
"Kaisar Azura, apakah tidak sebaiknya kita menyusul mereka?" tanya Ho Chen.
"Dewa Ho Chen tidak perlu khawatir, lagi pula acara pesta ini belum selesai, jadi Dewa teruskan saja acara ini dan aku minta maaf atas kegaduhan barusan, sekarang aku juga pamit karena harus kembali!" kata Azura.
Walau Azura sudah mengijinkan Suo Zan dan semua Panglimanya kembali, namun dia tidak akan bisa tenang karena khawatir nantinya ada Kaisar Kegelapan disana, jika iya maka tidak akan ada satupun dari Panglimanya yang akan mampu melawannya.
Jika soal dua Pengawal Kaisar Kegelapan yang di juluki Dua Pedang Merah dan Biru itu, Azura tidak terlalu khawatir, sebab dia tahu seberapa kuat kedua Pedang Merah dan Biru itu.
Pedang Api Merah adalah Pengawal yang berada diposisi ke 7, sedangkan Pedang Es Biru berada diposisi ke 8, jelas kemampuan mereka tidak sebanding dengan salah satu panglimanya, Gaozu dan Qinpi saja sudah cukup untuk mengalahkan mereka berdua, sedangkan untuk para pasukan Hewan Iblis Ajaib, Suo Zan saja sudah lebih dari cukup.
"Kaisar Azura..!" Tian Feng datang dan ingin mengatakan sesuatu kepada Azura.
"Aih, Saudaraku, aku sudah menganggap mu sebagai saudara karena kamu dan aku sudah sama-sama menjadi murid Buddha Rulay, jadi jangan panggil aku sebagai Kaisar lagi, panggil saja sebagai saudara!" kata Azura.
"Eee iya Kaisar! Maksudku saudaraku!" jawab Tian Feng kemudian dia kembali berbicara. "Saudaraku, ijinkan kami juga ikut turun ke Dunia Bawah untuk membantu!" kata Tian Feng.
"Tidak-tidak, kamu baru saja menikah, jadi nikmatilah kebahagiaanmu!" kata Azura.
"Ini bukan pernikahan pertamaku!" kata Tian Feng.
Lie Yie segera menghampiri Tian Feng kemudian berdiri di hadapan Tian Feng lalu disusul oleh Chie Xie dan Alice.
"Ada apa? Kenapa kalian menghalangiku?" tanya Tian Feng.
"Kamu masih bertanya kenapa? Iya ini memang pernikahan kedua, itu bagi kamu dan aku, tapi bagaimana dengan Naomi? Apakah kamu tidak mengerti akan perasaannya?" tanya Alice dengan wajah merah.
"Tian, jika kamu tetap ingin pergi, maka kamu tidak perlu kembali lagi, bahkan tidak perlu pulang ke rumah kami untuk menemui Xihua pun tidak boleh!" kata Lie Yie.
"Tian Gege tidak boleh pergi, jika memaksa, maka Xie'er tidak akan memaafkan Gege!" kata Chie Xie.
"Saudaraku, dengarkanlah perkataan keluarga mu ini, kamu tidak usah khawatir, lagi pula walau Kaisar Kegelapan sekalipun datang, dia juga tidak akan mudah untuk mengalahkanku!" kata Azura.
Tian Feng hanya bisa menatap Chie Xie, Lie Yie dan Alice di hadapan kemudian melihat kearah Naomi yang hanya berdiri agak jauh darinya sebelum akhirnya dia hanya menghela nafas panjang.
"Baiklah, terima kasih atas jamuan semaunya, sekarang saya harus segera kembali, sampai jumpa lagi!" kata Azura.
"Hati-hati saudaraku!" kata Tian Feng yang di jawab dengan anggukan oleh Azura kemudian Azura menjentikkan jarinya dan berubah menjadi cahaya lalu menghilang.
"Tian, maaf tapi aku harus pergi menyusul Azura, aku khawatir kali ini An Huang Yi akan menyerang Istana Azura secara besar-besaran!" kata Ho Chen.
__ADS_1
"Kenapa guru bisa yakin?" tanya Tian Feng.
Ho Chen hanya terdiam, kemudian dia menatap kearah Yinfei dan yang lainnya lalu berkata, "Kalian ikut denganku, siapa tahu nanti kita bisa bertamu dengan teman lama kita disana!" kata Ho Chen.
