Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Naga Suci Kuno


__ADS_3

"Bukankah kamu terlalu percaya diri dengan menyerang Panglima ku di wilayah ku sendiri Kaisar Kegelapan?" kata Azura yang berada di bawah.


"Aku juga tidak akan menyerangnya jika dia tidak menyerang Pengawal ku!" jawab An Huang Yi.


"Aku menyerang para Pengawalnya karena mereka yang lebih dulu menyerang saudara-saudara ku, lagi pula sudah jelas jika kalian tidak benar-benar ingin bekerjasama dengan kami, dan kalian hanya ingin memanfaatkan kami saja!" jawab Suo Zan.


An Huang Yi hanya mengernyit mendengar perkataan Suo Zan, dia menoleh kearah Tian Feng yang berada agak jauh dari mereka kemudian berbicara kepada Tian Feng, "Dewa Sesat, jika kamu juga menginginkan setengah Bunga Teratai Batu Mustika di dalam diri Kaisar Iblis ini, bagiamana kalau kita bekerja sama, lagi aku sudah tahu jika setengah Bunga Teratai Batu Mustika itu juga berada di dalam tubuhmu, jadi kamu pasti ingin mengambil sisanya bukan?"


Tian Feng menaikkan sebelah alisnya saat An Huang Yi mengajaknya untuk bekerjasama, namun bukan itu yang membuat Tian Feng merasa tidak senang.


"Ternyata dia jauh lebih cerdik soal kelicikan!" batin Tian Feng.


Tian Feng yakin An Huang Yi sengaja membicarakan akan keberadaan setengah dari Bunga Teratai Batu Mustika yang berada di dalam tubuhnya agar Kaisar Iblis juga mengincarnya.


Dengan demikian Kaisar Iblis pasti akan menyerangnya sehingga mau tidak mau Tian Feng harus melawan Kaisar Iblis bersama dengan Kaisar Kegelapan.


Azura menatap Tian Feng dengan tajam, keterkejutannya akan Tian Feng yang memiliki setengah dari Bunga Teratai Batu Mustika itu berhasil membuat Azura menatap Tian Feng dengan tatapan penuh keserakahan.


"Jadi setengah dari Bunga Teratai Batu Mustika Putih itu ada di dalam dirimu? Ini benar-benar adalah hari keberuntunganku, aku akan segera mengakhiri kalian berdua dengan cepat kemudian akan aku ambil Bunga Teratai Batu Mustika itu dari dalam tubuhmu!" kata Azura.


"Cih.. menyebalkan!" gerutu Tian Feng karena rencananya telah gagal karena ulang Kaisar Kegelapan.


"Guru, menjauhlah dari sini, aku yakin aku akan segera terlibat dalam pertarungan ini!" kata Tian Feng.


"Tidak Tian, aku tidak akan membiarkan mu bertarung sendirian menghadapi dia Kaisar itu!" tolak Ho Chen.


"Guru, ini adalah pertarungan antar sesama Rana Agung, akan banyak kehancuran nantinya dan pastinya akan membuat kalian semua celaka!" kata Tian Feng.


"Tapi Tian..!"


"Guru, percayalah ke padaku, aku akan berusaha sebisa mungkin agar bisa menang!" kata Tian Feng.


Ho Chen terdiam sesaat sebelum akhirnya Dewa Mata Tiga menepuk pundaknya. "Sebaiknya kita menjauh saja dari pada nantinya kita hanya akan menjadi beban bagi Dewa Sesat!" kata Dewa Mata Tiga.


Ho Chen akhirnya berhasil di bujuk oleh Dewa Mata Tiga, dia sadar jika bantuannya nanti tidak akan berguna bagi Tian Feng, yang ada justru akan membuat Tian Feng tidak bisa berkonsentrasi.


Ho Chen dan yang lain akhirnya pergi agak jauh, sedangkan Tian Feng kini mendekati mereka dan An Huang Yi juga turun sehingga ketiganya kini saling berhadapan.


