
Ho Chen, Qiao Lin dan yang lainnya datang untuk melihat anak Tian Feng yang baru dilahirkan, yang paling ingin cepat melihat adalah Louis.
"Akhirnya keduanya sama-sama selamat!" kata Louis yang bernafas lega setelah melihat Cucu dan Cicitnya sama-sama selamat dari maut.
Louis segera menghampiri cicitnya yang saat ini sudah di gendong oleh Tian Feng, dia segera memperhatikan wajah Cicitnya yang tertidur lelap seraya berkata, "Wajahnya hampir mirip Alice, namun tidak seluruhnya mengambil wajah ibunya!" ucap Louis sembari mengelus rambut halus Cicitnya.
"Tian, selamat karena sekarang kamu sudah menjadi seorang ayah!" kata Ho Chen.
"Terima kasih guru!" jawab Ho Chen dengan tersenyum lembut.
"Coba sini aku gendong!" Qiao Lin meminta bayi tersebut karena ingin menggendongnya. Sudah lama sekali dia tidak menggendong bayi, terakhir dia menggendong bayi dari salah satu keturunannya yang berada di kota.
Disisi lain Naomi hanya bisa melihat kebahagiaan Tian Feng dalam diam, melihat Tian Feng yang terlihat sangat senang karena telah menjadi seorang ayah, rasa iri mulai mengisi hatinya.
"Jiejie, ada apa?" tanya Chie Xie saat melihat wajah Naomi yang terlihat sedang melamun.
"Ah tidak ada apa-apa! Aku hanya sedang berpikir, bagaimana kabar semua orang yang sudah menyelesaikan pertengahan di dunia kita? Apakah sekarang dunia kita sudah benar-benar damai?" jawab Naomi dengan menanyakan sesuatu di luar pikirannya.
"Seharusnya si sudah damai! Sebab satu-satunya akar masalah sudah di lenyapkan," jawab Chie Xie.
"Semoga!" kata Naomi kemudian dia kembali menatap Tian Feng yang terlihat sangat bahagia sambil menggendong putrinya kembali dengan penuh kasih sayang.
"Apa iya aku harus hadir ditengah-tengah kebahagiaannya?" batin Naomi.
"Kenapa kamu harus bingung, seharusnya itu bukan masalah mengingat kamu dan dia sama-sama memiliki perasaan, selama tidak ada yang keberatan dari kalian bertiga, seharusnya kalian bisa bersama-sama mengarungi kebahagiaan!"
Naomi segera menoleh kepada Ho Chen yang menjawab akan apa yang sedang ia pikirkan. Naomi tidak terkejut saat Ho Chen menjawab akan apa yang ada di pikirannya, masalahnya dia masih ragu akan semua itu.
Chie Xie yang juga mendengar perkataan Ho Chen segera mengerti jika Naomi sedang memikirkan Tian Feng, namun dia tidak menyuarakannya.
"Sepertinya aku butuh waktu untuk beberapa hari sekaligus mencari pencerahan atas masalah ini!" ucap Naomi.
"Kalau begitu pergilah bersama istriku, dia akan mengantarkan mu ke kamar kalian!" kata Ho Chen.
"Aku masih ingin berada disini, Jiejie pergi saja lebih dulu, nanti aku menyusul!" kata Chie Xie.
Naomi dan Qiao Lin akhirnya pergi dari tempat tersebut sedangkan Chie Xie datang menghampiri keponakannya.
__ADS_1
"Sini gege, aku akan mengantarkannya kepada ibunya, dia harus banyak-banyak meminum asi ibunya!" kata Chie Xie yang meminta bayi itu dari Tian Feng.
Tian Feng segera memberikannya kepada Chie Xie, dia tentu tahu jika putrinya sangat membutuhkan asi, apalagi Alice seharusnya sudah lebih baikan setelah beristirahat selema beberapa waktu.
"Tian, kamu harus mencarikan sebuah nama yang bagus untuk putrimu!" kata Ho Chen.
"Oh iya! Kenapa aku jadi lupa?"
Saking bahagianya, Tian Feng sampai lupa untuk mempersiapkan nama untuk putrinya itu, dia melihat kearah Louis dan berbicara padanya. "Apakah kamu memiliki nama tersendiri untuk cicitmu?" tanya Tian Feng.
"Bayi itu adalah anak serta darah dagingmu, bagiamanapun juga kamu harus memasukkan nama marga mu karena kamu adalah ayahnya," jawab Louis.
Tian Feng terdiam kemudian mulai mencarikan nama untuk putrinya, tidak mudah bagi Tian Feng untuk mencarikan nama, apalagi ini baru pertema kalinya dia menjadi seorang ayah.
"Putriku terlahir bagai sebuah bunga yang sudah memenuhi kebahagiaanku, dengan ini aku akan memberikan nama untuk putri ku, Namanya adalah Tian Xihua!" kata Tian Feng.
"Siapa tadi, Yihua?" tanya Ho Chen kemudian dia disenggol oleh Feng Ying seraya berkata, "Xihua, bukan Yihua! Kamu ini masih saja mengingatnya," kata Feng Ying.
"Owh maaf hanya salah ucap!" kata Ho Chen sambil terkekeh.
"Untung Lin'er tidak ada disini!" kata Qiao Ho.
Tian Feng melihat mereka bertiga secara bergantian, dia sama sekali tidak tahu kemana arah pembicaraan ketiganya. "Dasar orang-orang aneh!" gumam Tian Feng kemudian dia melangkah keluar.
