Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
pertarungan Setengah Awal Rana Ilahi


__ADS_3

***


Panglima Gerbang Timur dengan tenang melangkahkan kakinya menuju ke pintu yang ada di tepi gunung, banyaknya Binatang yang menghadangnya sama sekali bukan masalah bagi Panglima Gerbang Timur.


"Jangan menghalangi jalanku jika tidak ingin mati!" kata Panglima Gerbang Timur sekaligus mengibaskan lengannya.


Para Binatang yang menghadang jalannya seketika itu juga terhempas bagai kapas yang berterbangan, namun pada Binatang dari berbagai jenis tetap berdatangan.


Setia kali ada Binatang yang maju menyerangnya, Panglima Gerbang Timur mengibaskan kedua jarinya dan seketika itu juga tubuh binatang yang hendak menyerangnya langsung terpotong menjadi dua.


"Berhenti..! Kenapa kamu membuat kekacauan di Dunia ini? Apa yang kamu inginkan?"


Raja Singa Emas dan ke 36 Singa Emas lainnya muncul di hadapan Panglima Gerbang Timur, Singa Emas merasa geram karena banyak sekali Binatang yang sudah terbunuh oleh Panglima Gerbang Timur.


"Aku hanya ingin masuk kedalam saja, tapi para Binatang-binatang ini justru menyerangku, jadi aku terpaksa membunuh mereka!" jawab Panglima Gerbang Timur dengan santainya.


"Jelas saja kami akan menyerang karena kami memiliki insting yang peka, jadi kami tahu mana yang berniat baik dan buruk, kami tahu jika kedatanganmu ingin berniat buruk di istana ini!" kata Singa Emas.


"Tidak ada gunanya berbicara dengan Binatang berbulu lemah seperti kalian, cepat minggir dari jalanku!" kata Panglima Gerbang Timur kemudian dia kembali melangkahkan kakinya.


Raja Singa Emas jelas merasa sangat marah kemudian dia mengeluarkan Aumannya yang mengandung energi yang sangat besar.


Energi kuat segera menerjang Panglima Gerbang Timur hingga tanah langsung berhamburan, namun Panglima Gerbang Timur tetap pada posisinya.


Mengetahui serangannya sama sekali tidak berarti terhadap Panglima Gerbang Timur, Raja Singa Emas langsung menyebarkan ke 36 Singa Emas lainnya kemudian mereka segera mengepung Panglima Gerbang Timur.


"Jadi kalian masih bersih keras ingin menghentikanku? Baiklah jika ini yang kalian inginkan!" kata Panglima Gerbang Timur.


Semua para Singa segera melepaskan Auman mereka secara bersamaan serta melepaskan aura tekanan yang sangat besar kepada Panglima Gerbang Timur.


Panglima Gerbang Timur yang sebelumnya tenang kini mulai merasakan tekanan dari para Singa tersebut, sehingga Panglima Gerbang Timur mengarahkan telapak tangannya kelangit kemudian turun sebuah pilar energi yang langsung menekan semua para Singa Emas tersebut.


Aura tekanan para Singa yang kuat serta Auman mereka yang sudah menghancurkan banyak permukaan tanah langsung lenyap ketika tubuh mereka semua terkena tekanan Pilar Energi yang jatuh dari langit.


Panglima Gerbang Timur memutar telapak tangannya kemudian muncul gelombang energi yang sangat besar dan menyebar menghancurkan formasi para Singa Emas.


Gelombang energi yang begitu kuat itu langsung menghempaskan semuanya, bahkan pohon-pohon juga ikut tercabut hingga ke akar-akarnya.


"Apa masih ada yang berani menghadang ku?" kata Panglima Gerbang Timur seraya melihat para Singa Emas yang terhempas jauh.

__ADS_1


"Kamu terlalu percaya diri Zhi Yin, lama tidak bertemu, namun sifatmu masih saja seperti yang dulu, jika kamu marasa tidak akan ada yang mampu mengimbangimu, berarti kamu salah Karena masih ada aku disini yang akan menghalangimu!"


Panglima Gerbang Timur terkejut saat sesosok pria muncul dihadapan, dan di tambah lagi sosok tersebut seperti mengetahui dirinya yang sedang menggunakan tubuh Panglima Gerbang Timur.


"Bukankah kamu Dewa Sesat! Kenapa kamu juga berada disini?" tanya Panglima Gerbang Timur, atau lebih tepatnya Energi Hitam Zhi Yin yang saat ini menggunakan tubuh Panglima Gerbang Timur.


