Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Salah kapal


__ADS_3

***


Naomi terbangun dari tidurnya karena merasa tubuhnya merasa seperti berada di sebuah kapal.


Perlahan-lahan Naomi membuka matanya, dia ingin bangun akan tetapi alangkah terkejutnya dia situasi yang menimpanya.


"Siapa yang sudah menculikku?"


Naomi berusaha melepaskan diri dari ikatannya, namun tali yang mengikat ke-dua kaki dan tangannya sangat kuat.


Tidak lama kemudian pintu ruangan terbuka dan terlihat seorang pemuda tampan berusia 19 tahun berpakaian seperti jubah besar berwarna putih sedangkan ke bawahnya ada garis hitam dan ada gambar simbol pola yang unik.


Pemuda tersebut membawa kipas bulu berwarna putih sedangkan rambutnya yang sedikit panjang diikat kebelakang dan wajahnya terlihat bahagia saat menatap kearah Naomi.


"Ternyata kamu sudah bangun, namun sayang sekali pertemuan kita saat ini dalam kondisi yang berbeda!" kata pemuda tersebut.


"Hataro! Beraninya kamu menculikku dengan cara seperti ini! Bagiamana kamu bisa membawa ku keluar dari rumah?" tanya Naomi.


Hataro tertawa kecil kemudian dia duduk di samping Naomi yang masih terbaring dalam kondisi masih terikat.


"Tidak sulit untuk membawa mu keluar dari para Shinobi dan ronin yang menjaga rumahmu itu, aku sengaja mengirim dua orang Shinobi untuk menyusup ke rumah mu, setelah itu salah satu meneteskan satu tetes obat bius di cangkir mu lewat benang dari atap sebelum kamu meminumnya, dan hasilnya tidak mengecewakan!" kata Hataro.


"Cepat lepaskan aku dan kita buat perhitungan sekarang!" kata Naomi.


"Hahaha..! Aku sangat mengenal mu Naomi, jika aku melepaskan mu, kamu pasti akan menyandera diriku bukan? Lagi pula membunuh ku juga tidak ada gunanya karena saat ini kita sudah berada di tengah lautan!" kata Hataro.


Mereka berdua berbicara dengan bahasa mereka sendiri, karena mereka sama-sama dari Toakai.


Hataro memang menguasai ilmu pedang, namun dia memiliki kemampuan dibawah Naomi, jika sampai dia melepaskan ikatan Naomi, bisa-bisa Naomi menyerangnya dan Hataro tidak akan bisa menghadapi Naomi, pada akhirnya dirinya pasti akan di jadikan sandera dan meminta nahkoda kapal untuk berputar arah kembali ke Kerajaan Wu.


"Lebih baik kamu diam dan bersabar hingga kita tiba di pelabuhan Sinagata, sesampainya disana kamu akan di bawa dengan kereta menuju ke rumah ku! Disana Anbu dari Shogun akan memberimu pil penghilang Tsuyo-sa mu hilang!" kata Hataro.


Naomi menatap Hataro dengan mata merah, dia menggenggam kedua telapak tangan yang terikat kebelakang.


"Dasar Pria pengecut! Cepat lepaskan aku dan bertarunglah dengan ku secara kesatria, jika kamu bisa mengalahkan ku, aku akan menuruti semua keinginanmu!" kata Naomi.


"Aku tidak sedungu yang kamu pikirkan! Aku akan bertarung dengan mu saat kamu sudah tidak memiliki Tsuyo-sa lagi," jawab Hataro kemudian mengelus pipi Naomi dengan jarinya secara lembut.


"Aku tidak sabar ingin segera sampai kerumah! Aku tahu kamu pasti juga tidak sabar, karena itu tetaplah disini dan jangan bertindak ceroboh yang akan membuat dirimu menyesal nantinya!" kata Hataro.


Naomi memalingkan wajahnya menghindari sentuhan Hataro, dia tidak ingin Hataro menyentuh sedikitpun dari bagian kulitnya.


Hataro hanya tersenyum kemudian dia melebarkan kipasnya dan bangkit sambil mengipasi wajahnya sendiri.


