Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Perjodohan


__ADS_3

***


"Sihir Es - Segel Bunga Es."


Chie Xie melatih ilmu sihirnya agar semakin kuat, dan dia mencoba membuat segel berbentuk bunga es yang pernah di ceritakan oleh Bing Mei saat masih latihan di pulau.


Sebenarnya Segel Bunga Es sangat hebat dan mampu menyegel siapapun yang memiliki kekuatan besar, bahkan kekuatan Dewa sekalipun tidak akan bisa menghancurkannya.


Namun semua itu tergantung dari kekuatan penggunanya, sebab pembuatan Segel Bunga Es membutuhkan energi yang sangat besar, namun Chie Xie tetap mencobanya.


Seluruh tanah di rumah Zang Yang menjadi beku dan kemudian mulai muncul tiga kelopak Bunga Es yang mengeluarkan kabut dingin sangat banyak.


Perlahan-lahan kelopak Bunga itu mulai tinggi dan satu kelopak yang menutup hampir terbuka, namun belum sempat terbuka lebar, Chie Xie langsung muntah darah dan kelopak Bunga yang masih menutup itu hancur menjadi serpihan es.


"Sudahlah Xie'er, jika kamu tetap seperti ini, bisa-bisa kamu sendiri yang akan terluka!" kata Nenek Chi yang menemani Chie Xie berlatih, namun dia hanya sebagai penonton saja.


Chie Xie membersihkan darah di bibirnya kemudian dia bangkit lagi sembari tersenyum kepada Nenek Chi.


Sebenarnya tidak hanya Nenek Chi saja yang ada disana, namun ada dua orang lagi, mereka berdua adalah para Ketua Cabang Organisasi Pengemis.


"Sudah berkali-kali kamu mencoba ini, namun kamu tetap saja gagal! Aku khawatir ini akan membuat dirimu terluka!" kata Nenek Chi.


"Dulu senior Bing Mei juga sering gagal Guru besar, namun pada akhirnya dia berhasil membuat segel Bunga Es ini! Aku ingin menjadi seperti dirinya," kata Chie Xie.


"Aku tahu itu! Tapi alangkah baiknya kamu menjadi dirimu sendiri dari pada menjadi orang lain, karena bakat seseorang itu berbeda-beda!"


Chie Xie berjalan menghampiri Nenek Chi dan di belakang Nenek Chi dua orang ketua Pengemis merasakan hawa dingin yang terus keluar dari tubuh Chie Xie seperti sebuah balok es yang melepaskan hawa dinginnya.


"Guru tidak perlu khawatir! Senior Bing bilang jika energi Yin yang aku miliki ini sangat kuat dan juga mampu menyembuhkan luka dalam kecuali racun, jadi guru tenang saja!" kata Chie dengan tersenyum riang berusaha menutupi kelelahannya.


"Sebenarnya kamu tidak ada bedanya dengan Kakak mu yang sering bertindak gegabah dan melakukan hal yang ingin di lakukan tanpa mendengar nasehat orang lain!"


"Jangan samakan aku dengan Tian gege, dia itu lebih kejam dan tidak berperasaan saat membunuh orang!" kata Chie Xie dengan wajah kesal.


"Iya baiklah terserah kamu saja!" Nenek Chi hanya bisa pasrah.


Chie Xie duduk dan kemudian dia menatap langit serta mulai kepikiran kepada Bing Mei yang dulu pernah mengatakan sesuatu padanya.


"Sebenarnya kita sebagai pemilik Energi Yin tidak bisa memiliki pasangan atau menikah dengan laki-laki manapun yang kita cintai. Jika kita sampai berhubungan layaknya suami istri, maka energi Yin kita akan diserap oleh suami kita, dan umur kita akan berkurang, sedangkan suami kita akan awet muda dan memiliki kekuatan besar karena telah menyerap energi Yin dari kita! Jadi jika kamu mencintai seorang laki-laki, pikirkan baik-baik sebelum menikah atau usahakan jaga kesucian mu agar kamu semakin kuat, dan kamu akan aman."


