
Yinfei melirik kearah Lio Long yang juga mengibaskan tangannya dan seketika itu juga energi angin berhembus dengan sangat kencang. "Panglima, segera perintahkan semua Pendekar untuk maju..!" seru Lio Long kemudian dia berpindah tempat dan muncul di samping Yinfei.
Wei Fang segera mengangkat goloknya kemudian dia dan semua para pendekar maju menghadapi lautan musuh yang sangat banyak, hanya dalam waktu singkat bentrokan kedua belah pihak pun segera pecah.
Pihak musuh bisa dibilang unggul dalam jumlah, belum lagi dengan pasukan Badak yang sangat kuat membuat pihak musuh menjadi sangat bersemangat untuk bertempur.
Akan tetapi pihak pendekar yang di pimpin oleh Wei Fang dan Lio Long tidak bisa dibilang kalah, walau jumlah mereka kurang dari separuh dari jumlah pasukan musuh, namun mereka semua sebenarnya lebih unggul dalam kekuatan.
Bermacam serangan energi mulai meledak dan menghempaskan para pasukan Organisasi Bintang Hitam, sedangkan pasukan hewan dengan ganasnya menyerang dengan sangat liar, mereka menyeruduk tanpa memilih-milih lawan, selama yang ada di hadapan mereka adalah musuh, para Badak akan menerjang secara membabi buta.
"Yinfei, sosok bermata ular itu sepertinya sangat kuat, apakah kita berdua akan mampu menghadapinya?" tanya Lio Long.
"Kalau belum di coba kita tidak akan tahu!" ucap Yinfei kemudian dia dan Lio Long segera melesat dan berhenti di hadapan Mata Ular.
"Kalian ingin melawanku? Apakah kalian sudah sangat yakin bisa menghadapiku dengan kemampuan kalian ini?" tanya Mata Ular.
"Yakin atau tidak yang jelas kami berdua tetap akan melawanmu!" jawab Yinfei kemudian dia menghentakkan Energinya yang besar dan mengakibatkan seluruh tanah bergetar.
Lio Long juga melepaskan energinya membuat kedua energi besar itu semakin membuat langit mau runtuh, masalahnya Mata Ular sama sekali tidak terkejut, dia justru tersenyum lebar saat melihat kekuatan gabungan keduanya.
"Seharusnya kalian berdua memilih lawan yang sepadan, tapi... baiklah, karena kalian sendiri yang memilih diriku sebagai lawan kalian, aku akan meladeni kalian!" ucap Mata Ular kemudian dia melapaskan gas kehitaman yang memiliki bau amis yang sangat menyengat.
"Hati-hati, ini bukan gas sembarangan!" kata Yinfei kepada Lio Long.
Yinfei dan Lio Long sama-sama merentangkan tangan mereka kemudian melepaskan Pusaran Angin yang besar untuk menolak gas kehitaman itu.
"Hahahaha... Kalian cukup membuatku terasa terhibur, kalau begitu menarilah kalian berdua," ucap Mata Ular kemudian dia mengibaskan tangannya dan membelokkan pusaran angin itu menuju ke langit.
Mata Ular mulai bertransformasi, seluruh tubuhnya langsung di tutupi oleh sisik ular yang sangat keras kemudian dia maju menyerang Lio Long dan Yinfei dengan tangan kosong.
Pertarungan ketiga semakin lama semakin sengit, secara perlahan-lahan mereka bertiga mulai naik keudara dan melanjutkan pertarungan mereka di udara.
Di sisi lain, Tanduk Iblis kini berhadapan dengan Cao Yuan yang di temani oleh Xi Liyi juga bertarung sengit di tempat yang jauh, ketiganya terlihat sama-sama unggul.
Setiap kali Cao Yuan melepaskan serangan energi biru, Tanduk Iblis akan menyerapnya kemudian dia mengembalikan energi tersebut kepada Cao Yuan dan Xi Liyi. Tentu saja keduanya mampu menepis serangan tersebut kemudian kembali menyerang, namun mereka lebih berpusat ke serangan jarak dekat.
__ADS_1
Hanzi juga berhadapan dengan Xiniu, Hanzi yang memiliki kekuatan dari pecahan enam energi mampu mengimbangi serangan kuat milik Xiniu.