"Sepertinya banyak sekali ingat masa lalumu yang hilang sehingga kamu tidak mengenaliku, tapi baiklah itu tidak masalah!" kata sosok tersebut yang tidak lain adalah Tian Feng yang saat ini mendapatkan pinjaman kekuatan dari Kembaran jiwanya.


Sebelumnya kembaran jiwa Tian Feng sudah merasakan jika sebenarnya Zhi Yin sedang menggunakan tubuh Panglima Gerbang Timur, karena itu dia menggabungkan dirinya dengan Tian Feng agar bisa menghentikan Zhi Yin.


Hanya saja kekuatan Kembaran jiwanya tidak sepenuhnya tersalurkan, walau sudah berbagi pikiran dan tindakan bersama dengan Tian Feng, namun kekuatan mereka baru mendekati tahap 1 awal Rana Ilahi, atau bisa di bilang dengan sebutan setengah langkah Rana Ilahi.


Kekuatan tersebut tidak akan permanen dan hanya bersifat sementara, namun kembaran jiwa Tian Feng mengatakan jika posisi Zhi Yin juga sama, yaitu tidak akan bisa bertahan lama, namun setidaknya dia dan Tian Feng bisa mengulur waktu hingga batas Zhi Yin dalam tubuh Panglima Gerbang Timur habis.


"Aku ini bukanlah An Huang Yi yang akan mampu kamu hadapi, kekuatan Rana Agung mu itu bukanlah tandingan ku ini!" kata Zhi Yin kemudian butiran debu hitam mulai bermunculan di sekujur tubuh Panglima Gerbang Timur.


"Owh iya..? Apa kamu pikir kami tidak bisa mencapai tahap sepertimu?" kata Tian Feng kemudian dia juga mulai mengeluarkan butiran debu Cahaya di sekitar tabuhnya.


Panglima Gerbang Timur atau Zhi Yin melotot saat mengetahui jika Tian Feng ternyata juga memiliki kemampuan yang sama dengannya.


"Mustahil, seharusnya saat ini belum ada orang yang mampu naik ketahap ini, hanya akulah yang terkuat di seluruh alam semesta!" kata Zhi Yin kemudian dia melapaskan aura Agung yang sangat besar sehingga seluruh Dunia Selatan langsung bergetar sangat keras.


Zhi Yin membuat segel tangan kemudian dia menghentakkan telapak tangannya ke atas tanah kemudian muncul gambar ukiran pola unik.


Langit berubah menjadi gelap kemudian seluruh tanah bergerak-gerak dan kemudian muncul banyak tulang dari dalam tanah.


Tulang-tulang tersebut bergerak dan kemudian membentuk sebuah kerangka tengkorak binatang dan jumlahnya sangat banyak sekali.


"Hancurkan seluruh isi Dunai ini, dan bunuh semua penghuninya.hari ini kita akan menyuci tempat ini dengan darah para binatang!" kata Zhi Yin kepada para tengkorak binatang tersebut lalu ratusan tengkorak segera menyebar.


"Sekarang bagiamana caramu untuk menghentikan kehancuran di Dunia ini?" tanya Zhi Yin kemudian dia langsung maju terlebih dahulu menyerang Tian Feng.


"Kuasa Ilahi - Pengendalian Tanah."


Tian Feng dan kembaran jiwanya langsung menghentakkan sebelah kakinya dengan keras ke tanah dan kemudian seluruh tanah langsung bergerak dan tidak lama kemudian muncul ratusan mahluk boneka tanah kemudian semua boneka tersebut langsung berpencar mengejar ratusan tengkorak binatang.


"Kehancuran dunia ini bisa dihentikan dengan mengalahkanmu!" kata Tian Feng kemudian dia juga melesat maju menyambut serangan Zhi Yin yang bergabung dengan Panglima Gerbang Timur.


Keduanya saling bertemu dengan sikut tangan saling beradu dan kemudian sebuah gelombang energi yang sangat besar langsung meledak dan menghancurkan seluruh tempat itu.

__ADS_1


Baik itu kayu, batu, bahkan satu gunung juga hancur akibat ledakan energi yang saling beradu, anehnya ledakan sebesar itu yang mampu menghancurkan salah satu gunung ternyata tidak membuat Gunung Tingsan ikut hancur, padahal pertarungan mereka berada di depan pintu Gunung Tingsan.


