
"Tian, ibu tidak mau kamu terluka, jadi tarik kembali janjimu itu nak!" kata Lie Yie.
Tian Feng memegang Ke-dua pundak Lie Yie dengan tersenyum lembut padanya, "Ibu jangan khawatir, aku bukan lagi Tian yang dulu, jadi tolong ijinkan aku ikut demi keluarga kita!" kata Tian Feng membujuk Lie Yie.
Butuh waktu lama bagi Tian Feng untuk membujuk Lie Yie, sedangkan Yuan Xia, Zang Yang, dan Chie Xie hanya bisa melihat saja karena tidak akan ada satupun dari mereka yang bisa membujuk Lie Yie selain Tian Feng.
Akhirnya Tian Feng berhasil membujuk Lie Yie agar mengijinkan dirinya untuk ikut serta dalam pertandingan tersebut.
"Tian, bisa kita bicara berdua di luar?" tanya Zang Yang setelah Lie Yie masuk kedalam bersama Chie Xie.
"Baik guru!" jawab Tian Feng.
"Kalau begitu aku mau kedalam dulu, kalian lanjutkan saja obrolan kalian berdua!" kata Yuan Xia.
Tian Feng dan Zang Yang berjalan ke luar dan kemudian mengobrol di samping rumah.
"Tian, apakah kamu sudah menguasai jurus Singa Suci dengan sempurna?" tanya Zang Yang.
"Aku sudah menguasai semuanya guru, saat berlatih dengan Guru Mao, aku juga berlatih menyempurnakan jurus Singa Suci dari ke-dua kitab!" jawab Tian Feng.
"Jika demikian kemenangan kita di pertandingan sudah bisa di pastikan!"
Zang Yang menatap langit malam, dia sudah bisa memastikan kemenangan di pihak Yuan Xia, tentu saja dia akan mengandalkan Tian Feng.
Dengan jurus Singa Suci yang sudah sempurna, di tambah dengan jurus Iblis Neraka serta dengan jurus Dewa Mabuk, Bukankah saat Tian Feng adalah seorang Pendekar Cahaya walau dia masih remaja.
Di seluruh wilayah Kerajaan Wu tidak pernah ada seorang Pendekar Cahaya yang masih berusia muda seperti Tian Feng, dan itu artinya Tian Feng adalah orang pertama yang menjadi Pendekar Cahaya termuda pertama.
Andai saja tidak berada di rumah Yuan Xia, Zang Yang pasti akan mengajak Tian Feng berlatih tanding dengan dirinya.
Mereka berdua saling menceritakan pengalaman mereka masing-masing hingga tengah malam, setelah itu mereka berdua segera beristirahat karena besoknya masih banyak hal yang harus mereka lakukan.
***
Tanpa terasa waktu yang paling menarik serta seru akhirnya tiba, di dalam istana ada tanah kosong yang cukup luas, ada arena panggung di tengah-tengah tanah yang kosong tersebut.
Arena panggung itu terbuat dari batu yang di susun dengan sangat rapi dan juga kuat. Luas arena memiliki lebar enam meter persegi dan ada batu membetuk seperti pilar di setiap sudutnya.
Hari ini tempat itu sudah datangi oleh banyak orang, dan banyak juga para prajurit berseragam lengkap yang sedang berbaris menjaga tempat tersebut.
"Arena ini masih kokoh seperti dulu, sama sekali tidak ada perubahan di setiap sudutnya!" kata salah satu orang tua yang menatap kearah arena pertandingan.
Semua orang di kota Xanhuo sudah tahu jika arena tersebut sudah ada di tanah itu sejak 70 tahun yang lalu.
__ADS_1
Ayah Zhi Xian membuat arena itu untuk latihan tanding para prajurit-prajuritnya agar lebih hebat, namun arena itu juga pernah di buat untuk sebuah sayembara pertandingan untuk mencari Panglima baru.
Tidak ada kursi penonton di tempat tersebut, namun pembatas jarak antara penonton dan arena, sedangkan kursi yang ada hanya khusus di buat untuk para peserta dan juga tamu undangan serta tamu terhormat.