Pesan tersebut terus mengiang dan mengganggu pikiran Chie Xie, antara harus percaya atau tidak, namun kenyataannya Bing Mei tidak pernah menikah walau sudah ratusan tahun umurnya, dan Bing Mei masih suci belum pernah dinodai oleh siapapun.


"Apa iya aku harus terus hidup sendirian dan menjadi perawan tua? Ini sungguh gila!" batin Chie Xie.

__ADS_1


"Guru aku ingin mencobanya lagi!" kata Chie Xie.


Hanya berlatih saja yang bisa menghilangkan beban pikiran Chie Xie, karena dengan berlatih dia bisa melupakan rasa kegelisahannya.


"Xie'er!"


Chie Xie yang ingin bangkit segera menoleh dan melihat Zang Yang dan Wei Fang yang datang menemuinya.


"Ada apa guru?" tanya Chie Xie.


Zang Yang melihat kesekelilingnya sambil tersenyum canggung, "Setiap kali aku pulang, rumahku ini pasti terasa sedang dilanda badai salju," kata Zang Yang.


Chie Xie tersenyum canggung merasa malu karena telah mengacak-acak halaman belakang rumahnya, bahkan bunga-bunga yang di tanam oleh Nenek Chi semuanya mati.


"Xie'er, Panglima ingin mengajakmu menemui Ibu Ratu Sie!" kata Zang Yang.


"Ada perlu apa Ibu Ratu ingin menemui ku?" tanya Chie Xie.


"Ada sesuatu yang ingin Ibu Ratu sampaikan padamu, disana Ayah dan Ibu mu juga sudah menunggu!" kata Zang Yang.


"Ayah dan Ibu juga disana?" Chie Xie merasa aneh karena yang ia tahu sejak dulu ibunya tidak pernah mengikuti ayahnya walau ada acara di istana.


"Baiklah aku akan ganti baju dulu!" kata Chie Xie kemudian dia bergegas masuk untuk mengganti pakaiannya, dan mereka bertiga sama-sama pergi menuju ke istana.


***


"Bangunlah Dewi Es, aku merasa terhormat mendapatkan penghormatan dari mu!" kata Ibu Ratu yang langsung menghampiri Chie Xie dan menyuruhnya untuk bangkit.


"Ibu Ratu terlalu memandang tinggi hamba, bagiamanapun juga hamba hanyalah seorang gadis biasa!" kata Chie Xie.


"Kamu begitu cantik dan sangat sopan serta tidak sombong walau memiliki kekuatan besar yang mampu melenyapkan seluruh Kerajaan ku ini seorang diri! Aku sungguh salut kepada ke-dua orang tuamu yang sudah mendidik mu dari bayi hingga menjelma menjadi gadis yang memiliki kekuatan Dewi!" kata Ibu Ratu.


"Ibu Ratu terlalu memuji!" kata Yuan Xia.


Chie Xie segera menghampiri Lie Yie yang berada di samping Yuan Xia, namun pikiran Chie Xie masih di penuhi banyak tanda tanya.


"Aku tidak salah memuji Penasehat Yuan! Lagi pula ini semua nyata, kamu memiliki dua anak yang memiliki kemampuan para Dewa dan juga Dewi, dan semua orang sudah tahu itu, jadi menurut ku di Kerajaan Wu ini hanya ke-dua anakmu lah yang menyandang Pendekar terkuat!" kata Ibu Ratu sembari kembali ke singgasananya.


"Maaf Ibu Ratu, sebenarnya apa maksud Ibu Ratu memanggil kami semua untuk kesini?" tanya Lie Yie.


"Nona Yuan! Bagaimana cara mengatakannya ya! Begini, kamu memiliki satu putra dan satu putri, sedangkan aku memiliki satu putra yang saat ini sedang mengenyam pendidikan di Aula, jika kalian setuju, aku ingin menjodohkan putrimu dengan putraku!" kata Ibu Ratu.