Di tempat lain Wang Dunrui dan Lang Yu berhadapan dengan Carolus, Wang Dunrui yang belum mencapai puncak Dewa Bumi seharusnya bukanlah tandingan Carolus, namun karena ada Lang Yu yang menemaninya, pertarungan mereka terlihat berimbang.
Lang Yu sebenarnya belum mencapai tahap Dewa, dia sejak dulu hanya berada di tahap Raja, yaitu puncak Raja Alam, namun pengalaman bertarungnya mampu menandingi seseorang berkemampuan Dewa Bumi.
Pertarungan para sosok berkemampuan Dewa yang mengguncang langit dan bumi itu tidak membuat para pasukan di bawah menghentikan pertempuran mereka, justru pertempuran dari kedua kubu itu semakin sengit.
Disaat yang sama, Ho Chen masih berusaha untuk melepaskan Tanda Swastika di pundak Alice dan Louis yang semakin memerah, namun ternyata tidak mudah untuk menghilangkannya.
"Bertahanlah..!" ucap Ho Chen kemudian dia kembali mengalirkan energi Es nya.
Naomi, Chie Xie dan Yao Shan tetap berusaha mempertahankan perisai pelindungnya agar angin yang mengandung hawa panas itu tidak masuk, jika sampai Yao Shan menghentikannya, maka Angin tersebut pasti akan menerobos masuk karena kekuatan Naomi dan Chie Xie tidak akan cukup untuk menahannya.
Getaran hebat dari pertarungan para kekuatan Dewa di berbagai tempat membuat Naomi dan Chie Xie hampir kehilangan konsentrasi mereka, namun mereka tetap berusaha sebisa mungkin untuk tetap bertahan dan sesekali melirik Alice yang berteriak kesakitan dan sesekali berteriak memanggil nama Tian Feng yang masih bermeditasi, bahkan belum ada tanda-tanda bagi Tian Feng untuk bangun.
"Sampai kapan kamu akan bermeditasi seperti ini Gege, apakah kamu akan menunggu sampai istri dan anakmu mati?" gumam Chie Xie yang mulai merasa tidak tega saat mendengar rintihan kesakitan dari Alice.
Naomi diam tidak bersuara, dia hanya tidak menduga jika pertempuran kali ini akan jauh lebih besar dampaknya dari pertarungan sebelumnya yang pernah dia hadapi.
"Kami semua menunggumu Tian Feng!" batin Naomi seraya menatap tubuh Tian Feng yang masih duduk tidak bergerak.
Seluruh Dunia dimensi dalam bergetar hebat saat Tian Feng berhasil menemukan makna dari inti Logam itu sendiri, saat yang sama pusaran energi dari berbagai arah mulai berkumpul dan menutupi tubuh Spritual Tian Feng.
Energi yang begitu banyak itu mulai masuk kedalam tubuh Tian Feng hingga membuat tubuh Tian Feng mulai memancarkan kilauan cahaya yang sangat terang.
Saat semua energi yang begitu besar itu terserap seluruhnya kedalam tubuh Spritual Tian Feng, sebuah ledakan energi yang sangat besar meledak membuat banyak retakan di Dunia dimensi dalam.
Riakan energi seperti riak air secara terus menerus keluar dari dalam tubuh Tian Feng, dia dapat merasakan lonjakan energi yang tak terhingga memenuhi seluruh tubuh, Tian Feng merasa penyimpan energi Chi nya tidak cukup untuk menampung semua energi yang ia dapatkan sehingga terasa mau meledak.
Namun seiring berjalannya waktu, Tian Feng dapat merasakan sesuatu di dalam tubuhnya yang mulai terbentuk, itu adalah elemen baru yang sudah berhasil ia buat, yaitu Sendi Kelima dari energi Elemen Logam.
Saat sendi kelimanya sudah terbentuk dengan sempurna, energi yang sebelumnya seperti mau meluap tiba-tiba terhisap seluruhnya dan tertampung dalam satu titik di dalam perutnya. Tian Feng berteriak keras membuat Dunia dimensi dalam langsung runtuh.
"Aku berhasil mencapai tahap Awal Dewa Langit!" gumam Tian Feng kemudian dia melihat Dunia dimensi dalam yang hampir hancur jika tetap di biarkan.