Dalam waktu singkat tempat itu sudah di penuhi oleh banyak orang yang ingin melihat pertandingan Perebutan Jabatan yang akan segera di mulai.
Demi bisa menyaksikan pertandingan, semua orang harus rela berdiri dan berdesak-desakkan dengan para penonton yang lain.
"Yang Mulia, semua peserta sudah hadir di sana, sebaiknya yang mulia segera keluar serta memberikan sambutan dulu kepada para tamu kehormatan kita!" kata Yong Shing.
"Siapa saja tamu kehormatan kita yang sudah hadir?" tanya Zhi Yu Zhuan.
Yong Shing tersenyum lebar kemudian dia mulai menunjukkan nama-nama para tamu kehormatan yang hadir.
"Tuan Yama Denji datang bersama dengan empat Kesatria dari para Samurai dan Shinobi yang memiliki ilmu bela diri yang sangat tinggi.
Kemudian ada dua menteri dari Kerajaan Jiu, dan ada dua pendekar kuat yang juga ikut datang Yang Mulia, mereka adalah Si Pedang Awan dari perguruan Gunung Pohon Persik, dan si Tubuh Besi dari kuil Yin." kata Yong Shing.
Pendekar Pedang Awan adalah salah satu dari sepuluh pendekar terkuat, dia bernama Li Xian Fai dari Gunung Pohon Persik, dan Pendekar Tubuh Besi juga termasuk salah satu dari sepuluh Pendekar terkuat yang bernama Bai Ming dari Kuil Yin.
"Jadi dua pendekar kuat itu juga ikut hadir, ini akan semakin menarik! Apakah nanti mereka akan ikut bertanding mewakili salah satu calon pejabat?" tanya lagi Zhi Yu Zhuan.
"Soal itu aku tidak tahu Yang Mulia, sebaiknya kita keluar dulu untuk mengetahuinya!" kata Yong Shing.
"Baik, ayo kita keluar!" kata Zhi Yu Zhuan kemudian mereka berdua keluar menemui para calon pejabat, para peserta dan juga para penonton, dan yang lebih penting adalah para tamu undangan dan juga tamu kehormatan.
***
Suara salah satu prajurit yang sedang menjaga jalan datang Zhi Yu Zhuan menggema di udara sekaligus diiringi oleh suara gong.
Zhi Yu Zhuan naik keatas tempat yang sudah di sediakan untuknya dan kemudian dia berjalan kedepan dan mulai berpidato.
"Terima Kasih atas kehadiran kalian semua, aku tidak menduga hari ini akan kedatangan para tamu-tamu penting dari berbagai tempat, dan ini suatu kehormatan bagi saya," kata Zhi Yu Zhuan kemudian dia menatap kearah kursi para calon pejabat kemudian melirik lagi ke bangku peserta.
"Penasehat Yong, apakah kamu sudah melaksanakan rencana yang sudah kita rencanakan?" tanya Zhi Yu Zhuan kepada Yong Shing dengan berbisik.
"Semuanya sudah di siapkan Yang Mulia, sebentar lagi mereka akan di berikan beberapa makanan ringan serta minuman!" jawab Yong Shing.
Zhi Yu Zhuan mengangguk kemudian dia kembali berpidato kembali sebagai kata sambutan bagi semua yang hadir di sana.
"Hari ini untuk pertama kalinya aku mengadakan pertandingan perebutan Jabatan yang belum pernah di lakukan oleh para pendahulu ku, jadi selanjutnya aku akan menyerahkan semua ini kepada Panglima Ying Lo untuk menjelaskan aturan pertandingan nya! Silahkan Panglima Ying!" kata Zhi Yu Zhuan.
Ying Lo membungkuk memberi hormat kemudian dia naik ke atas arena.
__ADS_1
"Selamat pagi semua nya, saya adalah Panglima Ying Lo yang akan memandu acara pertandingan ini sekaligus menjelaskan aturannya.
Ying Lo segera menjelaskan aturan-aturan dengan membaca tulisan gulungan kertas pemberian Menteri Ma Xia Li.
