanya menyisakan para pasukan biasa.
"Jika memang ini akan menjadi akhir dari kerajaan Wutong, maka aku akan bertarung sampai mati dan akan gugur bersama dengan runtuhnya Kerajaan!" gumam Wei Fang kemudian dia langsung menyerang bersama dengan para pasukan dan Pendekar yang lain.
"Saudara Ipar, sebaiknya kamu dan Qinpi segera pergi dan biarkan aku yang melawan mereka!" kata Gaozu kepada Wang Dunrui.
Sebenarnya Wang Dunrui dan Qinpi belum menjalin hubungan apapun selain kedekatan saja, namun Gaozu sudah menganggap Wang Dunrui sebagai saudara iparnya, hanya saja Wang Dunrui tidak memprotes akan panggilan tersebut, menurutnya itu hanya sebuah panggilan semata, jika memang Qinpi ditakdirkan berjodoh dengan dirinya, maka Wang Dunrui akan menerimanya dan akan berusaha membukakan hati untuk Qinpi.
"Gaozu! Bisa-bisanya disaat situsi genting seperti ini kamu berbicara seperti itu!" kata Qinpi setelah berhasil lolos dari serangan lawannya.
"Apa ada yang salah dengan perkataanku?" tanya Gaozu.
"Saudara Gaozu, terima kasih atas sarannya, namun aku akan tetap berjuang disini, jika aku lari dari peperangan, mau ditaruh dimana muka ku nanti di hadapan Saudara Chen dan Tian?" kata Wang Dunrui.
Walau merasa bertiga hanya menghadapi salah satu pimpinan musuh, namun kemampuan lawannya benar-benar sangat besar, dan yang pantas menjadi lawan sosok tersebut hanyalah Azura, namun Azura sendiri saat ini juga kesulitan menghadapi lawannya.
"Gaozu, jangan bicara yang bukan-bukan, kita datang kesini bersama dan akan pulang bersama, jika kita harus mati disini, maka kita akan mati bersama!" kata Qinpi.
Gaozu merasa terharu mendengarnya, hanya saja dia juga tidak mau saudara perempuannya itu harus mati.
Gaozu ingin mengatakan sesuatu, namun sebuah serangan energi yang sangat kuat melesat ke arahnya.
__ADS_1
"Cih..!!"
Gaozu berdecak kesal kemudian dia mengangkat pedangnya dan melepaskan serangan energi pedang untuk menghalau serangan energi tersebut, kemudian disusul oleh Qinpi dan Wang Dunrui yang juga melepaskan energi Api nya.