
***
"Tuan Hiroshi-dono!"
Saat dini hari, seorang ronin datang menyambut kedatangan Hiroshi yang datang bersama para pengawalnya.
"Apakah beberapa pengawalku tadi sudah ada yang kembali?" tanya Hiroshi.
"Iya Tuan!" jawab ronin tersebut.
"Baik, kembalilah kamu ke posisi mu!"
ronin tersebut membungkuk kemudian kembali ketempat dia berjaga, sedangkan Hiroshi pergi menemui salah satu ronin yang sudah pulang lebih dulu.
"Owh maaf Tuan, saya tidak tahu jika Tuan datang!" kata ronin tersebut yang terlihat seperti mengantuk.
"Tidak apa-apa! Aku hanya ingin bertanya, apakah Naomi tadi bertanya sesuatu padamu atau yang lainnya?" tanya Hiroshi.
"Sejak saya tiba, saya belum melihat Nona Naomi, kata penjaga tadi sore Nona Naomi sudah berada di dalam kamarnya," jawab ronin tersebut.
"Berarti dia sudah tidur! Iya sudah kamu dan yang lainnya malam ini istirahat saja!" kata Hiroshi kemudian dia pergi melangkah ke arah kamar Naomi.
Hiroshi ingin melihat Naomi terlebih dahulu sebelum dia sediri beristirahat, Hiroshi berdiri di depan pintu kamar Naomi, karena Naomi tidak pernah mengunci kamarnya, Hiroshi membukanya.
Hiroshi melihat ketempat tidur Naomi, namun dia tidak melihat putrinya, "Naomi..!?" panggil Hiroshi.
Tidak ada jawab sama sekali dari Naomi, Hiroshi melihat ke jendela siapa tahu Naomi berada di samping kamarnya.
"Naomi! Kami dimana?" panggil lagi Hiroshi.
Namun tetap saja dia tidak melihat keberadaan Naomi dan juga tidak ada jawaban dari Naomi.
Hiroshi berusaha tetap bersikap tenang, dia mencari Naomi kebelakang rumah sekaligus memanggil-manggil nama Naomi, namun tetap saja tidak ada jawaban maupun menemukannya.
Hiroshi mulai merasakan perasaan yang tidak enak kemudian dia mulai bertanya kepada para ronin serta Shinobi yang menjaga rumahnya.
"Apakah kamu melihat Naomi?"
"Tadi sore Nona Naomi masuk kedalam kamarnya setelah meminum teh Tuan!"
"Tapi dia tidak ada dikamarnya!" kata Hiroshi.
Semua ronin serta Shinobi segera dikumpulkan untuk di tanyai, siapa tahu ada yang melihat Naomi.
__ADS_1
"Bagaimana mungkin kalian tidak mengetahui keberadaan Naomi? Orang sebanyak ini bisa tidak satupun yang tidak melihat Naomi?" Hiroshi berbicara keras serta terlihat marah.
Semuanya menunduk dan tidak ada satupun yang berani menatap wajah Hiroshi yang sedang marah.
Hiroshi mengepalkan tangannya dia ingin sekali memukul para pengawalnya yang tidak becus menjaga rumah serta putrinya.
"Jika dia keluar pasti kami akan melihatnya Tuan, namun kami sama sekali tidak melihat Nona Naomi pergi keluar!" salah satu Shinobi memberanikan diri untuk menjawab.
"Apa mungkin dia pergi lewat pagar belakang, tapi pergi kemana? Apakah dia menyusulku atau pergi kerumah Yuan Xia?" batin Hiroshi yang berusaha untuk mengontrol emosinya.
Setahu Hiroshi, Naomi tidak pernah pergi tanpa ijin dulu padanya, walaupun tidak sempat ijin, biasanya Naomi akan meninggalkan pesan dan pastinya dia akan keluar lewat pintu.
Sedangkan saat ini Naomi menghilang begitu saja membuat Hiroshi tidak yakin jika Naomi akan pergi dengan melompati dinding pagar rumah.
"Ini tidak mungkin!"
Hiroshi menatap para pengawalnya kemudian dia bertanya kepada mereka saat dia merasa ingat akan sesuatu.
"Apakah tadi sore ada seseorang yang masuk dan pergi keluar dari rumah?" tanya Hiroshi.
Mereka semua berusaha mengingat setelah itu salah satu dari mereka menjawabnya, "Ada Tuan! Tadi sore ada kereta yang di tunggangi dua orang pengantar makanan kuda, namun yang membawa itu bukan orang seperti biasanya, katanya dia adalah temannya yang disuruh mengantar makanan kuda!" jawabnya.
"Dua orang baru? Lalu kemana katanya orang yang biasa mengantarkan makanan kuda kita?" tanya lagi Hiroshi yang mulai curiga.
"Kapan keluarnya kereta itu dari sini dan kenapa kalian tidak memeriksa kereta itu sebelum pergi?"
"Mereka keluar saat hari sudah gelap, jauh sebelum ada gempa serta cahaya emas! Maaf tuan, kami juga tidak berpikir sampai kesitu karena biasanya kami tidak pernah memeriksa kereta mereka!"
"Kalian bodoh, sudah jelas-jelas dua orang itu adalah orang baru yang masih asing! Ini pasti ada yang tidak beres."
Hiroshi segera kedalam dan kemudian menuju kearah meja, "Mana cangkir teh bekas putriku minum tadi?" tanya Hiroshi.
