
***
Setelah Lima Bulan berlalu sejak menghilangnya Ho Chen dan Tian Feng, kini mulai bermunculan bermacam fenomena aneh di seluruh alam semesta hingga ke berbagai dunia.
Semua makhluk hidup baik itu dari manusia di berbagai dunia, maupun para hewan serta binatang sama-sama menatap ke langit dunia mereka masing-masing, langit terlihat berwarna warni.
Bagi yang siang hari, langit tidak hanya terlihat biru, melainkan berubah-ubah warna seperti sebuah pancaran aura yang di lepaskan, sedangkan bagi yang malam, langit gelap sesekali akan terlihat sebuah cahaya yang terkadang menyala terang seperti matahari kemudian kembali redup.
Hal ini sangat menarik untuk di lihat, namun di balik fenomena aneh tersebut, samar-samar terasa seperti ada pancaran energi yang begitu besar, namun tidak di ketahui dari mana sumbernya.
Kejadian tersebut terjadi berulang-ulang hingga satu bulan lamanya sehingga membuat semuanya merasa bingung serta menikmati keindahan fenomena yang langka, namun tepat setelah satu bulan lamanya, sebuah suara misterius terdengar menggema keseluruhan Alam Semesta.
"Dewa Sesat..! Bersiaplah untuk menerima pembalasanku."
Suara misterius yang menggema di alam semesta dapat di dengar oleh semua mahluk, bahkan para Dewa sekalipun juga mendengarnya.
"Suara itu..? Itu seperti suara Kaisar Kegelapan! Cepat gunakan Pusaka kalian untuk memeriksa dari mana sumber suara tersebut!" kata Dewa Kata Tiga sekaligus dirinya juga menggunakan sihirnya untuk memeriksa sumber suara Kaisar Kegelapan.
Azura, Chie Xie, Yinfei dan semua yang ada di Dunia Tian Feng sama-sama terkejut setelah mendengar ada yang menyebut nama Dewa Sesat, nama tersebut sudah di kenal luas di seluruh dunia tersebut sehingga secara serempak terkejut mendengarnya.
"Gege..!" Chie Xie bergumam pelan, rasa kekhawatirannya mulai dirasakan setelah mendengar serua suara ancaman yang misterius itu kepada kakaknya.
"Suara Kaisar Kegelapan ini sepertinya memiliki kekuatan yang lebih besar dari kekuatan Rana Agung! Saudaraku, di manapun kamu berada, aku harap kamu selalu berhati-hati!" gumam Azura.
"Tian, apakah waktunya sudah hampir tiba? Entah dimana kamu saat ini berada, kami hanya bisa berharap dan memberikan dukungan kami dari jauh!" kata Lio Long dan yang lainnya.
Di dalam rumah, Lie Yie tidak henti-hentinya bergumam menyebut nama Tian Feng, dia yang lebih terlihat khawatir setelah mendengar suara misterius tersebut.
"Anakku, Ibu harap kamu secepatnya menyelesaikan tugasmu dan pulang kembali berkumpul bersama kami!" kata Lie Yie.
Yuan Xia segera memeluk Lie Yie yang terlihat sangat khawatir sekali akan keselamatan putra angkatnya seraya menghibur dan memberikan keyakinan kepada istrinya.
"Yakinlah jika putra kita pasti akan baik-baik saja, dia pasti akan segera kembali kesini karena putra kita adalah seorang kesatria yang sangat hebat!" kata Yuan Xia sembari menyemangati istrinya agar tidak terlalu khawatir.
Zang Yang yang sedang bersama dengan Wei Fang juga bergumam dalam hati mereka, terutama Zang Yang, dia yang lebih tahu akan muridnya itu.
Seorang anak laki-laki berusia lima tahunan, ditemukan di dalam hutan dan ternyata memiliki potensi serta bakat untuk menjadi seorang pendekar hebat, ternyata sudah melampaui harapannya Zang Yang, bahkan sekarang Tian Feng tidak lagi bisa disebut sebagai Pendekar.