"Kamu jangan salah sangka Kaisar Kegelapan, aku sama sekali tidak tertarik untuk membantumu!" ucap Tian Feng.


"Owh baik-baik! Sekarang kita akan buktikan siapa dari kita bertiga yang akan mampu bertahan, kau atau kau atau aku?" ucap Kaisar Kegelapan.


"Kalian berdua bukanlah tandingan ku, dan aku pastikan jika setengah dari Bunga Teratai Batu Mustika di dalam tubuhmu akan menjadi milik ku!" kata Kaisar Iblis.


"Jangan banyak omong kosong lagi, mari kita mulai saja!" kata Tian Feng yang mulai mengeluarkan Aura merah dan juga cahaya emas dan putih yang muncul secara bersamaan.


Kaisar Kegelapan juga mengeluarkan Aura Hitam pekat serta cahaya merah dan biru yang juga muncul secara bersamaan dari tubuhnya.


"Hahahaha...! Dua cecunguk yang belum mencapai Awal Rana Agung ingin ingin merasakan kekuatan sejati dari Rana Agung sejati, ayo majulah kalian berdua!" kata Kaisar Iblis Azura yang juga mengeluarkan Aura Perak serta cahaya putih dan hijau yang muncul secara bersamaan.


Kaisar Kegelapan yang sedang melipat dada langsung menghentakkan energinya sehingga gelombang energi meledak dari tubuhnya.

__ADS_1


Begitu juga dengan Tian Feng dan juga Kaisar Iblis yang menghentakkan energi mereka dan gelombang energi juga meledak secara bersamaan.


Tanah di sekitar bergetar hebat hingga menimbulkan banyak retakan lebar, dan awan hitam di langit yang sudah malam semakin tebal, belum lagi tekanan aura dari ketiganya yang membuat seluruh pasukan Kaisar Iblis dan Kaisar Kegelapan menjauh dari tempat itu.


"Tunjukkan kemampuan kalian..!" seru Kaisar Iblis kemudian dia melesat ke depan dengan kecepatan yang melebihi kecepatan kilat.


Kaisar Kegelapan dan juga Tian Feng juga melesat maju dengan kecepatan yang sama, dan ketiganya segera bertemu di tengah-tengah dengan beradu tinju.


Boomm!!


Ledakan energi super besar segera meledak saat ketiga kepalan tinju mereka saling beradu, gelombang kejut yang disertai dengan angin kencang menghancurkan apapun yang dilewatinya, bahkan ledakan dari gelombang kejut itu sampai ketempat Ho Chen yang jaraknya lebih dari dua ratus meter.


Ho Chen dan Dewa Mata Tiga serta Dewa lainnya segera membuat perisai pelindung karena gelombang kejut yang datang terlalu besar untuk ditahan dengan energi biasa.


"Luar biasa, jadi ini kekuatan dari pertempuran antar sesama Rana Agung, padahal dunia bawah ini sangat kuat, tapi hanya dengan benturan pukulan antar sesama Rana Agung bisa membuat kerusakan separah ini!" kata Dewa Mata Tiga.


Kerusakan yang di maksud adalah tempat pertarungan mereka bertiga, ledakan yang terjadi disana membuat sebuah lubang kawah yang sangat besar dan juga dalam.


Kini ketiganya sudah melayang di udara dan kemudian ketiganya mulai saling serang. An Huang Yi menarik kepalan tinjunya kemudian dia menyerang Azura dengan serangan tinju yang sama, namun Azura menepisnya kemudian dia berbalik dan menendang kearah Tian Feng.


Tian Feng dengan cepat menahan tendangan tersebut dengan lututnya dan kemudian dia melepaskan cakar singa dada An Huang Yi.


Ketiganya sama-sama saling serang dan bertahan, terkadang Tian Feng menahan serangan An Huang Yi dan menyerang balik sekaligus menyerang Azura, begitu juga sebaliknya dengan kedua Kaisar tersebut.