Gunung Tingsan sendiri sebenarnya juga dilindungi oleh kekuatan Raja Naga kuno pertama, karena itu walau ada kekuatan besar sekalipun, Gunung Tingsan tidak akan bisa hancur, hanya saja getaran tetap akan bisa terjadi baik di luar maupun di dalamnya.


Energi angin berhembus sangat kencang serta sayatan-sayatan angin tajam berhembus kesegala arah, dan di tempat pertarungan, seluruh tanah di sana sudah tidak terbentuk sama sekali.


Tian Feng yang bergabung dengan kembaran jiwanya saling beradu pukulan dan tendangan dengan Panglima Gerbang Timur yang bergabung dengan Zhi Yin.


Tubuh mereka terus melayang di udara, namun setiap benturan pukulan dan tendangan akan menghasilkan suara dentuman keras yang melepaskan daya kejut yang sangat besar serta kuat.


Setiap dentuman akan menggetarkan seluruh Dunia Selatan, sampai-sampai banyak tanah yang terbelah hingga magma di bawah tanah juga menyembur keluar dari belahan tanah.


Langit yang di tutupi awan hitam pekat juga melepaskan sambaran petir yang jatuh ke segala arah, namun terkadang awan-awan hitam itu akan terlihat seperti terbelah saat Tian Feng dan Panglima Gerbang Timur saling melapaskan pukulan energi.


"Dunia ini bisa-bisa hancur jika mereka tidak segera bertarung di luar!" kata Ho Chen yang sedang melapaskan energi pelindung di dekat kolam Air Mata Naga demi melindungi Xu Lian.


Seluruh Binatang berusaha melindungi diri mereka masing-masing agar tidak terluka dari bencana besar tersebut, dan sebagian lagi ada yang mati-matian bertarung dengan para tengkorak Binatang.


Tidak semua Tengkorak binatang itu bertarung melawan para Binatang hidup sebagai ada yang bertarung dengan boneka tanah milik Tian Feng.


Seluruh Dunia Selatan jadi kacau, bahkan yang tidak tahu akan apa yang sebenarnya terjadi juga banyak yang terjebak oleh pecahan tanah serta ledakan gunung.


"Kamu sangat lemah sekali Zhi Yin, tubuh yang kamu gunakan itu tidak akan bisa bertahan lama jika terus dipaksakan untuk menampung energi mu! Jika kamu mau, ayo kita lanjutkan lagi pertarungan ini di luar angkasa!" kata Tian Feng atau kembaran jiwa Tian Feng.


"Bukankah sudah ku bilang jika aku akan menghancurkan seluruh isi Dunia ini, jadi aku tidak akan bertarung denganmu di luar angkasa!" kata Panglima Gerbang Timur atau Zhi Yin.


Zhi Yin sadar jika Tian Feng atau kembaran jiwanya sangat menghawatirkan Dunia Selatan yang mulai hancur, sebab hasil dari pertarungan setengah Awal Rana Ilahi pasti akan menghancurkan seluruh isi Dunia Selatan, karena itu Zhi Yin menolaknya.


Zhi Yin yakin jika Tian Feng pasti tidak akan bisa bertarung dengan serius karena pikirannya yang terbagi, dan itu akan di jadikan peluang bagi Zhi Yin untuk mengalahkannya.


Masalahnya saat ini, batas waktunya di dalam tubuh Panglima Gerbang Timur hampir habis, dia hanya tidak menduga saja jika semuanya akan kacau karena keberadaan Tian Feng, andai tidak ada Tian Feng, mungkin Zhi Yin sudah berhasil masuk ke dalam istana dan mengambil Pusaka Mata Naga Giok Kaisar sebelum waktunya habis.


Tian Feng dan kembaran jiwanya sama-sama berdecak kesal karena Zhi Yin menolak tantangannya untuk bertarung di luar angkasa.


Panglima Gerbang Timur mengeluarkan senjatanya berupa rantai hitam kemudian mengayunkan rantai tersebut kepada Tian Feng.


Tian Feng segera menjaga jarak kemudian dia mengarahkan tangan kanannya ke samping, lalu percikan petir merah segera berkumpul dan muncullah sebuah Tombak Emas yang di selimuti oleh petir merah.


"Xian, Xanzi, Lianli! Ayo kita bertarung bersama-sama!" gumam Tian Feng sembari menggenggam Tombak Nirwana nya.

__ADS_1


__ADS_2