__ADS_1
"Tian, gunakan elemen Angin, Air dan Api untuk memulihkan Dunia dimensi dalam ini, jangan biarkan Dunia dimensi dalam ini hancur karena tempat ini satu-satunya tempat terbaik untukmu berlatih!" kata Xian.
Tian Feng segera melakukan akan apa yang Xian katakan, dia segera menggabungkan tiga elemen untuk mengembalikannya Dunia dimensi dalam, dan hanya beberapa saat, Dunia dimensi dalam mulai kembali seperti sedia kala.
"Bagus, sekarang coba kamu ambil lagi Batu Mustika itu, aku yakin jika batu itu tidak akan lagi melawan karena dia pasti dapat merasakan energi Logam dari dalam tubuh Spritual mu!" kata Xian.
Tian Feng langsung melakukannya, dia melesat dan muncul di tempat Baru Mustika itu berada kemudian secata perlahan-lahan meraihnya. Ternyata memang benar jika batu itu tidak melakukan perlawan sedikitpun.
"Sekarang coba kamu tempelkan di perutmu!" kata Xian yang memberikan arahan.
Tian Feng langsung melakukannya, dia menempelkannya ke Pusaran perutnya dan kemudian batu tersebut mulai menembus ke dalam perutnya.
Tian Feng menahan rasa sakit itu dengan kembali menekan Batu Mustika itu agar secepatnya masuk, butuh energi besar bagi Tian Feng untuk menyerap baru tersebut, dan dengan usaha yang keras akhirnya Batu Mustika putih itu masuk kedalam tubuh Tian Feng.
Tian Feng merasakan sakit di dalam perutnya, walau batu itu masuk secara ajaib, namun rasa sakitnya terasa seperti ada luka di dalam perutnya.
"Tahan Tian, tinggal sedikit lagi bagimu untuk menyatukan diri dengan batu tersebut, " kata Xian memberikan nasehat.
Tian Feng langsung mengalirkan energi nya untuk menekan rasa sakit tersebut kemudian dia berdiri dan berteriak keras seraya melepaskan seluruh energinya.
Pilar Cahaya energi terang terlihat menembus langit buatan Ho Chen, Tian Feng segera melayang dan kemudian dia merentang tangan dan melepaskan gelombang energi besar yang mulai menyebar ke berbagai arah.
Tian Feng akhirnya bisa merasakan sesuatu yang aneh, entah perasaan apa itu yang jelas dia merasa puas saat energinya yang sebelumnya berhasil dia tekan kini semakin bertambah dalam jumlah yang lebih banyak lagi.
"Hahahah... akhirnya kamu berhasil mencapai puncak Dewa Langit Tian Feng, batu itu kini sudah menyatu dengan dirimu dan mulai saat ini kamu akan mampu untuk beregenerasi tubuh mu sendiri serta batu itu juga memberikan tambahan energi yang mampu meningkatkan energi mu, lihat saja sekarang kamu sudah berhasil mencapai puncak Dewa Langit, ini adalah sebuah keberuntungan besar bagimu karena telah menemukan Batu Mustika putih itu!" ucap Xian.
"Kamu benar sekali Xian, namun saat ini aku harus segera kembali ke dunia luar, aku khawatir musuh saat ini datang di saat aku masih berada disini!" kata Tian Feng kemudian dia segera berjalan keluar.
Dengan kekuatan baru Tian Feng yang sudah berada di puncak Dewa Langit, dia yakin jika dirinya pasti akan mampu mengimbangi seseorang yang berada di tahap Dewa Agung.
Setelah berada di luar Dunia dimensi dalam, Tian Feng langsung datang ke tempat Sue Yue berada, dia menoleh kiri dan kanan namun dia tidak menemukan keberadaan Yao Shan.
"Kemana guru Yao?" tanya Tian Feng kepada Sue Yue.
"Dia berada di luar!" jawab Sue Yue.
__ADS_1
Diam-diam Sue Yue dapat merasakan jika Tian Feng semakin lebih kuat saat seharian dia berlatih.
"Kamu tetap disini, aku harus segera kembali dan nanti aku akan datang kesini lagi!" kata Tian Feng kemudian mulai melangkah keluar untuk kembali ke dunianya.