Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Murid Keras Kapala


__ADS_3

***


Dampak kerusakan dari pertempuran yang di pimpin oleh kelima Pengawal Kaisar Kegelapan memang besar, namun jika di bandingkan dengan pertempuran ketika melawan pasukan Kaisar Iblis, ini masih belum ada apa-apanya.


Naomi dan Qiao Lin membantu para prajurit yang terluka, yang lebih di utamakan adalah yang mengalami luka berat, sedangkan para dewa lainnya melakukan perbaikan dengan menggunakan Sihir mereka.


"Naomi, sepertinya Tian ingin bicara denganmu!" kata Qiao Lin ketika melihat Tian Feng yang berdiri menatap Naomi dari jauh.


"Kalau begitu saya kesana dulu guru!" ucap Naomi kemudian dia pergi menemui Tian Feng.


Begitu sampai dihadapan Tian Feng, mereka berdua justru terdiam dan hanya saling pandang saja untuk beberapa lama, setelah agak lama, barulah Tian Feng membuka suara.


"Maafkan aku karena tidak sempat menemuimu saat baru keluar dari meditasiku!" kata Tian Feng.


Naomi tersenyum sekaligus menggelengkan kepalanya seraya menjawab, "Tidak apa-apa, lagi pula itu tidak terlalu penting!" jawabnya.


Tian Feng hanya tersenyum kecut, dia tidak mengerti seberapa pentingkah dirinya bagi Naomi, sedangkan Tian Feng terkadang merasa berat ketika mengacuhkan Naomi.


"Begini Naomi, besok pagi aku akan pergi ke dunia bawah menyusul Guru Ho Chen, aku minta padamu untuk tetap bersabar disini menunggu ku kembali, setelah itu aku akan menikahimu sebelum pertandingan ku melawan Kaisar Kegelapan di galaxi merah di mulai," kata Tian Feng yang menyampaikan akan dirinya yang akan pergi serta akan menikahinya sebelum dirinya bertarung melawan Kaisar Kegelapan di Galaxi merah.


Mata Naomi menjadi sayup dan menatap Tian Feng dengan mata berkaca-kaca, andai bukan karena aturan dan larangan di Kahyangan, mungkin dia sudah memeluk Tian Feng.


Itu karena dirinya merasa berat untuk membiarkan Tian Feng pergi ke dunia bawah sendirian, terlebih lagi Naomi sedikit mendengar informasi akan siapa itu Azura.


"Tian-Kun, aku hanya bisa berharap agar kamu selalu berhati-hati di dunia bawah, pastikan kamu kembali karena aku tidak mau jika penantianku selama ini hanya sebatas penantian janji saja!" kata Naomi.


Tian Feng tersenyum hangat kemudian dia memegang tangan Naomi seraya berkata, "Aku tidak akan membuatmu menungguku terlalu lama, aku pastikan akan secepatnya kembali, beri aku waktu selama setahun saja, akan aku usahakan akan kembali dalam waktu yang sudah aku targetkan!" kata Tian Feng.


"Dulu kamu juga pernah bilang seperti itu padaku saat kamu dan Guru Ho akan pergi latihan, tapi apa yang aku dapatkan dari penantian itu? Aku takut kejadian itu akan terulang kembali!" kata Naomi.


"Kamu tenang saja, saat ini hanya ada lima wanita yang ada di dalam hatiku!" ucap Tian Feng membuat alis Naomi terangkat sebelah.


"Nah itu, jadi selain aku dan Alice, masih ada wanita lain di dalam hatimu? Jika begini bagiamana aku bisa percaya padamu jika kamu sebenarnya hanya memberikan ku janji kosong semata!" tatapan Naomi jelas merasa kesal.


"Kenapa kamu cepat sekali curiga, apakah kamu akan mencemburui Lie Yie, Chie Xie dan Xihua?" tanya Tian Feng.


Naomi melongo mendengar itu, dengan suara sedikit pelan karena malu, dia berbicara dengan menundukkan kepalanya, "Jadi ketiga wanita setelah aku dan Alice adalah mereka? Kenapa kamu tidak menyebutkan mereka lebih awal agar aku tidak salah paham?" kata Naomi.


Tian Feng tertawa kecil melihat Naomi yang malu karena sudah salah paham, dia memegang dagu Naomi kemudian mengangkat wajah Naomi yang cantik dengan kulit putih halus tanpa noda.


"Apakah kamu masih ragu padaku?" tanya Tian Feng.


Naomi hanya menggelengkan kepala saja kemudian dia menatap Qiao Lin yang sibuk membantu para prajurit, "Sebaiknya kita bantu Guru saja dari pada bicara disini!" kata Naomi.

__ADS_1


Tian Feng mengangguk kemudian dia dan Naomi segera pergi ke Qiao Lin dan membantunya menolong para prajurit yang terluka.