"Kamu tahu, tidak ada satupun yang berani melawan Klan ku, jika Klan Tsuki tidak ingin aku lenyapkan sebaiknya kamu menurut saja, kita hanya akan menikah dan menjadi pasangan paling romantis di seluruh Toakai!" kata Hataro kemudian dia berjalan kearah pintu.

__ADS_1


Naomi hanya bisa menatap Hataro dengan tatapan tajam, andai tatapannya bisa melukainya mungkin Hataro akan terluka karena tatapnya.


"Nanti akan ada pelayan datang mengantarkan makanan untuk mu, pelayan itu akan menyuapimu, jadi makanlah agar kamu tidak sakit! Aku tidak mau calon istriku sakit karena tidak makan," kata Hataro kemudian dia keluar dan menutup pintu kabin kapal Naomi.


"Jaga baik-baik pintu ini, selain aku dan juga para pelayan pengantar makanan, sisanya tidak boleh masuk kedalam!" kata Hataro yang sudah menempatkan dua orang penjaga di pintu kabin Naomi.


Ke-dua penjaga tersebut membungkuk kemudian kembali berdiri di depan pintu kabin, Hataro sendiri dengan santainya meninggalkan mereka berdua sambil bersiul riang, seolah-olah semua keinginan sudah akan tercapai.


Naomi yang masih terikat didalam kamar kabinnya berusaha berpikir mencari cara agar bisa melepaskan diri dari tali yang mengikatnya.


Naomi tidak mau jika sampai Tsuyo-sa nya dihilangkan, bagiamanapun juga Tsuyo-sa adalah sumber kekuatan para ronin serta Shinobi, seperti layaknya Chi Tsuyo-sa juga menjadi inti kekuatannya.


Ditambah lagi Naomi masih belum ingin menikah diusia yang masih muda, Naomi masih ingin mencari pengalaman yang lebih banyak sebelum menikah.


Walaupun dia harus menikah, setidaknya bukan Hataro yang akan menjadi pasangannya, melainkan orang yang benar-benar Naomi cintai.


"Keterlaluan kamu Hataro!" gerutu Naomi karena tidak menemukan apapun untuk bisa melepaskan tali yang mengikatnya.


Naomi mulai menyerah karena tidak berhasil melepaskan ikatannya, masalahnya Naomi sudah merasakan kesemutan di ke-dua lengannya, jika ikatan talinya tidak segera dilepas, Naomi pasti akan merasa tersiksa.


***


Pengejaran yang dilakukan oleh Tian Feng dengan cara terbang berlangsung cukup lama. Tian Feng merasa kebingungan karena kapal besar yang ia lihat tidak hanya satu kapal, melainkan ada beberapa kapal yang berlayar menuju kearah yang sama.


Ditambah lagi semua kapal terlihat memiliki bentuk yang sama jika dilihat dari udara sehingga Tian Feng tidak bisa membedakan antara satu kapal dengan kapal yang lain.


"Apakah kalian masih mau berdebat, jika iya aku akan memasukan kalian ke dalam Cincin, jadi kalian bisa leluasa untuk saling mengobrol atau mau bertengkar sekalipun tidak masalah!" kata Tian Feng.


"Coba saja kalau kamu tidak ingin aku pukul!" jawab Xian.


"Tian! Cukup sekali saja aku berada di dalam Cincin mu itu, jadi jangan kamu masukkan lagi aku kedalam Cincin itu!" Zanxi juga ikut bersuara.


"Kalua begitu berhentilah berdebat, aku mungkin tidak bisa memasukkan Toya ini kedalam, namun tidak untuk mu!" kata Tian Feng kepada Zanxi.


Dengan memasukkan Mata Tombak kedalam Cincinnya, maka Xian tidak akan bisa berdebat lagi karena Zanxi sudah tidak ada di luar.


"Baik Tian, aku tidak akan bicara lagi!" kata Zanxi.


Tian Feng mengangguk kemudian berniat untuk turun ke salah satu kapal yang posisinya berada di paling belakang dari enam kapal yang berlayar menuju ke pelabuhan Sinagata Toakai.


"Kamu terlalu lembut kepada Tian Zanxi!" kata Xian.


Zanxi sama sekali tidak menjawab, namun Xian terus mengomeli Zanxi yang sudah memilih diam, sedangkan Tian Feng hanya bisa menghela nafas panjang kemudian dia turun tanpa menghiraukan Xian yang masih mengomeli Zanxi.