Teman lama yang di maksud Ho Chen tidak lain adalah Chinmi. Menurutnya jika An Huang Yi memang ingin melakukan serangan besar-besaran di Istana Azura, kemungkinan besar Chinmi juga akan ada disana.
Kekuatan Chinmi yang di ketahui oleh Ho Chen saat terakhir kali berhadapan sama dengan kekuatan yang di miliki oleh Suo Zan, namun Ho Chen tidak yakin apakah kekuatan Chinmi masih sama atau sudah meningkat, jika sudah meningkat maka kemungkinan besar Chinmi sudah mencapai tahap Setengah langkah Rana Agung atau setidaknya Awal Rana Agung, dan itu pasti akan membuat Azura kerepotan jika harus melawan Chinmi dan An Huang Yi secara bersamaan.
"Baik kami akan ikut!" jawab Yinfei kemudian diikuti oleh Lio Long, Xi Liyi, Lang Yu dan Wang Dunrui.
"Berhati-hatilah guru, jika ternyata musuh yang guru hadapi lebih kuat, segera beri kabar kesini!" kata Tian Feng.
Ho Chen mengangguk kemudian dia dan Yinfei serta yang lainnya segera pergi menyusul Azura.
Dewa yang lain hanya bisa saling berpandangan, mereka ingin ikut pergi, namun jika tidak ada perintah dari Kaisar Langit, mereka tidak berani dan akhirnya Dewa Mata Tiga segera pergi ke tempat jamuan Kaisar Langit untuk melaporkan masalah tersebut dan berharap mendapatkan perintah untuk menyusul Ho Chen dan para manusia Dewa lainnya.
***
Setelah kejadian itu, acara pesta dihentikan dan semua para Dewa segera pergi ke istana langit untuk menemui Kaisar Langit serta meminta Kaisar Langit untuk memberikan perintah agar bisa ikut turun ke Dunia Bawah.
Azura baru saja berubah menjadi sosok yang lebih baik dan menjadi sekutu baru, jadi para Dewa tidak ingin jika Istana Azura harus lenyap, apalagi Azura baru saja menjadi baik, jika Azura sampai sakit hati karena tidak ada bantuan dari Langit dan membuat istana serta sukunya lenyap, bisa jadi Azura akan kembali seperti dulu, dan kekacauan akan kembali terjadi.
Di rumah Ho Chen sendiri, Tian Feng hanya mondar-mandir dengan perasaan yang tidak tenang, walau dirinya saat ini sangat kuat dan tidak akan ada satupun yang akan mampu menggantikannya, namun nyatanya dia tidak mampu melawan tiga wanita yang sebelumnya sudah menghadang dirinya.
"Sudah ku duga, memiliki istri membuat ku tidak bisa bergerak dengan leluasa!" gumam Tian Feng.
"Apa kamu bilang?"
Tian Feng terkejut saat suara Alice tiba-tiba saja terdengar dari belakangnya dan pastinya Alice mendengar akan apa yang sudah dia ucapkan.
"Eee.. Tidak aku hanya kepikiran dengan Guru!" kata Tian Feng.
"Mereka akan baik-baik saja, lagi pula kenapa kamu masih berada disini?" tanya Lie Yie yang juga ikut datang ke ruangan tersebut.
"Tidak ada ibu, aku hanya sedang mencari solusi!" jawab Tian Feng.
Chie Xie dan Naomi terlihat datang bersama dan kemudian disusul oleh Hiroshi, Yuan Xia, Qie Yin dan Xihua.
"Tian, sebenarnya siapa mereka itu tadi?" tanya Qiao Lin.
__ADS_1
Walau Qiao Lin sudah sangat lama berada di Kahyangan, namun dia sama sekali tidak pernah bertemu dengan Azura, Qiao Lin yakin Tian Feng pasti tahu.
"Sebenarnya yang tadi itu adalah Kaisar Iblis Azura, namun sekarang dia sudah bertobat dan menjadi saudara seperguruanku di Nirwana!" jawab Tian Feng.
"Jadi itu tadi adalah Kaisar Iblis?" Qiao Lin terkejut mendengarnya dan merasa tidak percaya.
"Iya!" jawab Tian Feng.
