
***
Ho Chen yang terus mengejar mengikuti Chinmi sudah pindah ke beberapa Galaxi lain, namun Chinmi sama sekali tidak mau berhenti dan terus melesat pergi
"Chinmi aku bilang berhenti sekarang...!" kata Ho Chen yang sudah kesal dan kemudian melepaskan aura Emasnya yang menyebar ke seluruh Galaxi.
Chinmi akhirnya berhenti setelah Ho Chen melepaskan Aura Emas yang sebenarnya adalah Aura Segel Sihir.
Aura Segel Sihir mampu menekan bahkan membuat siapapun tidak akan bisa melepaskan ilmu sihirnya, baik itu sihir Pengendalian Elemen, atau sihir Ruang Waktu.
Ho Chen segera mendekati Chinmi yang sudah berhenti tidak bergerak serta memunggunginya tanpa bergerak sedikitpun.
"Chinmi! Apakah kamu masih mengingatku?" tanya Ho Chen dari belakang.
"Hehehe... Hahahaha..! Hahaha..!"
Chinmi bukannya menjawab justru tertawa mulai dari tertawa kecil, kemudian membesar dan semakin keras, bahkan getaran kuat membuat Aura Segel Sihir juga bergetar.
Ho Chen menutup matanya dan mengingat kembali akan apa yang pernah di katakan oleh Buddha Rulay beberapa ratus tahun yang lalu jika suatu saat nanti Chinmi akan berubah dan berbalik menjadi lawan.
Semua itu karena Energi Kegelapan pemberian Kaisar Kegelapan dan Chinmi menerima energi tersebut dan melepaskan Energi Suci pemberian Buddha Rulay sekaligus memberikannya kepada Ho Chen.
"Apakah ini akhir dari semuanya? Apakah ini yang benar-benar kamu inginkan Chinmi? Kalah dan menyerah begitu saja terhadap Kaisar Kegelapan dan menjadi budaknya, bahkan kamu juga menyerap energi Kegelapan yang dimiliki oleh Istrimu!" kata Ho Chen dengan pelan namun dapat di dengar dengan jelas.
"Dewa Pelindung Alam Semesta! Untuk apa kamu ikut campur urusanku? Bukankah tugasmu adalah melindungi seluruh Alam semesta? Jadi urus saja pekerjaan mu menjadi budak Kaisar Langit dan juga Rulay, dan biarkan aku berjalan mengikuti jalanku sendiri!" kata Chinmi yang belum membalikkan badannya menghadap kepada Ho Chen.
Ho Chen yang masih memejamkan matanya berusaha menembus alam batin milik Chinmi, dia yakin jika didalam lubuk hati Chinmi yang paling dalam, masih ada sedikit harapan walau itu hanya setetes embun.
"Aku bilang jangan ganggu aku dan berhenti mencoba masuk kedalam pikiranku!" kata Chinmi.
Ho Chen yang berusaha untuk masuk akhirnya gagal karena ada dinding penghalang yang tidak mampu untuk dia tembus.
Ho Chen tahu jika dinding itu adalah sebuah segel yang sangat kuat yang tidak bisa dia hancurkan, bahkan dengan kemampuan Ho Chen pun juga tetap tidak akan bisa di hancurkan.
__ADS_1
Hanya ada satu yang bisa menghancurkan segel tersebut, yaitu dengan menghancurkannya dari dalam, dan yang bisa melakukan semua itu hanyalah Chinmi sendiri.
Ho Chen membuka matanya dan menatap Chinmi yang kini sudah berbalik dan menatap dirinya.
Ho Chen merasakan tatapan Chinmi dipenuhi rasa kehampaan seolah-olah jiwanya sedang tertidur.
"Chinmi, aku tahu kamu masih dapat mendengar suaraku! Bangunlah dan ambil kembali tubuhmu," kata Ho Chen yang berusaha sedang membangunkan jiwa Chinmi.
"Hahaha...! Ternyata Dewa juga bisa bertingkah lucu. Siapa yang ingin kamu bangunkan? Apakah aku? Lihatlah aku berdiri di depan matamu, kenapa kamu justru membangunkan aku?" ucap Chinmi dengan tertawa lebar seolah-olah perbuatan Ho Chen itu lucu.
"Aku tidak bicara dengan mu Kaisar Kegelapan! Aku hanya ingin bicara dengan murid serta sahabat dan saudara seperguruan ku, sebaiknya kamulah yang jangan ikut campur!"
Ho Chen tahu jika sebenarnya yang bicara itu bukanlah Chinmi, melainkan An Huang Yi si Kaisar Kegelapan yang sudah mengendalikan tubuh Chinmi.
"Sungguh mata yang bagus! Aku tidak menduga kamu bisa mengetahuinya, pantas saja Rulay itu mengangkatmu jadi murid dan mengutusmu untuk mencari Dewa Sesat!" kata Chinmi.
"Tentu saja aku akan melaksanakan dan mendidik orang yang akan melenyapkanmu suatu saat nanti, lagi pula kamu ini sudah tidak pantas lagi di beri kesempatan apapun! Ayah seperti apa yang dengan tega mengambil energi putrinya sendiri dengan memanfaatkan tubuh Chinmi? Karena itu aku akan terus mendidik Dewa Sesat nantinya agar dia secepatnya mencapai puncak hingga akhirnya akan tiba dimana kamu akan dikejar-kejar oleh rasa ketakutanmu sendiri!" kata Ho Chen.