__ADS_1
"Muridku yang keras kepala, jaga diri baik-baik!" batin Zang Yang.
"Seorang pemuda yang sempat menggemparkan Kerajaan Wutong dan menjadi Pendekar terkuat sudah benar-benar menjadi Dewa, aku harap bisa bertemu lagi dengannya!" gumam Wei Fang.
Semua orang serta para dewa yang mengenali Tian Feng saling mendukung dan memberikan semangat, walau terdengar tidak berguna, namun seharusnya dukungan kepercayaan itu bisa memberikan harapan penyemangat yang pasti bisa dirasakan oleh Tian Feng.
***
Tanpa terasa pertandingan yang akan segera di laksanakan hanya tersisa dua bulan saja, para Dewa sudah mulai mengatur rencana akan langkah berikutnya.
Walau ini adalah sebuah pertandingan yang hanya melibatkan dua sosok terkuat saja, namun ini sama saja dengan sebuah perang besar.
Siapa yang tidak tahu akan sifat An Huang Yi, para Dewa yakin jika nanti An Huang Yi pasti akan melakukan trik kotor agar bisa menang, dan para dewa juga pasti akan selalu berjaga-jaga.
Kaisar Langit juga memanggil ke Empat Dewa Raja Agung untuk ikut serta pergi menuju ke Galaxi Merah.
Seluruh Para Jenderal Dewa Perang juga di minta untuk membawa masing-masing sebagian besar pasukan langit yang mereka masing-masing sebab ini pasti akan berakhir menjadi sebuah pertempuran yang lebih besar dari pada pertempuran masa lalu di Nirwana.
Walau para Pengawal Kaisar Kegelapan sudah berkurang, Kaisar Kegelapan pasti memiliki kekuatan lain yang mungkin melebihi kekuatan para Pengawalnya, terlebih lagi para prajurit Kegelapan.
Semua segera mempersiapkan seluruh keperluan perang, dari pasukan, senjata serta mengatur strategi.
"Debu apa ini?" para Dewa mengibas-ngibaskan tangan untuk melindungi mata dan hidung mereka dari butiran cahaya debu yang berterbangan.
Kaisar Langit mengerutkan keningnya dan mengamati debu-debu halus yang bercahaya dan berterbangan itu, setelah beberapa saat, barulah dia bersuara.
"Kekuatan besar para Kesatria terhormat, dengan panggilan "Zhi" apa aku harus memanggil Dewa ini?" kata Kaisar Langit.
Semua Dewa merasa bingung dengan perkataan Kaisar Langit, mereka semua hanya bisa berusaha melindungi wajah mereka serta pernafasan mereka, hal itu agar mereka tidak menghirup debu aneh tersebut sekaligus saling berpandangan karena tidak mengerti akan maksud perkataan Kaisar Langit.
"Yang Mulia tidak perlu memanggil hamba dengan sebutan "Zhi" apapun!"
Tiba-tiba terdengar suara lembut yang sangat akrab ditelinga mereka semua, namun tidak ada satupun yang berani menyebut nama sosok tersebut selain Kaisar Langit yang juga mengenali suara tersebut.
Kaisar Langit tersenyum lebar kemudian berkata, "Selama enam bulan kamu menghilang, ternyata selama ini kamu berusaha menerobos ketahap ini Dewa Pelindung Alam Semesta! Tidak tapi sekarang aku akan memanggilmu Zhi Ho Chen!" kata Kaisar Langit.
Perkataan Kaisar Langit jelas mengejutkan semuanya, walau mereka semua juga tahu jika pemilik suara halus tersebut adalah milik Ho Chen.
__ADS_1
Debu yang berterbangan tersebut mulai bergerak ke satu titik dan kemudian membentuk sebuah bola cahaya yang sangat terang kemudian cahaya tersebut mulai redup lalu terlhat sosok yang sangat familiar.
"Lama tidak bertemu dengan kalian semua!" sosok tersebut berbicara kepada para Dewa sekaligus secara bersamaan dengan cahaya di tubuhnya yang juga ikut menghilang.