"Tian, hari ini adalah hari pernikahan, walau ini bukan pernikahan barumu, namun ini adalah pernikahan baru bagi Naomi, dan kamu serta Naomi adalah sepasang pengantin baru, karena itu ibu berharap kamu sedikit mengerti akan perasaannya, jadi maafkan kami tadi yang sudah menghalangi mu!" kata Lie Yie.
"Xihua, apakah kamu ngantuk?" tanya Alice saat melihat mata Xihua yang merah dan sayup-sayup.
Xihua tidak menjawab namun dia segera terbang kearah Alice dan Alice dengan cepat meraihnya dan menggendongnya.
Xihua menguap sesaat, terlihat jelas jika putri kecil tersebut sangat ngantuk dan kelelahan, jadi Alice segera membawanya ke dalam kamar lalu diikuti oleh Chie Xie dan Lie Yie.
"Tian, kami juga sangat lelah, jadi kami juga mau beristirahat dulu!" kata Yuan Xia kemudian dia dan Hiroshi juga pergi ke kamar mereka masing-masing.
Kini hanya tersisa Tian Feng dan Naomi saja di ruangan tersebut, dan keduanya hanya saling berpandangan namun cukup lama dan setelah itu Tian Feng mendekatinya.
"Naomi, maaf karena tadi aku hampir saja pergi dan mengabaikanmu!" kata Tian Feng.
Naomi menggelengkan kepalanya seraya tersenyum lembut kepada Tian Feng, senyuman lembut Naomi membuat Tian Feng seperti meleleh.
"Aku mengerti itu, lagi pula semua itu sudah biasa, setiap jiwa kesatria pasti akan memberontak saat mendengar suatu masalah, apalagi masalah itu memiliki hubungan dengan orang-orang terdekat!" jawab Naomi.
"Terima kasih atas pengertianmu!" kata Tian Feng kemudian dia memegang dagu Naomi dan mengangkat wajah Naomi agar melihat dirinya.
Naomi menatap Tian Feng dengan mata yang berkaca-kaca sedangkan Tian Feng secara perlahan-lahan mendekati bibir Naomi kemudian menciumnya.
Kedua pasangan pengantin baru itu kini mulai diliputi rasa hawa panas dan nafsu yang menggelora, setalah beberapa saat Tian Feng segera mengangkat tubuh Naomi dan kemudian membawa Naomi masuk kedalam kamar untuk menikmati cinta di hari pertama menikah, bukan untuk Tian Feng, melainkan Naomi, jika di dunia biasa disebut malam pertama, dan itu Malam Pertama pernikahan Naomi.
Kedua pasangan yang sama-sama menahan perasaan selama bertahun-tahun hari itu akhirnya semuanya tercurahkan, keduanya akhirnya bisa menikmati semuanya dan benih-benih cinta mulai dibuat, dan di dalam kamar keduanya selain helaan nafas lembut yang penuh gairah tidak akan pernah di dengar ke kamar lain.
Di kamar yang lain, Alice sedang menidurkan Xihua, namun mata Alice tidak tertutup, dia sesekali mencium kening Xihua, dan tanpa terasa air matanya kembali mengalir.
Andai orang lain tahu betapa beratnya hati Alice saat ini, mungkin orang lain itu juga akan ikut menetaskan air mata, namun Alice sadar jika semua itu sudah menjadi keputusannya, menyesalinya pun juga tidak ada gunanya.
Tidak ada wanita yang memiliki perasaan sehebat dan sekuat Alice, dia rela membiarkan suaminya membagi cintanya dengan wanita lain yang baru dinikahinya, walau terdengar cukup gila, namun semua itu terjadi karena keputusan dirinya sendiri yang menginginkan Tian Feng untuk menikahi Naomi.
__ADS_1
Chie Xie dan Lie Yie juga tidur di satu kamar yang sama dengan Alice, namun mata Chie Xie juga sebenarnya belum terpejam, dia sendiri juga tidak bisa tidur, dan pikirannya saat ini di penuhi banyak tanda tanya.
"Kapan aku bisa bertemu dengan jodohku yang sebenarnya? Guru Bing, ada dimanakah kamu saat ini?" batin Chie Xie yang kemudian dia teringat kepada gurunya Bing Mei yang sudah sangat lama sekali berpisah.