Tian Feng turun di dek kapal paling belakang, tidak ada yang melihatnya saat turun sehingga Tian Feng bisa leluasa berjalan kedalam.

__ADS_1


Pertama-tama Tian Feng memperhatikan beberapa orang yang terlihat sibuk beraktivitas diatas kapal, orang-orang yang sibuk tersebut ternyata ada tiga golongan, dua orang dari Kerajaan Wu, satu dari Yamuru, dua orang dari Kerajaan Jiu.


"Ini bukan milik orang-orang dari Toakai!" kata Tian Feng yang salah kapal kemudian dia berniat keluar.


"Maaf, anda siapa?" seorang pekerja bertanya dengan bahasa yang sama dengan Tian Feng.


Tian Feng menghentikan langkahnya, dia ingin berbalik namun dia ingat jika topengnya belum dia ganti.


"Aku lupa membeli topeng yang lain! Ah sial, jika begini mereka akan mengetahui akan siapa diriku!" gerutu Tian Feng.


Dengan cepat Tian Feng membuka topengnya dan memasukkannya kedalam cincin. Tian Feng mengeluarkan kain hitam kemudian dia berbalik sekaligus mengenakan kain tersebut secepat mungkin.


Saat dia sudah berhadapan dengan orang yang menyapanya, Tian Feng juga sudah selesai melilitkan kain tersebut di bagian mata kebawah.


Gerakan Tian terlalu cepat untuk dilihat dengan mata telanjang, apalagi oleh orang yang menyapanya yang bukan seorang pendekar.


"Maaf Tuan, saya hanya ingin melihat-lihat saja!" jawab Tian Feng.


Orang tersebut memperhatikan Tian Feng dengan seksama kemudian dia berbicara kepada Tian Feng.


"Seingatku tidak ada orang yang memakai penutup wajah naik ke kapal ini saat kami memasukkan barang-barang! Jadi kamu ini siapa? Apakah kamu seorang perompak laut yang ingin membajak kapal kami?" tanya orang tersebut.


Ke-empat orang lainnya juga mendekati rekannya kemudian salah satunya melihat keluar untuk memastikan Apakah ada kapal bajak laut atau tidak.


"Tidak ada kapal pembajak diluar!" kata salah satunya sambil berbisik.


"Tuan jangan salah sangka dulu, saya berada di kapal ini jauh sebelum kalian memasukkan barang, awalnya saya hanya ingin menumpang tidur sesaat, namun ternyata kapal ini justru berangkat membuat saya terjebak di kapal ini!" kata Tian Feng mencari alasan.


Semuanya saling berpandangan karena tidak satupun ada yang mengetahui keberadaan Tian Feng.


"Apakah perkataanmu benar?" tanya salah satunya.


"Benar! Lagi pula untuk apa saya berbohong, bisa-bisa kalian melempar ku kelaut!" kata Tian Feng.


"Memang itu yang hampir ada di pikiran kami, jika tidak ingin kami lempar, maka buka penutup wajahmu agar kami bisa melihat dengan jelas wajah mu itu!" kata salah satu yang juga berasal dari Kerajaan Wu.


"Begini Tuan, saya adalah gelandangan yang diusir karena wajah saya terkena penyakit gatal yang menular jika saya membukanya, bahkan sebagian ada yang sudah bernana! Apakah kalian yakin masih ingin melihat wajah saya?"


Semuanya saling berpandangan dan merasa ragu, sedangkan Tian Feng sudah bersiap untuk membuka penutup wajahnya.


"Tu...tunggu jangan di buka, biarkan saja jangan dibuka!" ucapnya dengan wajah ketakutan.


Tian Feng tersenyum dibalik penutup wajahnya, dia tidak menduga jika orang-orang tersebut sangat mudah dibohongi.


***

__ADS_1


Semalam saya tidak update karena kemarin saya terkena musibah. saya kena tipu hingga sebagian uang simpanan untuk bayar kontrakan di ambil sama penipu, karena itu saya gak bisa konsentrasi sama sekali, sepertinya selama beberapa bulan ini adalah bulan yang penuh ujian bagi saya.


__ADS_2