***


Di sebuah tempat yang ada empat pilar yang atasnya menjulang tinggi ke langit dan bawahnya juga turun entah kemana, di tengah-tengah pilar itu ada lantai keramik putih yang memiliki gambar seperti mahkota, Kaisar Langit dan beberapa dewa berkumpul disana, termasuk Naomi dan Qiao Lin.


"Tian, tolong lindungi suamiku!" kata Qiao Lin.


"Guru tidak perlu khawatir, Guru Ho Chen bukanlah sembarang Dewa yang mudah untuk celakai!" jawab Tian Feng.


Qiao Lin mengangguk, dia tahu seberapa tinggi kemampuan suaminya itu, walau sudah tahu, namun tetap saja dia masih merasa khawatir.


"Berhati-hati Tian-Kun, aku akan setia menunggumu di sini!" kata Naomi.


"Aku akan mengingat itu, dan terima kasih karena sudah memberiku kesempatan sekali lagi dan juga sudah mempercayaiku kembali, aku janji akan membahagiakan kamu dan Alice nantinya!" jawab Tian Feng.


Naomi mengangguk dan dia tidak ingin berbicara lagi karena takut nantinya Tian Feng akan kepikiran jika dirinya terlalu terbawa oleh suana.


"Apakah kamu sudah siap Tian?" tanya Kaisar Langit.


Tian Feng mengangguk kemudian dia terbang dan mendarat di keramik yang berada tengah-tengah empat pilar itu.


Sebenarnya ada cara lain untuk pergi ke dunia bawah, dengan merobek dimensi ruang dan waktu, namun itu memiliki resiko yang tinggi bagi kedua dunia itu, jika menggunakan Sihir Ruang Waktu biasa, itu juga tidak bisa kerena perjalanan kebawah menuju ke dunia bawah tidak semudah berpindah tempat seperti di dunia lain.


"Aku pergi dulu!" kata Tian Feng kepada Naomi yang balas dengan senyuman serta anggukan oleh Naomi.


Empat cahaya bagai laser turun dan menutupi Tubuh Tian Feng kemudian empat cahaya itu membentuk sebuah bola yang menutupi tubuh Tian Feng kemudian cahaya itu tiba-tiba saja menghilang bagai di telan oleh ruang hampa.


Setelah melihat Tian Feng yang menghilang, barulah ekspresi wajah Naomi berubah dari wajah tenang ke raut wajah khawatir, dia sengaja menutupinya karena tidak ingin membuat Tian Feng khawatir.


"Pasti guru Qiao Lin merasakan perasaan seperti ini ketika Guru Ho Chen pergi melaksanakan tugas berbahaya!" batin Naomi sembari melirik Qiao Lin yang juga masih menatap tempat Tian Feng menghilang.


"Ayo kita kembali!" ajak Qiao Lin setelah dia menghela nafas panjang.


Naomi mengangguk kemudian keduanya sama-sama pergi dari tempat itu, sedangkan Kaisar Langit dan para Dewa lainnya juga kembali keistana.


***


"Sebaiknya kalian menyerah saja dari pada nanti kami menangkap kalian dengan cara kasar!" salah satu Panglima Iblis kepada Ho Chen dan para dewa lainnya.


Ho Chen dan dewa lainnya saat ini dikepung oleh dua kekuatan gabungan dari Para Pengawal Kaisar Kegelapan dan juga Para Panglima Iblis yang jumlahnya ada sembilan.


Sebelas Pengawal Kaisar Kegelapan yang diantara mereka ada Dewa Hitam dan empat Panglima Penjaga Gerbang Kegelapan, sedangkan dari Panglima Iblis dari sembilan panglima itu ada dua Panglima Iblis bersaudara, mereka tidak lain adalah Gaozu dan Qinpi.

__ADS_1


Total keseluruhan ada 20 sosok terkuat belum lagi dengan pasukan dari kedua belah pihak, tentu saja dari kubu Ho Chen tidak akan bisa menang.


Ho Chen sendiri mungkin masih bisa melawan salah satu dari mereka, namun Ho Chen bisa merasakan kekuatan besar dari dua Panglima Iblis bersaudara, kemampuan dua Panglima Iblis bersaudara itu lebih besar dan lebih tinggi dari pada Dewa Hitam, itupun jika mereka berdua bergabung.


Andai dua Panglima Iblis bersaudara itu bergandengan tangan dengan Dewa Hitam dan empat Panglima Penjaga Gerbang Kegelapan, Ho Chen tidak akan sanggup untuk melawan semuanya, namun jika hanya Dewa Hitam dan empat Panglima Penjaga Gerbang Kegelapan saja, Ho Chen masih mampu melawannya, bahkan jika kesebelas Pengawal Kaisar Kegelapan itu bergabung sekalipun, Ho Chen tidak takut.


Namun berbeda ceritanya jika kedua Panglima Iblis bersaudara itu ikut membantu, tentu saja dia akan seperti melawan dua Kaisar Kegelapan sekaligus.