Tidak ada yang mengeluarkan senjata mereka, ketiganya murni menyerang menggunakan serangan pukulan dan tendangan terbaik mereka, namun setiap pukulan dan tendangan yang di lepaskan selalu menimbulkan dentuman keras saat sedang di tahan atau berbenturan.


"Argh...!!"


Melihat kedua lawannya yang sama-sama terhempas mundur, Azura mengangkat batu yang sangat besar kemudian dia melemparkannya kearah An Huang Yi yang berguling di tanah.


An Huang Yi segera menyadarinya dan kemudian dia menghancurkan batu itu dengan kibasan tangan yang mengandung energi hitam.


Saat batu itu hancur, Tian Feng tiba-tiba saja sudah berada di hadapan An Huang Yi dan Tian Feng langsung memukul kepala An Huang Yi dengan sangat keras.


An Huang Yi kembali terlempar jauh, sedangkan Tian Feng yang baru saja berhasil memukul An Huang Yi kini di serang oleh Azura.


Tian Feng yang sudah siaga segera mengumpulkan energi di kepalan tangannya dan kemudian dia melayangkan pukulan kuat kearah wajah Azura yang muncul bagai hantu di sampingnya.


Pukulan Tian Feng segera di tahan oleh Azura dan kemudian Azura mencengkram kepalan tangan Tian Feng serta menendang perut Tian Feng dengan sengat keras.


Tian Feng seharusnya terlempar karena tendangan itu, namun itu tidak terjadi karena tangannya masih dicengkeram oleh Azura.


Azura melihat kearah An Huang Yi yang melesat ke arahnya dengan kecepatan tinggi, melihat itu, Azura langsung mengangkat tubuh Tian Feng kemudian melemparnya kearah An Huang Yi.


Melihat tubuh Tian Feng yang di lempar seperti benda ke arahnya, An Huang Yi langsung menangkap tubuh Tian Feng kemudian membantingnya dengan keras ke tanah hingga tanah itu langsung retak.


Wajah Tian Feng di pukul berkali-kali oleh An Huang Yi, hanya saja Tian Feng menahannya dengan melindungi wajah dengan lengannya.


Azura yang muncul di atas keduanya segera menendang punggung An Huang Yi kebawah hingga An Huang Yi dan Tian Feng terbenam sangat dalam.


Serangan susulan Azura hampir saja datang, namun Tian Feng dengan cepat menendang tubuh An Huang Yi ke atas sehingga tubuh An Huang Yi membentur tubuh Azura, dan tubuh keduanya melayang di udara.

__ADS_1


Tian Feng segara berpindah tempat dan muncul di atas keduanya yang masih terhempas kemudian dengan tendangan keras, dia menghempaskan tubuh kedua Kaisar itu kebawah hingga ledakan besar kembali menciptakan kawah yang baru.


Tian Feng melirik debu yang berterbangan dibawah, walau sangat gelap, namun itu tidak mempengaruhinya atau lebih tepatnya mereka semua bisa melihat dengan sengat jelas dengan mata Dewa mereka.


"Apakah mereka akan seperti ini terus?" tanya salah satu Dewa.


"Sepertinya ini hanyalah awal saja, mungkin sebuah pemanasan sebelum pertarungan yang lebih mengerikan terjadi, namun sepertinya Kaisar Iblis itu benar-benar sangat kuat!" jawab Dewa Mata Tiga.


"Memang ini hanya awal pemanasan saja, walau hanya pemanasan, namun kerusakan yang ditimbulkan sungguh sangat parah, seharusnya pertarungan di tingkat ini di lakukan di Galaxi merah saja, karena dunia merah di sana sangat kuat!" kata Ho Chen.


Dunia bawah adalah dunia terkuat ketiga, dan yang kedua adalah dunia merah yang ada di Galaxi Merah, sedang yang terkuat pertama adalah Nirwana.