Peraturan dalam pertandingan jika calon pejabat harus memiliki pendekar sebagai perwakilan, boleh dari anggota keluarga sendiri atau pun dari pihak luar, dan masing-masing calon hanya boleh membawa peserta sedikit satu orang dan terbanyak tiga orang jika ada.
Tidak ada batasan tingkat kekuatan pendekar dari semua peserta, baik itu yang masih berada di tingkat bawah, ataupun di tingkat Cahaya semuanya boleh ikut.
Jika ada peserta yang terbunuh dalam pertandingan, itu tidak akan di permasalahkan, jadi jika ingin selamat karena kalah, sebaiknya peserta mengaku kalah dan menyerah agar tidak di bunuh, namun jika sampai ada peserta yang membunuh saat ada peserta yang sudah menyerah, maka peserta pembunuh tersebut akan di keluar kan dari pertandingan.
Semua orang termasuk para peserta dan juga para calon pejabat sama-sama mengerutkan dahi sehingga banyak orang yang tidak suka dengan aturan pertandingan tersebut.
Di saat yang sama si Pendekar Pedang Awan Li Xian Fai segera bangkit dan menyampaikan suaranya.
"Tunggu dulu, bukankah aturan ini terlalu berlebihan? Ini hanyalah sebuah pertandingan demi merebut jabatan, kenapa harus nyawa yang menjadi taruhannya?" kata Li Xian Fai.
Semua orang hanya mengangguk setuju sedangkan para peserta yang semuanya adalah para pendekar sama-sama terkejut karena mereka semua mengenali Li Xiang Fai.
"Kenapa Pendekar Pedang Awan berada di sini? Apakah dia juga akan ikut bertanding?" Zang Yang berbicara dan di dengar oleh Tian Feng yang sedang duduk di samping nya.
"Tidak hanya dia saja guru, melainkan di sana ada Si Tubuh Besi!" kata Tian Feng yang juga mengenali Biksu Bai Ming.
"Dua pendekar hebat berada di sini, jangan-jangan masih ada pendekar hebat lainnya yang juga berada di tempat ini?" gumam Zang Yang.
Tian Feng tidak mempedulikan hal itu karena tatapan Tian Feng lebih fokus kepada Yong Shing yang berada di samping Zhi Yu Zhuan, namun dia tidak melihat keberadaan Ma Xia Li.
"Guru Li, aku tahu kamu akan berkata seperti itu, namun ini sudah menjadi keputusan Yang Mulia!" kata Ying Lo.
"Biksu Bai, bagaimana menurut mu?" tanya Li Xiang Fai.
"Amithafa, aku rasa aku setuju dengan perkataan mu guru Li, aturan seperti ini sangat kelewatan, tidak di benarkan jika membunuh hanya kerena sebuah perebutan Jabatan saja!" kata Bai Ming.
Zhi Yu Zhuan terlihat tidak suka akan perkataan ke-dua pendekar hebat tersebut, dia segera bangkit dan berbicara kepada Li Xiang Fai dan juga Bai Ming.
"Guru Li dan Biksu Bai, keputusan ku sudah bulat jadi tidak ada satupun yang bisa mengubah nya!" kata Zhi Yu Zhuan.
Li Xiang Fai dan Bai Ming hanya menghela nafas panjang, walau mereka adalah Pendekar hebat, namun tidak ada satu pendekar atau perguruan manapun yang berani melawan kerajaan.
Kerajaan Wu adalah kerajaan yang di takuti dan di segani oleh semua orang termasuk oleh para pendekar maupun perguruan.
Kerajaan Wu tidak hanya memiliki pasukan yang sangat banyak, namun ada beberapa Pendekar hebat yang setara dengan salah satu sepuluh pendekar terkuat, namun mereka jarang muncul kecuali dalam sebuah pertempuran ataupun kekacauan yang bisa mengancam keselamatan Raja.
Karena itu sekuat-kuatnya pendekar tidak akan mau jika harus mencari masalah dengan Kerajaan.
__ADS_1
"Panglima Ying, silahkan lanjutkan lagi," kata Zhi Yu Zhuan.
Ying Lo melanjutkan lagi penjelasan nya, sedangkan Li Xiang Fai dan Bai Ming hanya bisa duduk sambil menggelengkan kepalanya.