"Dewa Pelindung Alam Semesta!" seru mereka masing-masing dengan tatapan tidak percaya jika sosok tersebut benar-benar adalah Ho Chen.
"Dewa Ho Chen, yang tadi itu sihir apa?" tanya Dewa Obat.
"Dewa Obat, yang ada di hadapanmu itu sekarang bukan lagi Dewa Ho Chen yang dulu, sekarang dia sudah tidak memiliki tubuh seperti kalian, dia adalah wujud dari kekosongan dan kehampaan, sesosok Manusia Dewa yang sudah mencapai titik ketiadaan, sekarang dia adalah Qin Zhi Ho Chen," kata Kaisar Langit.
"Qin Zhi Ho Chen?" para Dewa kebingungan karena mereka semua tidak pernah mendengar sebutan tersebut.
"Iya Qin Zhi Ho Chen, saat ini dia sudah mencapai titik tertinggi, dia sudah mencapai tahap Rana Ilahi!" kata Kaisar Langit yang memberikan penjelasan kepada para dewa yang masih tidak mengerti.
"Apa itu tahap Rana Ilahi? Dewa Ho Chen, apakah kamu bisa menjelaskannya?"
Ho Chen tersenyum lembut kemudian dia berkata, "Nanti saja aku jelaskan kepada kalian!" kata Ho Chen.
Dewa Mata Tiga hanya mengangguk kemudian berniat menepuk pundak Ho Chen, hanya saja dia terkejut setelah tangannya yang ingin menepuk pundak Ho Chen tiba-tiba saja menembus tubuh Ho Chen.
"Apa-apaan?" Dewa Mata tiga langsung terkejut dengan apa yang sudah terjadi.
"Ini seperti tubuh semu, atau mungkin bayangan, apakah kamu adalah bayangan Dewa Ho Chen?"
"Bukankah sudah ku bilang, nanti saja aku akan menjelaskannya, sekarang ada hal yang lebih penting yang harus kita bahas, ini menyangkut perencanaan pertarungan Tian Feng di Galaxi Merah!" kata Ho Chen kemudian dia menghadap ke Kaisar Langit.
"Yang Mulia, dari pada kita mengerahkan para pasukan ke Galaxi Merah, menurut hamba sebaiknya sebagian pasukan ada yang pergi menuju ke Galaxi Hitam tempat istana Kaisar Langit berada! Nanti setelah Tian mulai bertanding, Kaisar Kegelapan pasti menyiapkan pasukan cadangannya di istana, jadi sebagian Dewa harus mencegahnya!" kata Ho Chen.
"Galaxi Hitam ya? Tapi tempat itu sulit untuk di temukan!" kata Kaisar Langit.
"Hamba dan Tian yang akan membuka segel perisainya sebelum pergi ke Galaxi merah!" kata Ho Chen.
"Baiklah, tapi kemana Dewa Sesat, kenapa dia tidak ikut datang?" tanya Kaisar Langit.
"Tian sedang menyempurnakan untuk mencapai Puncak Rana Ilahi tahap 1," jawab Ho Chen.
"Owh, jadi Dewa Sesat juga mencapai tahap Rana Ilahi? Jadi ada dua kekuatan Dewa yang sudah memiliki gelar Qin Zhi!" kata Kaisar Langit yang sangat senang mendengar kabar tersebut serta mengakui Tian Feng sebagai salah satu Dewa.
__ADS_1
Ho Chen mengangguk, dia sendiri sebenarnya sudah mencapai Awal Rana Ilahi Tahap 1, namun karena dia mengingat akan Istana An Huang Yi yang berada di Galaxi Hitam, dia berniat keluar dari Dunia Dimensi Hampa saat kekuatannya baru mencapai setengah langkah saja, namun pada waktu yang bersamaan, muncul sosok lain yang mengejutkan Ho Chen serta Tian Feng, sosok yang baru muncul itulah yang akhirnya menyatu dengan Ho Chen sehingga Ho Chen berhasil mencapai Tahap Awal Rana Ilahi Tahap 1.