"Yang ini Tuan!" pelayan wanita paruh baya yang biasa membuat teh untuk Naomi menunjukkan cangkir giok berwarna hijau yang berjejer dengan beberapa cangkir lainnya.
Awalnya dia memeriksa teh yang sudah dingin itu. Hiroshi menciumnya serta mencicipi sedikit teh dengan tangannya, namun dia tidak menemukan sesuatu.
Kini Hiroshi mencium cangkir bekas Naomi, dia juga tidak merasakan apapun, "Panggil Hisazi kesini!" kata Hiroshi.
Tidak lama kemudian seorang pria yang rambutnya diikat keatas datang dan berdiri disamping Hiroshi.
"Tuan memanggil saya?" tanya Hisazi.
"Hisazi, coba kamu periksa cangkir bekas putriku ini! Aku yakin ada Shinobi lain yang mungkin menyusup dan memasukkan sesuatu kepada cangkirnya ini!" kata Hiroshi menyerahkan cangkir tersebut kepada Hisazi.
__ADS_1
Hisazi adalah seorang Shinobi yang ahli dalam pengobatan serta racun, dia adalah satu Shinobi Medis hebat serta mengetahui ratusan jenis racun, karena itu Hiroshi memintanya untuk memastikannya.
Hisazi mengambil cangkir tersebut kemudian mulai memeriksa dengan cara mengorek bagian dalam cangkir bekas teh yang sudah mengering itu dengan tangannya.
Hisazi mengambil kain putih bersih kemudian mengusap jarinya satu kali kemudian membuka kain putih tersebut.
"Lihatlah Tuan! Jika teh kering ini tidak dikasih obat, maka akan ada bekas dengan warna sedikit kekuningan, namun ini justru ada serbuk kristal seperti gula," kata Hisazi.
"Berarti benar dugaanku jika ada yang sudah mencampurkan obat di cangkir Naomi! Ini pasti ulah seorang Shinobi berkemampuan tinggi," kata Hiroshi.
Hisazi meneliti serbuk kristal halus tersebut kemudian mengetahui jenis obat tersebut.
"Ini adalah obat bius level 2! Biasanya jika meminum obat ini awalnya akan merasa seperti mengantuk, setelah tertidur maka obat ini akan bekerja secara sempurna, saat ini Nona Naomi pasti masih ada dalam pengaruh obat bius ini, walau ada suara keras maupun dipukul sekalipun, Nona Naomi tidak akan bangun atau merasakan apapun!" kata Hisazi.
"Sial! Naomi pasti diangkat saat sudah terbius dan di masukkan kedalam kereta yang keluar itu! Kalian para Shinobi cepat pergi dan cari kereta itu sampai dapat!" kata Hiroshi yang ingin melangkah keluar.
Hiroshi tidak tahu utusan siapa yang sudah menculik Naomi, dia hanya menebak kemungkinan ada tiga, yang pertama dari Klan Yama, yang ke-dua Suku Mori, dan yang terakhir kemungkinan adalah Hataro.
Saat dia dan para Shinobi ingin keluar, tiba-tiba saja ada sebuah benda yang melesat dengan sangat cepat menuju kearahnya.
Hiroshi segera menangkap benda tersebut yang tidak lain adalah anak panah di mana di ujung depannya ada kertas yang digulung di gagang anak panah tersebut.
Hiroshi segera mengeluarkan kertas tersebut kemudian membaca isi tulisan pesan didalamnya.
"Ini akibatnya jika berani melawan keinginan anak Daimo! Sekarang Naomi akan aku bawa kembali ke Toakai, jadi jangan berani-berani mencegahku jika tidak ingin melihat Naomi mati!"
Hiroshi meremas kertas itu dengan mata merah, dia tidak menyangka Hataro akan menculik Naomi, apalagi dengan cara licik.
"Hataro..! Cepat kejar dan susul Hataro, aku mau putri ku kembali dan bunuh siapapun yang melindungi Hataro!" kata Hiroshi.
"Tunggu Tuan! Kami tahu Tuan sangat panik, namun kemana kami harus mengejar Pangeran Hataro?' tanya salah satu ronin.
"Dia tidak mungkin akan berada di pelabuhan, mungkin dia berada di pantai lain dan membeli kapal sendiri, Ayo kita pergi karena hanya ada satu pantai lagi yang bisa untuk di buat berlabuh kapal!" ajak Hiroshi.
Hiroshi segera keluar sekaligus membawa hampir seluruh pengawalannya dan hanya menyisakan dia ronin dan dua Shinobi saja untuk menjaga rumahnya.
Hiroshi yang sangat merah kerena Penculikan Naomi tidak menyadari jika Tian Feng berada tidak jauh darinya dan terus mengikutinya.
Beberapa Shinobi berkemampuan tinggi sudah lebih dulu pergi dengan ilmu meringankan tubuh mereka menuju ke arah pantai yang diduga menjadi tempat kapal baru Hataro berada.
Hiroshi dan semua para pengawalnya pergi dengan menunggangi kuda mereka masing-masing dan memacu kuda mereka dengan sangat cepat karena takut Hataro sudah pergi menyebrangi lautan.
Melihat rombongan Hiroshi yang tergesa-gesa, Tian Feng yakin sesuatu telah terjadi terhadap Klan Tsuki.
__ADS_1
Tanpa pikir panjang, dia segera melompat dan terbang mengikuti rombongan Hiroshi dari udara, namun tetap dia masih mendengarkan Xian yang sudah membangunkan Zanxi serta mengomeli Zanxi.