"Kami sengaja menjebak kalian agar bisa menangkap mu Dewa Pelindung Alam Semesta, jadi percuma saja kamu melawan kami, karena saat ini kekuatan kami sudah melebihi dirimu!" kata Dewa Hitam.


"Jadi semua ini hanyalah sebuah jebakan? Jika memang kalian menginginkan ku, lepaskan mereka semua dan biarkan mereka pergi, sebagai gantinya aku akan menyerahkan diri kepada kalian!' kata Ho Chen yang meminta agar dewa lainnya di biarkan pergi.


"Apa yang kamu katakan Dewa Ho Chen? Kita datang bersama, jadi kembali pun harus bersama, jika memang kita tidak bisa pergi dan tidak selamat hari ini, setidaknya kita masih bersama-sama berjuang!" kata Dewa Mata Tiga.


"Kamu tidak memiliki hak untuk tawar menawar dengan kami Dewa Pelindung Alam Semesta, walau sasaran utama kami adalah dirimu, namun para Pasukan Kaisar Iblis tentu tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk menangkap para Dewa lainnya, jadi jangan pernah berharap jika kita masih tawar menawar lagi!" kata Panglima Gerbang Timur.


"Kamu sudah membunuh beberapa rekan kami, jadi kami tidak akan melepaskan mu serta semua dewa yang ikut bersamamu!" kata Dewi Peramal sembari menatap ke arah Dewa Petir Hitam yang sebelumnya hampir mati di tangan Ho Chen.


"Sepertinya memang tidak mungkin lagi untuk berdebat, kalau begitu kita mulai saja pertarungan ini!" kata Ho Chen setelah dia yakin jika Dewa lainnya juga pasti memiliki pemikiran yang sama dengannya.


"Bagus-bagus, selama ini aku hanya mendengar kabar akan sepak terjangmu Dewa Pelindung Alam Semesta, hari ini aku ingin lihat apakah kamu sekuat seperti kabar yang aku dengar? Ayo kita serang.!" kata Gaozu.


Semua pasukan Kaisar Iblis mengangkat senjata mereka seraya berteriak dan di susul oleh para pasukan Kaisar Kegelapan.


Para Pengawal Kaisar Kegelapan mengeluarkan senjata mereka masing-masing sekaligus melepaskan energi mereka secara bersamaan, begitu juga dengan para Panglima Kaisar Iblis.


Badai angin menerjang dan tanah bergetar ketika ketiga kubu sama-sama melepaskan energi terkuat mereka, bahkan gelombang air laut juga bergejolak menciptakan gelombang besar yang bergerak tak tentu arah.


Para penghuni dunia tersebut langsung jadi panik karena fenomena mengerikan yang tidak tahu dari mana asalnya, baik itu para manusia biasa dan juga mahluk lainnya berhamburan lari tak tentu arah untuk mencari tempat perlindungan, awan hitam dan petir yang menyambar kesegala arah membuat suasana semakin menakutkan, dan bencana itu dapat dirasakan hampir separuh dari dunia itu.


"Serang dan tangkap para dewa itu hidup atau mati, sedangkan untuk dia, biarkan kami yang mengurusnya!" kata Gaozu sambil menunjuk kearah Ho Chen.


Semuanya segera maju dan bersiap untuk mengeroyok 12 dewa lainnya, dengan penuh nafsu mereka bergerak seperti ingin menelan para Dewa itu hidup-hidup.


"Dasar kalian semua pengecut, beraninya hanya main keroyokan, jika kalian berani, lawanlah aku, si Dewa Sesat Tian Feng..!"


!!?"


Mereka semua segera berhenti bergerak saat suara yang sangat keras seperti akan meruntuhkan langit terdengar oleh mereka, tidak ada yang tahu akan siapa pemilik suara tersebut, namun tidak bagi Ho Chen.


"Murid Keras Kapala itu akhirnya datang juga!" gumam Ho Chen.


Disisi lain para Panglima Kaisar Kegelapan mulai memasang wajah buruk, tidak hanya nama Dewa Sesat saja yang membuat mereka mulai merasakan ke khawatiran, namun dari pancaran suaranya saja, mereka yakin jika pemilik suara itu memiliki kemampuan yang setara dengan Kaisar Kegelapan.

__ADS_1


semuanya kini menatap kearah langit yang tertutup oleh awan hitam, sebuah bola cahaya muncul di atas dan kemudian bola cahaya itu menghilang dan memunculkan sesosok manusia yang memegang sebilah tombak emas serta mengenakan Zirah emas dan ada petir merah serta petir emas di sekujur tubuhnya, belum lagi ada hawa panas yang terpancar serta aura kemerahan dari dalam tubuh sosok tersebut.


"Guru aku datang untuk membantumu!" sapa sosok tersebut dari udara yang tidak lain adalah Tian Feng.


__ADS_2