Chie Xie terkejut seperti habis disambar Petir, yang ia takutkan sejak berlatih bersama Bing Mei kini mulai jadi kenyataan.

__ADS_1


Tuan Xia dan Lie Yie juga sama terkejutnya, mereka saling berpandangan dan kemudian Yuan Xia segera maju lalu berlutut.


"Maaf Ibu Ratu, bukannya hamba ingin menolak, namun ini sungguh tidak benar, bagaiamana bisa keluarga pejabat biasa seperti kami bisa berbesanan dengan keluar Istana, apa lagi Xie'er harus dijodohkan dengan Putra Mahkota!" kata Yuan Xia.


"Memangnya kenapa Pejabat Yuan? Aku tidak memandang status seseorang untuk menjadi menantu keluarga Kerajaan! Atau kamu keberatan karena Pangeran tidak memiliki kekuatan yang setara dengan putri mu?"


"Tidak bukan seperti itu Yang Mulia, tapi kami hanya kurang percaya diri saja!" kata Lie Yie.


"Benar sekali Yang Mulia! Justru kamilah yang merasa terhormat karena Yang Mulia mau meminang Putri kami untuk Pangeran!" Yuan Xia melanjutkan.


"Ini sungguh diluar dugaan, apakah artinya kalian mau menerima perjodohan ini?" tanya Ibu Ratu.


"Kami menerimanya Yang Mulia, lagi pula umur mereka tidak terlalu jauh!" kata Yuan Xia.


"Tunggu dulu Ayah, Ibu!" kata Chie Xie yang segera menghampiri ke-dua orang tuanya.


"Maafkan Hamba Ibu Ratu, untuk masalah ini biarkan kami berbicara dulu secara kekeluargaan, lagi pula kakak hamba belum kembali, jadi tidak lengkap rasanya jika kakak tidak hadir dan mengetahui masalah ini!" kata Chie Xie.


"Xie'er apa maksudmu?"


"Dewi! Apakah kamu merasa keberatan atas perjodohan ini?" tanya Ibu Ratu yang melihat keraguan di wajah Chie Xie.


"Ibu Ratu! Hamba tahu jika hamba tidak pantas ikut campur urusan orang tua dalam memberikan keputusan terhadap masa depan anak-anaknya, namun ini juga demi masa depan hamba, jadi biarkan kami menunggu Tian gege kembali dan kami akan mendiskusikan ini secara kekeluargaan!" kata Chie Xie.


"Em...! Aku ingin bertanya kepada mu, andai kakakmu setuju nantinya, apakah kamu mau menikah dengan Pangeran dan hidup mendampinginya seumur hidup?" tanya Ibu Ratu.


"Tidak...!"


Chie Xie menutup mulutnya karena keceplosan kemudian dia berusaha melanjutkannya dengan beberapa alasan.


"Eee.. maksud hamba Tidak tahu Ibu Ratu, jujur saya masih belum siap untuk menjalin hubungan apapun dan dengan siapapun, karena hamba ingin membantu Tian gege membersihkan kejahatan di wilayah Kerajaan Wu ini!" kata Chie Xie.


Wei Fang yang mendengar hal itu semakin yakin jika Chie Xie hanya beralasan saja, kemungkinan ada laki-laki lain yang di sukai oleh Chie Xie.


Wei Fang curiga jika Chie Xie kemungkinan menyukai kakak angkatnya yaitu Tian Feng, namun itu baru anggapan Wei Fang saja.


"Bagiamana menurut mu Panglima?" tanya Ibu Ratu


"Menurut hamba biarkan mereka menunggu kepulangan Tian Yang Mulia!" kata Wei Fang.


"Baiklah jika demikian! Aku akan menunggu jawaban dari kalian setelah putra kalian Pendekar Dewa Sesat datang!" kata Ibu Ratu.


Yuan Xia dan Lie Yie serta Chie Xie memberi hormat serta pamit undur diri, sedangkan Ibu Ratu hanya menghela nafas panjang.

__ADS_1


__ADS_2