Mereka kembali melihat pertarungan ketiganya yang terus berlanjut, walau mereka terlihat sama-sama mendapatkan pukulan, namun tidak ada yang terlihat terluka atau babak belur, itu karena mereka sudah melindungi tubuh mereka masing-masing dengan energi mereka.


"Kekuatan Rana Agung memang sangat luar biasa, baik yang setengah langkah maupun yang benar-benar sudah mencapai Rana Agung sejati!" kata salah satu Dewa yang merasa takjub dengan kekuatan Rana Agung.


Tian Feng, An Huang Yi dan Azura masih saling serang, dan tidak ada satupun dari mereka yang terluka walau sudah terkena serangan lawan.


Sebenarnya Azura tidak akan merasakan apapun karena di dalam tubuhnya ada Bunga Teratai Batu Mustika Putih, begitu juga dengan Tian Feng, namun untuk An Huang Yi sendiri masih belum di ketahui dukungan apa yang ia miliki, Tian Feng yakin kemungkinan yang membuat An Huang Yi masih terlihat baik-baik saja adalah energi murni dari tiga Galaxi yang sudah dia serap.


Kini ketiganya sama-sama berhenti dengan mengambil nafas masing-masing, semuanya dapat melihat jika energi ketiganya bukan semakin melemah, melain semakin meningkat.


"Kalian berdua cukup tangguh! Kalau begitu mari kita lanjutkan ke pertarungan tahap yang lebih tinggi!" kata Azura.


An Huang Yi tertawa kecil lalu menatap kearah Tian Feng seraya berkata, "Aku harap di tahap berikutnya, kamu memiliki ilmu sihir elemen yang kuat, jika tidak maka kamu akan berakhir disini, dan aku tidak perlu lagi bertarung dengan mu di Galaxi Merah!" kata An Huang Yi.


"Bagiamana jika kamu yang lebih dulu mati disini? Jadi aku tidak perlu menunggu lama-lama dan bisa pulang kerumah tanpa harus bertarung denganmu di Galaxi Merah!" kata Tian Feng dengan nada mengejek.


"Kalau begitu kalian berdua saja yang mati disini!" ucap Azura kemudian dia membuat mantra tangan.


"Kuasa Rana - Tanah Iblis."


Tanah tiba-tiba saja bergerak dan kemudian tanah-tanah itu naik lalu mulai membentuk sesuatu, dan akhirnya sesosok mahluk aneh yang terbuat dari tanah dan memiliki ukuran raksasa segera tercipta.


"Kuasa Rana - Burung Kegelapan."


Awan Hitam yang menutupi langit juga bergerak dan kemudian berubah menjadi sesosok burung raksasa berwarna hitam dengan sayapnya yang mampu menciptakan badai ketika di kepak kan.


Tian Feng hanya menggelengkan kepalanya, dia tidak perlu membayar sihir seperti itu jika hanya ingin memanggil mahluk raksasa. Tian Feng mengangkat tangan kanannya keatas dan kemudian tato Naga Api Emas di lengannya bergerak dan keluar dari tangan Tian Feng.


"Uwa..!"


"Xu Lian, berubahlah dan lawan mereka!" kata Tian Feng kepada Naga kecil.


"Uwa!" Naga kecil mengangguk kemudian tubuhnya mulai bercahaya emas dan api emas segera berkobar lalu tubuh Naga kecil langsung membesar menjadi Naga Raksasa yang perkasa.


"Naga Api Suci? Kenapa tidak ada yang menyampaikan hal ini kepadaku jika dia memiliki Naga Api Suci dari Naga Suci Kuno?" batin An Huang Yi.


Azura juga sama terkejutnya melihat kemunculan Naga Api Suci, dia pernah mendengar jika Naga Suci Kuno sudah lama punah, dan yang tersisa hanya ada tiga saja, dua bersama Buddha dan satu berada di Kahyangan, namun sekarang ada lagi Naga Suci Kuno yang lain.


"Aku tidak boleh menganggap remeh Dewa Sesat ini!" batin Azura.

__ADS_1


__ADS_2