"Kamu mau kemana?" tanya Chie Xie setelah menyerahkan keponakannya kepada Alice untuk disusui.
"Aku hanya mau keluar sebentar, lagi pula mereka berdua sedang beristirahat!" jawab Tian Feng kemudian tanpa menunggu reaksi Chie Xie, Tian Feng segera pergi keluar.
****
Sudah lima hari Tian Feng dan yang lainnya berada di dunianya Ho Chen, dan kondisi Alice juga sangat baik, semua itu karena Tian Feng sering memberikannya Pil pemulihan yang sangat cepat bagi kondisi Alice, dan tentunya tidak membahayakan Alice dan putrinya.
"Guru, bisakah hari ini kami kembali kedunia kami?" tanya Tian Feng kepada Ho Chen.
"Melihat kondisi istrimu seharusnya sudah bisa, tapi nanti setelah kamu kembali ke dunia mu, kamu tidak bisa berlama-lama disana, paling tidak kamu hanya memiliki waktu tiga hari disana, setelah itu kita akan segera pergi ke dunia alam para Dewa!" jawab Ho Chen.
"Aku mengerti guru, lagi pula aku hanya ingin mengantarkan Alice dan Xihua ke rumah neneknya, setelah semuanya sudah lebih baik, maka aku akan segera pergi mengikutimu!" jawab Tian Feng.
__ADS_1
Tian Feng sebenarnya hanya ingin menjenguk Yuan Xia dan Lie Yie, mengingat kondisi Lie Yie, Tian Feng tidak bisa mengabaikannya. Tian Feng yakin Lie Yie pasti akan kembali, apalagi dia akan melihat cucu pertamanya.
"Jadi kamu berniat kembali ke duniamu sekarang?"
Qiao Lin datang dan bertanya kepada Tian Feng karena dia juga mendengar pembicaraan Ho Chen dan Tian Feng.
Tian Feng mengangguk, menurutnya tidak ada alasan lagi bagi dia dan yang lainnya untuk berlama-lama berada di dunianya Ho Chen.
Qiao Lin mengangguk-angguk kepalanya kemudian dia melihat kearah Naomi dan Chie Xie yang sedang duduk bersama Alice dan bayinya.
"Sebenarnya aku ingin mengajarinya Teknik Kristal Es, namun karena tidak ada waktu jadi aku hanya bisa menyerahkan kitab ini padanya!"
Qiao Lin mengeluarkan kitab usang yang sangat tua, kitab tersebut adalah kitab utama milik sekte Gunung Es, kitab tersebut hanya bisa di kuasai oleh seseorang yang memiliki energi Yin murni, dan hingga saat ini yang menguasai Teknik Kristal Es itu hanya beberapa orang saja, terutama dirinya dan Ho Chen.
Tian Feng menatap kitab tersebut, walau Ho Chen dan Qiao Lin tidak menjelaskan secara detail akan kitab tersebut, namun Tian Feng yakin jika kitab tersebut pasti bukan kitab biasa.
"Kalau begitu aku akan kesana dulu untuk menyelerahkan kitab ini padanya," kata Qiao Lin kemudian dia pergi kearah Chie Xie.
"Tian, sebaiknya kamu segera bersiap-siap, mungkin sore ini kita akan segera kembali ke duniamu!" ucap Ho Chen.
Tian Feng mengangguk kemudian dia melihat kearah Alice yang menggendong bayinya dan ditemani oleh Chie Xie, Naomi, dan Qiao Lin.
Melihat keakraban Alice dan Naomi, pikiran Tian Feng mulai melayang hal yang bukan-bukan, Tian Feng menghayal sudah menikahi Naomi dan hidup bersama dengan Alice.
Di dalam hayalnya Tian Feng merasa sangat bahagia melihat kerukunan kedua istrinya, khayalan yang tergambar mengumpamakan Alice dan Naomi sama-sama memiliki anak.
Nuansa yang terasa bahagia itu seperti tidak ada duanya, anehnya dalam khayalannya, Alice dan Naomi seperti sedang mengomeli dirinya yang katanya dirinya tidak adil dalam memberikan kasih sayang kepada dua anaknya.
Omelan keduanya serasa nyata di telinga Tian Feng sehingga rasa bahagia itu berubah jadi kebisingan yang memenuhi kedua telinga Tian Feng sampai-sampai Tian Feng menutup kedua telinganya rapat-rapat dengan kedua tangannya.
"Ada apa denganmu? Bukankah aku sudah bilang agar kamu bersiap-siap! Tapi kenapa kamu justru masih berada di sini dengan menutup kedua telinga mu?"
Tian Feng tersadar dari khayalannya sendiri dan segera melihat kembali kearah Alice dan Naomi yang ternyata masih bersama dengan Chie Xie dan Qiao Lin.
"Tidak ada apa-apa guru!" jawab Tian Feng kemudian dia menghela nafas lega setelah sadar jika barusan yang di alaminya hanya sebatas angan-angan saja.
"Membayangkannya saja sudah terasa merepotkan, apalagi kalau sampai benar-benar terjadi? Pasti akan benar-benar membuat ku semakin kesulitan mengatasi dua istri!" gumam Tian Feng yang merasa ngeri saat membayangkannya.
__ADS_1
Tian Feng akhirnya hanya bisa pasrah terhadap takdir, dia pergi menemui Louis untuk menyampaikan jika mereka semua harus bersiap-siap karena akan segera kembali.