Ho Chen hanya tersenyum, namun walau Kaisar Kegelapan tidak bisa menggunakan kemampuan aslinya, dia bukanlah sosok yang bisa untuk dikalahkan walau dia menggunakan tubuh Chinmi, namun bukan berarti dia tidak bisa mengimbanginya karena Ho Chen yang sekarang berbeda dengan Ho Chen yang pernah di temui oleh Kaisar Kegelapan di masa lalu.
Bahkan bertarung hingga berbulan-bulan sekalipun juga tidak akan ada yang kalah atau menang namun dengan kemampuan Ho Chen yang sekarang juga tidak akan bisa membunuh An Huang Yi.
"Dewa Pelindung Alam Semesta! Seharusnya kamu berterima kasih padaku karena hari itu aku tidak membunuh kalian semua! Jika tidak mana mungkin kamu bisa berdiri seperti saat ini?"
Ho Chen tersenyum tipis kemudian menjawabnya, "Waktu itu aku juga tidak memohon apapun padamu untuk jangan membunuhku, lagi pula aku sudah mengetahui niat busukmu, jadi berhentilah berbicara omong kosong dan cepat kembalikan Chinmi padaku," kata Ho Chen.
"Eee...! Kalau aku menolak, apa yang akan kamu lakukan?" tanya Chinmi sambil memiringkan kepalanya.
"Walau aku harus bertarung melawanmu hingga berhari-hari atau berbulan-bulan! Aku tidak akan menyerah dan akan terus berusaha agar kamu melepaskan Chinmi!" kata Ho Chen sekaligus melepaskan energinya serta cahaya terang di belakang kepalanya.
"Kau sudah mencapai puncak Dewa Agung? Sungguh menarik sekali, mungkin tidak lama lagi kamu akan mampu menembus Tahap Rana Agung!"
"Aku pikir kamu tidak tahu terhadap tahap Rana Agung!" kata Ho Chen.
__ADS_1
Tentu saja Kaisar Kegelapan tahu jika masih ada tahapan yang lebih tinggi dari Dewa Agung, berkat para Pengawalnya yang mampu menyelinap ke Kahyangan, semua informasi akhirnya berhasil di dapatkan dari perpustakaan para Dewa.
Bisa dibilang jika sebenarnya kemampuan puncak dari Chinmi, Ho Chen dan An Huang Yi sama-sama berada di Puncak Tahap Dewa Agung, hanya saja An Huang Yi lebih kuat.
Walau begitu An Huang Yi belum mampu menembus Tahap Rana Agung walau dia sudah menggunakan tubuh Chinmi.
Sekarang dia baru mengerti kenapa Ho Chen tidak takut sama sekali walau dia berkata jika dia menggunakan tubuh aslinya akan mampu mengalahkan Ho Chen dengan satu jarinya saja.
Ternyata Ho Chen sendiri memiliki kemampuan yang sanggup untuk mengimbanginya, walau tidak sepenuhnya, namun sepertinya Ho Chen akan mampu mendominasi untuk beberapa waktu.
"Baiklah jika kamu ingin bernostalgia dengan teman lamamu ini!" kata Chinmi atau An Huang Yi.
Chinmi melepaskan Energinya yang sangat besar, dan tidak lama kemudian sebuah lingkaran energi Kegelapan juga muncul dibelakang kepala Chinmi.
Kemampuan Dewa Agung memang berbeda dengan yang lainnya dimana saat melepaskan kekuatannya tidak akan menimbulkan efek apapun atau menggetarkan apapun karena kemampuan ini adalah kemampuan alami dari alam.
Hanya saja jika sampai bertarung, disitulah baru dapat dirasakan seberapa besar dampak yang akan dihasilkan oleh pertarungan sesama Dewa Agung.
Mata Ho Chen mengeluarkan embun berwarna emas, sedangkan mata Chinmi berubah menjadi hitam kelam.
Keduanya saling bertatapan cukup lama sebelum akhirnya keduanya sama-sama menghilang dan muncul kembali dengan lengan saling beradu lengan dan gelombang energi yang sangat besar menggetarkan Galaxi tempat mereka bertarung.
Kecepatan serangan keduanya yang melebihi kecepatan kilat cahaya akan dengan mudah menghancurkan sebuah batu meteor seperti gemburan tanah.
Serangan yang sama-sama menggunakan tangan kosong itu berlangsung selama beberapa waktu sebelumnya akhirnya mereka berdua sama-sama menjaga jarak untuk beberapa saat.
An Huang Yi sebenarnya merasa kesal karena dia tidak mampu menggunakan sihirnya akibat Aura Segel Sihir milik Ho Chen, akan tetapi energinya masih sanggup melawan serta bertahan dari serangan Ho Chen selama Ho Chen tidak menggunakan sihir, maka An Huang Yi sangat diuntungkan dalam pertarungan itu.
Ho Chen sendiri juga tidak mau gegabah untuk menggunakan Sihir, dia tidak mau melukai tubuh Chinmi.
Walau yang dia hadapi adalah An Huang Yi, namun tubuh yang ia gunakan adalah milik Chinmi.
Tubuh Chinmi akan bisa terluka atau lebih buruknya akan bisa lenyap, namun tidak untuk An Huang Yi, karena sejatinya itu hanyalah tubuh pinjaman saja.
__ADS_1